Gas Y2 dan oksigen adalah gas-gas yang terdapat di atmosfer bumi. Gas Y2 dapat dihasilkan dari disosiasi XY2 dalam air. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.
XY2(aq) → X(aq) + Y2(g)
Data berikut adalah volume gas Y2 yang dihasilkan selama selang waktu tertentu. Data ini merupakan dekomposisi larutan XY2 0,085 M pada 55 °C. Ketika t = ∞ menunjukkan bahwa reaksi telah selesai sempurna.
| Waktu (menit) | Volume gas Y2 (mL) |
|---|---|
| 0 | 0 |
| 4 | 16,31 |
| 8 | 28,51 |
| 12 | 37,65 |
| 16 | 44,48 |
| 20 | 49,60 |
| 24 | 53,43 |
| 28 | 56,29 |
| 32 | 58,43 |
| 36 | 60,03 |
| 40 | 61,23 |
| ∞ | 64,80 |
Pembahasan OSP 2025:
Nomor 1, Nomor 2, Nomor 3, Nomor 4, Nomor 5, Nomor 6, Nomor 7, Nomor 8, Nomor 9
a. Tentukan konsentrasi XY2 yang tersisa (dalam mM) pada waktu 8, 20, dan 32 menit.
[XY2] pada 8 menit = ...... mM
[XY2] pada 20 menit = ...... mM
[XY2] pada 32 menit = ...... mM
b. Orde total untuk reaksi di atas adalah ......
c. Konstanta laju untuk reaksi di atas adalah ...... dengan satuan ......
d. Waktu paruh yang sesuai untuk reaksi dengan kondisi di atas adalah ...... menit
e. Asumsikan waktu paruh reaksi di atas pada 55 °C adalah 15 menit dan pada 65 °C adalah 6 menit. Energi pengaktifan (EA) untuk reaksi di atas adalah ...... kJ/mol
Gas Y2 cenderung bersifat inert dibandingkan gas oksigen. Gas oksigen dapat digunakan untuk mengoksidasi HBr. Berikut adalah mekanisme yang diusulkan:
HBr + O2 → HOOBR (Tahap 1) k1
HOOBr + HBr → 2HOBr (Tahap 2) k2
HOOBr + HBr → H2O + Br2 (Tahap 3) k3
Diketahui bahwa berdasarkan pengamatan, laju reaksi oksidasi HBr memiliki orde 1 terhadap HBr dan orde 1 terhadap O2, selain itu tidak ditemukan HOBr dalam hasil reaksi akhir.
f. Tahap yang menjadi penentu laju adalah ......
g. Apakah usulan mekanisme di atas dapat diterima? ...... karena ......
Selain dapat dioksidasi menggunakan O2, ternyata HBr juga dapat bereaksi dengan Cl2. Sehingga persamaan reaksi:
Cl2(g) + HBr(g) → HCl(g)
Reaksi ini memiliki; Ea (forward) = 8 kJ dan Ea (reverse) = 74 kJ. Perhatikan diagram reaksi berikut.

h. Manakah kurva yang sesuai untuk reaksi antara HBr dan Cl2? ......
i. Reaksi HBr + Cl2 adalah reaksi yang bersifat ...... dengan nilai ΔHreaksi sebesar ...... kJ
j. Bentuk keadaan transisi yang terjadi adalah ......
Pembahasan Soal
Konsentrasi XY2 yang Tersisa
Volume gas Y2 yang dihasilkan berbanding lurus dengan jumlah XY2 yang telah terurai. Maka jumlah XY2 yang tersisa berbanding lurus dengan selisih (V∞ − Vt).
Dengan [XY2]0 = 85 mM dan V∞ = 64,80 mL:
| t (menit) | Vt (mL) | V∞ − Vt (mL) | [XY2]t (mM) |
|---|---|---|---|
| 8 | 28,51 | 64,80 − 28,51 = 36,29 | 36,29 × 1,3117 = 47,60 |
| 20 | 49,60 | 64,80 − 49,60 = 15,20 | 15,20 × 1,3117 = 19,94 |
| 32 | 58,43 | 64,80 − 58,43 = 6,37 | 6,37 × 1,3117 = 8,35 |
[XY2] pada t = 20 menit = 19,94 mM
[XY2] pada t = 32 menit = 8,35 mM
Orde Total Reaksi
Uji tiga kemungkinan orde dengan memplot data [XY2] terhadap waktu:
| Orde | Plot linear | Slope |
|---|---|---|
| 0 | [XY2] vs t | −k |
| 1 | ln[XY2] vs t | −k |
| 2 | 1/[XY2] vs t | +k |
| t (menit) | [XY2] (mM) | ln[XY2] |
|---|---|---|
| 0 | 85,00 | 4,4427 |
| 8 | 47,60 | 3,8632 |
| 20 | 19,94 | 2,9938 |
| 32 | 8,35 | 2,1223 |
Cek selisih ln[XY2] per selang waktu yang sama:
Selisih hampir konstan → grafik ln[XY2] vs t linear → reaksi orde 1.
Konstanta Laju (k)
Slope grafik ln[XY2] vs t = −k. Gunakan titik t=0 dan t=32:
Rata-rata k ≈ 0,0725 menit⁻¹ (konsisten).
Waktu Paruh (t½)
Substitusikan k = 0,0725 menit−1:
Energi Pengaktifan (EA)
Karena orde 1 dan t½ = ln2/k, maka k berbanding terbalik dengan t½:
Tahap Penentu Laju (Rate-Determining Step)
(1) HBr + O2 → HOOBr
(2) HOOBr + HBr → 2HOBr
(3) HOBr + HBr → H2O + Br2
Laju eksperimen: orde 1 terhadap HBr, orde 1 terhadap O2. HOBr tidak ditemukan di produk akhir.
| Tahap | Reaksi | Ekspresi laju jika ini RDS |
|---|---|---|
| 1 | HBr + O2 → HOOBr | laju = k1[HBr][O2] |
| 2 | HOOBr + HBr → 2HOBr | laju = k2[HOOBr][HBr] → perlu eliminasi intermediat |
| 3 | HOBr + HBr → H2O + Br2 | laju = k3[HOBr][HBr] → perlu eliminasi intermediat |
Jika tahap 1 adalah tahap lambat (penentu laju), maka:
Ini sesuai persis dengan data eksperimen!
Validitas Mekanisme yang Diusulkan
| Kriteria | Cek | Hasil |
|---|---|---|
| Reaksi keseluruhan benar | Tahap 1 + 2 + 2×(Tahap 3): 4HBr + O2 → 2H2O + 2Br2 |
✓ Sesuai |
| Ekspresi laju sesuai eksperimen | RDS = Tahap 1 → laju = k[HBr][O2] | ✓ Orde 1 HBr, orde 1 O2 |
| HOBr tidak muncul di produk akhir | HOBr (produk tahap 2) dikonsumsi habis di tahap 3 | ✓ Sesuai pengamatan |
| HOOBr adalah intermediat | Dihasilkan tahap 1, dikonsumsi tahap 2 | ✓ Tidak muncul di produk akhir |
Reaksi total: 4HBr + O2 → 2H2O + 2Br2
HOOBr dan HOBr sama-sama bersifat sebagai zat antara (intermediat) yang tidak muncul di persamaan keseluruhan.
(1) Penjumlahan semua tahap menghasilkan reaksi keseluruhan yang benar;
(2) Jika tahap 1 sebagai RDS, ekspresi laju = k[HBr][O2] sesuai orde eksperimen;
(3) HOBr sebagai intermediat habis dikonsumsi pada tahap 3 sehingga tidak ditemukan pada produk akhir.
Kurva Profil Energi yang Sesuai
ΔH < 0 → reaksi eksoterm: produk berada pada energi lebih rendah dari reaktan.
Profil eksoterm: reaktan (tinggi) → puncak transisi → produk (rendah). Tinggi dari reaktan ke puncak = 8 kJ (kecil). Tinggi dari produk ke puncak = 74 kJ (besar).
Jenis Reaksi dan Nilai ΔH
Karena ΔH < 0, reaksi melepaskan energi ke lingkungan → reaksi eksoterm.
Secara intuitif: energi pengaktifan maju (8 kJ) jauh lebih kecil dari energi pengaktifan balik (74 kJ), artinya produk jauh lebih stabil dari reaktan — ciri khas reaksi eksoterm.
Bentuk Keadaan Transisi
Reaksi ini merupakan reaksi transfer atom halogen. Salah satu atom Cl dari Cl2 menyerang atom H dari HBr:
Atau untuk reaksi keseluruhan, keadaan transisi menggambarkan kondisi di mana ikatan lama (H−Br dan Cl−Cl) sedang putus dan ikatan baru (H−Cl) sedang terbentuk secara bersamaan:
Keadaan transisi yang paling sederhana untuk transfer atom H dari HBr ke Cl:
(Cl mulai berikatan dengan H; ikatan H−Br mulai melemah. Ikatan parsial ditandai dengan ···)
Struktur ini bersifat linear (geometri segitiga tak mungkin untuk transfer atom H antara dua atom diatomik).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar