Menghapus Password Sheet Terproteksi tanpa Excel Password Remover

Sabtu, 23 Desember 2017

Banyak orang membuat file dengan format Microsoft Excel (selanjutnya disebut Excel) untuk kebutuhan tertentu dan membagikannya kepada yang membutuhkan. Dengan berbagai alasan setiap sheet itu diproteksi dengan menggunakan password tertentu sehingga bagian-bagian tertentu tidak dapat diubah atau diedit, atau rumus yang ada sengaja disembunyikan dan lain-lain.

Secara prinsip file tersebut tetap berfungsi sebagaimana file tersebut dibuat, siapapun bisa memberi input tertentu yang diijinkan pembuat, namun bagian penting tidak diijinkan untuk mengubahnya. Tidak sedikit pihak yang juga ingin tahu apa yang terjadi di belakang layar lembar kerja file Excel itu, namun ia tidak tahu apa password agar dapat mengeditnya.

Berikut ini tutorial membuang password lembar kerja Excel yang terproteksi itu tanpa menggunakan aplikasi Excel Password Remover. Jika terasa sulit boleh dicoba cara yang ada di bagian bawah postingan ini, akan jauh lebih praktis pasti.

Bagikan di

KKM adalah Sumber Kekacauan Pendidikan

Sabtu, 16 Desember 2017

Masa akhir semester adalah masa tersibuk bagi guru: membuat laporan hasil belajar untuk siswa. Semula, dulu, pengolahan nilai akhir semester masih terasa biasa-biasa saja, tanpa gejolak apa pun.

Ketika belum ada KKM (kriteria ketuntasan minimal), masih banyak sekolah yang menjaga idealisme dalam pemberian nilai setiap mata pelajaran.

Lalu bagaimana setelah KKM diberlakukan?

Seolah-olah muncul huru‑hara. Awal-awal penerapan, rumusan penentuan KKM terlihat rapi dan sesuai rumus. Meskipun begitu, semua aspek itu tetap bersifat kualitatif sehingga objektivitasnya sulit dipertahankan.

Semakin ke belakang, seiring banyaknya kepentingan yang bermain di belakang angka KKM—mulai dari akreditasi, penerimaan siswa baru, hingga jalur mahasiswa—semuanya terasa makin rumit.

Mungkin niat awal pembuat kebijakan sangat mulia: agar mutu pendidikan di negeri ini meningkat. Namun, dalam praktiknya, pragmatisme pun menjalar ke ruang kelas.

KKM tidak lagi sepenuhnya mengacu pada rumusan aspek kompleksitas kompetensi dasar, sumber daya pembelajaran, dan kemampuan awal siswa. Persentase setiap aspek tetap dihitung, tapi hanya di atas kertas.

Ini sesuai petunjuk yang diterima para praktisi pendidikan di berbagai diklat atau pelatihan. Sekali lagi, ini hanya teori.

Bagikan di
 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info