Teori Orbital Molekul (TOM) menjelaskan ikatan kimia dengan menggabungkan orbital atom membentuk orbital molekul (ikatan, non‑ikatan, anti‑ikatan). Dalam soal ujian, sering ditanyakan sifat magnetik (paramagnetik/diamagnetik), orde ikatan, panjang ikatan, serta posisi HOMO dan LUMO. Berikut panduan kilat tanpa perlu menggambar diagram MO lengkap.
1. Sifat Magnetik: Paramagnetik vs Diamagnetik
Aturan emas:
Jika terdapat elektron tidak berpasangan → paramagnetik (tertarik medan magnet).
Semua elektron berpasangan → diamagnetik.
- Hitung total elektron valensi kedua atom (perhatikan muatan jika ion).
- Gunakan urutan orbital molekul untuk molekul periode 2 (Li sampai F).
- Isi elektron mengikuti aturan Hund → cek elektron tak berpasangan di orbital tertinggi.
Simulasi interaktif tentang Teori Orbital Molekul ini dapat dicoba di:
Simulasi Diagram Orbital Molekul Homonuklir (Atom Sejenis)
Urutan Orbital MO (diatomik homonuklir periode 2)
Untuk Li2, Be2, B2, C2, N2 (golongan 1A hingga 5A):
\(\sigma 2s \;<\; \sigma^* 2s \;<\; \pi 2p_x = \pi 2p_y \;<\; \sigma 2p_z \;<\; \pi^* 2p_x = \pi^* 2p_y \;<\; \sigma^* 2p_z\)
Susunan jumlah orbital dari bawah 1-1* — 2-1 — 2*-1*
Untuk O2, F2, Ne2 (golongan 6A hingga 8A):
\(\sigma 2s \;<\; \sigma^* 2s \;<\; \sigma 2p_z \;<\; \pi 2p_x = \pi 2p_y \;<\; \pi^* 2p_x = \pi^* 2p_y \;<\; \sigma^* 2p_z\)
Susunan jumlah orbital dari bawah 1-1* — 1-2 — 2*-1*
Hafalan praktis sifat magnetik homonuklir:
| Molekul | Elektron valensi | Sifat magnetik | Elektron tak berpasangan |
|---|---|---|---|
| H2, Li2, Be2 | 2, 2, 4 | Diamagnetik | 0 |
| B2 | 6 | Paramagnetik | 2 |
| C2 | 8 | Diamagnetik (semua berpasangan) | 0 |
| N2 | 10 | Diamagnetik | 0 |
| O2 | 12 | Paramagnetik | 2 |
| F2 | 14 | Diamagnetik | 0 |
Total elektron valensi = 12.
Konfigurasi MO: \(\sigma 2s^2 \sigma^*2s^2 \sigma 2p_z^2 \pi 2p_x^2 \pi 2p_y^2 \pi^*2p_x^1 \pi^*2p_y^1\).
Dua elektron di \(\pi^*\) tidak berpasangan → paramagnetik.
Molekul heteronuklir (misal NF, CN, CO) – trik isoelektronik
Cari molekul/ion homonuklir yang memiliki jumlah elektron valensi sama. Sifat magnetiknya identik.
| Molekul heteronuklir | Total e− valensi | Isoelektronik dengan | Sifat magnetik |
|---|---|---|---|
| NF | 5 + 7 = 12 | O2 | Paramagnetik |
| CN | 4 + 5 = 9 | N2+ | Paramagnetik (1 e− tak berpasangan) |
| CO | 4 + 6 = 10 | N2 | Diamagnetik |
| NO | 5 + 6 = 11 | O2+ | Paramagnetik |
2. Orde Ikatan dan Panjang Ikatan
Rumus orde ikatan (OI):
\[ \text{Orde Ikatan} = \frac{N_b - N_a}{2} \]dengan \(N_b\) = elektron dalam orbital ikatan, \(N_a\) = elektron dalam orbital anti‑ikatan.
gunakan pasangan isoelektronik homonuklir yang sudah diketahui OI-nya.
Contoh:
CN (9 e−) isoelektronik dengan N2+.
OI N2+ = (8−3)/2 = 2,5 → OI CN = 2,5.
Panjang ikatan berbanding terbalik dengan orde ikatan: OI besar → ikatan pendek. Namun jika OI sama, molekul dengan atom lebih besar cenderung lebih panjang.
Bandingkan panjang ikatan CO, N2, dan NO+
Ketiganya isoelektronik (10 e−) → OI = 3.
Panjang ikatan (Å): N2 (1,10) < CO (1,13) < NO+ (1,15) karena efek muatan inti dan ukuran.
Urutan singkat: semakin besar muatan inti efektif, semakin pendek.
3. Menentukan HOMO dan LUMO dengan Cepat
HOMO = orbital molekul tertinggi yang terisi elektron.
LUMO = orbital molekul terendah yang kosong.
Sifat ini menentukan reaktivitas kimia (HOMO tinggi → mudah melepas elektron; LUMO rendah → mudah menerima elektron).
Panduan praktis berdasarkan jumlah elektron (molekul diatomik periode 2)
| Jumlah e− valensi | Contoh molekul | HOMO | LUMO | Sifat magnetik |
|---|---|---|---|---|
| 6 | B2 | \(\pi 2p\) (2 e− tak berpasangan) | \(\pi^* 2p\) | Paramagnetik |
| 8 | C2 | \(\pi 2p\) (terisi penuh) | \(\pi^* 2p\) | Diamagnetik |
| 9 | CN, N2+ | \(\pi^* 2p\) (1 e−) | \(\sigma^* 2p_z\) | Paramagnetik |
| 10 | N2, CO | \(\sigma 2p_z\) (terisi penuh) | \(\pi^* 2p\) | Diamagnetik |
| 11 | NO, O2+ | \(\pi^* 2p\) (1 e−) | \(\sigma^* 2p_z\) | Paramagnetik |
| 12 | O2, NF | \(\pi^* 2p\) (2 e− tak berpasangan) | \(\sigma^* 2p_z\) | Paramagnetik |
Untuk molekul heteronuklir, identifikasi HOMO/LUMO berdasarkan pasangan isoelektronik.
Contoh: NF (12 e−) → HOMO = \(\pi^* 2p\) (anti‑ikatan), LUMO = \(\sigma^* 2p_z\).
Sifat HOMO anti‑ikatan membuat NF reaktif.
4. Contoh Soal Lengkap & Penyelesaian
Penyelesaian:
- Total elektron valensi = C(4) + N(5) = 9 e−.
- Isoelektronik dengan N2+ (9 e−). N2+ bersifat paramagnetik (1 e− tak berpasangan) → CN juga paramagnetik.
- Orde ikatan: dari N2+, elektron ikatan = 8, anti‑ikatan = 3 → OI = (8-3)/2 = 2,5.
- HOMO: berdasarkan isoelektronik N2+ memiliki konfigurasi ... \(\pi^* 2p^1\) → HOMO = \(\pi^* 2p\) (orbital anti‑ikatan).
Penyelesaian:
- NF: total e− = 12 → OI = 2 (isoelektronik O2). OF+: O(6) + F(7) -1 = 12 e− juga → OI = 2.
- Karena OI sama, bandingkan ukuran atom pusat. NF (N–F) dengan OF+ (O–F).
- Jari‑jari N ≈ 75 pm, O ≈ 73 pm, sehingga ikatan O–F lebih pendek sedikit.
Penyelesaian:
- NO memiliki 11 elektron valensi. Isoelektronik dengan O2+ (11 e−).
- O2+ mempunyai konfigurasi: \(\sigma 2s^2~\sigma^*2s^2~\sigma 2p_z^2~\pi 2p_x^2~\pi 2p_y^2 ~\pi^*2p_x^1\).
- HOMO = \(\pi^*~2p_x\) (atau \(\pi^*~2p_y\), satu elektron tidak berpasangan).
- LUMO = orbital anti‑ikatan berikutnya, yaitu \(\pi^*~2p_y\) (jika yang satu terisi) atau \(\sigma^* 2p_z\).
- Untuk O2+, setelah \(\pi^*2p^1\), orbital kosong terendah adalah \(\pi^*2p\) yang lain (satu slot) atau \(\sigma^*2p_z\) (energi lebih tinggi).
- Urutan MO untuk O2+ : \(\pi^*\) masih terdegenerasi, jadi LUMO adalah \(\pi^*2p\) (kedua) yang kosong.
5. Ringkasan Tabel Super Cepat
| Molekul Ion | Jumlah e− val | Magnetik | Orde ikatan | HOMO | LUMO |
|---|---|---|---|---|---|
| N2, CO | 10 | Diamagnetik | 3 | \(\sigma 2p_z\) | \(\pi^* 2p\) |
| O2, NF | 12 | Paramagnetik | 2 | \(\pi^* 2p\) (2 e− tak berpasangan) | \(\sigma^* 2p_z\) |
| CN, N2+ | 9 | Paramagnetik | 2,5 | \(\pi^* 2p\) (1 e−) | \(\sigma^* 2p_z\) |
| NO, O2+ | 11 | Paramagnetik | 2,5 | \(\pi^* 2p\) (1 e−) | \(\pi^* 2p\) (orbital kedua) |
Hafalkan pola isoelektronik dan urutan MO untuk homonuklir. Dengan trik ini, Anda dapat menjawab soal magnetik, orde ikatan, panjang ikatan, serta HOMO-LUMO dalam hitungan detik tanpa menggambar diagram MO penuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar