Pembahasan Soal #5 OSP Kimia 2025 (Struktur Kristal)

Minggu, 26 April 2026

Senyawa biner antara H dan S dapat bersifat superkonduktor pada tekanan, p = 155 GPa dan suhu kritis, Tc = 203 K. Senyawa tersebut mengkristal dalam sel satuan kubus dengan ukuran: a = 3,0639 Å sesuai gambar berikut (kristal kubus, S ada di setiap pojok kubus, dan pusat badan kubus, dan H ada di setiap tengah rusuk dan tengah muka kubus).

Pembahasan OSP 2025:
Nomor 1, Nomor 2, Nomor 3, Nomor 4, Nomor 5, Nomor 6, Nomor 7, Nomor 8, Nomor 9



a. Berdasarkan struktur diatas,

  1. Jumlah atom H dalam sel satuan adalah ...... (Jawaban bilangan bulat)
  2. Jumlah atom S dalam sel satuan adalah ...... (Jawaban bilangan bulat)
  3. Jika rumus empiris senyawa tersebut ditulis sebagai HxSy, nilai x adalah ...... , sedangkan nilai y adalah ......

b. Volume sel satuan senyawa tersebut adalah ...... nm3

c. Massa jenis senyawa tersebut adalah ...... g/cm3

d. Panjang ikatan H-S dalam senyawa tersebut adalah ...... nm

e. Berdasarkan struktur kristal di atas, orbital hibrida yang digunakan untuk berikatan pada senyawa di atas adalah .....

  1. Tidak berhibridisasi
  2. sp2
  3. sp3
  4. sp
  5. Tidak tahu
  6. sp3d

Selain senyawa tersebut, H dan S juga dapat membentuk hidrogen polisulfida yang memiliki rumus umum H2Sn, n ≥ 2. Senyawa hidrogen yang paling sederhana adalah H2S2, senyawa tersebut dapat terdisosiasi membentuk spesi SH menurut reaksi:

H2S2 → 2SH

Berikut adalah diagram orbital molekul untuk SH.

Multiplisitas suatu konfigurasi elektron ditentukan dari rumus 2S+1 dengan S adalah nilai harga mutlak total spin. Nilai multiplisitas 1, 2 dan 3 secara berurutan disebut dengan singlet, doublet dan triplet.

f. HOMO SH pada keadaan dasar adalah ...

  1. σ
  2. Nonbonding (nb)
  3. π
  4. σ*
  5. π*

g. Spesi SH pada keadaan dasar memiliki multiplisitas ....

h. Untuk spesi SH, SH+, dan SH, urutan besarnya momen magnet yang sesuai adalah ...

  1. SH > SH > SH+
  2. SH+ > SH > SH
  3. Tidak tahu
  4. SH > SH > SH+
  5. SH > SH > SH+
  6. SH+ > SH > SH

Pembahasan Soal


a

Jumlah Atom H dan S dalam Sel Satuan

S ada di setiap pojok kubus dan pusat badan; H ada di setiap tengah rusuk dan tengah muka kubus. Tentukan jumlah atom H, S, serta rumus empiris HxSy.
Menghitung atom S
PosisiJumlah posisiFraksi per posisiKontribusi
Pojok (corner)81/81
Pusat badan (body center)111
Total atom S2
$$N_S = 8 \times \tfrac{1}{8} + 1 \times 1 = 1 + 1 = 2$$
Menghitung atom H
PosisiJumlah posisiFraksi per posisiKontribusi
Tengah rusuk (edge center)121/43
Tengah muka (face center)61/23
Total atom H6
$$N_H = 12 \times \tfrac{1}{4} + 6 \times \tfrac{1}{2} = 3 + 3 = 6$$
Rumus empiris

Perbandingan H : S = 6 : 2 = 3 : 1, sehingga rumus empiris adalah H3S.

$$\text{H}_6\text{S}_2 \;\xrightarrow{\text{disederhanakan}}\; \text{H}_3\text{S} \quad (x = 3,\ y = 1)$$
Atom H dalam sel satuan = 6
Atom S dalam sel satuan = 2
Rumus empiris: HxSyx = 3, y = 1 (H3S)
b

Volume Sel Satuan

Hitung volume sel satuan dalam nm3. Diketahui a = 3,0639 Å.
Konversi satuan dan hitung volume
$$a = 3{,}0639\ \text{Å} = 0{,}30639\ \text{nm}$$
$$V = a^3 = (0{,}30639)^3\ \text{nm}^3$$
$$V = 0{,}30639^3 = 0{,}028742\ \text{nm}^3$$
Volume sel satuan = 0,028742 nm3
c

Massa Jenis Senyawa

Hitung massa jenis (ρ) senyawa H3S dalam g/cm3.
Massa total per sel satuan

Sel satuan mengandung 6 atom H dan 2 atom S:

$$m_{\text{sel}} = \frac{6 \times M_H + 2 \times M_S}{N_A}$$
$$m_{\text{sel}} = \frac{6 \times 1{,}008 + 2 \times 32{,}06}{6{,}022 \times 10^{23}}\ \text{g}$$
$$m_{\text{sel}} = \frac{6{,}048 + 64{,}12}{6{,}022 \times 10^{23}} = \frac{70{,}168}{6{,}022 \times 10^{23}} = 1{,}1653 \times 10^{-22}\ \text{g}$$
Volume sel satuan dalam cm3
$$V = (3{,}0639 \times 10^{-8}\ \text{cm})^3 = 2{,}8742 \times 10^{-23}\ \text{cm}^3$$
Massa jenis
$$\rho = \frac{m_{\text{sel}}}{V} = \frac{1{,}1653 \times 10^{-22}}{2{,}8742 \times 10^{-23}} = 4{,}054\ \text{g/cm}^3$$
Massa jenis = 4,054 g/cm3
d

Panjang Ikatan H–S

Tentukan panjang ikatan H–S dalam nm berdasarkan struktur kristal.
Analisis geometri

Atom S berada di pojok kubus. Atom H berada di tengah rusuk kubus. Rusuk kubus menghubungkan dua pojok, sehingga jarak dari pojok (posisi S) ke tengah rusuk (posisi H) adalah setengah panjang rusuk:

$$d_{H-S} = \frac{a}{2} = \frac{3{,}0639\ \text{Å}}{2} = 1{,}5320\ \text{Å} = 0{,}15320\ \text{nm}$$
Verifikasi: atom S di pusat badan juga berjarak a/2 ke setiap H di tengah muka, karena pusat badan ke pusat muka = a/2. Konsisten.
Panjang ikatan H–S = 0,15320 nm
e

Orbital Hibrida pada H3S

Tentukan orbital hibrida yang digunakan untuk berikatan pada senyawa H3S berdasarkan struktur kristalnya.
Kerangka teori yang digunakan

Perhatikan bahwa soal ini menyertakan diagram orbital molekul (MO) untuk SH. Ini menandakan bahwa pendekatan yang digunakan adalah teori orbital molekul (MO theory), bukan teori ikatan valensi (VB theory).

Dalam kerangka MO theory, ikatan terbentuk melalui kombinasi linear orbital atom (LCAO), orbital atom-atom yang terlibat dikombinasikan secara langsung untuk menghasilkan orbital molekul ikatan (bonding) dan antiikatan (antibonding). Tidak ada tahap hibridisasi dalam proses ini.

Perbedaan VB theory vs MO theory
AspekVB TheoryMO Theory
Pendekatan ikatanTumpang tindih orbital atom yang dihibridisasiLCAO, orbital atom dikombinasikan langsung
HibridisasiYa, diperlukan (sp, sp², sp³, ...)Tidak ada hibridisasi
ElektronTerlokalisasi pada ikatan tertentuTerdelokalisasi atas seluruh molekul
OutputGeometri molekul, sudut ikatanDiagram MO, urutan energi, sifat magnetik
Kesimpulan

Karena soal menggunakan kerangka MO theory, konsep hibridisasi tidak berlaku di sini. Orbital yang terlibat dalam pembentukan ikatan S–H adalah orbital atom S dan H yang berkombinasi secara linear (LCAO) tanpa melewati proses hibridisasi terlebih dahulu.

Jawaban = ① Tidak berhibridisasi
Dalam MO theory, ikatan terbentuk melalui LCAO, tidak ada konsep hibridisasi orbital.
f

HOMO SH pada Keadaan Dasar

Berdasarkan diagram orbital molekul SH, tentukan HOMO (Highest Occupied Molecular Orbital) pada keadaan dasar.
Jumlah elektron valensi SH

S memiliki 6 elektron valensi (3s²3p⁴), H memiliki 1 elektron (1s¹). Total elektron valensi SH = 7 elektron.

Konfigurasi MO SH

Urutan pengisian MO untuk molekul diatomik heteronuklir SH (dari energi terendah):

Konfigurasi MO SH (7 elektron valensi) σ (ikatan) σ (ikatan) π (ikatan) nonbonding ← HOMO π* (LUMO) E Pengisian: σ² σ² π⁴ nonbonding¹ = 7 elektron
Identifikasi HOMO

Pengisian elektron: σ²(bawah) → σ²(atas) → π⁴ → nonbonding¹

Elektron ke-7 mengisi orbital nonbonding yang merupakan orbital terisi tertinggi.

HOMO SH = ② Nonbonding
g

Multiplisitas SH pada Keadaan Dasar

Tentukan multiplisitas spesi SH pada keadaan dasar. Multiplisitas = 2S + 1, dengan S = total spin absolut.
Hitung elektron tidak berpasangan

Konfigurasi MO SH: σ² σ² π⁴ nonbonding¹

Orbital nonbonding terisi 1 elektron → 1 elektron tidak berpasangan.

$$S = \frac{1}{2} \quad \Rightarrow \quad \text{Multiplisitas} = 2S + 1 = 2\left(\frac{1}{2}\right) + 1 = 2$$
Multiplisitas 2 disebut doublet. Molekul dengan 1 elektron tak berpasangan disebut radikal bebas dan bersifat paramagnetik.
Multiplisitas SH = 2 (doublet)
h

Urutan Momen Magnet SH, SH+, dan SH

Tentukan urutan besarnya momen magnet untuk spesi SH, SH+, dan SH.
Konfigurasi MO masing-masing spesi

Urutan MO SH dari energi terendah: σ → σ → π (×2, terdegenerasi) → nonbonding → π* → σ*

Kunci: orbital π bersifat terdegenerasi dua, sehingga aturan Hund berlaku saat mengisinya.

SpesiJumlah e⁻Konfigurasi MOe⁻ tak berpasangan
SH7σ² σ² π² π² nb¹1
SH⁺6σ² σ² π¹ π¹ (aturan Hund!)2
SH⁻8σ² σ² π² π² nb²0
Analisis SH⁺ (analog O₂)

SH⁺ memiliki 6 elektron valensi. Setelah mengisi σ²σ² (4 elektron), tersisa 2 elektron untuk orbital π yang terdegenerasi dua. Berdasarkan aturan Hund, kedua elektron ini menempati masing-masing satu orbital π dengan spin paralel:

$$\text{SH}^+: \underbrace{\sigma^2\,\sigma^2}_{4\ e^-}\ \underbrace{\pi^1_x\,\pi^1_y}_{2\ e^-,\ \text{Hund}} \quad \Rightarrow \quad n = 2\ \text{elektron tak berpasangan}$$

Ini analog dengan O₂ yang juga paramagnetik dengan 2 elektron tak berpasangan di π*.

Hitung momen magnet tiap spesi
$$\mu = \sqrt{n(n+2)}\ \mu_B \quad \text{dengan } n = \text{jumlah elektron tak berpasangan}$$
Spesinμ (μB)Sifat
SH⁺2$\sqrt{2(4)} = \sqrt{8} = 2{,}83\ \mu_B$Paramagnetik
SH1$\sqrt{1(3)} = \sqrt{3} = 1{,}73\ \mu_B$Paramagnetik
SH⁻0$0$Diamagnetik
Urutan akhir
$$\mu(\text{SH}^+) > \mu(\text{SH}) > \mu(\text{SH}^-)$$
$$2{,}83\ \mu_B \;>\; 1{,}73\ \mu_B \;>\; 0$$
Urutan momen magnet = ② SH+ > SH > SH
Kesalahan umum: mengira SH⁺ melepas elektron dari nb sehingga nb⁰ dan diamagnetik. Padahal pada SH⁺ (6 elektron), orbital nb belum terisi sama sekali, yang terisi baru σ²σ²π¹π¹. Karena dua orbital π terdegenerasi, aturan Hund memaksa kedua elektron terakhir mengisi secara terpisah dengan spin paralel, menghasilkan 2 elektron tak berpasangan.
Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info