Teori Medan Ligan - Persiapan OSN Kimia

Selasa, 14 April 2026

Berikut bahasan tetang "Teori Medan Ligan" seperti pada silabus OSN Kimia, cakupannya meliputi pembelahan orbital-d, suku eg dan t2g, energi stabilisasi medan ligan, serta spin tinggi dan spin rendah pada senyawa kompleks logam transisi. Di bagian akhir diberi 5 soal terapan beserta pembahasannya.

1. Pengantar: Senyawa Kompleks dan Orbital-d

Senyawa kompleks (coordination compound) adalah senyawa yang mengandung ion logam pusat yang dikelilingi oleh gugus-gugus yang disebut ligan. Ligan berikatan dengan logam melalui pasangan elektron bebas yang mereka miliki (ikatan kovalen koordinat).

Definisi Kunci Ligan adalah ion atau molekul netral yang berperan sebagai donor pasangan elektron (basa Lewis) kepada ion logam pusat (asam Lewis) dalam senyawa kompleks.

Logam transisi (golongan 3-12) memiliki orbital-d yang terdiri dari 5 orbital dengan bentuk berbeda. Dalam atom logam bebas (terisolasi), kelima orbital-d ini bersifat degenerate, yaitu memiliki energi yang sama persis.

Lima Orbital-d dan Orientasinya

Lima orbital-d dibedakan berdasarkan orientasi cuping (lobus) terhadap sumbu koordinat:

Orbital Orientasi cuping utama Keterangan singkat
$d_{z^2}$Sepanjang sumbu zCuping besar di atas-bawah + torus di bidang xy
$d_{x^2-y^2}$Sepanjang sumbu x dan yCuping di arah +x, -x, +y, -y
$d_{xy}$Di antara sumbu x dan yCuping miring 45 derajat di bidang xy
$d_{xz}$Di antara sumbu x dan zCuping miring di bidang xz
$d_{yz}$Di antara sumbu y dan zCuping miring di bidang yz

Orbital $d_{z^2}$ dan $d_{x^2-y^2}$ memiliki cuping yang langsung mengarah ke sumbu koordinat, sedangkan $d_{xy}$, $d_{xz}$, dan $d_{yz}$ memiliki cuping di antara sumbu-sumbu tersebut. Perbedaan orientasi inilah yang menjadi kunci pembelahan energi dalam medan ligan.

Visualisasi Orbital 3d Atom — Urip.info

2. Teori Medan Ligan: Dasar-dasar

Teori Medan Ligan (TML) berkembang dari Teori Medan Kristal (Crystal Field Theory, CFT) yang dikembangkan oleh Hans Bethe (1929) dan John Van Vleck (1935). TML menjelaskan bagaimana kehadiran ligan memengaruhi energi orbital-d logam pusat.

Asumsi Utama

  • Ligan dianggap sebagai titik muatan negatif (untuk ion ligan) atau dipol (untuk ligan netral) yang mengelilingi ion logam.
  • Interaksi antara ligan dan logam bersifat elektrostatik (model medan kristal murni).
  • Pasangan elektron ligan yang mendekati logam akan memberikan tolakan terhadap elektron-elektron pada orbital-d logam.
  • Orbital-d yang "berhadapan langsung" dengan ligan mengalami kenaikan energi lebih besar dibanding orbital-d yang mengarah di antara ligan.
Catatan: Dalam Teori Medan Ligan yang lebih maju (TML penuh), kontribusi ikatan kovalen juga diperhitungkan, namun untuk tujuan OSN, pendekatan medan kristal sudah sangat memadai.

Pusat Energi (Barycenter)

Ketika ligan mendekati logam, energi rata-rata kelima orbital-d tetap tidak berubah. Energi rata-rata ini disebut barycenter. Pembelahan energi terjadi di atas dan di bawah barycenter ini, sehingga kenaikan energi satu kelompok orbital diimbangi oleh penurunan energi kelompok orbital lainnya.

3. Pembelahan Oktahedral: eg dan t2g

Geometri oktahedral adalah yang paling umum dan paling penting untuk dipahami. Pada geometri ini, 6 ligan mendekati ion logam dari 6 arah: $+x$, $-x$, $+y$, $-y$, $+z$, dan $-z$ (sepanjang ketiga sumbu kartesian).

Tolakan Diferensial Terhadap Orbital-d

Karena ligan berada tepat pada sumbu-sumbu koordinat, maka:

  • Orbital $d_{z^2}$ dan $d_{x^2-y^2}$: Cupingnya mengarah langsung ke arah ligan (sepanjang sumbu z, x, dan y). Akibatnya, tolakan elektrostatik dari ligan sangat besar, sehingga energi kedua orbital ini naik.
  • Orbital $d_{xy}$, $d_{xz}$, $d_{yz}$: Cupingnya mengarah di antara sumbu-sumbu, sehingga tidak berhadapan langsung dengan ligan. Tolakan elektrostatik lebih kecil, sehingga energi ketiga orbital ini turun.

Dua Kelompok Orbital Hasil Pembelahan

Diagram pembelahan orbital-d oktahedral Energi Ion logam bebas (5 orbital-d degenerate) Medan ligan oktahedral barycenter eg +0,6ΔO dz2 dx2−y2 t2g −0,4ΔO dxy dxz dyz ΔO eg : cuping mengarah ke ligan → energi naik t2g : cuping di antara ligan → energi turun
Suku eg dan t2g Penamaan ini berasal dari teori grup (group theory):
  • t2g (triply degenerate, gerade): kelompok orbital $d_{xy}$, $d_{xz}$, $d_{yz}$ yang energinya turun sebesar $0{,}4\,\Delta_O$ dari barycenter. Disebut juga $-4Dq$.
  • eg (doubly degenerate, gerade): kelompok orbital $d_{z^2}$ dan $d_{x^2-y^2}$ yang energinya naik sebesar $0{,}6\,\Delta_O$ dari barycenter. Disebut juga $+6Dq$.

Mengapa Rasio 0,4 : 0,6?

Syarat kekekalan energi mengharuskan barycenter tidak berubah. Jika $x$ orbital naik sebesar $a$ dan $y$ orbital turun sebesar $b$, maka:

$$x \cdot a = y \cdot b$$

Untuk eg (2 orbital) naik dan t2g (3 orbital) turun:

$$2 \times (+0{,}6\,\Delta_O) + 3 \times (-0{,}4\,\Delta_O) = 1{,}2\,\Delta_O - 1{,}2\,\Delta_O = 0$$

Syarat ini terpenuhi. Barycenter tetap.

Notasi Dq

Dalam banyak literatur, energi pembelahan dinyatakan sebagai $10Dq = \Delta_O$, sehingga:

$$E(e_g) = +6Dq, \quad E(t_{2g}) = -4Dq$$

Kedua notasi ($\Delta_O$ dan $10Dq$) digunakan secara bergantian dan ekuivalen.

4. Energi Stabilisasi Medan Ligan (ESML)

Energi Stabilisasi Medan Ligan (ESML, atau dalam bahasa Inggris: Crystal Field Stabilization Energy, CFSE) adalah penurunan energi total yang dialami oleh suatu kompleks akibat pembelahan orbital-d, dibandingkan dengan konfigurasi hipotetis di mana kelima orbital-d tetap degenerate.

Rumus ESML

$$\text{ESML} = n_{t_{2g}} \times (-0{,}4\,\Delta_O) + n_{e_g} \times (+0{,}6\,\Delta_O)$$

di mana $n_{t_{2g}}$ dan $n_{e_g}$ adalah jumlah elektron pada masing-masing kelompok orbital.

Perhatian: Untuk spin rendah, harus ditambahkan energi berpasangan (pairing energy, $P$) ke dalam perhitungan total, karena pemaksaan elektron ke orbital yang sama memerlukan energi. Nilai ESML yang dilaporkan biasanya sudah memperhitungkan $P$.

Contoh: Ion Ti3+ (d1, oktahedral)

Ti3+ memiliki 1 elektron-d. Elektron ini menempati orbital t2g (energi lebih rendah).

Konfigurasi: $t_{2g}^1\, e_g^0$

$$\text{ESML} = 1 \times (-0{,}4\,\Delta_O) + 0 \times (+0{,}6\,\Delta_O) = -0{,}4\,\Delta_O$$

Tabel ESML Konfigurasi dn Oktahedral (Spin Tinggi)

Konfigurasi Contoh Ion t2g eg ESML
d0Ca2+, Sc3+00$0$
d1Ti3+10$-0{,}4\,\Delta_O$
d2V3+20$-0{,}8\,\Delta_O$
d3V2+, Cr3+30$-1{,}2\,\Delta_O$
d4 (ST)Cr2+, Mn3+31$-0{,}6\,\Delta_O$
d5 (ST)Mn2+, Fe3+32$0$
d6 (ST)Fe2+, Co3+42$-0{,}4\,\Delta_O$
d7 (ST)Co2+, Ni3+52$-0{,}8\,\Delta_O$
d8Ni2+62$-1{,}2\,\Delta_O$
d9Cu2+63$-0{,}6\,\Delta_O$
d10Zn2+, Cu+64$0$

ST = spin tinggi

5. Geometri Tetrahedral dan Lainnya

Pembelahan Tetrahedral

Dalam geometri tetrahedral, 4 ligan mendekati ion logam dari 4 sudut sebuah tetrahedron. Tidak ada ligan yang berada tepat pada sumbu koordinat utama. Akibatnya, pembelahan yang terjadi bersifat terbalik dibandingkan oktahedral:

  • e (bukan eg, tanpa subskrip g): orbital $d_{z^2}$ dan $d_{x^2-y^2}$, energi lebih rendah
  • t2 (bukan t2g): orbital $d_{xy}$, $d_{xz}$, $d_{yz}$, energi lebih tinggi
Besar Pembelahan Tetrahedral $$\Delta_T = \frac{4}{9}\,\Delta_O \approx 0{,}44\,\Delta_O$$ Pembelahan tetrahedral hanya sekitar 4/9 dari pembelahan oktahedral (untuk ligan dan logam yang sama), karena hanya 4 ligan (bukan 6) dan tidak ada yang tepat berhadapan dengan orbital-d.

Karena $\Delta_T$ jauh lebih kecil dari $\Delta_O$, hampir semua kompleks tetrahedral bersifat spin tinggi. Kompleks tetrahedral spin rendah sangat jarang ditemukan.

Geometri Bujur Sangkar (Square Planar)

Geometri bujur sangkar (square planar) dapat dianggap berasal dari oktahedral dengan cara melepas dua ligan aksial (pada sumbu $\pm z$). Ini menyebabkan pembelahan lebih lanjut sehingga dihasilkan 4 tingkat energi yang berbeda:

Urutan Energi
(tinggi ke rendah)
Orbital
Tertinggi$d_{x^2-y^2}$
Kedua$d_{z^2}$
Ketiga$d_{xy}$
Keempat$d_{xz}$, $d_{yz}$ (degenerate)

Geometri ini sangat khas untuk ion d8 dengan ligan kuat, seperti $[\text{Pt(NH}_3)_4]^{2+}$, $[\text{Pd(CN)}_4]^{2-}$, dan $[\text{Ni(CN)}_4]^{2-}$.

6. Spin Tinggi dan Spin Rendah

Untuk konfigurasi d4 hingga d7 dalam lingkungan oktahedral, terdapat dua cara berbeda untuk mengisi orbital-d: spin tinggi (high spin) dan spin rendah (low spin). Mana yang terjadi bergantung pada persaingan antara dua besaran energi:

  • Energi pembelahan medan ligan ($\Delta_O$): mendorong elektron untuk mengisi t2g terlebih dahulu (sebelum naik ke eg).
  • Energi pemasangan elektron ($P$): energi yang dibutuhkan untuk memaksa dua elektron menempati orbital yang sama (tolakan Coulomb + energi pengurangan spin paralel).

Kriteria Spin Tinggi vs. Spin Rendah

Aturan Keputusan
  • Jika $\Delta_O < P$ (medan lemah): elektron lebih suka menyebar ke orbital eg daripada berpasangan di t2g. Hasil: spin tinggi, jumlah elektron tidak berpasangan maksimum.
  • Jika $\Delta_O > P$ (medan kuat): elektron lebih suka berpasangan di t2g daripada naik ke eg. Hasil: spin rendah, jumlah elektron tidak berpasangan minimum.

Diagram Orbital untuk Ion Fe2+ (d6)

Diagram orbital Fe2+ d6: spin tinggi dan spin rendah Spin Tinggi (Medan Lemah) t₂ₑ⁴ eₑ² — 4 elektron tidak berpasangan Spin Rendah (Medan Kuat) t₂ₑ⁶ eₑ⁰ — 0 elektron tidak berpasangan Energi eg t2g dz2 dx2−y2 dxy dxz dyz ESML = −0,4ΔO eg t2g dz2 dx2−y2 dxy dxz dyz ESML = −2,4ΔO ΔO ΔO Spin tinggi: ΔO < P (energi pemasangan)   Spin rendah: ΔO > P

Tabel Perbandingan Spin Tinggi dan Spin Rendah (Oktahedral)

Konfigurasi Spin
Tinggi:
t2g/eg
e tidak
berpasangan
(ST)
ESML
(ST)
Spin
Rendah:
t2g/eg
e tidak
berpasangan
(SR)
ESML (SR)
d4 $t_{2g}^3\,e_g^1$4$-0{,}6\,\Delta_O$ $t_{2g}^4\,e_g^0$2$-1{,}6\,\Delta_O + P$
d5 $t_{2g}^3\,e_g^2$5$0$ $t_{2g}^5\,e_g^0$1$-2{,}0\,\Delta_O + 2P$
d6 $t_{2g}^4\,e_g^2$4$-0{,}4\,\Delta_O$ $t_{2g}^6\,e_g^0$0$-2{,}4\,\Delta_O + 2P$
d7 $t_{2g}^5\,e_g^2$3$-0{,}8\,\Delta_O$ $t_{2g}^6\,e_g^1$1$-1{,}8\,\Delta_O + P$

ST = spin tinggi, SR = spin rendah, P = energi pemasangan elektron

Catatan penting: Konfigurasi d1, d2, d3, d8, d9, d10 hanya memiliki satu kemungkinan pengisian (tidak ada pilihan spin tinggi/rendah), sehingga tidak ada perbedaan spin untuk konfigurasi tersebut.

7. Deret Spektrokimia Ligan

Kemampuan ligan untuk membelah orbital-d (yaitu, besar $\Delta_O$ yang ditimbulkannya) berbeda-beda. Urutan ligan berdasarkan kekuatan medan ligan yang ditimbulkannya disebut deret spektrokimia (spectrochemical series):

$$\text{I}^- < \text{Br}^- < \text{S}^{2-} < \text{Cl}^- < \text{SCN}^- < \text{F}^- < \text{OH}^- \approx \text{ONO}^- < \text{ox} < \text{H}_2\text{O}$$ $$< \text{NCS}^- < \text{EDTA} < \text{py} \approx \text{NH}_3 < \text{en} < \text{bipy} < \text{NO}_2^- < \text{PPh}_3 < \text{CO} \approx \text{CN}^-$$
Keterangan Deret Spektrokimia
  • Medan lemah (sisi kiri, $\Delta_O$ kecil): I-, Br-, Cl-, F-, OH-, H2O -- cenderung menghasilkan kompleks spin tinggi.
  • Medan kuat (sisi kanan, $\Delta_O$ besar): NH3, en, CN-, CO -- cenderung menghasilkan kompleks spin rendah.
  • ox = oksalat, en = etilendiamina, bipy = 2,2-bipiridil, py = piridina, PPh3 = trifenilfosfina

Mengapa CN- adalah Medan Kuat?

CN- dan CO adalah ligan medan kuat karena memiliki orbital kosong (orbital pi*) yang berinteraksi dengan orbital-d logam melalui backbonding (pi-backbonding). Interaksi sinergis sigma dan pi ini sangat memperbesar pembelahan energi. Ligan halida (F-, Cl-) tidak memiliki kemampuan backbonding sehingga memberikan medan yang lebih lemah.

8. Magnetisme dan Warna Senyawa Kompleks

Sifat Magnetik

Jumlah elektron tidak berpasangan menentukan sifat magnetik senyawa kompleks:

  • Paramagnetik: terdapat satu atau lebih elektron tidak berpasangan. Tertarik ke medan magnet.
  • Diamagnetik: semua elektron berpasangan. Sedikit ditolak oleh medan magnet.

Momen magnetik spin ($\mu_S$) dapat dihitung dengan:

$$\mu_S = \sqrt{n(n+2)} \text{ BM}$$

di mana $n$ adalah jumlah elektron tidak berpasangan dan BM adalah satuan Bohr Magneton.

Asal Usul Warna

Warna senyawa kompleks berasal dari transisi elektron antar orbital-d yang dibelah medan ligan, yang disebut transisi d-d. Ketika cahaya tampak mengenai kompleks, foton dengan energi yang tepat ($E = h\nu = \Delta_O$) diserap untuk memindahkan elektron dari t2g ke eg.

$$\Delta_O = h\nu = \frac{hc}{\lambda}$$

Warna yang terlihat adalah warna komplementer dari warna yang diserap. Misalnya, $[\text{Ti(H}_2\text{O)}_6]^{3+}$ menyerap cahaya hijau-kuning sekitar 500 nm dan tampak merah-violet.

Panjang Gelombang
Diserap (nm)
Warna
Diserap
Warna Tampak
(Komplementer)
400-430VioletKuning-hijau
430-480BiruJingga
480-490Biru-hijauMerah
490-500Hijau-biruMerah-ungu
500-560HijauMerah-ungu
560-580Kuning-hijauViolet
580-600KuningBiru-violet
600-620JinggaBiru
620-700MerahHijau
Fakta Menarik: Kompleks d0 (misal Ti4+) dan d10 (misal Zn2+) tidak memiliki transisi d-d dan karenanya tidak berwarna (tidak menyerap cahaya tampak).

9. Soal-Soal Latihan Tingkat OSN

Berikut ini lima soal terstruktur yang dirancang menyerupai tingkat kesulitan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kimia. Kerjakan secara mandiri sebelum membuka pembahasan.

1
Konfigurasi Elektron dan ESML d-n, ESML, Orbital

Ion $\text{Cr}^{3+}$ membentuk kompleks oktahedral $[\text{Cr(H}_2\text{O)}_6]^{3+}$. Diketahui bahwa H2O adalah ligan medan lemah.

(a) Tentukan konfigurasi elektron $\text{Cr}^{3+}$ dan tuliskan konfigurasi orbital-d dalam notasi $t_{2g}^x\,e_g^y$.

(b) Tentukan jumlah elektron tidak berpasangan dan nyatakan apakah kompleks ini bersifat paramagnetik atau diamagnetik.

(c) Hitung nilai ESML kompleks ini dalam satuan $\Delta_O$.

(d) Hitung momen magnetik spin ($\mu_S$) kompleks ini dalam satuan Bohr Magneton (BM).

Lihat Pembahasan
Langkah a: Konfigurasi Cr3+

Cr netral: [Ar] 3d5 4s1 (anomali pengisian, karena konfigurasi setengah penuh 3d lebih stabil)

Cr3+ kehilangan 3 elektron (dari 4s dan 3d): [Ar] 3d3

Konfigurasi d: $t_{2g}^3\,e_g^0$

H2O adalah medan lemah, tetapi untuk d3 tidak ada ambiguitas spin (hanya satu cara mengisi 3 elektron di t2g yang kosong sebelum eg). Ketiga elektron menempati masing-masing satu orbital t2g (aturan Hund).

Langkah b: Sifat Magnetik

Jumlah elektron tidak berpasangan $n = 3$ (satu di setiap orbital t2g).

Kompleks bersifat paramagnetik (ada elektron tidak berpasangan).

Langkah c: ESML $$\text{ESML} = n_{t_{2g}} \times (-0{,}4\,\Delta_O) + n_{e_g} \times (+0{,}6\,\Delta_O)$$ $$= 3 \times (-0{,}4\,\Delta_O) + 0 \times (+0{,}6\,\Delta_O)$$ $$= -1{,}2\,\Delta_O$$

Nilai ini merupakan salah satu ESML terbesar untuk spin tinggi oktahedral, menjadikan Cr3+ sangat stabil dalam lingkungan oktahedral.

Langkah d: Momen Magnetik $$\mu_S = \sqrt{n(n+2)} = \sqrt{3(3+2)} = \sqrt{15} \approx 3{,}87 \text{ BM}$$
2
Spin Tinggi vs. Spin Rendah: Keputusan Energetik Spin, DeltaO, Energi Pemasangan

Ion $\text{Fe}^{2+}$ (d6) dapat membentuk kompleks spin tinggi atau spin rendah tergantung pada ligan yang digunakan. Diberikan data untuk dua kompleks berikut:

  • $[\text{Fe(H}_2\text{O)}_6]^{2+}$: $\Delta_O = 10.400$ cm-1
  • $[\text{Fe(CN)}_6]^{4-}$: $\Delta_O = 32.850$ cm-1
  • Energi pemasangan elektron Fe2+: $P = 17.600$ cm-1

(a) Tentukan apakah setiap kompleks bersifat spin tinggi atau spin rendah dengan membandingkan $\Delta_O$ dan $P$.

(b) Tuliskan konfigurasi $t_{2g}^x\,e_g^y$ untuk masing-masing kompleks.

(c) Hitung ESML untuk $[\text{Fe(CN)}_6]^{4-}$ dalam satuan cm-1 (abaikan energi pemasangan dalam perhitungan ESML ini).

(d) Berapa jumlah elektron tidak berpasangan untuk setiap kompleks?

Lihat Pembahasan
Langkah a: Perbandingan Delta_O dan P

Untuk $[\text{Fe(H}_2\text{O)}_6]^{2+}$:

$$\Delta_O = 10.400 \text{ cm}^{-1} < P = 17.600 \text{ cm}^{-1}$$

Karena $\Delta_O < P$, kompleks ini bersifat spin tinggi. Elektron lebih mudah naik ke eg daripada berpasangan di t2g.

Untuk $[\text{Fe(CN)}_6]^{4-}$:

$$\Delta_O = 32.850 \text{ cm}^{-1} > P = 17.600 \text{ cm}^{-1}$$

Karena $\Delta_O > P$, kompleks ini bersifat spin rendah. Elektron lebih menguntungkan untuk berpasangan di t2g.

Langkah b: Konfigurasi Orbital

$[\text{Fe(H}_2\text{O)}_6]^{2+}$ (spin tinggi): $t_{2g}^4\,e_g^2$

$[\text{Fe(CN)}_6]^{4-}$ (spin rendah): $t_{2g}^6\,e_g^0$

Langkah c: ESML untuk [Fe(CN)6]4- $$\text{ESML} = 6 \times (-0{,}4 \times 32.850) + 0 \times (+0{,}6 \times 32.850)$$ $$= 6 \times (-13.140) = -78.840 \text{ cm}^{-1}$$

Dalam satuan $\Delta_O$: ESML $= -2{,}4\,\Delta_O$

Langkah d: Elektron Tidak Berpasangan

$[\text{Fe(H}_2\text{O)}_6]^{2+}$ (ST, $t_{2g}^4\,e_g^2$): 4 elektron tidak berpasangan

$[\text{Fe(CN)}_6]^{4-}$ (SR, $t_{2g}^6\,e_g^0$): 0 elektron tidak berpasangan (diamagnetik)

3
Warna dan Transisi d-d Spektrum, Warna, Energi Foton

Kompleks $[\text{Ti(H}_2\text{O)}_6]^{3+}$ menyerap cahaya pada panjang gelombang maksimum $\lambda_{\max} = 510$ nm. Gunakan konstanta: $h = 6{,}626 \times 10^{-34}$ J s, $c = 3{,}00 \times 10^8$ m/s, $N_A = 6{,}022 \times 10^{23}$ mol-1.

(a) Hitunglah energi pembelahan $\Delta_O$ kompleks ini dalam satuan J per mol dan kJ per mol.

(b) Apa warna yang tampak dari larutan kompleks ini? Jelaskan alasannya.

(c) Ti3+ adalah ion d1. Gambarkan secara skematis transisi yang terjadi dan tuliskan konfigurasi t2g/eg sebelum dan sesudah penyerapan foton.

(d) Jika ligan H2O diganti dengan CN-, apakah $\lambda_{\max}$ akan bergeser ke panjang gelombang yang lebih panjang atau lebih pendek? Jelaskan.

Lihat Pembahasan
Langkah a: Menghitung DO $$E_{foton} = \frac{hc}{\lambda} = \frac{(6{,}626 \times 10^{-34})(3{,}00 \times 10^8)}{510 \times 10^{-9}}$$ $$= \frac{1{,}988 \times 10^{-25}}{5{,}10 \times 10^{-7}} = 3{,}898 \times 10^{-19} \text{ J per foton}$$

Per mol:

$$\Delta_O = E_{foton} \times N_A = 3{,}898 \times 10^{-19} \times 6{,}022 \times 10^{23}$$ $$= 2{,}347 \times 10^5 \text{ J/mol} \approx 234{,}7 \text{ kJ/mol}$$
Langkah b: Warna yang Tampak

Cahaya yang diserap berada pada 510 nm (hijau). Warna yang tampak adalah warna komplementer dari hijau, yaitu merah-ungu (violet-merah). Ini sesuai dengan pengamatan bahwa larutan $[\text{Ti(H}_2\text{O)}_6]^{3+}$ berwarna merah-violet.

Langkah c: Transisi d-d pada d1

Sebelum penyerapan: $t_{2g}^1\,e_g^0$ (1 elektron di t2g)

Penyerapan foton dengan $E = \Delta_O$: elektron berpindah dari t2g ke eg

Sesudah penyerapan: $t_{2g}^0\,e_g^1$ (keadaan tereksitasi)

Ini merupakan satu-satunya transisi yang mungkin untuk d1, sehingga spektrumnya menunjukkan satu pita serapan yang bersih.

Langkah d: Pengaruh Penggantian Ligan

CN- berada di sisi kanan deret spektrokimia (medan kuat), jauh di atas H2O. Oleh karena itu, penggantian H2O dengan CN- akan menyebabkan $\Delta_O$ menjadi jauh lebih besar.

Karena $E = hc/\lambda$, maka energi yang lebih besar berarti panjang gelombang yang lebih pendek (bergeser ke arah UV/biru). Jadi $\lambda_{\max}$ akan bergeser ke panjang gelombang lebih pendek.

4
Geometri Tetrahedral dan Perbandingan Delta Tetrahedral, DeltaT, Pembelahan

Ion $\text{Co}^{2+}$ (d7) dapat membentuk kompleks oktahedral $[\text{Co(H}_2\text{O)}_6]^{2+}$ dan kompleks tetrahedral $[\text{CoCl}_4]^{2-}$. Diketahui bahwa $\Delta_O$ untuk $[\text{Co(H}_2\text{O)}_6]^{2+}$ adalah 9.300 cm-1 dan energi pemasangan elektron Co2+ adalah $P = 22.500$ cm-1.

(a) Tentukan sifat spin (spin tinggi atau spin rendah) dari $[\text{Co(H}_2\text{O)}_6]^{2+}$ dan tuliskan konfigurasi $t_{2g}^x\,e_g^y$-nya.

(b) Estimasikan nilai $\Delta_T$ untuk $[\text{CoCl}_4]^{2-}$ jika diketahui $\Delta_O$ untuk $[\text{CoCl}_6]^{4-}$ adalah 7.200 cm-1. Gunakan hubungan $\Delta_T = \frac{4}{9}\Delta_O$.

(c) Untuk geometri tetrahedral, tuliskan konfigurasi elektron Co2+ dalam notasi $e^x\,t_2^y$ (perhatikan: urutan energi di tetrahedral terbalik, yaitu $e$ lebih rendah dari $t_2$). Tentukan jumlah elektron tidak berpasangan.

(d) Mengapa kompleks tetrahedral hampir selalu bersifat spin tinggi? Jelaskan dari segi besar $\Delta_T$.

Lihat Pembahasan
Langkah a: Spin [Co(H2O)6]2+

$\Delta_O = 9.300$ cm-1 dibandingkan $P = 22.500$ cm-1.

Karena $\Delta_O = 9.300 < P = 22.500$, kompleks ini bersifat spin tinggi.

Konfigurasi d7 spin tinggi: $t_{2g}^5\,e_g^2$

Elektron tidak berpasangan: 3

Langkah b: Menghitung Delta_T $$\Delta_T = \frac{4}{9} \times \Delta_O(\text{[CoCl}_6]^{4-}) = \frac{4}{9} \times 7.200 = 3.200 \text{ cm}^{-1}$$

Nilai ini jauh lebih kecil dari $P$, mengkonfirmasi bahwa $[\text{CoCl}_4]^{2-}$ pasti spin tinggi.

Langkah c: Konfigurasi Tetrahedral Co2+ (d7)

Pada tetrahedral, orbital $e$ (yang bersesuaian dengan $d_{z^2}$ dan $d_{x^2-y^2}$) berenergi lebih rendah, sedangkan $t_2$ berenergi lebih tinggi.

Pengisian 7 elektron spin tinggi:

  • Orbital $e$ (2 orbital): isi penuh = $e^4$ (2 pasang)
  • Orbital $t_2$ (3 orbital): sisa 3 elektron = $t_2^3$ (masing-masing satu, per aturan Hund)

Konfigurasi: $e^4\,t_2^3$

Elektron tidak berpasangan: 3 (dari $t_2^3$, sama dengan hasil oktahedral spin tinggi)

Langkah d: Mengapa Tetrahedral Selalu Spin Tinggi?

Karena $\Delta_T \approx \frac{4}{9}\Delta_O$, pembelahan tetrahedral hanya sekitar 44% dari pembelahan oktahedral untuk ligan dan logam yang setara. Ini karena:

  • Hanya ada 4 ligan (bukan 6), sehingga interaksi total lebih kecil.
  • Tidak ada ligan yang tepat berhadapan dengan orbital-d (tidak ada overlap langsung).

Nilai $\Delta_T$ yang kecil ini hampir selalu lebih kecil dari $P$, sehingga kondisi spin rendah ($\Delta_T > P$) nyaris tidak pernah terpenuhi. Kompleks tetrahedral spin rendah hanya ditemukan pada kasus yang sangat langka.

5
Analisis Multikompleks dan Identifikasi ESML, Deret Spektrokimia, Analisis Terpadu

Seorang peneliti mengukur spektrum serapan dari lima larutan kompleks oktahedral ion $\text{Mn}^{2+}$ (d5) dengan ligan berbeda dan mendapatkan pita serapan pada panjang gelombang berikut:

  • Kompleks A: $\lambda_{\max} = 390$ nm
  • Kompleks B: $\lambda_{\max} = 450$ nm
  • Kompleks C: $\lambda_{\max} = 550$ nm
  • Kompleks D: $\lambda_{\max} = 620$ nm
  • Kompleks E: $\lambda_{\max} = 730$ nm

Ligan yang digunakan (tidak dalam urutan): H2O, Cl-, CN-, NH3, en (etilendiamina).

(a) Urutkan kelima kompleks dari nilai $\Delta_O$ terbesar ke terkecil. Jelaskan hubungan antara $\lambda_{\max}$ dan $\Delta_O$.

(b) Pasangkan setiap kompleks dengan ligannya berdasarkan deret spektrokimia. Berikan alasan singkat.

(c) Ion Mn2+ (d5) spin tinggi memiliki ESML = 0. Buktikan pernyataan ini dengan menuliskan konfigurasi orbital dan menghitung ESML-nya.

(d) Kompleks manakah yang paling mungkin bersifat spin rendah? Hitunglah $\Delta_O$ kompleks tersebut dalam kJ/mol dan bandingkan dengan nilai energi pemasangan tipikal Mn2+ (kira-kira 300 kJ/mol).

Lihat Pembahasan
Langkah a: Hubungan Lambda_max dan Delta_O

Energi foton berbanding terbalik dengan panjang gelombang: $E = hc/\lambda$. Karena energi foton yang diserap sama dengan $\Delta_O$, maka:

$$\Delta_O \propto \frac{1}{\lambda_{\max}}$$

Kompleks dengan $\lambda_{\max}$ lebih kecil (pendek) memiliki $\Delta_O$ lebih besar.

Urutan $\Delta_O$ terbesar ke terkecil: A > B > C > D > E

(A: 390 nm > B: 450 nm > C: 550 nm > D: 620 nm > E: 730 nm, artinya A memiliki $\Delta_O$ terbesar)

Langkah b: Pasangan Ligan

Deret spektrokimia (medan lemah ke kuat): Cl- < H2O < NH3 < en < CN-

Karena A memiliki $\Delta_O$ terbesar dan E terkecil:

  • Kompleks A ($\lambda$ = 390 nm, $\Delta_O$ terbesar): CN- (medan terkuat)
  • Kompleks B ($\lambda$ = 450 nm): en
  • Kompleks C ($\lambda$ = 550 nm): NH3
  • Kompleks D ($\lambda$ = 620 nm): H2O
  • Kompleks E ($\lambda$ = 730 nm, $\Delta_O$ terkecil): Cl- (medan terlemah)
Langkah c: Pembuktian ESML = 0 untuk d5 Spin Tinggi

Mn2+ d5 spin tinggi: $t_{2g}^3\,e_g^2$

Setiap orbital hanya ditempati satu elektron (konfigurasi setengah penuh, semua spin paralel).

$$\text{ESML} = 3 \times (-0{,}4\,\Delta_O) + 2 \times (+0{,}6\,\Delta_O)$$ $$= -1{,}2\,\Delta_O + 1{,}2\,\Delta_O = 0$$

ESML = 0 terbukti. Tidak ada stabilisasi akibat medan ligan untuk konfigurasi d5 spin tinggi. Ini adalah alasan mengapa kompleks Mn2+ (spin tinggi) umumnya kurang stabil secara kinetik dan bereaksi cepat.

Langkah d: Kompleks dengan Kemungkinan Spin Rendah

Kompleks A (ligan CN-) memiliki $\Delta_O$ terbesar, sehingga paling mungkin melampaui $P$.

Menghitung $\Delta_O$ kompleks A:

$$E_{foton} = \frac{hc}{\lambda} = \frac{(6{,}626 \times 10^{-34})(3{,}00 \times 10^8)}{390 \times 10^{-9}} = 5{,}097 \times 10^{-19} \text{ J}$$ $$\Delta_O = 5{,}097 \times 10^{-19} \times 6{,}022 \times 10^{23} = 3{,}069 \times 10^5 \text{ J/mol} \approx 306{,}9 \text{ kJ/mol}$$

Dibandingkan $P \approx 300$ kJ/mol untuk Mn2+:

$\Delta_O \approx 306{,}9$ kJ/mol $> P \approx 300$ kJ/mol

Karena $\Delta_O > P$ (meski tipis), kompleks $[\text{Mn(CN)}_6]^{4-}$ berada di ambang batas dan diperkirakan bersifat spin rendah. Memang, secara eksperimental $[\text{Mn(CN)}_6]^{4-}$ dilaporkan sebagai spin rendah dengan 1 elektron tidak berpasangan ($t_{2g}^5\,e_g^0$).

Rangkuman Konsep Kunci

KonsepRingkasan
t2g$d_{xy}$, $d_{xz}$, $d_{yz}$ -- energi $-0{,}4\,\Delta_O$ dalam oktahedral
eg$d_{z^2}$, $d_{x^2-y^2}$ -- energi $+0{,}6\,\Delta_O$ dalam oktahedral
ESML$n_{t_{2g}}(-0{,}4\Delta_O) + n_{e_g}(+0{,}6\Delta_O)$
Spin Tinggi$\Delta_O < P$, elektron menyebar ke eg
Spin Rendah$\Delta_O > P$, elektron berpasangan di t2g
DeltaT$\frac{4}{9}\Delta_O$ -- selalu lebih kecil dari Delta_O
WarnaTransisi d-d; warna tampak = komplementer dari warna diserap
Momen Magnetik$\mu_S = \sqrt{n(n+2)}$ BM
Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info