Sistem penilaian pendidikan di Indonesia sedang berada di persimpangan, dilematis. Dulu kita memiliki Ujian Nasional (UN) yang seragam dan terpusat. Kini, kewenangan asesmen kelulusan diserahkan sepenuhnya ke masing-masing sekolah.
Perubahan ini seolah memberi angin segar, tapi nyatanya menimbulkan masalah baru yang tidak kalah kompleks.
