Dua soal tentang rumus empiris-rumus molekul dan satu soal stoikiometri yang dapat dijadikan bahan belajar persiapan olimpiade kimia. Pada bagian awal disertakan prasyarat yang harus dikuasai sebelum mengerjakan soal. Coba kerjakan mandiri lebih dahulu, bila sudah selesai atau "mentok" boleh klik Lihat Pembahasan.
Soal-1: Rumus Empiris & Molekul dari Pembakaran Senyawa C, H, O, N, S
Prasyarat untuk menyelesaikan soal ini 📌
- Memahami hukum gas ideal dan konversi volume gas ke kondisi STP (0°C, 760 mmHg).
- Mampu menghitung mol unsur dari massa CO2, H2O, SO2, dan volume N2.
- Menguasai konsep rumus empiris dan rumus molekul serta hubungannya dengan massa molar.
- Mampu menentukan massa oksigen dalam senyawa melalui selisih massa sampel dengan massa total unsur lain (C, H, N, S).
- Ketelitian dalam perbandingan mol dan pembulatan ke bilangan bulat terkecil.
Suatu senyawa organik X hanya mengandung unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), dan belerang (S). Sebanyak 0,3000 g sampel X dibakar sempurna dalam aliran oksigen berlebih. Hasil pembakaran berupa gas CO2, H2O, SO2, dan N2 (semua gas, tidak ada produk lain).
- Gas CO2 yang dihasilkan ditimbang = 0,3520 g.
- Gas H2O yang dihasilkan ditimbang = 0,1800 g.
- Gas SO2 yang dihasilkan ditimbang = 0,1280 g.
- Gas N2 yang terbentuk dikumpulkan pada suhu 27°C dan tekanan 760 mmHg, volumenya tercatat 49,2 mL.
Berdasarkan data tersebut dan diketahui bahwa massa molar X adalah 150 g/mol, tentukan rumus empiris dan rumus molekul senyawa X.
(Ar: C = 12, H = 1, O = 16, N = 14, S = 32; R = 0,082 L·atm·mol−1·K−1; kondisi STP = 0°C, 1 atm)
1. Menghitung mol karbon (C) dari CO2
Massa CO2 = 0,3520 g; Mr CO2 = 12 + 32 = 44.
\[ n_{\text{CO}_2} = \frac{0,3520}{44} = 0,008000 \ \text{mol} \]Setiap mol CO2 mengandung 1 mol C, sehingga:
\[ n_{\text{C}} = 0,008000 \ \text{mol} \]2. Menghitung mol hidrogen (H) dari H2O
Massa H2O = 0,1800 g; Mr H2O = 18.
\[ n_{\text{H}_2\text{O}} = \frac{0,1800}{18} = 0,01000 \ \text{mol} \]Setiap mol H2O mengandung 2 mol H, sehingga:
\[ n_{\text{H}} = 0,01000 \times 2 = 0,02000 \ \text{mol} \]3. Menghitung mol belerang (S) dari SO2
Massa SO2 = 0,1280 g; Mr SO2 = 32 + 32 = 64.
\[ n_{\text{SO}_2} = \frac{0,1280}{64} = 0,002000 \ \text{mol} \]Setiap mol SO2 mengandung 1 mol S, sehingga:
\[ n_{\text{S}} = 0,002000 \ \text{mol} \]4. Menghitung mol nitrogen (N) dari volume N2
Gas N2 dikumpulkan pada suhu \(T = 27^\circ\text{C} = 300\ \text{K}\) dan tekanan \(P = 760\ \text{mmHg} = 1\ \text{atm}\). Volume = 49,2 mL = 0,0492 L.
Gunakan persamaan gas ideal untuk mencari mol N2:
\[ n_{\text{N}_2} = \frac{PV}{RT} = \frac{1 \times 0,0492}{0,082 \times 300} = \frac{0,0492}{24,6} = 0,002000 \ \text{mol} \]Setiap mol N2 mengandung 2 mol atom N, sehingga:
\[ n_{\text{N}} = 0,002000 \times 2 = 0,004000 \ \text{mol} \]5. Menghitung mol oksigen (O) dalam senyawa (metode selisih massa)
Massa total sampel = 0,3000 g. Hitung massa karbon, hidrogen, nitrogen, dan belerang dari mol yang diperoleh:
\[ \begin{aligned} m_{\text{C}} &= n_{\text{C}} \times 12 = 0,008000 \times 12 = 0,09600 \ \text{g} \\ m_{\text{H}} &= n_{\text{H}} \times 1 = 0,02000 \times 1 = 0,02000 \ \text{g} \\ m_{\text{N}} &= n_{\text{N}} \times 14 = 0,004000 \times 14 = 0,05600 \ \text{g} \\ m_{\text{S}} &= n_{\text{S}} \times 32 = 0,002000 \times 32 = 0,06400 \ \text{g} \end{aligned} \]Jumlah massa C, H, N, S:
\[ m_{\text{C+H+N+S}} = 0,09600 + 0,02000 + 0,05600 + 0,06400 = 0,23600 \ \text{g} \]Massa oksigen dalam sampel:
\[ m_{\text{O}} = 0,3000 - 0,23600 = 0,06400 \ \text{g} \] \[ n_{\text{O}} = \frac{0,06400}{16} = 0,004000 \ \text{mol} \]6. Menentukan perbandingan mol unsur
Kita peroleh:
\[ n_{\text{C}} : n_{\text{H}} : n_{\text{N}} : n_{\text{S}} : n_{\text{O}} = 0,008000 : 0,02000 : 0,004000 : 0,002000 : 0,004000 \]Bagi semua dengan angka terkecil yaitu 0,002000:
\[ \begin{aligned} \text{C} &: \frac{0,008000}{0,002000} = 4 \\ \text{H} &: \frac{0,02000}{0,002000} = 10 \\ \text{N} &: \frac{0,004000}{0,002000} = 2 \\ \text{S} &: \frac{0,002000}{0,002000} = 1 \\ \text{O} &: \frac{0,004000}{0,002000} = 2 \end{aligned} \]Jadi perbandingan mol C : H : N : S : O = 4 : 10 : 2 : 1 : 2.
Rumus empiris senyawa X adalah \(\boxed{\text{C}_4\text{H}_{10}\text{N}_2\text{SO}_2}\).
7. Menentukan rumus molekul
Massa molar rumus empiris:
\[ M_{\text{empiris}} = 4\times12 + 10\times1 + 2\times14 + 1\times32 + 2\times16 = 48 + 10 + 28 + 32 + 32 = 150 \ \text{g/mol} \]Diketahui massa molar senyawa X = 150 g/mol. Karena \(M_{\text{empiris}} = 150\), maka faktor pengali \(n = \dfrac{150}{150} = 1\).
Dengan demikian, rumus molekul X sama dengan rumus empirisnya:
\[ \boxed{\text{C}_4\text{H}_{10}\text{N}_2\text{O}_2\text{S}} \]✅ Jawaban Akhir
- Rumus empiris: \(\text{C}_4\text{H}_{10}\text{N}_2\text{SO}_2\)
- Rumus molekul: \(\text{C}_4\text{H}_{10}\text{N}_2\text{O}_2\text{S}\)
Catatan: Senyawa ini dikenal sebagai sulfonamida atau turunannya (misalnya sulfamerazin memiliki rumus berbeda, tetapi secara numerik cocok).
🔍 Verifikasi dengan skenario hitungan di balik layar
Soal ini dirancang dengan memilih senyawa \(\text{C}_4\text{H}_{10}\text{N}_2\text{O}_2\text{S}\) (Mr = 150). Sampel 0,3000 g setara dengan 0,002000 mol. Hasil pembakaran:
- CO2: \(0,002000 \times 4 = 0,008000\ \text{mol} = 0,3520\ \text{g}\)
- H2O: \(0,002000 \times 5 = 0,01000\ \text{mol} = 0,1800\ \text{g}\)
- SO2: \(0,002000 \times 1 = 0,002000\ \text{mol} = 0,1280\ \text{g}\)
- N2: \(0,002000 \times 1 = 0,002000\ \text{mol}\). Pada 27°C dan 1 atm, volume = \(nRT/P = 0,002 \times 0,082 \times 300 = 0,0492\ \text{L} = 49,2\ \text{mL}\).
Soal-2: Stoikiometri Campuran Senyawa Terhidrat
Prasyarat untuk menyelesaikan soal ini 📌
- Memahami konsep mol, massa molar, dan penyetaraan reaksi kimia (termasuk reaksi dekomposisi termal).
- Mampu menyusun sistem persamaan linear dari data massa total, hasil pengendapan, dan massa residu.
- Mengetahui sifat dekomposisi senyawa oksalat logam (Fe(II) dan kompleks Fe(III)-oksalat) pada suhu tinggi menghasilkan FeO, K2CO3, CO, dan CO2.
- Memahami bahwa gas CO2 yang terbentuk dapat diendapkan sebagai BaCO3 dengan larutan Ba(OH)2 berlebih.
- Kemampuan melakukan perhitungan stoikiometri multitahap dan memverifikasi konsistensi data.
Suatu campuran padatan terdiri dari FeC2O4·2H2O (besi(II) oksalat dihidrat) dan K3[Fe(C2O4)3]·3H2O (kalium trioksalatoferrat(III) trihidrat) dengan massa total 1,2110 g. Campuran dipanaskan dalam tabung tertutup pada suhu 600 °C dalam aliran gas argon. Proses pemanasan berlangsung dalam dua tahap: dehidrasi kemudian dekomposisi termal.
Reaksi dekomposisi yang terjadi:
- FeC2O4·2H2O → (setelah dehidrasi) FeC2O4 → FeO + CO + CO2 (perbandingan mol CO : CO2 = 1 : 1)
- K3[Fe(C2O4)3]·3H2O → (setelah dehidrasi) K3[Fe(C2O4)3] → K2CO3 + FeO + CO + CO2 (reaksi belum setara)
Gas hasil dekomposisi (CO dan CO2) dialirkan ke dalam larutan Ba(OH)2 berlebih, menghasilkan endapan BaCO3 sebanyak 1,1820 g. Residu padatan setelah pemanasan (terdiri dari FeO dan K2CO3) ditimbang massanya 0,5670 g.
Hitunglah persen massa masing-masing hidrat dalam campuran awal.
(Ar: Fe = 56, C = 12, O = 16, H = 1, K = 39, Ba = 137)
1. Penyetaraan reaksi dekomposisi K3[Fe(C2O4)3]
Misalkan koefisien reaksi (tanpa hidrat, karena air sudah lepas):
\[ a\,\text{K}_3[\text{Fe}(\text{C}_2\text{O}_4)_3] \;\rightarrow\; b\,\text{K}_2\text{CO}_3 + c\,\text{FeO} + d\,\text{CO} + e\,\text{CO}_2 \]- Kesetimbangan K: \(3a = 2b \;\Rightarrow\; b = 1,5a\)
- Kesetimbangan Fe: \(a = c\)
- Kesetimbangan C: kiri \(a \times 3 \times 2 = 6a\); kanan dari K2CO3 = \(b = 1,5a\); dari CO = \(d\); dari CO2 = \(e\). Maka \(1,5a + d + e = 6a \;\Rightarrow\; d + e = 4,5a\)
- Kesetimbangan O: kiri \(a \times 12 = 12a\); kanan dari K2CO3 = \(3b = 4,5a\); dari FeO = \(c = a\); dari CO = \(d\); dari CO2 = \(2e\). Total = \(5,5a + d + 2e\). Maka \(12a = 5,5a + d + 2e \;\Rightarrow\; d + 2e = 6,5a\)
Selesaikan sistem:
\[ \begin{cases} d + e = 4,5a \\ d + 2e = 6,5a \end{cases} \Rightarrow e = 2a,\quad d = 2,5a \]Ambil \(a = 2\) untuk koefisien bulat:
\[ 2\,\text{K}_3[\text{Fe}(\text{C}_2\text{O}_4)_3] \;\rightarrow\; 3\,\text{K}_2\text{CO}_3 + 2\,\text{FeO} + 5\,\text{CO} + 4\,\text{CO}_2 \]Atau per mol senyawa kompleks:
\[ \text{K}_3[\text{Fe}(\text{C}_2\text{O}_4)_3] \;\rightarrow\; 1,5\,\text{K}_2\text{CO}_3 + \text{FeO} + 2,5\,\text{CO} + 2\,\text{CO}_2 \]2. Reaksi dekomposisi FeC2O4·2H2O
Massa molar = \(56 + 2×12 + 4×16 + 2×18 = 180\ \text{g/mol}\).
Reaksi setara (setelah dehidrasi):
\[ \text{FeC}_2\text{O}_4\cdot2\text{H}_2\text{O} \;\xrightarrow{\Delta}\; \text{FeO} + \text{CO} + \text{CO}_2 + 2\text{H}_2\text{O} \]Uap air tidak bereaksi dengan Ba(OH)2 membentuk endapan, sehingga diabaikan. Setiap mol senyawa menghasilkan 1 mol FeO, 1 mol CO, dan 1 mol CO2.
3. Variabel dan persamaan massa total
Misalkan:
- \(x\) = mol FeC2O4·2H2O dalam campuran awal
- \(y\) = mol K3[Fe(C2O4)3]·3H2O dalam campuran awal
Massa molar K3[Fe(C2O4)3]·3H2O = \(39×3 + 56 + 3×(24+64) + 3×18 = 117 + 56 + 264 + 54 = 491\ \text{g/mol}\).
Persamaan massa total campuran:
\[ 180x + 491y = 1,2110 \quad \text{(1)} \]4. Mol CO2 dan massa BaCO3
Dari FeC2O4·2H2O: CO2 yang dihasilkan = \(x\) mol.
Dari K3[Fe(C2O4)3]·3H2O: CO2 yang
dihasilkan = \(2y\) mol (koefisien 2 dari reaksi setara).
Total CO2 = \(x + 2y\).
Reaksi pengendapan: \[ \text{CO}_2 + \text{Ba(OH)}_2 \;\rightarrow\; \text{BaCO}_3 \downarrow + \text{H}_2\text{O} \] Massa BaCO3 = 1,1820 g; \(M_r = 137+12+48 = 197\ \text{g/mol}\).
Mol BaCO3 = \(\dfrac{1,1820}{197} = 0,006000\ \text{mol}\).
Karena setiap mol CO2 menghasilkan 1 mol BaCO3, maka:
\[ x + 2y = 0,006000 \quad \text{(2)} \]5. Massa residu padatan (FeO dan K2CO3)
Residu terdiri dari:
- FeO dari FeC2O4·2H2O : \(x\) mol
- FeO dari K3[Fe(C2O4)3]·3H2O : \(y\) mol
- K2CO3 dari K3[Fe(C2O4)3]·3H2O : \(1,5y\) mol
Massa molar: FeO = \(56+16=72\) g/mol; K2CO3 = \(39×2+12+48=138\) g/mol.
Massa residu = \(72(x + y) + 138(1,5y) = 72x + 72y + 207y = 72x + 279y\).
Diketahui massa residu = 0,5670 g:
\[ 72x + 279y = 0,5670 \quad \text{(3)} \]6. Menyelesaikan sistem persamaan
Dari persamaan (2): \(x = 0,006000 - 2y\). Substitusi ke (3):
\[ 72(0,006000 - 2y) + 279y = 0,5670 \] \[ 0,4320 - 144y + 279y = 0,5670 \] \[ 0,4320 + 135y = 0,5670 \] \[ 135y = 0,1350 \quad\Rightarrow\quad y = 0,001000\ \text{mol} \] \[ x = 0,006000 - 2×0,001000 = 0,004000\ \text{mol} \]Cek persamaan (1): \(180×0,004000 + 491×0,001000 = 0,7200 + 0,4910 = 1,2110\) g (cocok).
7. Persen massa masing-masing komponen
Massa FeC2O4·2H2O = \(0,004000 × 180 = 0,7200\) g
Massa K3[Fe(C2O4)3]·3H2O = \(0,001000 × 491 =
0,4910\) g
Total = 1,2110 g.
✅ Jawaban Akhir
\[ \boxed{59,46\%\ \text{FeC}_2\text{O}_4\cdot2\text{H}_2\text{O} \quad \text{dan} \quad 40,54\%\ \text{K}_3[\text{Fe}(\text{C}_2\text{O}_4)_3]\cdot3\text{H}_2\text{O}} \]Analisis Bijih Tembaga-Besi: Iodometri & Permanganometri
Prasyarat untuk Menyelesaikan Soal Ini 📌
Soal ini menggabungkan beberapa konsep secara bersamaan, sehingga peserta perlu menguasai:
- Stoikiometri reaksi bertingkat, mampu menelusuri perubahan mol suatu unsur melewati lebih dari satu reaksi berurutan;
- Konsep aliquot dan pengenceran, memahami bahwa hasil titrasi dari sebagian larutan harus diproyeksikan kembali ke volume total;
- Titrasi iodometri — mengetahui bahwa Cu2+ dan Fe3+ keduanya mengoksidasi I- menjadi I2, dan I2 tersebut dititrasi balik dengan thiosulfat dengan perbandingan 1 : 2;
- Titrasi permanganometri, memahami reaksi redoks MnO4- dengan Fe2+ dalam suasana asam dengan perbandingan 1 : 5;
- Kemampuan menyusun dan menyelesaikan persamaan simultan dari dua data titrasi yang berbeda untuk memisahkan kontribusi dua ion logam secara sekaligus. Tanpa kelima bekal tersebut, soal ini tidak dapat diselesaikan secara lengkap.
Sebuah sampel bijih tembaga-besi seberat 2,000 g mengandung CuS, FeS2, dan mineral pengotor inert. Bijih dioksidasi sempurna (roasting) pada suhu tinggi menurut reaksi berikut.
\[ \text{(1)}\quad 2\text{CuS} + 3\text{O}_2 \rightarrow 2\text{CuO} + 2\text{SO}_2 \] \[ \text{(2)}\quad 4\text{FeS}_2 + 11\text{O}_2 \rightarrow 2\text{Fe}_2\text{O}_3 + 8\text{SO}_2 \]Semua SO2 yang terbentuk dikumpulkan dan ditampung untuk keperluan soal bagian (d). Produk padat (CuO dan Fe2O3) dilarutkan dalam H2SO4 encer berlebih; pengotor tidak larut dan disaring. Larutan yang diperoleh diencerkan secara tepat menjadi 500,0 mL.
Analisis I-Iodometri
Diambil aliquot 100,0 mL. Ditambahkan larutan KI berlebih. Ion Cu2+ dan Fe3+ keduanya mengoksidasi I− secara bersamaan:
\[ 2\text{Cu}^{2+} + 4\text{I}^- \rightarrow 2\text{CuI}_{(s)} + \text{I}_2 \] \[ 2\text{Fe}^{3+} + 2\text{I}^- \rightarrow 2\text{Fe}^{2+} + \text{I}_2 \]I2 yang terbentuk dititrasi dengan larutan Na2S2O3 0,1000 M; diperlukan 32,00 mL untuk mencapai titik ekivalen.
\[ \text{I}_2 + 2\text{S}_2\text{O}_3^{2-} \rightarrow 2\text{I}^- + \text{S}_4\text{O}_6^{2-} \]Analisis II-Permanganometri
Diambil aliquot 100,0 mL lainnya dari larutan yang sama. Seluruh Fe3+ direduksi terlebih dahulu menjadi Fe2+ menggunakan Zn amalgam. Larutan kemudian dititrasi dengan KMnO4 0,04000 M dalam suasana asam kuat; diperlukan 6,000 mL untuk mencapai titik ekivalen.
\[ \text{MnO}_4^- + 5\text{Fe}^{2+} + 8\text{H}^+ \rightarrow \text{Mn}^{2+} + 5\text{Fe}^{3+} + 4\text{H}_2\text{O} \]Pertanyaan
- Tentukan jumlah mol Cu2+ dan Fe3+ yang terdapat dalam 500,0 mL larutan.
- Hitung kadar (% massa) CuS dan FeS2 dalam sampel bijih.
- Berapa % massa mineral pengotor dalam sampel?
-
Seluruh gas SO2 yang dihasilkan selama proses roasting sampel 2,000 g tersebut kemudian diproses lebih lanjut melalui dua tahap reaksi berurutan: pertama, SO2 dioksidasi oleh O2 menjadi SO3; kemudian SO3 diserap oleh air menjadi H2SO4.
\[ 2\text{SO}_2 + \text{O}_2 \rightarrow 2\text{SO}_3 \qquad \text{kemudian} \qquad \text{SO}_3 + \text{H}_2\text{O} \rightarrow \text{H}_2\text{SO}_4 \]Dengan asumsi kedua reaksi berjalan sempurna dan seluruh SO2 terkonversi, hitung massa H2SO4 murni (dalam gram) yang dapat dihasilkan.
Data Mr: CuS = 95,61 | FeS2 = 119,97 | H2SO4 = 98,08
Peta Alur Penyelesaian
Bagian (a) — Menentukan mol Cu2+ dan Fe3+ dalam 500,0 mL
Analisis II hanya mengukur besi, karena Cu2+ tidak bereaksi dengan KMnO4 dalam kondisi ini. Sebelum titrasi, semua Fe3+ direduksi menjadi Fe2+, sehingga mol Fe2+ yang dititrasi = mol Fe3+ semula.
\[ n(\text{KMnO}_4) = 0{,}006000\ \text{L} \times 0{,}04000\ \text{mol/L} = 2{,}400 \times 10^{-4}\ \text{mol} \]Dari stoikiometri MnO4- : Fe2+ = 1 : 5:
\[ n(\text{Fe}^{2+})_{100\ \text{mL}} = 5 \times 2{,}400 \times 10^{-4} = 1{,}200 \times 10^{-3}\ \text{mol} \]Proyeksi ke 500,0 mL (faktor pengenceran = 500/100 = 5):
\[ n(\text{Fe}^{3+})_{500\ \text{mL}} = 5 \times 1{,}200 \times 10^{-3} = 6{,}000 \times 10^{-3}\ \text{mol} \]Pada iodometri, baik Cu2+ maupun Fe3+ mengoksidasi I- dan menghasilkan I2. Perhatikan rasio dari masing-masing reaksi:
- 2 mol Cu2+ menghasilkan 1 mol I2
- 2 mol Fe3+ menghasilkan 1 mol I2
Dari titrasi I2 dengan thiosulfat (rasio 1 : 2):
\[ n(\text{I}_2)_{\text{total}} = \frac{3{,}200 \times 10^{-3}}{2} = 1{,}600 \times 10^{-3}\ \text{mol} \]Nyatakan dalam persamaan:
\[ n(\text{I}_2) = \frac{n(\text{Cu}^{2+})_{100\ \text{mL}}}{2} + \frac{n(\text{Fe}^{3+})_{100\ \text{mL}}}{2} \]Nilai \(n(\text{Fe}^{3+})_{100\ \text{mL}} = 1{,}200 \times 10^{-3}\ \text{mol}\) sudah diketahui dari Langkah 1. Substitusikan:
\[ 1{,}600 \times 10^{-3} = \frac{n(\text{Cu}^{2+})_{100\ \text{mL}}}{2} + \frac{1{,}200 \times 10^{-3}}{2} \] \[ \frac{n(\text{Cu}^{2+})_{100\ \text{mL}}}{2} = 1{,}600 \times 10^{-3} - 0{,}600 \times 10^{-3} = 1{,}000 \times 10^{-3}\ \text{mol} \] \[ n(\text{Cu}^{2+})_{100\ \text{mL}} = 2{,}000 \times 10^{-3}\ \text{mol} \]Proyeksi ke 500,0 mL:
\[ n(\text{Cu}^{2+})_{500\ \text{mL}} = 5 \times 2{,}000 \times 10^{-3} = 1{,}000 \times 10^{-2}\ \text{mol} \]Bagian (b) — Kadar % massa CuS dan FeS2
Dari reaksi (1): 2 CuS → 2 CuO → 2 Cu2+, sehingga \(n(\text{CuS}) = n(\text{Cu}^{2+})\).
Dari reaksi (2): 4 FeS2 → 2 Fe2O3 → 4 Fe3+, sehingga \(n(\text{FeS}_2) = n(\text{Fe}^{3+})\).
\[ n(\text{CuS}) = 1{,}000 \times 10^{-2}\ \text{mol} \] \[ m(\text{CuS}) = 1{,}000 \times 10^{-2} \times 95{,}61 = 0{,}9561\ \text{g} \] \[ \%\text{CuS} = \frac{0{,}9561}{2{,}000} \times 100\% = 47{,}81\% \] \[ n(\text{FeS}_2) = 6{,}000 \times 10^{-3}\ \text{mol} \] \[ m(\text{FeS}_2) = 6{,}000 \times 10^{-3} \times 119{,}97 = 0{,}7198\ \text{g} \] \[ \%\text{FeS}_2 = \frac{0{,}7198}{2{,}000} \times 100\% = 35{,}99\% \]Bagian (c) — Kadar % massa pengotor
Verifikasi: \(47{,}81\% + 35{,}99\% + 16{,}20\% = 100{,}00\%\) ✓
Bagian (d) — Massa H2SO4 dari SO2 roasting
Total SO2:
\[ n(\text{SO}_2)_{\text{total}} = 1{,}000 \times 10^{-2} + 1{,}200 \times 10^{-2} = 2{,}200 \times 10^{-2}\ \text{mol} \]Ringkasan Jawaban
| Bagian | Yang Dicari | Hasil |
|---|---|---|
| (a) | Mol Cu2+ dalam 500 mL | \(1{,}000 \times 10^{-2}\ \text{mol}\) |
| (a) | Mol Fe3+ dalam 500 mL | \(6{,}000 \times 10^{-3}\ \text{mol}\) |
| (b) | % massa CuS | 47,81% |
| (b) | % massa FeS2 | 35,99% |
| (c) | % massa pengotor | 16,20% |
| (d) | Massa H2SO4 | 2,158 g |
urip.info — Soal Latihan Olimpiade Kimia SMA/MA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar