Hukum laju reaksi menyatakan hubungan antara laju reaksi dengan konsentrasi reaktan, dan orde reaksi menentukan bentuk matematis hubungan tersebut. Pada reaksi orde nol, laju konstan dan tidak bergantung konsentrasi; pada reaksi orde pertama, laju berbanding lurus dengan [A]; sedangkan pada reaksi orde kedua, laju berbanding dengan kuadrat [A] atau perkalian dua konsentrasi. Ketiga orde ini menghasilkan bentuk persamaan terintegrasi yang berbeda, sehingga grafik linearnya pun berbeda -- dasar yang sangat penting dalam analisis data eksperimen kinetika maupun perancangan soal.
Landasan Teori: Orde 0, 1, dan 2
Ringkasan Perbandingan Ketiga Orde
| Aspek | Orde 0 | Orde 1 | Orde 2 |
|---|---|---|---|
| Hukum laju | \(r = k\) | \(r = k[\text{A}]\) | \(r = k[\text{A}]^2\) |
| Satuan k | M s-1 | s-1 | M-1 s-1 |
| Bentuk terintegrasi | \([\text{A}]_t = [\text{A}]_0 - kt\) | \([\text{A}]_t = [\text{A}]_0 e^{-kt}\) | \(\dfrac{1}{[\text{A}]_t} = \dfrac{1}{[\text{A}]_0} + kt\) |
| Plot linear | [A] vs t | ln[A] vs t | 1/[A] vs t |
| Kemiringan | \(-k\) | \(-k\) | \(+k\) |
| t1/2 | \(\dfrac{[\text{A}]_0}{2k}\) | \(\dfrac{\ln 2}{k}\) | \(\dfrac{1}{k[\text{A}]_0}\) |
Orde 0 Hukum Laju dan Persamaan Terintegrasi
Laju reaksi orde nol tidak bergantung pada konsentrasi reaktan:
Grafik [A] vs t linier dengan kemiringan −k. Berlaku selama [A] > 0, yaitu sampai thabis = [A]0/k.
Orde 1 Hukum Laju dan Persamaan Terintegrasi
Grafik ln[A] vs t linier dengan kemiringan −k. Waktu paruh konstan, tidak bergantung [A]0.
Orde 2 Hukum Laju dan Persamaan Terintegrasi
Grafik 1/[A] vs t linier dengan kemiringan +k. Waktu paruh bergantung pada konsentrasi awal.
Contoh Perhitungan Manual (Orde 0, 1, dan 2)
Reaksi N2O → N2 + ½O2 pada permukaan Pt bersifat orde nol dengan k = 0,025 M s-1 dan [A]0 = 1,0 M. Tentukan [A] setelah 20 s dan t1/2.
I-131 memiliki t1/2 = 8,02 hari dan [A]0 = 2,0 mmol/L. Berapa [A] setelah 24 hari?
Reaksi orde 2 dengan k = 0,080 M-1 s-1 dan [A]0 = 0,50 M. Tentukan [A] setelah 30 s dan t1/2.
Petunjuk Penggunaan Simulasi
- 1Pilih orde reaksi (0, 1, atau 2) menggunakan tiga tombol besar di bagian atas panel simulasi. Semua grafik, tabel, dan output akan menyesuaikan otomatis.
- 2Pilih mode input: dari nilai k langsung, atau dari t1/2 (hanya untuk orde 1 dan 0 dengan asumsi [A]0 diketahui). Keduanya bersifat vice-versa.
- 3Atur parameter melalui slider atau kotak angka -- keduanya tersinkron. Ubah k, [A]0, t maks, dan t query sesuai kebutuhan soal.
- 4Kotak output (baris hijau) memperbarui nilai k, t1/2, [A] pada t query, dan turunan terkait secara otomatis.
- 5Grafik 1 selalu menampilkan log(r) vs log([A]) untuk menunjukkan orde reaksi dari kemiringan. Grafik 2 menampilkan [A] vs t. Grafik 3 menampilkan plot linear spesifik tiap orde: [A] vs t (orde 0), ln[A] vs t (orde 1), atau 1/[A] vs t (orde 2).
- 6Arahkan kursor ke grafik untuk melihat tooltip koordinat setiap titik. Titik oranye menandai posisi t query.
- 7Tekan Salin Data di bawah setiap grafik untuk menyalin tabel dalam format tab (siap tempel ke Excel, Sheets, atau Word) beserta info parameter simulasi.
Simulasi Kinetika Reaksi:
Orde 0, 1, dan 2
Dirancang oleh Urip.info
Hukum Laju Diferensial & Terintegrasi
Interpretasi Hasil Simulasi
Grafik 1 (log r vs log [A]): Kemiringan garis menunjukkan orde reaksi secara langsung. Orde 0 menghasilkan kemiringan 0 (garis horizontal karena r konstan), orde 1 kemiringan 1, dan orde 2 kemiringan 2. Intersep log(k) terbaca pada log([A]) = 0 (saat [A] = 1 M).
Grafik 2 ([A] vs t): Bentuk kurva berbeda tiap orde. Orde 0 menghasilkan garis lurus turun; orde 1 peluruhan eksponensial yang melambat secara asimtotik; orde 2 peluruhan lebih lambat dari orde 1 pada konsentrasi rendah. Titik oranye menunjukkan [A] pada t query.
Grafik 3 (plot linear spesifik orde): Inilah grafik diagnosis orde reaksi. Orde 0: [A] vs t linier (kemiringan = −k). Orde 1: ln[A] vs t linier (kemiringan = −k). Orde 2: 1/[A] vs t linier (kemiringan = +k). Jika data eksperimen menghasilkan garis lurus pada salah satu plot ini, orde tersebut terkonfirmasi.
Penggunaan vice-versa: Gunakan mode t1/2 untuk menghitung k dari waktu paruh yang diketahui. Sebaliknya, dari nilai k, baca langsung t1/2 di kotak output. Untuk orde 2, perhatikan bahwa t1/2 berubah seiring berubahnya [A]0 -- ini ciri khas orde 2.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar