Simulasi ini memperlihatkan bahwa sebuah tumbukan hanya efektif bila energinya mencapai energi aktivasi dan bagian reaktif kedua partikel saling berhadapan. Kita dapat mengamati satu tumbukan secara terkontrol, lalu melihat banyak tumbukan acak antarpartikel dan menghitung berapa yang benar-benar menghasilkan produk, sambil mengubah energi aktivasi dan suhu untuk melihat pengaruhnya terhadap laju reaksi.
Simulasi Perbandingan Laju Reaksi dengan Luas Permukaan Zat Berbeda
Simulasi ini menggunakan representasi reaksi partikel padat dan partikel pereaksi sama di kedua wadah. Hanya bentuk zat padat yang berbeda (berbentuk agregat/bongkahan dan berbentuk parsial/butiran lebih kecil). Tujuannya untuk membandingkan pengaruh luas permukaan zat salah satu pereaksi yang dibuat berbeda terhadap laju reaksi.
Simulasi Perbandingan Laju Reaksi dengan Konsentrasi Rendah dan Tinggi
Simulasi ini menggunakan representasi reaksi artifisial/hipotetis A + B → produk dalam dua wadah bervolume sama. Jumlah A sama, hanya konsentrasi B yang berbeda. Jadi di sini konsentrasi B saja yang divariasikan untuk melihat pengaruh konsentrasi rendah versus konsentrasi tinggi terhadap laju reaksi.
Simulasi Perbandingan Laju Reaksi pada Berbagai Suhu
Simulasi ini menggunakan representasi reaksi natrium tiosulfat dengan asam klorida:
S2O32− + 2 H+ → S + SO2 + H2O.
Tujuan simulasi membandingkan pengaruh suhu terhadap laju reaksi dapat dilakukan pengaturan suhu tiap kotak dengan slider.
Simulasi Perbandingan Laju Reaksi dengan Katalis dan Tanpa Katalis
Simulasi ini menggunakan representasi reaksi penguraian hidrogen peroksida: 2H2O2 → 2H2O + O2, tanpa dan dengan katalis (misalnya MnO2).Tujuannya untuk membandingkan pengaruh katalis terhadap laju reaksi.
Perbedaan Baterai Sekali Pakai dengan Baterai yang Dapat Diisi Ulang
Selasa, 13 Oktober 2026
Remote TV, jam dinding, ponsel, laptop, hingga aki motor sama-sama mengandalkan baterai. Secara kimia, baterai adalah sel elektrokimia (sel Galvani) yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik melalui reaksi redoks spontan: oksidasi terjadi di kutub negatif (anode) dan reduksi di kutub positif (katode), sedangkan elektron mengalir melalui rangkaian luar. Berdasarkan kemampuannya diisi ulang, baterai dibedakan menjadi baterai primer (tidak dapat diisi ulang) dan baterai sekunder (dapat diisi ulang).
Perbedaan Jenis Aki Basah dan Aki Kering
Hampir semua sepeda motor memakai aki timbal-asam (lead-acid battery) 12 V untuk menyalakan starter, menyuplai lampu, klakson, dan sistem pengapian saat mesin belum atau baru saja hidup. Di pasaran, aki motor biasanya dibedakan menjadi aki basah (perlu perawatan) dan aki kering (bebas perawatan). Keduanya memakai bahan aktif dan reaksi kimia yang sama; perbedaan utamanya ada pada wujud elektrolit, cara penanganan gas saat pengisian, dan konstruksi penutupnya.
Simulasi Animatif Interaktif Proses Elektrokimia dalam Aki 12 V
Berikut simulasi proses yang terjadi dalam aki. Simulasi ini hanya bertujuan untuk pembelajaran kimia di tingkat MA/SMA/SMK. Aki timbal-asam (Pb | PbO2 | H2SO4) memperlihatkan dua wajah elektrokimia: sel volta saat dipakai (discharge) dan sel elektrolisis saat diisi (charge).
Simulasi Elektrolisis H2O dan Larutan Lain dengan Spesies yang Tidak Dapat Teroksidasi/Tereduksi Kecuali H2O
Elektrolisis air menguraikan H2O menjadi gas hidrogen di katode dan gas oksigen di anode. Karena air murni hampir tidak menghantarkan listrik, ditambahkan elektrolit sebagai pembawa muatan.
Simulasi Animatif-Interaktif Hukum Faraday-1
Hukum Faraday I menyatakan bahwa massa zat yang dihasilkan pada elektrode sebanding dengan muatan listrik yang melewati sel (Q = I × t).
Simulasi Animatif-Interaktif Hukum Faraday-2
Hukum Faraday II menyatakan bahwa pada muatan listrik yang sama, massa zat yang dihasilkan sebanding dengan massa ekivalennya (Ar/n). Simulasi ini merangkai tiga sel elektrolisis secara seri sehingga arus dan muatan yang melewati tiap sel sama besar.
Simulasi Sel Volta (Zn-Cu dan Mg-Ag)
Minggu, 11 Oktober 2026
Sel volta mengubah energi kimia dari reaksi redoks spontan menjadi energi listrik. Simulasi ini membandingkan dua sel volta dengan jembatan garam KNO3: sel Zn–Cu dan sel Mg–Ag. Tekan Start pada tiap tab untuk mengamati aliran elektron, gerak ion, dan perubahan pada elektrode. Pada sel volta, anode berkutub negatif dan katode berkutub positif.
