Dalam Blue Book IUPAC (bagian P‑9), huruf R dan S dipakai untuk menandai konfigurasi absolut pusat kiral biasa, sedangkan huruf r dan s dipakai untuk menandai konfigurasi absolut pusat pseudoasimetris.
Perbedaan R/S dan r/s
R dan S (huruf kapital) digunakan untuk pusat kiral “normal”, yaitu atom (umumnya karbon) yang terikat ke empat gugus berbeda dan merupakan pusat kekiralannya. Konfigurasi R/S ditentukan dengan aturan Cahn–Ingold–Prelog: beri prioritas 1–4 pada keempat gugus, lalu lihat arah 1→2→3.
- Searah jarum jam = R.
- Berlawanan arah jarum jam = S.
r dan s (huruf kecil) tetap menggunakan aturan CIP yang sama, tetapi khusus digunakan untuk pusat pseudoasimetris.
Pusat pseudoasimetris adalah atom yang terikat ke dua gugus yang mirip tapi bukan identik (misalnya dua diastereomer, yang satu konfigurasi R dan yang lain S), sehingga pusat ini tidak menghasilkan sepasang enantiomer sederhana seperti pada pusat kiral biasa.
Contoh: 2,3,4‑trihidroksipentana
Perhatikan stereoisomer (2R,3r,4S)‑2,3,4‑trihidroksipentana:
- Atom C‑2 adalah pusat kiral biasa (masing‑masing terikat langsung ke O, C1, C3, H). Urutan prioritas O > C1 > C2 > H. Karena posisi CH₃ mengarah ke belakang maka posisi H ke arah depan. Secara visual ini adalah S tetapi karena H di depan maka arah rotasi yang sesunggunya diperoleh dengan membalik rotasi sehingga diberi label R.
- Atom C‑4 adalah pusat kiral biasa (masing‑masing terikat langsung ke O, C3, C5, H). Urutan prioritas O > C3 > C5 > H. Karena posisi OH mengarah ke belakang maka posisi H ke arah depan. Secara visual ini adalah R tetapi karena H di depan maka arah rotasi yang sesunggunya diperoleh dengan membalik rotasi sehingga diberi label S.
- Atom C‑3 adalah pusat pseudoasimetris: terikat ke dua gugus –CH(OH)CH₃ yang mirip tetapi tidak identik, karena satu cabang mengandung (2R) dan cabang lainnya (4S).
Cara menentukan r/s pada C‑3
- Pada C‑3, dua gugus –CH(OH)CH₃ kiri dan kanan dinilai dengan prioritas CIP, berdasarkan konfigurasi yang berbeda di C‑2 dan C‑4 (misalnya 2R dan 4S).
- Karena kedua gugus tersebut adalah diastereomer (bukan identik), C‑3 disebut pusat pseudoasimetris dan diberi label r atau s (huruf kecil) sesuai arah 1→2→3.
Saat membandingkan dua gugus yang "mirip" (seperti pada contoh, dua gugus yang masing-masing mengandung pusat kiral), aturan prioritasnya adalah:
- Prioritas (1): Berdasarkan nomor atom (misalnya –OH mendapat prioritas 1).
- Prioritas (2) vs (3): Jika atom yang terikat sama (sama-sama C), demikian pula untuk lain level berikutnya kita gunakan prioritas konfigurasi dengan ketentuan konfigurasi R dianggap memiliki prioritas lebih tinggi dibandingkan konfigurasi S.
Jadi dalam kasus 2,3,4‑trihidroksipentana pada contoh ini C2 R dianggap mempunyai prioritas lebih tinggi dibanding C4 S ( R > S), maka cabang C2 dianggap lebih "tinggi" prioritasnya daripada cabang C4.
Oleh karena itu pada pada pusat pseudoasimetris C3 diberi label r, dengan urutan prioritas O > C2 > C4 > H.
Inti perbedaannya adalah:
- R/S (huruf besar): pusat kiral biasa, empat gugus berbeda, menghasilkan enantiomer sederhana.
- r/s (huruf kecil): pusat pseudoasimetris, terikat ke dua gugus mirip (misalnya dua diastereomer), tetap bisa diberi label konfigurasi absolut, tetapi IUPAC membedakan dengan huruf kecil.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar