Berikut ini ringkasan logika dalam bahasan teori asam-basa, hidrolisis garam, larutan penyangga, titrasi asam-basa.
(Semua pokok bahasan dalam satu halaman dengan tab navigasi)
1.1. Definisi Inti (Tiga Teori Asam-Basa)
Ada tiga teori yang wajib diketahui, dari yang tersempit sampai terluas:
| Teori | Asam | Basa | Keterbatasan |
|---|---|---|---|
| Arrhenius | Melepas \(\ce{H^+}\) dalam air | Melepas \(\ce{OH^-}\) dalam air | Hanya berlaku dalam pelarut air |
| Brønsted–Lowry | Donor proton (\(\ce{H^+}\)) | Akseptor proton (\(\ce{H^+}\)) | Tidak mencakup reaksi tanpa transfer proton |
| Lewis | Akseptor pasangan elektron | Donor pasangan elektron | Paling luas, tapi jarang dipakai di SMA |
Pasangan asam-basa konjugat (Brønsted-Lowry): Asam melepas \(\ce{H^+}\) → jadi basa konjugat. Basa menerima \(\ce{H^+}\) → jadi asam konjugat. Contoh:
\( \ce{CH3COOH + H2O ⇌ CH3COO^- + H3O^+} \)Di sini: \(\ce{CH3COOH}\)/\(\ce{CH3COO^-}\) adalah pasangan konjugat; \(\ce{H2O}\)/\(\ce{H3O^+}\) adalah pasangan konjugat.
1.2. Sifat yang Selalu Muncul (Untuk Membedakan Asam ↔ Basa)
| Sifat | Asam | Basa |
|---|---|---|
| Rasa | Masam | Pahit, licin/sabunin |
| Kertas lakmus | Mengubah lakmus biru → merah | Mengubah lakmus merah → biru |
| Reaksi dengan logam aktif | Menghasilkan gas \(\ce{H2}\) | Tidak bereaksi (kecuali logam amfoter) |
| Reaksi dengan karbonat | Menghasilkan gas \(\ce{CO2}\) | Tidak bereaksi |
| pH larutan | < 7 | > 7 |
1.3. Kuat vs Lemah (Logika Paling Penting untuk Perhitungan)
Asam/Basa KUAT
- Ionisasi sempurna (≈ 100%) → semua molekul terurai menjadi ion.
- Asam kuat: \(\ce{HCl, HBr, HI, HNO3, H2SO4}\) (ionisasi pertama), \(\ce{HClO4}\).
- Basa kuat: \(\ce{NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2, Sr(OH)2}\).
Logika pandu: \([\ce{H^+}]\) atau \([\ce{OH^-}]\) langsung sama dengan konsentrasi molarnya — tidak butuh Ka/Kb.
Asam/Basa LEMAH
- Ionisasi sebagian saja (< 100%) → ada keseimbangan bolak-balik.
- Asam lemah: \(\ce{CH3COOH, HF, HCN, H2CO3, H3PO4}\).
- Basa lemah: \(\ce{NH3, CH3NH2, C6H5NH2}\) (anilin).
Derajat ionisasi (α): ukuran seberapa banyak yang terionisasi.
\( \alpha = \dfrac{\text{mol terionisasi}}{\text{mol mula-mula}} \times 100\% \)Semakin kecil \(\alpha\) → semakin lemah asam/basanya. Untuk asam lemah: \(\alpha = \sqrt{K_a/C}\).
1.4. Air, \(K_w\), dan Hubungan pH–pOH
Air mengalami autoionisasi (sedikit):
\( \ce{2H2O ⇌ H3O^+ + OH^-} \)Konstanta ionisasi air pada 25°C:
\( K_w = [\ce{H3O^+}][\ce{OH^-}] = 1 \times 10^{-14} \)Penting: \(K_w\) bergantung suhu — pada suhu > 25°C, \(K_w\) membesar (ionisasi makin banyak), sehingga pH netral bisa < 7.
Hubungan pH dan pOH:
\( \mathrm{pH} + \mathrm{pOH} = 14 \quad (25°\mathrm{C}) \)Hubungan \(K_a\) dan \(K_b\) pasangan konjugat:
\( K_a \times K_b = K_w = 1 \times 10^{-14} \)Ini berguna di hidrolisis garam dan penyangga. Makin besar \(K_a\) suatu asam → makin kecil \(K_b\) basa konjugatnya (semakin lemah basa konjugatnya).
1.5. Definisi dan Skala pH
\( \mathrm{pH} = -\log[\ce{H3O^+}] \qquad \mathrm{pOH} = -\log[\ce{OH^-}] \)- pH < 7 → asam
- pH = 7 → netral (pada 25°C)
- pH > 7 → basa
Semakin kecil pH → semakin asam. Setiap penurunan 1 satuan pH → \([\ce{H^+}]\) naik 10×.
1.6. Perhitungan pH Langkah demi Langkah
A. Asam Kuat
- Monoprotik (HCl, HNO₃, HBr):
- Diprotik kuat (\(\ce{H2SO4}\)) pada konsentrasi rendah (C < 0,01 M), hitung kontribusi ionisasi kedua juga. Untuk soal SMA, umumnya:
B. Basa Kuat
\( [\ce{OH^-}] = n \times C \quad (n = \text{jumlah OH per rumus}) \quad \Rightarrow \quad \mathrm{pOH} = -\log[\ce{OH^-}] \quad \Rightarrow \quad \mathrm{pH} = 14 - \mathrm{pOH} \)Contoh: \(\ce{Ca(OH)2}\) → \([\ce{OH^-}] = 2C\).
C. Asam Lemah (aproksimasi berlaku jika \(C/K_a > 100\) atau \(\alpha < 5\%\))
- Reaksi: \(\ce{HA ⇌ H^+ + A^-}\)
- ICE table (Initial–Change–Equilibrium):
Jika mula-mula = C, maka: \([\ce{H^+}] = [\ce{A^-}] = x\), \([\ce{HA}] = C - x \approx C\) - \(K_a = \dfrac{x^2}{C} \Rightarrow x = [\ce{H^+}] \approx \sqrt{K_a \cdot C}\)
- \(\mathrm{pH} = -\log[\ce{H^+}] = \dfrac{1}{2}(\mathrm{p}K_a - \log C)\)
D. Basa Lemah
- Reaksi: \(\ce{B + H2O ⇌ BH^+ + OH^-}\)
- \([\ce{OH^-}] \approx \sqrt{K_b \cdot C}\)
- \(\mathrm{pOH} = -\log[\ce{OH^-}]\), kemudian \(\mathrm{pH} = 14 - \mathrm{pOH}\)
E. Campuran Asam Kuat + Air (Pengenceran)
Jika larutan asam kuat diencerkan hingga sangat encer (\([\ce{H^+}]\) mendekati \(10^{-7}\) M), gunakan:
\( [\ce{H^+}]_\text{total} = [\ce{H^+}]_\text{asam} + [\ce{H^+}]_\text{air} \)Ingat: pH tidak pernah bisa > 7 untuk larutan asam, betapapun encernya.
- Kuat atau lemah? → Kuat = langsung pakai C. Lemah = pakai Ka/Kb + akar.
- Gunakan ICE table untuk asam/basa lemah jika α tidak bisa diabaikan.
- Selalu ingat \(K_w = 10^{-14}\) → hubungkan pH dan pOH.
- \(K_a \times K_b = K_w\) untuk pasangan konjugat → sangat berguna di hidrolisis dan penyangga.
- pH + pOH = 14 → jika tahu satu, langsung dapat yang lain.
Dengan poin-poin di atas, kamu sudah punya kerangka logika lengkap untuk semua soal asam-basa dasar hingga perhitungan pH. Tinggal latihan soal untuk mengasah!
2.1. Definisi Inti Hidrolisis Garam
- Hidrolisis garam = reaksi ion garam dengan air yang menghasilkan asam lemah atau basa lemah.
- Akibatnya, pH larutan bisa menjadi asam, basa, atau tetap netral.
Logika pandu: Hanya ion konjugat dari asam lemah atau basa lemah yang bereaksi dengan air. Ion dari asam/basa kuat tidak bereaksi (terlalu stabil).
Contoh: \(\ce{Na^+}\) berasal dari NaOH (basa kuat) → tidak terhidrolisis. \(\ce{CH3COO^-}\) berasal dari CH₃COOH (asam lemah) → terhidrolisis.
2.2. Klasifikasi Garam Berdasarkan Asam & Basa Pembentuknya
| Asam Pembentuk | Basa Pembentuk | Jenis Garam | Sifat Larutan | Contoh |
|---|---|---|---|---|
| Kuat | Kuat | Netral | pH = 7 | NaCl, KNO₃, NaClO₄ |
| Kuat | Lemah | Asam | pH < 7 | NH₄Cl, NH₄NO₃, AlCl₃ |
| Lemah | Kuat | Basa | pH > 7 | CH₃COONa, Na₂CO₃, KCN |
| Lemah | Lemah | Amfoter | pH tergantung Ka & Kb | CH₃COONH₄, NH₄CN |
2.3. Reaksi Hidrolisis yang Terjadi
Garam Basa (anion dari asam lemah, hidrolisis anionik)
Contoh: \(\ce{CH3COO^-}\) dari CH₃COOH lemah
\( \ce{CH3COO^- + H2O ⇌ CH3COOH + OH^-} \)→ Menghasilkan \(\ce{OH^-}\) → larutan basa (pH > 7)
Garam Asam (kation dari basa lemah, hidrolisis kationik)
Contoh: \(\ce{NH4^+}\) dari NH₃ lemah
\( \ce{NH4^+ + H2O ⇌ NH3 + H3O^+} \)→ Menghasilkan \(\ce{H3O^+}\) → larutan asam (pH < 7)
Garam Netral
Tidak ada hidrolisis yang berarti. Contoh: \(\ce{Na^+}\) dan \(\ce{Cl^-}\) tidak bereaksi dengan air → pH = 7.
Garam Amfoter (kedua ion lemah)
Kedua ion bereaksi secara bersamaan. Contoh: \(\ce{CH3COONH4}\)
\( \ce{CH3COO^- + H2O ⇌ CH3COOH + OH^-} \)\( \ce{NH4^+ + H2O ⇌ NH3 + H3O^+} \)
Sifat larutan ditentukan oleh perbandingan Ka dan Kb:
- Jika \(K_a > K_b\) → anion lebih kuat terhidrolisis → larutan basa
- Jika \(K_a < K_b\) → kation lebih kuat terhidrolisis → larutan asam
- Jika \(K_a = K_b\) → larutan netral (pH ≈ 7)
Perhatikan: di sini Ka = Ka asam lemah pembentuk, Kb = Kb basa lemah pembentuk.
2.4. Konstanta Hidrolisis (\(K_h\)) dan Hubungannya
Konstanta hidrolisis diturunkan dari \(K_w\):
| Jenis Hidrolisis | Rumus \(K_h\) | Keterangan |
|---|---|---|
| Anion (garam basa) | \(K_h = \dfrac{K_w}{K_a}\) | Ka = Ka asam lemah pembentuk |
| Kation (garam asam) | \(K_h = \dfrac{K_w}{K_b}\) | Kb = Kb basa lemah pembentuk |
Logika pandu: Semakin lemah asam/basa pembentuk (Ka/Kb kecil) → Kh makin besar → hidrolisis makin banyak → perubahan pH dari 7 makin besar.
2.5. Perhitungan pH Hidrolisis Garam
A. Garam Netral
\( \mathrm{pH} = 7 \)B. Garam Basa (anion lemah)
Perlakukan seperti basa lemah dengan Kb = Kh:
\( [\ce{OH^-}] \approx \sqrt{K_h \cdot C} = \sqrt{\dfrac{K_w}{K_a} \cdot C} \)\( \mathrm{pH} = 14 - \mathrm{pOH} = 14 + \dfrac{1}{2}\log\left(\dfrac{K_w \cdot C}{K_a}\right) \)
C. Garam Asam (kation lemah)
Perlakukan seperti asam lemah dengan Ka = Kh:
\( [\ce{H^+}] \approx \sqrt{K_h \cdot C} = \sqrt{\dfrac{K_w}{K_b} \cdot C} \)\( \mathrm{pH} = \dfrac{1}{2}(14 - \mathrm{p}K_b - \log C) \)
D. Garam Amfoter (lemah + lemah)
Rumus aproksimasi (berlaku jika konsentrasi tidak terlalu kecil):
\( \mathrm{pH} \approx 7 + \dfrac{1}{2}(\mathrm{p}K_a - \mathrm{p}K_b) = 7 + \dfrac{1}{2}\log\left(\dfrac{K_b}{K_a}\right) \)Catatan: pH garam amfoter hampir tidak bergantung konsentrasi! Hanya bergantung pada nilai Ka dan Kb.
2.6. Cara Menentukan Sifat Larutan Garam (Ringkas)
- Tentukan asam dan basa pembentuk garam.
- Klasifikasikan: kuat/lemah masing-masing.
- Gunakan tabel 2.2 untuk langsung menyimpulkan sifatnya.
- Untuk garam amfoter: bandingkan nilai Ka dan Kb.
- Untuk perhitungan pH: gunakan rumus di atas sesuai jenisnya.
- Lihat asal asam & basa → tentukan jenis garam (netral/asam/basa).
- Hanya ion konjugat dari asam/basa lemah yang terhidrolisis.
- Garam netral = pH 7 (tidak ada hidrolisis).
- Gunakan \(K_h = K_w/K_a\) atau \(K_w/K_b\) → lalu akar untuk dapat \([\ce{H^+}]\) atau \([\ce{OH^-}]\).
- Garam amfoter: pH ≈ 7 + ½ log(Kb/Ka) — tidak bergantung konsentrasi.
- Ka lemah kecil → Kh besar → hidrolisis kuat → pH jauh dari 7.
Dengan poin-poin di atas, kamu sudah punya kerangka logika lengkap untuk semua soal hidrolisis garam. Gabungkan dengan ringkasan asam-basa sebelumnya!
3.1. Definisi Inti Larutan Penyangga
- Larutan penyangga (buffer) = larutan yang dapat menahan perubahan pH secara signifikan ketika ditambahkan sedikit asam kuat, basa kuat, atau air.
- Penyangga bekerja karena mengandung pasangan asam lemah dan basa konjugatnya (atau sebaliknya) dalam konsentrasi yang cukup.
Logika pandu: Penyangga bukan "penetralisir total" — ia hanya meminimalkan perubahan pH dengan cara mengubah asam/basa kuat menjadi asam/basa lemah.
3.2. Jenis Larutan Penyangga
| Jenis Penyangga | Komponen Utama | Contoh Umum | Kisaran pH Efektif |
|---|---|---|---|
| Penyangga Asam | Asam lemah (HA) + basa konjugat (A⁻) | CH₃COOH + CH₃COONa H₂CO₃ + NaHCO₃ |
pKa ± 1 |
| Penyangga Basa | Basa lemah (B) + asam konjugat (BH⁺) | NH₃ + NH₄Cl CH₃NH₂ + CH₃NH₃Cl |
14 − pKb ± 1 |
Penyangga paling efektif saat [HA] = [A⁻] (rasio 1:1), karena pH tepat di pKa dan kapasitas penyangga maksimum ke kedua arah.
3.3. Cara Membuat Larutan Penyangga
Ada dua cara umum yang sering muncul di soal:
Cara 1: Campuran Langsung
Campurkan asam lemah + garamnya (atau basa lemah + garamnya) langsung. Contoh: campurkan larutan CH₃COOH + larutan CH₃COONa.
Cara 2: Reaksi Parsial (Asam Lemah Berlebih atau Basa Lemah Berlebih)
Tambahkan asam lemah berlebih ke basa kuat (atau basa lemah berlebih ke asam kuat). Contoh: 0,3 mol CH₃COOH + 0,1 mol NaOH:
\( \ce{CH3COOH + NaOH -> CH3COONa + H2O} \)Hasil reaksi: 0,2 mol CH₃COOH sisa + 0,1 mol CH₃COONa terbentuk → campuran ini adalah penyangga asam.
Syarat terbentuk penyangga: reaktan yang satu tidak habis bereaksi, sehingga tersisa campuran asam/basa lemah + garamnya.
3.4. Cara Kerja Penyangga (Mekanisme)
Penyangga Asam (HA/A⁻): saat ditambah asam atau basa
- Ditambah asam kuat (\(\ce{H^+}\) masuk): \(\ce{H^+ + A^- -> HA}\) → A⁻ berkurang, HA bertambah, tapi perubahan pH kecil.
- Ditambah basa kuat (\(\ce{OH^-}\) masuk): \(\ce{OH^- + HA -> A^- + H2O}\) → HA berkurang, A⁻ bertambah, tapi perubahan pH kecil.
Penyangga Basa (B/BH⁺): saat ditambah asam atau basa
- Ditambah asam kuat (\(\ce{H^+}\) masuk): \(\ce{H^+ + B -> BH^+}\) → B berkurang, BH⁺ bertambah.
- Ditambah basa kuat (\(\ce{OH^-}\) masuk): \(\ce{OH^- + BH^+ -> B + H2O}\) → BH⁺ berkurang, B bertambah.
3.5. Rumus Henderson–Hasselbalch
Penyangga Asam
\( \mathrm{pH} = \mathrm{p}K_a + \log \left( \dfrac{[\ce{A^-}]}{[\ce{HA}]} \right) = \mathrm{p}K_a + \log \left( \dfrac{n_{\text{garam}}}{n_{\text{asam}}} \right) \)Penyangga Basa
\( \mathrm{pOH} = \mathrm{p}K_b + \log \left( \dfrac{[\ce{BH^+}]}{[\ce{B}]} \right) \quad \Rightarrow \quad \mathrm{pH} = 14 - \mathrm{pOH} \)Tips: Dalam rumus Henderson–Hasselbalch, rasio mol bisa menggantikan rasio konsentrasi (karena volume sama untuk keduanya dalam campuran).
3.6. Perhitungan pH Penyangga (Langkah demi Langkah)
A. Dari Campuran Langsung
- Hitung mol masing-masing komponen: \(n = M \times V\)
- Hitung pKa = −log Ka
- Masukkan ke rumus Henderson–Hasselbalch
B. Dari Reaksi Parsial
- Hitung mol tiap reaktan
- Jalankan reaksi netralisasi sampai salah satu reaktan habis
- Tentukan sisa (mol HA dan mol A⁻ hasil)
- Masukkan ke Henderson–Hasselbalch
C. Setelah Ditambah Sedikit Asam/Basa Kuat
- Reaksikan asam/basa kuat yang ditambahkan dengan komponen penyangga yang sesuai
- Hitung mol baru dari HA dan A⁻ setelah reaksi
- Hitung pH baru dengan Henderson–Hasselbalch
3.7. Kapasitas Penyangga dan Contoh di Alam
- Kapasitas penyangga makin besar jika konsentrasi komponen makin tinggi.
- Kapasitas maksimum saat [HA] ≈ [A⁻] (rasio mendekati 1:1).
- Pengenceran tidak mengubah pH penyangga ideal (rasio tetap sama), tetapi kapasitas menurun.
Contoh penyangga dalam kehidupan:
- Darah: penyangga \(\ce{H2CO3/HCO3^-}\) → menjaga pH darah di 7,35–7,45.
- Saliva: penyangga fosfat \(\ce{H2PO4^-/HPO4^{2-}}\) → melindungi gigi dari asam.
- Sel: penyangga protein dan fosfat → menjaga pH intrasel ≈ 7,0–7,2.
- Lihat jenis penyangga (asam atau basa) → pilih rumus Henderson–Hasselbalch yang tepat.
- Jika dibuat dari reaksi parsial → reaksikan dulu, baru hitung sisa mol, lalu masukkan ke rumus.
- Saat [A⁻] = [HA] → pH = pKa (titik paling stabil dan kapasitas maksimum).
- Ditambah asam/basa kuat → reaksikan dengan komponen penyangga → hitung mol baru → hitung pH baru.
- Pengenceran tidak mengubah pH penyangga, tapi menurunkan kapasitasnya.
Dengan poin-poin di atas, kamu sudah punya kerangka logika lengkap untuk semua soal larutan penyangga. Gabungkan dengan ringkasan asam-basa dan hidrolisis garam!
4.1. Definisi Inti Titrasi Asam-Basa
- Titrasi = proses penambahan larutan standar (titran) secara perlahan ke dalam larutan yang dianalisis (analit) sampai titik ekivalen.
- Tujuan: menentukan konsentrasi zat yang tidak diketahui, atau memverifikasi kemurnian suatu zat.
- Titik ekivalen: saat mol asam tepat = mol basa (secara stoikiometri), reaksi sempurna. Ditentukan oleh stoikiometri, bukan indikator.
- Titik akhir (endpoint): saat indikator berubah warna. Harus sedekat mungkin dengan titik ekivalen.
Alat: buret (titran) + erlenmeyer (analit) + statif + indikator/pH-meter.
4.2. Empat Jenis Titrasi Asam-Basa
| Jenis Titrasi | Analit | Titran | pH Titik Ekivalen | Indikator yang Cocok | Bentuk Kurva |
|---|---|---|---|---|---|
| Kuat–Kuat | HCl | NaOH | pH = 7 | Fenolftalein atau BTB | Loncatan vertikal tajam di pH 7 |
| Lemah–Kuat | CH₃COOH | NaOH | pH > 7 | Fenolftalein (8,2–10) | Loncatan di daerah basa; ada daerah penyangga sebelum titik ekivalen |
| Kuat–Lemah | HCl | NH₃ | pH < 7 | Metil merah (4,4–6,2) | Loncatan di daerah asam; ada daerah penyangga sesudah titik ekivalen |
| Lemah–Lemah | Asam lemah | Basa lemah | pH ≈ 7 (tidak pasti) | Tidak ada yang cocok | Tidak ada loncatan jelas, kurva melandai |
4.3. pH di Berbagai Titik Penting pada Kurva Titrasi
Untuk titrasi asam lemah HA dengan basa kuat NaOH (paling sering di soal):
| Titik pada Kurva | Kondisi | Cara Hitung pH |
|---|---|---|
| Awal (0 mL NaOH) | Hanya asam lemah HA | \(\mathrm{pH} = \frac{1}{2}(\mathrm{p}K_a - \log C)\) |
| Sebelum titik ekivalen | Campuran HA + A⁻ → penyangga | Henderson–Hasselbalch: \(\mathrm{pH} = \mathrm{p}K_a + \log(n_{A^-}/n_{HA})\) |
| Setengah ekivalen (½ V_ek) | mol HA = mol A⁻ | \(\mathrm{pH} = \mathrm{p}K_a\) ← sangat penting! |
| Titik ekivalen (V_ek) | Semua HA → A⁻ (garam basa) | \([\ce{OH^-}] = \sqrt{(K_w/K_a) \cdot C_\text{garam}}\), lalu pH = 14 − pOH |
| Setelah titik ekivalen | Kelebihan NaOH | Hitung \([\ce{OH^-}]\) dari NaOH berlebih (dominan) |
4.4. Bentuk Kurva Titrasi & Tips Membaca Kurva
A. Titrasi Asam Kuat – Basa Kuat (HCl + NaOH)
- Titik ekivalen tepat di pH = 7 (garam NaCl tidak terhidrolisis).
- Indikator apa pun yang berubah di pH 4–10 cocok digunakan.
- Tidak ada daerah penyangga di sepanjang kurva.
- Loncatan paling tajam di antara semua jenis titrasi.
B. Titrasi Asam Lemah – Basa Kuat (CH₃COOH + NaOH)
- Titik ekivalen di pH > 7 (garam CH₃COONa terhidrolisis → basa).
- Fenolftalein (pH 8,2–10) adalah pilihan terbaik.
- Titik setengah ekivalen berguna untuk menentukan pKa asam lemah secara eksperimen.
- Loncatan lebih sempit dibanding titrasi kuat–kuat.
C. Titrasi Asam Kuat – Basa Lemah (HCl + NH₃)
- Titik ekivalen di pH < 7 (garam NH₄Cl terhidrolisis → asam).
- Metil merah (pH 4,4–6,2) atau bromokresol hijau cocok digunakan.
- Fenolftalein tidak cocok karena pH transisinya terlalu tinggi.
D. Titrasi Asam Lemah – Basa Lemah
- Jarang dilakukan di praktikum karena titik akhir tidak tajam.
- pH meter lebih cocok daripada indikator untuk menentukan titik ekivalen.
4.5. Pemilihan Indikator (Aturan Praktis)
- Indikator berubah warna bertahap dalam rentang pH tertentu (± 1 satuan dari pKin-nya).
- Syarat: rentang pH transisi indikator harus berada di dalam daerah loncatan vertikal kurva.
| Indikator | Rentang pH Transisi | Perubahan Warna | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| Metil merah | 4,4 – 6,2 | Merah → Kuning | Kuat–Lemah (pH < 7) |
| Bromokresol hijau | 3,8 – 5,4 | Kuning → Biru | Kuat–Lemah |
| Bromotimol biru (BTB) | 6,0 – 7,6 | Kuning → Biru | Kuat–Kuat |
| Fenolftalein | 8,2 – 10,0 | Tak berwarna → Merah muda | Lemah–Kuat (pH > 7) |
4.6. Perhitungan Dasar Titrasi
Persamaan titik ekivalen (berlaku umum):
\( M_\text{asam} \times V_\text{asam} \times n_\text{asam} = M_\text{basa} \times V_\text{basa} \times n_\text{basa} \)Di mana n = jumlah proton/gugus OH yang terlibat (valensi). Contoh: H₂SO₄ → n = 2; Ca(OH)₂ → n = 2.
Titik setengah ekivalen (hanya untuk titrasi asam lemah/basa lemah):
\( V_\text{titran} = \tfrac{1}{2} V_\text{ekivalen} \quad \Rightarrow \quad \mathrm{pH} = \mathrm{p}K_a \text{ (untuk asam lemah)} \)Ini digunakan secara eksperimen untuk menentukan nilai Ka suatu asam lemah.
- Lihat kuat/lemah analit dan titran → tentukan jenis titrasi dan prediksi pH titik ekivalen.
- Hitung pH di empat titik: awal, sebelum titik ekivalen (penyangga), titik ekivalen (hidrolisis), dan setelah titik ekivalen (kelebihan titran).
- Pilih indikator yang rentang pH transisinya masuk di daerah loncatan vertikal.
- Titik setengah ekivalen → pH = pKa → cara eksperimen untuk menentukan Ka.
- Titrasi lemah–lemah → tidak ada loncatan tajam → hindari atau pakai pH meter.
- Gabungkan dengan penyangga & hidrolisis garam → semua titik pada kurva bisa dihitung!
Dengan poin-poin di atas, kamu sudah punya kerangka logika lengkap untuk semua jenis titrasi asam-basa dan cara membaca kurvanya. Gabungkan dengan ringkasan asam-basa, hidrolisis, dan penyangga sebelumnya!
Gunakan tab di atas untuk belajar secara sistematis. KaTeX sudah aktif di semua rumus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar