Pembahasan Soal Uraian Singkat Kimia KSM-Provinsi 2014

Sabtu, 28 Maret 2015

Pembahasan Soal Uraian Singkat KSM Tingkat Provinsi Tahun 2014

Soal 1. (11 poin)
Oksida adalah senyawa kimia yang dibentuk dari logam dengan oksigen. Ada 3 jenis oksida yang dikenal yaitu oksida sederhana, peroksida dan superoksida. Berikut ini ditampilkan 3 oksida yang memiliki perbandingan atom logam terhadap oksigen = 2:1. Titanium(IV) oksida adalah oksida yang banyak digunakan sebagai pigmen putih karena memiliki indeks refraksi yang paling tinggi. Oksida ini tidak larut dalam air tetapi dapat didispersikan secara mekanik.

Bagikan di

Pembahasan Soal PG Kimia Nomor 11-25 KSM-Provinsi 2014

Pembahasan Soal KSM Kimia Tingkat Provinsi 2014 Nomor 1-10 ada di pranala ini.

11. Asam oksalat (H2C2O4) dalam air memiliki persamaan reaksi kesetimbangan sebagai berikut:
H2C2O4](aq) + 2H2O](l) ⇌ 2H3O+(aq) + C2O42- (aq)
Diketahui Ka1 asam oksalat sebesar 5,36×10-2 dan Ka2 adalah 5,30×10-5
maka harga tetapan kesetimbangan untuk reaksi reaksi tersebut adalah
Bagikan di

Pembahasan Soal PG Kimia Nomor 1-10 KSM-Provinsi 2014

Jumat, 27 Maret 2015

Berikut ini pembahasan soal pilihan ganda, soal nomor 1 sampai dengan nomor 10. Soal selengkapnya dapat diunduh di blog urip.wordpress.com beserta soal lainnya.

1. Konfigurasi elektron ion klorida dan atom kromium berturut-turut adalah
A. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 dan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d4 4s2
B. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 dan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s1
C. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 dan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d6
D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 dan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s1
E. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 dan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d4 4s2
Bagikan di

Penentuan Sisa Pereaksi pada Kesetimbangan Reaksi ketika Diketahui Nilai Kc-nya

Latihan soal pilihan ganda dengan tabel ABS (awal-bereaksi-setimbang) pada kesetimbangan kimia penentuan sisa pereaksi pada kesetimbangan dengan nilai Kc dan pembahasan aljabar lengkap. Klik Tampilkan Pembahasan untuk membuka solusi tiap soal.

Bagikan di

Tutorial Menggambar Molekul Berdasar Struktur Lewis Menggunakan Chemsketch

Rabu, 25 Maret 2015

Tutorial menggambar molekul berdasar struktur Lewis menggunakan Chemsketch sebenarnya sudah saya buat dalam bentuk tulisan. Jika perlu silakan mengunjunginya pada blog saya yang ini. Kali ini tutorial menggunakan video hasil rekam layar menggunakan aplikasi Jing. Berharap yang membutuhkan akan terbantu.
Bagikan di

Hasil Kali Kelarutan Ion Campuran AgNO₃ dan Gas HCl

Selasa, 24 Maret 2015

Soal #1

Kedalam 100 mL larutan AgNO3 1.10–3 M dialirkan gas HCl sebanyak 22,4 mL dalam keadaan standar. Jika Ksp AgCl = 1,5.10–10. Pernyataan yang tepat berikut ini adalah….

  1. terjadi larutan tepat jenuh AgCl karena Qc = Ksp
  2. terbentuk endapan AgCl karena Qc > Ksp
  3. terbentuk endapan AgCl karena Qc < Ksp
  4. terjadi larutan AgCl karena Qc < Ksp
  5. terjadi larutan AgCl karena Qc > Ksp
Catatan:

Qc = Hasil Kali Kelarutan Ion

Qc < Ksp ⟶ belum terbentuk endapan

Qc = Ksp ⟶ tepat jenuh

Qc > Ksp ⟶ terbentuk endapan

Bagikan di

Menentukan Kelarutan dalam Satuan Massa

Diketahui Ksp CaCO3 = 4,0 × 10–10 dan Mr CaCO3 = 100. Kelarutan garam CaCO3 dalam tiap 200 mL larutan adalah … .
A. 2 × 10–3 gram
B. 4 × 10–4 gram
C. 2 × 10–5 gram
D. 4 × 10–6 gram
E. 8 × 10–8 gram

Catatan:
Kelarutan biasa dinyatakan dalam satuan M namun dapat pula dinyatakan dalam satuan mol atau dalam satuan gram untuk tiap volume tertentu.
Bagikan di

Kemurnian Zat dalam Reaksi Kimia dan Titrasi Asam-Basa serta Penentuan Ka Berdasar Perbandingan Warna Indikator

Senin, 23 Maret 2015

Soal 1 — Kemurnian CaCO3 dalam Reaksi Penguraian

Pada pemanasan sempurna 75 gram kalsium karbonat dengan reaksi:

CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g)

Pada keadaan standar (STP) volume gas CO2 yang terbentuk adalah 11,2 liter. Kemurnian kalsium karbonat tersebut adalah…

(Ar Ca = 40, C = 12, O = 16)

  • 33,3%
  • 40,0%
  • 50,0%
  • 66,7%
  • 80,0%
Lihat Pembahasan Soal 1

Diketahui:

\(m_{\ce{CaCO3}}~\text{sampel} = 75 g\)
\( \begin{aligned} \text{Mm}_{\ce{CaCO3}} &= (A_r Ca + A_r C + (A_r O \times 3))~g/mol\\ &= (40 + 12 + (16 \times 3))~g/mol\\ &= (40 + 12 + 48)~g/mol\\ &= 100~g/mol \end{aligned}\)

V molar gas keadaan STP = 22,4 L


Langkah 1: Hitung n (mol) CO2 yang terbentuk
Pada STP, volume molar gas = 22,4 L/mol dengan kata lain 1 mol gas = 22,4 L.
\(\begin{aligned} n_{\ce{CO2}} &= \dfrac{V_{\ce{CO2}}}{22,4~L/mol}\\[10pt] &= \dfrac{11,2~L}{22,4~L/mol}\\[10pt] &= 0,5~mol \end{aligned}\)
Langkah 2: Hitung mol CaCO3 murni
Perbandingan koefisien reaksi CaCO3 : CO2 = 1 : 1, sehingga:
\(\begin{aligned} n_{\ce{CaCO3}} &= n_{\ce{CO2}}\\ &= 0,5~mol \end{aligned}\)
Langkah 3: Hitung massa CaCO3 murni
Mr CaCO3 = 40 + 12 + (3 × 16) = 100 g/mol
\(\begin{aligned} n_{\ce{CaCO3}}~murni &= n_{\ce{CaCO3}} \times Mm_{\ce{CaCO3}} \\[6pt] &= 0,5~mol \times 100~g/mol\\[6pt] &= 50~g \end{aligned}\)
Langkah 4: Hitung kemurnian
\(\begin{aligned} Kemurnian_{\ce{CaCO3}} &= \dfrac{m_{\ce{CaCO3}}~hitung}{m_{\ce{CaCO3}}~sampel} \times 100\%\\[10pt] &= \dfrac{50~g}{75~g} \times 100\%\\[10pt] &= 66,7\% \end{aligned}\)

Jawaban: D. 66,7%

Soal 2 — Kemurnian Kristal NaOH dengan Titrasi

Ditimbang 2 gram kristal NaOH dilarutkan sampai volume 1 liter. Kemudian larutan ini digunakan untuk menitrasi larutan HCl 0,1 M. Setiap 10 mL larutan HCl rata-rata membutuhkan 25 mL larutan NaOH tersebut. Berapa % kemurnian kristal NaOH itu?

(Ar Na = 23, O = 16, H = 1)

  • 7,5%
  • 8,0%
  • 75%
  • 80%
  • 90%
Lihat Pembahasan Soal 2
Langkah 1: Tentukan konsentrasi NaOH dari data titrasi
Pada titrasi asam kuat – basa kuat berlaku: n H+ = n OH
\(\begin{aligned} n_{H^+} &= n_{OH^-}\\ V_{\ce{HCl}} \times [\ce{HCl}] &= V_{\ce{NaOH}} \times [\ce{NaOH}]\\ 10~mL \times 0,1~M &= 25~mL \times [\ce{NaOH}]\\ [\ce{NaOH}] &= \dfrac{1~mmol}{25~mL}\\& = 0,04~M \end{aligned}\)
Langkah 2: Hitung mol dan massa NaOH murni dalam 1 liter larutan
\(\begin{aligned} n_{\ce{NaOH}~murni} &= [\ce{NaOH}] \times V_{\ce{NaOH}}\\ &= 0,04~M \times 1~L\\ &= 0,04~mol \end{aligned}\)

\(\begin{aligned} M_r~ {\ce{NaOH}} &= (A_r~\ce{Na} + A_r~\ce{O} + A_r~\ce{H})~g/mol \\ &= (23 + 16 + 1)~g/mol\\ &= 40~g/mol \end{aligned}\)

\(\begin{aligned} m_{\ce{NaOH}~murni} &= n_{\ce{NaOH}~murni} \times M_r~ {\ce{NaOH}} \\ &= 0,04~mol \times 40~g/mol\\ &= 1,6~g \end{aligned}\)
Langkah 3: Hitung kemurnian kristal
Kemurnian = (1,6 g ÷ 2 g) × 100% = 80%
Jawaban: D. 80%

Soal 3 — Penentuan Ka Berdasarkan Perbandingan Warna Indikator

Terdapat gelas kimia masing-masing berisi 10 mL HCl 0,02 M dan 15 mL CH3COOH 0,1 M. Ke dalam masing-masing larutan ditetesi indikator metil merah, ternyata mempunyai warna yang sama. Harga Ka CH3COOH adalah…

  • 2 × 10−3
  • 2 × 10−5
  • 4 × 10−5
  • 4 × 10−8
  • 4 × 10−9
Lihat Pembahasan Soal 3
Prinsip utama: Jika dua larutan menunjukkan warna yang sama dengan indikator yang sama, maka keduanya memiliki [H+] yang sama.
Langkah 1: Tentukan [H+] HCl
HCl adalah asam kuat monoprotik, terionisasi sempurna:
[H+] = [HCl] = 0,02 M

Catatan: volume larutan (10 mL atau 15 mL) tidak mempengaruhi konsentrasi, yang dibandingkan adalah konsentrasi [H+], bukan jumlah mol.

Langkah 2: Gunakan kesamaan [H+] untuk CH3COOH
Karena warna sama, [H+] CH3COOH = 0,02 M.
Untuk asam lemah dengan konsentrasi C:
\(\begin{aligned} [H^+] &= \sqrt{K_a \times C}\\ 0,02~M &= \sqrt{K_a \times 0,1~M}\\ \end{aligned}\)
Langkah 3: Selesaikan persamaan untuk Ka
(0,02)2 = Ka × 0,1
0,0004 = Ka × 0,1
\(\begin{aligned} K_a &= \dfrac{0,0004}{0,1} \\&= 0,004 \\&= 4 \times 10^{-3} \end{aligned}\)
Jawaban: A. 4 × 10−3
Bagikan di

Menggambar Struktur Benzena dengan ChemSketch

Minggu, 22 Maret 2015

Ada beberapa aplikasi menggambar stuktur zat kimia yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Salah satu aplikasi tersebut adalah Chemsketch. Jika belum belum terpasang boleh menguduh aplikasinya dari sini. Berikut ini tutorial menggambar struktur benzena dengan Chemsketch. Oh yah, tutorial yang sama dengan menggunakan Marvin Sketch dapat dibaca di sini. Secara prinsip keduanya tidak beda namun menghasilkan tampilan dengan tingkat smooth yang berbeda, dengan Marvin Sketch hasilnya relatif lebih smooth. Meskpiun tentu ada plus minusnya di antara keduanya.
Bagikan di

Menggambar Struktur Benzena dengan Marvin Sketch

Buat rekan yang baru menggunakan perangkat lunak untuk menggambar struktur zat kimia kadang bukan pekerjaan yang mudah, meskipun jika berani coba klik dan klik saja tentu akan ketemu caranya. Teknik ini adalah cara khas orang Indonesia kebanyakan, coba dan coba tanpa membaca cara pemakaiannya yang biasanya selalu disertakan dalam setiap paket aplikasi. Tapi oke-lah yang penting mau mencoba toh tidak rusak. :)
Bagikan di

Sekilas tentang Pe-warna-an di MathJax pada Blogger

Sabtu, 21 Maret 2015

!UPDATE Sejak Maret 2025 di blog ini tidak menggunakan lagi MathJax, beralih ke KaTeX karena lebih ringan!. Jadi contoh di sini tidak dapat menampilkan visual MathJax.

Sedikit latihan untuk memberikan sesuatu yang berbeda dari keluaran MathJax ketika menulis persamaan matematis atau rumus atau simbol tertentu. Secara standar tampilan MathJax berwarna hitam normal. Untuk memberikan warna tertentu diperlukan sedikit usaha. Berikut ini saya ambil beberapa contoh serta cara mengonfigurasi agar MathJax dapat "diwarnai".

Bagikan di

Modifikasi Template Blogger itu

Jumat, 20 Maret 2015

Sebulan terakhir ini saya asyik utak-atik template blogger untuk kebutuhan blog saya yang ini. Baru kali ini serius ingin ngeblog menggunakan blogger dengan modal "pertanyaan" di benak. Untuk sedikit mengerti dari mana lagi gerbangnya kalau tidak melalui Google. Semua nyaris tersedia jawaban atas rasa ingin tahu meski kadang perlu memeras otak untuk bisa menerapkannya. Jika sudah berhasil tak lama punya modal buat menulis tutorial tentang apa yang baru saja saya lakukan. Maklum tak punya pengetahuan tentang html, css, dan skrip kecuali secuil saja selama ngeblog di wordpress dot com itu. Akhirnya perlahan semua keingintahuan saya menjadi terang benderang sekadar ingin punya blog berbasis blogger ini.
Bagikan di

Menambahkan Extension Mhchem pada Mathjax di Blogger

Kamis, 19 Maret 2015

Bahasan kali ini fokus pada bagaimana cara memasang atau menambahkan ekstensi (extension) MHCHEM pada MATHJAX di blogger. Apa sih Mathjax apa pula itu ekstensi mhchem? Sekilas info saja,  MathJax adalah library JavaScript lintas-browser yang menampilkan notasi matematika di web browser, menggunakan MathML, LaTeX dan ASCIIMathML markup. Ekstensi mhchem adalah sebuah ekstensi atau aplikasi tambahan pada Mathjax untuk fungsi penulisan khusus kimia agar menjadi lebih mudah, tidak terlalu banyak membutuhkan perintah atau kode khusus sebagaimana mestinya namun penulisannya tetap sempurna. Bagi saya dan juga siapapun yang terbiasa menulis artikel berbau kimia tentu sangat membutuhkan ketika ingin menuliskan rumus-rumus kimia, bahkan struktur kimia sekalipun.
Bagikan di

Cara Mengetik Suatu Persamaan Rata Tanda Sama Dengan dengan Microsoft Equation Editor

Sabtu, 14 Maret 2015

Terinpsirasi ketika mengetik penyelesaian soal kimia menggunakan Latex, terpikir mestinya untuk Microsoft Equation Editor (MEE) juga punya cara untuk tujuan yang sama dalam mengetik suatu persamaan matematis. Harap maklum masih belum banyak pengalaman. Sayangnya saya dan juga orang kebanyakan kurang begitu peduli untuk hal ini. Maksud perataan yang saya maksud adalah yang seperti pada contoh berikut:
Bagikan di

Soal Laju Reaksi, Menentukan Konsentrasi Pereaksi Tertentu

Berikut ini soal terkait laju reaksi, menentukan konsentrasi zat A berdasarkan data hasil percobaan sebagaimana tersaji.

Data dari suatu reaksi A(g) + 2B(g) → AB2(g) sebagai berikut:

Percobaan[A] (M)[B] (M)Laju reaksi (M.det–1)
10,50,15
2 0,5 0,4 50
3 x 0,4 32
4 1,0 0,8 640

Tentukan nilai x!
Bagikan di

Penguraian CaC2, NaN3, H2O2, KO2

Beberapa senyawa memiliki keunikan sifat berbeda dengan suatu senyawa pada umumnya. Misal senyawa CaC2, NaN3.

Andai senyawa-senyawa dapat terurai maka perlu kehati-hatian dalam menuliskannya sehingga tidak keliru. Akan lebih jelas kalau digambar struktur Lewis-nya.
Bagikan di

Konversi Teks dari Microsoft Word ke HTML

Kamis, 12 Maret 2015

Menulis di blogger tidak senyaman di wordpress dot org (ini pendapat pribadi). Menu editor draft pada blogger sangat terbatas (sama dengan di wordpress.com) belum bisa dilakukan penyesuaian dengan kebutuhan pengguna. Keterbatasan itu memaksa pengguna mesti bolak-balik ke mode Rich Text - HTML - Rich Text - HTML. Apalagi saat menuliskan beberapa tulisan yang terkait zat-zat kimia, ini jadi kurang asyik. Tapi apa boleh buat, lanjut saja.
Bagikan di

Memahami Script yang Tak Manusiawi itu!!!

Rabu, 11 Maret 2015

Memahami sebuah atau berbuah-buah skrip (script) bukan perkara mudah bagi saya yang sangat awam dalam hal skrip. Untungnya saya punya modal rasa ingin tahu sehingga saya sedikit tahu cara menyimak skrip yang sangat tak manusiawi itu. Yah, sangat tak manusiawi buat orang awam :( .
Bagikan di

Trik Mengubah Format Waktu Ala Indonesia di Blogspot/Blogger

Selasa, 10 Maret 2015

Tutorial untuk mengubah format waktu (hari, tanggal, bulan, tahun) ala Indonesia kebanyakan hanya membahas pengaturan yang tersedia di dasbor blogger saja. Iya kalau template yang digunakan sudah peduli dengan format waktu ala Indonesia, kalau tidak, mesti dicari cara agar "benar" formatnya.
Bagikan di

Read More Otomatis vs Read More Manual

Setiap template blogger yang ditawarkan gratis tentu ada plus-minusnya, namun bukan berarti tanpa opsi. Enak sih ngeblog di blogspot/blogger templatenya melimpah namun dapat dimodifikasi sesuka hati pemilik blog. Berikut ini pengalaman dalam menggunakan "Read more" yang semula otomatis terpotong hingga sejumlah karakter tertentu kemudian diubah menjadi sesuai kehendak pemilik blog, yah dengan membuat "jump-link atau read more" secara manual. Mengapa tidak suka menggunakan read more otomatis em... karena tidak pantas menginterupsi kalimat :)
Bagikan di

Arti Kata Diencerkan 10 Kali, 100 Kali, Sekian Kali pada Konsentrasi Larutan

Sabtu, 07 Maret 2015

Masih sering dijumpai beberapa pelajar kimia yang kurang tepat dalam memaknai kata diencerkan ketika menyelesaikan soal–soal tentang larutan.

Dalam bahasa kimia, kata diencerkan berarti konsentrasi larutan diturunkan dengan cara menambah volume pelarut sehingga volume larutan menjadi sekian kali dari volume larutan semula.

Contoh Soal

Tentukan konsentrasi larutan 100 mL HCl 0,1 M jika diencerkan hingga 10 kali.

Ingat bahwa dalam pengenceran, jumlah mol zat terlarut tidak berubah. Yang berubah hanyalah volume larutan. Oleh karena itu berlaku rumus:

V1 × c1 = V2 × c2

di mana:

  • V1 = volume larutan mula-mula
  • c1 = konsentrasi larutan mula-mula
  • V2 = volume larutan setelah pengenceran
  • c2 = konsentrasi larutan setelah pengenceran

Kata “diencerkan 10 kali” berarti V2 = 10 × V1. Maka:

\[ \begin{aligned} V_1 \times c_1 &= V_2 \times c_2 \\ V_1 \times c_1 &= 10 \times V_1 \times c_2 \\ 100\,\text{mL} \times 0,1\,\text{M} &= 10 \times 100\,\text{mL} \times c_2 \\ c_2 &= \dfrac{100\,\text{mL} \times 0,1\,\text{M}}{10 \times 100\,\text{mL}} \\ &= \dfrac{0,1\,\text{M}}{10} \\ &= 0,01\,\text{M} \end{aligned} \]

Jika diencerkan 1.000 kali (V2 = 1.000 × V1), hasilnya:

\[ \begin{aligned} c_2 &= \dfrac{100\,\text{mL} \times 0,1\,\text{M}}{1000 \times 100\,\text{mL}} \\ &= \dfrac{0,1\,\text{M}}{1000} \\ &= 0,0001\,\text{M} \end{aligned} \]

Cara mudah mengingat:

  • Diencerkan 10 kali → konsentrasi akhir = konsentrasi awal ÷ 10
  • Diencerkan 1.000 kali → konsentrasi akhir = konsentrasi awal ÷ 1.000
  • Diencerkan n kali → konsentrasi akhir = konsentrasi awal ÷ n

Contoh Soal Terapan pada Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

Suatu larutan mengandung PbSO4 jenuh dengan Ksp PbSO4 = 1,2 × 10–10. Jika larutan diencerkan 100 kali, berapakah daya melarut PbSO4?

Reaksi kesetimbangan:

PbSO4 ⇌ Pb2+ + SO42-

Kelarutan Pb2+ = kelarutan SO42- = kelarutan PbSO4 = s

Karena larutan tepat jenuh, maka:

\[ \begin{aligned} K_{sp} &= [\ce{Pb^{2+}}][\ce{SO4^{2-}}] \\ 1,2 \times 10^{-10} &= s^2 \\ s &= \sqrt{1,2 \times 10^{-10}} \\ &= 1,1 \times 10^{-5}\,\text{M} \end{aligned} \]

Kelarutan PbSO4 sebelum pengenceran = 1,10 × 10-5 M

Setelah diencerkan 100 kali, daya melarut menjadi:

1,10 × 10-5 M ÷ 100 = 1,10 × 10-7 M

Kalkulator Pengenceran

Masukkan nilai (boleh pakai titik atau koma sebagai desimal), lalu klik di luar kotak input, hasil akan ter-update otomatis.

Sebelum Pengenceran
Volume larutan (mL)
Konsentrasi larutan (M)
Jumlah mol (mmol)
Sesudah Pengenceran
Pengenceran (× kali)
Penambahan volume (mL)
Volume akhir (mL)
Jumlah mol tetap (mmol)
Konsentrasi akhir (M)

Contoh Soal Tambahan – Pengenceran Bertingkat

Pengenceran larutan stok sukrosa 5,00 M dilakukan berturut-turut sebagai berikut:

  • Larutan A: 50,0 mL stok diencerkan menjadi 125 mL
  • Larutan B: 60,0 mL larutan A diencerkan menjadi 240 mL
  • Larutan C: 90,0 mL larutan B diencerkan menjadi 300 mL

Berapakah konsentrasi larutan C?

Penyelesaian:

Dasar perhitungan tetap menggunakan rumus V1 × c1 = V2 × c2.

Konsentrasi larutan A:

\[ \begin{aligned} c_A &= \dfrac{50\,\text{mL} \times 5{,}00\,\text{M}}{125\,\text{mL}} \\ &= \dfrac{250\,\text{mmol}}{125\,\text{mL}} \\ &= 2\,\text{M} \end{aligned} \]

Konsentrasi larutan B:

\[ \begin{aligned} c_B &= \dfrac{60\,\text{mL} \times 2{,}00\,\text{M}}{240\,\text{mL}} \\ &= \dfrac{120\,\text{mmol}}{240\,\text{mL}} \\ &= 0{,}50\,\text{M} \end{aligned} \]

Konsentrasi larutan C:

\[ \begin{aligned} c_C &= \dfrac{90\,\text{mL} \times 0{,}50\,\text{M}}{300\,\text{mL}} \\ &= \dfrac{45\,\text{mmol}}{300\,\text{mL}} \\ &= 0{,}15\,\text{M} \end{aligned} \]

Kalkulator Pengenceran Bertingkat

Gunakan titik atau koma sebagai pemisah desimal.

Pengenceran bertingkat dari larutan stok
Tahap 1: Stok → Larutan A
V1 (mL) c1 (M) Jumlah zat (mmol) VA (mL) cA (M)
Tahap 2: Larutan A → Larutan B
VA (mL) cA (M) Jumlah zat (mmol) VB (mL) cB (M)
Tahap 3: Larutan B → Larutan C
VB (mL) cB (M) Jumlah zat (mmol) VC (mL) cC (M)

Semoga bermanfaat.

Bagikan di

Sedikit Catatan Menggunakan Latex di Blog ini

Jumat, 06 Maret 2015

Menuliskan persamaan dengan menggunakan latex akan menghasilkan tampilan persamaan yang bagus. Hanya diperlukan pembiasaan saja. Tidak cukup sekali atau dua kali, tapi sesering mungkin sesuai kebutuhan. Tidak pula mesti dihafalkan nanti juga akan hafal dengan sendirinya, apalagi kalau kita belajarnya sembari daring (online). Seperti yang saya lakukan untuk menuliskan beberapa rumus sederhana di blog ini.


Bagikan di

Kalkulator Massa Molar Gas pada Keadaan Tertentu

Dasar pembuatan kalkulator ini adalah menggunakan persamaan gas ideal
PV = nRT.
P = tekanan (atmosfir);
V = volume (liter);
n = jumlah gas (mol);
R = tetapan gas (0.08206 atm.L/(mol.K));
T = temperatur (K).
Turunan dari persamaan ini dapat digunakan untuk menentukan rumus massa molar (mM) gas. Massa molar gas adalah massa gas untuk setiap 1 mol gas tersebut.
Bagikan di

Menghitung Variabel Komponen Larutan Penyangga Ca(OH)2 + CH3COOH

Kamis, 05 Maret 2015

Soal 1: Volume CH3COOH

100 mL larutan Ca(OH)2 0,1 M dicampurkan ke dalam larutan CH3COOH 0,1 M, ternyata pH campurannya = 5. Jika harga Ka asam asetat 1 × 10–5, maka volume larutan CH3COOH 0,1 M adalah
a. 100 mL
b. 150 mL
c. 200 mL
d. 300 mL
e. 400 mL
Bagikan di

Pengaruh Ion Senama terhadap Kelarutan Ag2SO4

Senin, 02 Maret 2015

Adanya penambahan zat yang mengandung ion sejenis (senama) maka akan menyebabkan kelarutan zat mengalami penurunan (berkurang) dari kelarutan sebelumnya. Dengan kata lain zat tersebut akan semakin banyak yang mengendap. Hal ini sesuai dengan konsep kesetimbangan bahwa jika konsentrasi zat ditingkatkan maka kesetimbangan akan bergeser dari zat yang ditambahi konsentrasinya.
Bagikan di

Rumus Molekul dan Rumus Struktur Metilon dan Katinon

Minggu, 01 Maret 2015

Akhir-akhir ini dua senyawa kimia me-til-on dan katinon mencuat di Indonesia. Ini terkait dengan tertangkapnya artis terkenal yang diduga mengkonsumsi zat-zat yang sepertinya memang termasuk dalam kelompok “zat terlarang”. Bagaimana rumus molekul dan rumus struktur keduanya?

Bagikan di

Urutan Materi Kimia

Urutan materi dalam catatan ini bersifat adaptif. Beberapa materi masih dalam bentuk draf, masih perlu perbaikan seiring berjalannya waktu. Materi yang ada dibuat dengan bantuan AI, jadi kemungkinan masih keliru. Perlahan isi tulisan dalam urutan ini akan diperbaharui dengan ditambahkan tautan yang relevan menuju media, kalkulator, simulasi, latihan soal baik soal biasa maupun untuk persiapan OSN Kimia. Karena dibutuhkan waktu dan ketelitian maka tidak seketika selesai.

Pokok Bahasan Kimia Kelas 10

Bab 1 Ruang Lingkup Kimia

  1. Ruang Lingkup Kimia
  2. Hakikat Ilmu Kimia
  3. Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari
  4. Peran Ilmu Kimia dalam Bidang Keilmuan Lain
  5. Metode Ilmiah
  6. Keamanan Kerja di Laboratorium

# Suplemen Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan

  1. Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan
    1. Pengertian dan konsep kimia hijau (green chemistry)
    2. Tujuan kimia hijau: mengurangi penggunaan/pembuatan bahan kimia berbahaya
    3. Kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan
  2. Prinsip Kimia Hijau dalam Mendukung Upaya Pelestarian Lingkungan
    1. Duabelas Prinsip Kimia Hijau:
      1. Pencegahan Limbah (Prevent Waste)
      2. Ekonomi Atom (Atom Economy)
      3. Sintesis Kimia yang Lebih Aman (Less Hazardous Chemical Syntheses)
      4. Desain Kimia yang Aman (Design Safer Chemicals)
      5. Pelarut dan Bahan Pembantu yang Aman (Safer Solvents and Auxiliaries)
      6. Efisiensi Energi (Design for Energy Efficiency)
      7. Gunakan Sumber Daya Terbarukan (Use Renewable Feedstocks)
      8. Kurangi Derivatisasi (Reduce Derivatives)
      9. Katalisis (Catalysis)
      10. Desain untuk Degradasi (Design for Degradation)
      11. Analisis Real-Time untuk Pencegahan Polusi (Real-Time Analysis for Pollution Prevention)
      12. Kimia yang Aman untuk Kecelakaan (Inherently Safer Chemistry for Accident Prevention)
    2. Bahan kimia berbahaya menurut konsep kimia hijau
    3. Penerapan kimia hijau dalam kehidupan sehari-hari
    4. Kimia ramah lingkungan

Bab 2 Struktur Atom

  1. Pengantar Struktur Atom
  2. Perkembangan Teori Atom
  3. Penemuan Partikel Subatom
  4. Struktur Atom
  5. Nomor Atom, Nomor Massa, dan Lambang Atom
  6. Isotop, Isobar, Isoton, dan Isolelektronik
  7. Model Atom Bohr
  8. Model Atom Mekanika Gelombang
  9. Konfigurasi Elektron

Bab 3 Sistem Periodik Unsur

  1. Sistem Periodik Unsur
  2. Perkembangan Sistem Periodik Unsur
  3. Sistem Periodik Modern
  4. Sifat-sifat Periodik Unsur

# Suplemen Struktur Atom: Nanoteknologi dalam Kimia dan Aplikasi

  1. Pengertian nanoteknologi
    1. Teknologi rekayasa material pada skala nanometer (1 × 10−9 m)
    2. Kontrol pada tingkat atom dan molekul
  2. Sifat unik material nano
  3. Aplikasi nanoteknologi:
    1. Bidang kesehatan
    2. Bidang pertanian
    3. Bidang elektronik
    4. Bidang keamanan
  4. Hubungan nanoteknologi dengan kimia, fisika, dan biologi
  5. Contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari

Bab 4 Ikatan Kimia

  1. Kestabilan Unsur
  2. Struktur/Rumus Lewis
  3. Ikatan Ionik
  4. Ikatan Kovalent
  5. Ikatan Logam
  6. Senyawa Ionik dan Kovalent dan Sifat-nya

Bab 5 Bentuk Molekul dan Gaya Antarpartikel

  1. Bentuk Molekul
    1. Teori Domain Elektron (VSEPR)
    2. Menentukan Bentuk Molekul
    3. Teori Hibridisasi
    4. Kepolaran Molekul
  2. Gaya Antarpartikel
    1. Ion vs Ion
    2. Ion vs Kovalen Polar
    3. Ion vs Kovalen Nonpolar
    4. Kovalen Polar vs Kovalen Polar
    5. Kovalen Polar vs Kovalen Nonpolar
    6. Kovalen Nonpolar vs Kovalen Nonpolar

Bab 6 Rumus Kimia dan Tata Nama Senyawa

  1. Pentingnya Rumus Kimia dan Tata Nama Senyawa
  2. Nama dan Rumus Senyawa Ionik
  3. Nama dan Rumus Senyawa Kovalent Biner
  4. Tata Nama IUPAC Berdasarkan Bilangan Oksidasi
  5. Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

Bab 7 Hukum-hukum Dasar Kimia

  1. Pengantar Hukum-hukum Dasar Kimia
  2. Hukum Konservasi Massa (Hukum Lavoisier)
  3. Persamaan Kimia (Chemical Equation)
  4. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
  5. Hukum Perbandingan Berganda (Hukum Dalton)
  6. Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay-Lussac)
  7. Hukum Avogadro

Bab 8 Konsep Mol dan Perhitungan Kimia

  1. Stoikiometri Kimia
  2. Massa Atom, Massa Molekul, dan Massa Rumus
  3. Satuan Jumlah Zat
  4. Persen Komposisi
  5. Rumus Kimia
  6. Stoikiometri Reaksi Kimia
  7. Pereaksi Pembatas
  8. Senyawa Hidrat
  9. Konsentrasi Larutan (Kadar Zat)

Bab 9 Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

  1. Daya Hantar Listrik Larutan
  2. Faktor Penentu Daya Hantar Listrik Larutan
  3. Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
  4. Senyawa-senyawa Pembentuk Elektrolit dan Nonelektrolit

Pokok Bahasan Kimia Kelas 11

Bab 10 Hidrokarbon

  1. Kekhasan Atom Karbon
  2. Penggolongan Hidrokarbon
  3. Struktur, Sifat, dan Tata Nama
    1. Alkana
    2. Alkena
    3. Alkuna
  4. Isomer Hidrokarbon (Alkana-Alkena-Alkuna)
  5. Sifat Fisik dan Kimia Hidrokarbon
  6. Reaksi-reaksi pada Senyawa Hidrokarbon

Bab 11 Minyak Bumi

  1. Proses Pembentukan Minyak Bumi
  2. Fraksi-fraksi Minyak Bumi dan Kegunaannya
  3. Pengolahan Minyak Bumi (Destilasi Bertingkat)
  4. Mutu Bensin dan Bilangan Oktan
  5. Dampak Pembakaran Bahan Bakar dan Energi Alternatif
  6. Minyak Bumi sebagai Senyawa Hidrokarbon dalam Kehidupan

Bab 12 Termokimia

  1. Sistem dan Lingkungan
  2. Reaksi Eksoterm dan Endoterm
  3. Persamaan Termokimia
  4. Perubahan Entalpi Standar (∆H°)
    1. ∆Hf° (Entalpi Pembentukan)
    2. ∆Hd° (Entalpi Penguraian)
    3. ∆Hc° (Entalpi Pembakaran)
  5. Hukum Hess
  6. Penentuan ∆H Reaksi (Kalorimetri)
  7. Energi Ikatan dan Perubahan Entalpi

Bab 13 Laju Reaksi

  1. Pengertian dan Pengukuran Laju Reaksi
  2. Persamaan Laju Reaksi
  3. Orde Reaksi
  4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
    1. Konsentrasi
    2. Suhu
    3. Luas Permukaan
    4. Katalis
  5. Teori Tumbukan
  6. Energi Aktivasi
  7. Hukum Laju Reaksi dan Penentuan Laju

Bab 14 Kesetimbangan Kimia

  1. Kesetimbangan Dinamis
  2. Tetapan Kesetimbangan
    1. Kc (Tetapan Kesetimbangan Konsentrasi)
    2. Kp (Tetapan Kesetimbangan Tekanan)
  3. Hubungan Kc dan Kp
  4. Pergeseran Kesetimbangan (Azas Le Chatelier)
  5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pergeseran
    1. Konsentrasi
    2. Tekanan dan Volume
    3. Suhu
  6. Derajat Disosiasi
  7. Aplikasi Kesetimbangan dalam Industri

Bab 15 Larutan Asam dan Basa

  1. Konsep dan Teori Asam Basa
    1. Teori Arrhenius
    2. Teori Brønsted-Lowry
    3. Teori Lewis
  2. Kekuatan Asam Basa
    1. Ionisasi Asam dan Basa
    2. Asam Kuat dan Asam Lemah
    3. Basa Kuat dan Basa Lemah
    4. Tetapan Kesetimbangan Asam (Ka)
    5. Tetapan Kesetimbangan Basa (Kb)
  3. Reaksi dalam Larutan Asam Basa
    1. Reaksi Ionisasi
    2. Reaksi Netralisasi
    3. Persamaan Ion dalam Larutan
  4. Derajat Keasaman
    1. Konsep pH dan pOH
    2. pH Asam Kuat
    3. pH Basa Kuat
    4. pH Asam Lemah
    5. pH Basa Lemah
  5. Indikator Asam Basa
    1. Indikator Alami
    2. Indikator Buatan
    3. Trayek Perubahan Warna Indikator
    4. Penentuan Sifat Larutan dengan Indikator

Bab 16 Hidrolisis Garam

  1. Jenis-jenis Garam
    1. Garam dari Asam Kuat + Basa Kuat (Netral)
    2. Garam dari Asam Kuat + Basa Lemah
    3. Garam dari Asam Lemah + Basa Kuat
    4. Garam dari Asam Lemah + Basa Lemah
  2. Hidrolisis Parsial dan Total
  3. pH Larutan Garam
  4. Perhitungan pH Hidrolisis
  5. Aplikasi Hidrolisis dalam Kehidupan

Bab 17 Larutan Penyangga (Bufer)

  1. Sifat Larutan Penyangga
  2. Larutan Penyangga Asam
  3. Larutan Penyangga Basa
  4. Perhitungan pH Larutan Penyangga
  5. Fungsi Larutan Penyangga dalam Tubuh
  6. Aplikasi dalam Industri

Bab 18 Titrasi Asam Basa

  1. Prinsip Titrasi
  2. Titrasi Asam Kuat-Basa Kuat
  3. Titrasi Asam Lemah-Basa Kuat
  4. Titrasi Asam Kuat-Basa Lemah
  5. Titrasi Asam Lemah-Basa Lemah
  6. Indikator Titrasi
  7. Aplikasi Titrasi dalam Kehidupan

Bab 19 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)

  1. Konsep Kelarutan (s) dan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)
  2. Hubungan Kelarutan dan Ksp
  3. Pengaruh Ion Senama terhadap Kelarutan
  4. Prediksi Pengendapan (Membandingkan Qc dan Ksp)
  5. Aplikasi Ksp dalam Kehidupan

Bab 20 Koloid

  1. Sistem Dispersi
    1. Larutan
    2. Koloid
    3. Suspensi
  2. Jenis-jenis Koloid
    1. Aerosol
    2. Gel
    3. Emulsi
    4. Foam
  3. Sifat-sifat Koloid
    1. Efek Tyndall
    2. Gerak Brown
    3. Koagulasi
    4. Elektroforesis
    5. Adsorpsi
  4. Pembuatan Koloid
    1. Cara Kondensasi
    2. Cara Dispersi
  5. Peranan Koloid dalam Kehidupan dan Industri

Pokok Bahasan Kimia Kelas 12

Bab 21 Sifat Koligatif Larutan

  1. Kemolalan dan Fraksi Mol
  2. Penurunan Tekanan Uap Jenuh
  3. Kenaikan Titik Didih
  4. Penurunan Titik Beku
  5. Osmosis dan Tekanan Osmosis
    1. Osmosis
    2. Tekanan Osmosis
    3. Larutan Isotonik, Hipertonik, dan Hipototnik
  6. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit
  7. Sifat Koligatif Larutan Non-Elektrolit

Bab 22 Reaksi Redoks dan Elektrokimia

  1. Konsep Reaksi Reduksi Oksidasi
    1. Reaksi Reduksi
    2. Reaksi Oksidasi
    3. Oksidator dan Reduktor
  2. Bilangan Oksidasi (Biloks)
  3. Penyetaraan Reaksi Redoks
    1. Cara Setengah Reaksi (Ion Elektron)
    2. Cara Bilangan Oksidasi (Biloks)
  4. Sel Elektrokimia
    1. Sel Volta atau Sel Galvani
    2. Sel Elektrolisis
  5. Korosi
    1. Proses Korosi
    2. Pencegahan Korosi
  6. Hukum Faraday
    1. Hukum Faraday I
    2. Hukum Faraday II

Bab 23 Kimia Unsur

  1. Kelimpahan Unsur di Alam
    1. Unsur Golongan Utama
    2. Unsur Periode 3
    3. Unsur Transisi Periode 4
  2. Sifat Fisik dan Sifat Kimia Unsur
    1. Sifat Golongan Alkali
    2. Sifat Golongan Alkali Tanah
    3. Sifat Golongan Halogen
    4. Sifat Gas Mulia
    5. Sifat Unsur Periode 3
    6. Sifat Unsur Transisi Periode 4
  3. Pembuatan Unsur dan Senyawa
    1. Ekstraksi Halogen
    2. Ekstraksi Alkali dan Alkali Tanah
    3. Ekstraksi Aluminium
    4. Ekstraksi Nitrogen dan Oksigen
    5. Ekstraksi Belerang
    6. Ekstraksi Silikon
    7. Ekstraksi Besi, Kromium, Tembaga
  4. Manfaat Unsur dan Senyawa
    1. Manfaat Golongan Utama
    2. Manfaat Periode 3
    3. Manfaat Transisi Periode 4

Bab 24 Senyawa Karbon Turunan Alkana

  1. Struktur Senyawa Karbon
  2. Gugus Fungsional Senyawa Karbon
  3. Tatanama Senyawa Karbon
    1. Haloalkana
    2. Amina
    3. Alkanol (Alkohol)
      1. Tata Nama Alkohol Rantai Lurus
      2. Tata Nama Alkohol Rantai Bercabang
      3. Tata Penamaan Trivial/Nama Lazim
    4. Alkoksi Alkana (Eter)
    5. Alkanal (Aldehida)
    6. Alkanon (Keton)
    7. Asam Alkanoat (Asam Karboksilat)
    8. Alkil Alkanoat (Ester)
  4. Isomer Senyawa Karbon
  5. Reaksi Senyawa Karbon
    1. Reaksi Adisi
    2. Reaksi Substitusi
    3. Reaksi Eliminasi
  6. Sifat dan Kegunaan Senyawa Karbon
  7. Reaksi Identifikasi (Uji Kualitatif) untuk Alkohol, Aldehid, dan Keton

Bab 25 Benzena dan Turunannya

  1. Struktur Benzena
    1. Rumus Kimia Benzena (C₆H₆)
    2. Struktur Molekul Benzena
    3. Delokalisasi Elektron
  2. Tata Nama Benzena
  3. Sifat-sifat Benzena
    1. Sifat Fisik
    2. Sifat Kimia
    3. Sifat Nonpolar
  4. Turunan Benzena
    1. Substitusi Atom H pada Benzena
    2. Orto, Meta, Para
    3. Prioritas Substituen
  5. Kegunaan Benzena dan Turunannya
    1. Asam Benzena Sulfonat (Detergen)
    2. TriNitroToluena (TNT - Bahan Peledak)
    3. Sakarin (Pemanis Buatan)
    4. Pelarut Senyawa Organik

Bab 26 Polimer

  1. Pengertian Polimer
    1. Pengelompokan Polimer
    2. Monomer dan Polimer
  2. Pembuatan Polimer (Polimerisasi)
    1. Polimerisasi Adisi
    2. Polimerisasi Kondensasi
  3. Jenis Polimer Berdasarkan Asal
    1. Polimer Alami
      1. Karet
      2. Protein
      3. Selulosa
    2. Polimer Buatan

Bab 27 Makromolekul

  1. Karbohidrat
    1. Monosakarida
    2. Disakarida
    3. Polisakarida
  2. Protein
    1. Struktur Asam Amino
    2. Pengelompokan Protein
  3. Lemak
    1. Struktur Lemak
    2. Jenis Lemak

Bagikan di
 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info