Hukum Laju Diferensial & Hukum Laju Terintegrasi

Selasa, 07 April 2026

Tetapan laju (k) reaksi orde pertama untuk reaksi A → Produk dapat ditentukan menggunakan hukum laju diferensial maupun terintegrasi. Yang dimaksud dengan reaksi orde pertama adalah reaksi dengan laju reaksi (r) berbanding lurus dengan konsentrasi satu reaktan pangkat satu. Artinya, jika konsentrasi reaktan digandakan, laju reaksi pun menjadi dua kali lipat.

Contoh sistem yang mengikuti kinetika orde pertama antara lain peluruhan radioaktif, hidrolisis ester dalam suasana asam berlebih (reaksi pseudoorde pertama), dan dekomposisi N2O5 dalam fase gas.

Hukum Laju Diferensial

Menggambarkan laju sesaat sebagai fungsi konsentrasi pada waktu tertentu.

Hukum Laju Terintegrasi

Menggambarkan hubungan konsentrasi dengan waktu secara langsung.
Δ
Hukum Laju Diferensial

Hukum laju diferensial menyatakan bahwa laju reaksi pada setiap saat sebanding dengan konsentrasi reaktan saat itu.

Untuk reaksi orde pertama A → Produk:

Persamaan Laju Diferensial Orde Pertama
$$r = -\dfrac{d[\text{A}]}{dt} = k[\text{A}]$$

dengan: r = laju reaksi, [A] = konsentrasi A (mol L-1), k = tetapan laju, t = waktu.

Satuan Tetapan Laju k

Dari dimensi persamaan laju:

$$\text{mol L}^{-1}\text{s}^{-1} = k \times \text{mol L}^{-1}$$ $$k \text{ memiliki satuan } \text{s}^{-1}$$

Satuan k untuk reaksi orde pertama adalah s-1 atau menit-1 (tidak bergantung pada satuan konsentrasi).

Cara Menentukan k dari Data Eksperimen (Metode Diferensial)

Dengan memvariasikan konsentrasi awal dan mengukur laju awal reaksi, nilai k dapat ditentukan:

$$k = \dfrac{r}{[\text{A}]} = \dfrac{-\dfrac{\Delta[\text{A}]}{\Delta t}}{[\text{A}]}$$
Grafik Hukum Laju Diferensial

Grafik log(r) vs log([A]) menghasilkan garis lurus dengan kemiringan 1 (orde pertama).

Grafik Hukum Laju Diferensial: log(r) vs log([A]) log[A] log r -3 -2 -1 0 -3 -2 -1 Orde 1 (kemiringan = 1) Δlog[A] = 1 Δlog r = 1 kemiringan = Δlog r / Δlog[A] = 1 log r = log k + log[A] kemiringan = Δlog r/Δlog[A] = 1
Contoh Soal Hukum Laju Diferensial
1
Dekomposisi H2O2 dalam larutan
Reaksi dekomposisi hidrogen peroksida: 2H2O2(aq) → 2H2O(l) + O2(g) diamati mengikuti kinetika orde pertama terhadap H2O2. Dari data eksperimen berikut, tentukan tetapan laju reaksi k.
[H2O2] (mol/L)Laju r (mol L-1 s-1)
0,2007,40 × 10-4
0,4001,48 × 10-3
0,6002,22 × 10-3
✎ Tampilkan Penyelesaian
Langkah 1: Konfirmasi orde pertama
Ketika [H2O2] digandakan dari 0,200 menjadi 0,400 mol/L, laju juga menjadi dua kali lipat. Ini mengonfirmasi orde pertama. $$\frac{r_2}{r_1} = \frac{1{,}48 \times 10^{-3}}{7{,}40 \times 10^{-4}} = 2{,}00 \approx \left(\frac{0{,}400}{0{,}200}\right)^1$$
Langkah 2: Hitung k dari data pertama
$$k = \frac{r}{[\text{H}_2\text{O}_2]} = \frac{7{,}40 \times 10^{-4}}{0{,}200} = 3{,}70 \times 10^{-3} \text{ s}^{-1}$$
Langkah 3: Verifikasi dengan data lain
$$k = \frac{1{,}48 \times 10^{-3}}{0{,}400} = 3{,}70 \times 10^{-3} \text{ s}^{-1} \checkmark$$ $$k = \frac{2{,}22 \times 10^{-3}}{0{,}600} = 3{,}70 \times 10^{-3} \text{ s}^{-1} \checkmark$$
Hasil
$$\boxed{k = 3{,}70 \times 10^{-3} \text{ s}^{-1}}$$
2
Isomerisasi cis-2-butena menjadi trans-2-butena
Pada suhu 450°C, isomerisasi cis-2-butena mengikuti hukum laju orde pertama. Jika laju reaksi pada [cis-2-butena] = 0,150 mol/L adalah 4,35 × 10-3 mol L-1 s-1, dan pada [cis-2-butena] = 0,450 mol/L adalah 1,305 × 10-2 mol L-1 s-1, tentukan tetapan laju k dan persamaan lajunya.
✎ Tampilkan Penyelesaian
Langkah 1: Verifikasi orde
$$\frac{r_2}{r_1} = \frac{1{,}305 \times 10^{-2}}{4{,}35 \times 10^{-3}} = 3{,}00 \quad \text{dan} \quad \frac{[\text{A}]_2}{[\text{A}]_1} = \frac{0{,}450}{0{,}150} = 3{,}00$$ Karena rasio laju = rasio konsentrasi pangkat 1, maka orde pertama terkonfirmasi.
Langkah 2: Hitung k
$$k = \frac{r}{[\text{cis\text{-}2\text{-}butena}]} = \frac{4{,}35 \times 10^{-3}}{0{,}150} = 2{,}90 \times 10^{-2} \text{ s}^{-1}$$
Langkah 3: Persamaan laju
$$\boxed{r = 2{,}90 \times 10^{-2}[\text{cis\text{-}2\text{-}butena}] \text{ (mol L}^{-1}\text{s}^{-1}\text{)}}$$
3
Dekomposisi N2O5 dalam CCl4
Reaksi 2N2O5(larutan) → 4NO2(larutan) + O2(g) adalah orde pertama terhadap N2O5. Pada suatu percobaan, laju awal reaksi diukur pada tiga konsentrasi berbeda seperti pada tabel. Tentukan k dan prediksi laju pada [N2O5] = 0,800 mol/L.
[N2O5] (mol/L)Laju r (mol L-1 s-1)
0,1006,25 × 10-6
0,3502,19 × 10-5
0,5003,13 × 10-5
✎ Tampilkan Penyelesaian
Langkah 1: Hitung k dari setiap data
$$k_1 = \frac{6{,}25 \times 10^{-6}}{0{,}100} = 6{,}25 \times 10^{-5} \text{ s}^{-1}$$ $$k_2 = \frac{2{,}19 \times 10^{-5}}{0{,}350} = 6{,}26 \times 10^{-5} \text{ s}^{-1}$$ $$k_3 = \frac{3{,}13 \times 10^{-5}}{0{,}500} = 6{,}26 \times 10^{-5} \text{ s}^{-1}$$
Langkah 2: Rata-rata k
$$k_{\text{rata}} = \frac{(6{,}25 + 6{,}26 + 6{,}26) \times 10^{-5}}{3} = 6{,}26 \times 10^{-5} \text{ s}^{-1}$$
Langkah 3: Prediksi laju pada [N2O5] = 0,800 mol/L
$$r = k[\text{N}_2\text{O}_5] = 6{,}26 \times 10^{-5} \times 0{,}800$$ $$\boxed{r = 5{,}01 \times 10^{-5} \text{ mol L}^{-1}\text{s}^{-1}}$$
Penurunan Hukum Laju Terintegrasi

Dari hukum laju diferensial, kita dapat menurunkan hukum laju terintegrasi melalui pemisahan variabel dan integrasi:

Langkah Penurunan
$$-\frac{d[\text{A}]}{dt} = k[\text{A}]$$ $$\frac{d[\text{A}]}{[\text{A}]} = -k\,dt$$ $$\int_{[\text{A}]_0}^{[\text{A}]_t} \frac{d[\text{A}]}{[\text{A}]} = -k\int_0^t dt$$ $$\ln[\text{A}]_t - \ln[\text{A}]_0 = -kt$$
Hukum Laju Terintegrasi Orde Pertama
$$\ln[\text{A}]_t = \ln[\text{A}]_0 - kt$$ $$\quad \text{atau ekuivalen:} \quad$$ $$[\text{A}]_t = [\text{A}]_0\, e^{-kt}$$
Linearisasi: Cara Menentukan k dari Grafik
Hukum laju terintegrasi memiliki bentuk y = mx + b: $$\underbrace{\ln[\text{A}]_t}_{y} = \underbrace{-k}_{m}\underbrace{t}_{x} + \underbrace{\ln[\text{A}]_0}_{b}$$ Grafik ln[A] vs t berupa garis lurus dengan kemiringan = −k.
Waktu Paruh Reaksi Orde Pertama

Waktu paruh (t1/2) adalah waktu yang diperlukan agar konsentrasi reaktan berkurang menjadi setengah nilai awalnya. Ketika [A]t = [A]0/2:

$$\ln\!\left(\frac{[\text{A}]_0}{[\text{A}]_0/2}\right) = k\,t_{1/2}$$ $$\ln 2 = k\,t_{1/2}$$ $$\boxed{t_{1/2} = \frac{0{,}693}{k}}$$
Sifat istimewa: Waktu paruh reaksi orde pertama tidak bergantung pada konsentrasi awal. Ini berbeda dengan orde nol dan orde dua.
Cara Menentukan k dari Data Waktu-Konsentrasi
$$k = \frac{\ln[\text{A}]_0 - \ln[\text{A}]_t}{t} = \frac{1}{t}\ln\!\frac{[\text{A}]_0}{[\text{A}]_t}$$
Grafik Hukum Laju Terintegrasi Orde Pertama [A] vs t t [A] [A]0 [A]0 /2 t1/2 [A]0 /4 2t1/2 Tiap t1/2 , [A] turun setengah ln[A] vs t t ln[A] t1 t2 ln[A]0 Δt Δln[A] kemiringan = -k = Δln[A] / Δt ln[A] vs t linier → orde pertama ✓ Peluruhan eksponensial Hubungan linear ln[A] vs t
Ringkasan Persamaan Penting
BesaranPersamaan
Hukum diferensialr = k[A]
Hukum terintegrasiln[A]t = ln[A]0 − kt
Bentuk eksponensial[A]t = [A]0 e−kt
Waktu paruht1/2 = 0,693 / k
Satuan ks−1 (atau menit−1)
Grafik linearln[A] vs t (kemiringan = −k)
Contoh Soal Hukum Laju Terintegrasi
1
Peluruhan radioaktif Iodium-131
Peluruhan radioaktif 131I mengikuti kinetika orde pertama dengan tetapan laju k = 9,98 × 10-3 hari-1. Jika aktivitas awal (sebanding konsentrasi) adalah [131I]0 = 2,40 × 10-4 mol/L, tentukan: (a) konsentrasi setelah 30 hari, (b) waktu yang diperlukan agar konsentrasi turun menjadi 20% nilai awal, dan (c) waktu paruhnya.
✎ Tampilkan Penyelesaian
Diketahui
$$k = 9{,}98 \times 10^{-3} \text{ hari}^{-1}, \quad [\text{A}]_0 = 2{,}40 \times 10^{-4} \text{ mol/L}$$
Bagian (a): Konsentrasi setelah t = 30 hari
$$\ln[\text{A}]_t = \ln[\text{A}]_0 - kt$$ $$\ln[\text{A}]_{30} = \ln(2{,}40 \times 10^{-4}) - (9{,}98 \times 10^{-3})(30)$$ $$\ln[\text{A}]_{30} = -8{,}335 - 0{,}299 = -8{,}634$$ $$[\text{A}]_{30} = e^{-8{,}634} = 1{,}77 \times 10^{-4} \text{ mol/L}$$ $$\boxed{[\text{A}]_{30} = 1{,}77 \times 10^{-4} \text{ mol/L}}$$
Bagian (b): Waktu ketika [A] = 20% [A]0
$$t = \frac{\ln([\text{A}]_0/[\text{A}]_t)}{k} = \frac{\ln(1/0{,}20)}{9{,}98 \times 10^{-3}}$$ $$t = \frac{\ln 5{,}00}{9{,}98 \times 10^{-3}} = \frac{1{,}609}{9{,}98 \times 10^{-3}}$$ $$\boxed{t = 161{,}2 \text{ hari}}$$
Bagian (c): Waktu paruh
$$t_{1/2} = \frac{0{,}693}{k} = \frac{0{,}693}{9{,}98 \times 10^{-3}}$$ $$\boxed{t_{1/2} = 69{,}4 \text{ hari}}$$
2
Hidrolisis sukrosa (reaksi pseudo-orde pertama)
Hidrolisis sukrosa dalam larutan HCl encer bersifat pseudo-orde pertama terhadap sukrosa. Data konsentrasi sukrosa vs waktu diperoleh sebagai berikut. Tentukan tetapan laju k dan tentukan apakah data konsisten dengan orde pertama.
t (menit)[Sukrosa] (mol/L)ln[Sukrosa]
00,500−0,693
300,368−0,999
600,271−1,305
900,199−1,615
1200,147−1,917
✎ Tampilkan Penyelesaian
Langkah 1: Periksa linearitas ln[A] vs t
Perubahan ln[Sukrosa] per 30 menit harus konstan: $$\Delta(\ln[\text{A}]) = -0{,}999 - (-0{,}693) = -0{,}306 \text{ (t = 0 ke 30 menit)}$$ $$\Delta(\ln[\text{A}]) = -1{,}305 - (-0{,}999) = -0{,}306 \text{ (t = 30 ke 60 menit)}$$ $$\Delta(\ln[\text{A}]) = -1{,}615 - (-1{,}305) = -0{,}310 \approx -0{,}306 \checkmark$$ Data konsisten dengan orde pertama (hubungan linear).
Langkah 2: Hitung k dari kemiringan grafik
$$k = -\text{kemiringan} = -\frac{\Delta(\ln[\text{A}])}{\Delta t} = \frac{0{,}306}{30}$$ $$\boxed{k = 1{,}02 \times 10^{-2} \text{ menit}^{-1}}$$
Langkah 3: Waktu paruh
$$t_{1/2} = \frac{0{,}693}{1{,}02 \times 10^{-2}} = 67{,}9 \text{ menit}$$ Artinya setiap 67,9 menit, konsentrasi sukrosa berkurang menjadi separuhnya.
3
Dekomposisi azometana (CH3)2N2
Dekomposisi azometana (CH3)2N2 mengikuti orde pertama dengan k = 5,46 × 10-4 s-1 pada 300°C. Tentukan: (a) berapa persen azometana yang terdekomposisi setelah 750 detik? (b) berapa waktu yang diperlukan agar 90% azometana terdekomposisi?
✎ Tampilkan Penyelesaian
Diketahui
$$k = 5{,}46 \times 10^{-4} \text{ s}^{-1}, \quad t_a = 750 \text{ s}$$ Misalkan [A]0 = 1,000 (dinormalisasi).
Bagian (a): Sisa setelah 750 detik
$$\ln\frac{[\text{A}]_t}{[\text{A}]_0} = -kt = -(5{,}46 \times 10^{-4})(750) = -0{,}4095$$ $$\frac{[\text{A}]_t}{[\text{A}]_0} = e^{-0{,}4095} = 0{,}6640$$ Persentase sisa = 66,40%, sehingga persentase terdekomposisi: $$\boxed{\% \text{dekomposisi} = 100 - 66{,}40 = 33{,}60\%}$$
Bagian (b): Waktu agar 90% terdekomposisi
Jika 90% terdekomposisi, maka [A]t/[A]0 = 0,10: $$t = \frac{\ln([\text{A}]_0/[\text{A}]_t)}{k} = \frac{\ln(1/0{,}10)}{5{,}46 \times 10^{-4}}$$ $$t = \frac{\ln 10}{5{,}46 \times 10^{-4}} = \frac{2{,}303}{5{,}46 \times 10^{-4}}$$ $$\boxed{t = 4218 \text{ s} \approx 70{,}3 \text{ menit}}$$
Perbandingan Kedua Hukum Laju
Aspek Hukum Diferensial Hukum Terintegrasi
Persamaan r = k[A] ln[A]t = ln[A]0 − kt
Variabel Laju & konsentrasi Konsentrasi & waktu
Grafik linear log r vs log[A] ln[A] vs t
Menentukan k k = r / [A] k = −kemiringan grafik
Kegunaan Menentukan orde & k dari laju awal Prediksi konsentrasi & waktu paruh
Data dibutuhkan Laju awal vs konsentrasi Konsentrasi vs waktu
Kesimpulan

Poin Kunci Reaksi Orde Pertama

1. Laju berbanding lurus dengan konsentrasi: r = k[A]

2. Satuan k selalu waktu−1 (s−1, menit−1, dll.)

3. Grafik ln[A] vs t berupa garis lurus, kemiringan = −k

4. Waktu paruh t1/2 = 0,693/k tidak bergantung pada konsentrasi

5. Konsentrasi meluruh secara eksponensial: [A]t = [A]0e−kt

Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info