Tampilkan postingan dengan label Larutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Larutan. Tampilkan semua postingan
Soal Konsentrasi Larutan dari Senyawa Terhidrat
Kamis, 25 Mei 2023
Dalam soal-soal terkait senyawa terhidrat kadang dijumpai soal yang sebenarnya tidak perlu ditanyakan untuk dihitung dalam praktik. Namun logika dan kejelian dalam memahami konteks memang diperlukan. Bahasannya cukup sederhana, tidak lebih dari konsep mol dan hitungan terkait konsentrasi saja, namun siswa ada saja yang kurang terlatih menyelesaikan soal kimia tentang senyawa terhidrat ini. Dalam tulisan ini diberikan 3 contoh soal linier untuk diselesaikan.
Kategori:
Kimia 11,
Kimia-1,
Konsentrasi,
Larutan,
Senyata Terhidrat,
Senyawa Hidrat,
Senyawa Mengandung Air
Apakah Senyawa Kovalen Polar dapat Menghantarkan Arus Listrik?
Jumat, 08 Januari 2021
Senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan arus listrik. Bahkan senyawa kovalen polar sekalipun juga tidak dapat menghantarkan arus listrik. Ini karena senyawa kovalen tidak memiliki partikel bermuatan yang mampu mengangkut elektron. Untuk memiliki konduktivitas (daya hantar) listrik, spesi harus memiliki elektron yang mengalir bebas seperti "lautan elektron" pada logam, dan pada ikatan kovalen baik yang bersifat polar maupun nonpolar tidak memilikinya karena elektron yang ada digunakan bersama untuk berikatan satu sama lain, tidak ada elektron yang hilang ketika pembentukan ikatan.
Kategori:
Cairan,
Daya Hantar Listrik,
garam,
Kimia 10,
Kimia-1,
Larutan,
Muatan,
Padatan,
Senyawa Kovalen Polar
Cara Menghitung Kekuatan Ion suatu Larutan
Selasa, 25 Oktober 2016
Konsep kekuatan ion pertama kali diperkenalkan oleh Lewis dan Randall pada tahun 1921 guna mendeskripsikan koefisien aktivitas elektrolit kuat. Kekuatan ionik larutan adalah ukuran konsentrasi ion dalam larutan itu. Senyawa ion, bila dilarutkan dalam air, terdisosiasi menjadi ion. Konsentrasi elektrolit total larutan akan mempengaruhi sifat penting seperti disosiasi atau kelarutan garam yang berbeda. Salah satu karakteristik utama dari larutan yang mempunyai ion terlarut adalah kekuatan ion. Kekuatan ion dapat dinyatakan dengan satuan molar (mol/L) sering disebut kekuatan ionik molar atau dengan satuan molal (mol/kg.air) sering disebut kekuatan ionik molal.
Kategori:
kalkulator kimia,
Kekuatan ionik,
Larutan,
Menghitung kekuatan Ion
Kalkulator pH dan Volume Gas pada Elektrolisis
Selasa, 31 Mei 2016
Berikut ini adalah kalkulator yang dapat digunakan untuk menghitung pH pada reaksi elektrolisis. Beberapa bagian kalkulator sengaja dibuat terpisah satu dengan yang lain untuk mengantisipasi variasi soal, terutama muatan listrik yang kadang diketahui dengan satuan Coulomb atau Faraday, bahkan kadang diketahui arus listrik dan lama waktu elektrolisis. Untuk ke-empat variabel ini dapat dihitung dengan 2 kalkulator yang pertama pada bahasan ini. Selanjutnya satuan Faraday akan digunakan lebih luas dalam perhitungan kalkulator selanjutnya yang dikaitkan dengan pH larutan setelah elektrolisis dan dikaitkan pula dengan volume gas yang terbentuk setelah sekian waktu elektrolisis. Kombinasi dari beberapa kalkulator ini akan sangat membantu dalam penyelesaian soal-soal atau untuk membuat soal dengan berbagai variabel yang diketahui.
Soal Elektrolisis Dihubungkan dengan pH Larutan dan Volume Gas
Minggu, 29 Mei 2016
#1. Soal Konsentrasi ion, Volume gas, dan pH setelah elektrolisis
Pembahasan a. [Zn2+] yang tersisa?
Pada katoda berlangsung reaksi reduksi: Zn2+ + 2e ⟶ Zn
Tiap 1 Faraday akan mengendapkan 1 ME (massa ekuivalen) Zn atau setara dengan ½ mol Zn2+
Ingat ME = mM Zn : jumlah elektron yang terlibat dalam reaksi reduksi itu
Ingat bahwa ⟶ 1 F = 96.500 Coulomb/mol elektron
Arus listrik sebesar 0,965 ampere dialirkan melalui larutan 500 mL ZnSO4 0,2 M selama 10 menit pada suhu 27 oC dan tekanan 1 atm. Anggap volume larutan tidak berubah selama proses elektrolisis. Hitunglah:
a. Konsentrasi Zn2+ yang tersisa.
b. Volume gas yang dihasilkan di anoda
c. pH larutan di sekitar anoda
a. Konsentrasi Zn2+ yang tersisa.
b. Volume gas yang dihasilkan di anoda
c. pH larutan di sekitar anoda
Pembahasan a. [Zn2+] yang tersisa?
Pada katoda berlangsung reaksi reduksi: Zn2+ + 2e ⟶ Zn
Tiap 1 Faraday akan mengendapkan 1 ME (massa ekuivalen) Zn atau setara dengan ½ mol Zn2+
Ingat ME = mM Zn : jumlah elektron yang terlibat dalam reaksi reduksi itu
Ingat bahwa ⟶ 1 F = 96.500 Coulomb/mol elektron
Kategori:
Anoda,
Arus Listrik,
Elektrolisis,
Elektron,
Faraday,
Katoda,
Kimia-3,
Konsentrasi,
Larutan,
Muatan Listrik,
OSN Kimia,
pH,
Reaksi Redoks,
Reduksi Oksidasi,
Soal dan Pembahasan,
Volume Gas
Kalkulator Vice-Versa Molalitas, Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Larutan
Jumat, 01 Mei 2015
Sifat Koligatif Larutan: Kenaikan Titik Didih (ΔTb) dan Penurunan Titik Beku (ΔTf)
Dasar teori:
Kenaikan titik didih dan penaikan titik beku larutan tergantung pada banyaknya komponen larutan dalam hal ini adalah molalitas.
Molal adalah satuan konsentrasi yang dihitung berdasarkan jumlah mol zat terlarut setiap 1 kg pelarut.
Dasar teori:
Kenaikan titik didih dan penaikan titik beku larutan tergantung pada banyaknya komponen larutan dalam hal ini adalah molalitas.
Molal adalah satuan konsentrasi yang dihitung berdasarkan jumlah mol zat terlarut setiap 1 kg pelarut.
Langganan:
Postingan (Atom)
