Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang menentukan sifat karakteristik suatu senyawa organik. Senyawa dengan gugus fungsi yang sama akan memiliki sifat kimia yang mirip, meskipun rumus molekulnya berbeda.
Prinsip Penting:
- Senyawa organik = kerangka karbon + gugus fungsi
- Gugus fungsi menentukan reaktivitas senyawa
- Gugus fungsi menjadi dasar pengelompokkan senyawa organik
- Penamaan IUPAC berdasarkan gugus fungsi prioritas
Tulisan untuk setiap materi kimia di blog ini dalam tahap pengembangan, belum final, dan akan dilakukan pembaharuan sesuai kebutuhan.
1. Alkohol (R-OH)
Gugus Fungsi:
Tata Nama IUPAC:
- Nama alkana dengan akhiran -ol
- Rantai utama: rantai terpanjang yang mengandung gugus -OH
- Penomoran: dimulai dari ujung terdekat dengan gugus -OH
- Contoh: CH3CH2OH = etanol
Klasifikasi Alkohol:
| Jenis | Struktur | Contoh |
|---|---|---|
| Alkohol primer (1°) | Gugus -OH terikat pada C primer (terikat pada 1 atom C lain) | CH3CH2CH2OH (1-propanol) |
| Alkohol sekunder (2°) | Gugus -OH terikat pada C sekunder (terikat pada 2 atom C lain) | CH3CH(OH)CH3 (2-propanol) |
| Alkohol tersier (3°) | Gugus -OH terikat pada C tersier (terikat pada 3 atom C lain) | (CH3)3COH (2-metil-2-propanol) |
Sifat-sifat Penting:
- Titik didih tinggi dibanding alkana dengan BM sama (akibat ikatan hidrogen)
- Alkohol rantai pendek (1-4 C) larut baik dalam air
- Alkohol primer dan sekunder dapat teroksidasi, tersier tidak
- Bersifat asam lemah (dapat bereaksi dengan logam aktif seperti Na)
Reaksi-reaksi Penting:
- Oksidasi:
Alkohol primer → Aldehid → Asam karboksilat
Alkohol sekunder → Keton
Alkohol tersier → Tidak teroksidasi - Dehidrasi:
R-CH2CH2OH → R-CH=CH2 + H2O (membentuk alkena)
R-OH + R'-OH → R-O-R + H2O (membentuk eter) - Esterifikasi:
R-OH + R'-COOH → R'-COO-R + H2O
Contoh dan Kegunaan:
- Metanol (CH3OH): pelarut, bahan bakar, sangat beracun
- Etanol (C2H5OH): minuman beralkohol, desinfektan, bahan bakar
- 2-propanol/isopropil alkohol: antiseptik, pelarut
Soal dan Pembahasan: Alkohol (R-OH)
Berikan nama IUPAC untuk senyawa dengan rumus struktur: CH3CH2CH2CH(OH)CH3
Pembahasan:
1. Identifikasi rantai terpanjang yang mengandung gugus -OH: 5 atom C (pentana)
2. Gugus fungsi: alkohol (akhiran -ol)
3. Penomoran: dari ujung terdekat dengan -OH. Jika dari kiri: OH di C2; dari kanan: OH di C4. Pilih penomoran terkecil (OH di C2)
4. Tidak ada cabang atau substituen lain
Jawaban: Pentan-2-ol atau 2-pentanol
Klasifikasikan alkohol berikut sebagai primer, sekunder, atau tersier: (a) (CH3)2CHOH, (b) (CH3)3COH, (c) CH3CH2CH2OH
Pembahasan:
Klasifikasi alkohol berdasarkan atom karbon yang mengikat gugus -OH:
(a) (CH3)2CHOH: Atom C yang mengikat OH terikat pada 2 atom C lain → Alkohol sekunder
(b) (CH3)3COH: Atom C yang mengikat OH terikat pada 3 atom C lain → Alkohol tersier
(c) CH3CH2CH2OH: Atom C yang mengikat OH terikat pada 1 atom C lain → Alkohol primer
Mengapa etanol (C2H5OH) yang digunakan sebagai bahan antiseptik biasanya berkonsentrasi 70%, bukan 100%? Jelaskan berdasarkan sifat alkohol!
Pembahasan:
Etanol 70% lebih efektif sebagai antiseptik dibandingkan etanol 100% karena:
1. Koagulasi protein: Etanol 100% mengkoagulasi protein terlalu cepat di permukaan sel bakteri, membentuk lapisan pelindung yang mencegah penetrasi lebih dalam
2. Waktu kontak: Dengan adanya air (30%), etanol 70% menguap lebih lambat, memberikan waktu kontak yang lebih lama dengan mikroorganisme
3. Penetrasi: Air membantu etanol menembus membran sel mikroba lebih efektif
4. Denaturasi protein: Kombinasi etanol-air optimal untuk mendekatirasi protein esensial dalam sel bakteri
Tuliskan produk yang dihasilkan dari oksidasi: (a) 1-butanol, (b) 2-butanol, (c) 2-metil-2-propanol
Pembahasan:
Reaksi oksidasi alkohol tergantung jenis alkoholnya:
(a) 1-butanol (alkohol primer): CH3CH2CH2CH2OH → CH3CH2CH2CHO (butanal) → CH3CH2CH2COOH (asam butanoat) jika dioksidasi kuat
(b) 2-butanol (alkohol sekunder): CH3CH2CH(OH)CH3 → CH3CH2COCH3 (butanon)
(c) 2-metil-2-propanol (alkohol tersier): (CH3)3COH → Tidak teroksidasi, karena tidak ada atom H pada atom C yang mengikat OH
2. Eter (R-O-R')
Gugus Fungsi:
Tata Nama:
- IUPAC: alkoksialkana (gugus alkil + oksi + nama alkana).
Nama alkana dipilih untuk sisi jumlah C terpanjang, sedangkan jumlah C lebih pendek di beri akhiran oksi - Trivial: menyebutkan kedua gugus alkil diikuti kata "eter"
- Contoh: CH3-O-CH2CH2CH3 = 1-metoksipropana (IUPAC) atau metil propil eter (trivial)
Lebih detail tentang penamaan eter dapat dipelajari di sini.
Sifat-sifat Penting:
- Titik didih lebih rendah daripada alkohol dengan BM sama (tidak ada ikatan hidrogen antar molekul)
- Sukar larut dalam air (kecuali eter rantai pendek)
- Bersifat sebagai pelarut nonpolar yang baik
- Mudah menguap dan mudah terbakar
- Relatif inert (kurang reaktif)
Reaksi-reaksi Penting:
- Pembentukan dari alkohol: dehidrasi 2 molekul alkohol dengan katalis asam
- Reaksi dengan HI: R-O-R' + 2HI → R-I + R'-I + H2O
Contoh dan Kegunaan:
- Dietil eter (C2H5-O-C2H5): anestetik umum, pelarut
- MTBE (Metil tersier butil eter): aditif bensin untuk meningkatkan oktan
Soal dan Pembahasan: Eter (R-O-R')
Berikan nama IUPAC dan nama trivial untuk senyawa: CH3CH2OCH2CH2CH3
Pembahasan:
Nama IUPAC (sistem alkoksialkana):
1. Pilih rantai alkil terpanjang sebagai rantai utama: propana (3C)
2. Gugus alkil pendek + oksi: etoksi (dari CH3CH2-)
3. Nama: etoksipropana
Nama trivial:
1. Sebut kedua gugus alkil secara alfabetis: etil dan propil
2. Tambahkan kata "eter": etil propil eter
Jawaban: IUPAC: etoksipropana; Trivial: etil propil eter
Senyawa C3H8O memiliki tiga isomer. Sebutkan ketiga isomer tersebut dan klasifikasikan berdasarkan gugus fungsinya!
Pembahasan:
Isomer C3H8O:
1. 1-propanol (alkohol primer): CH3CH2CH2OH
2. 2-propanol (alkohol sekunder): CH3CH(OH)CH3
3. Metoksi etana (eter): CH3OCH2CH3 (dimetil eter dalam nama trivial)
Dua isomer pertama adalah isomer posisi (posisi gugus -OH berbeda), sedangkan isomer ketiga adalah isomer gugus fungsi (gugus -OH vs -O-).
Dietil eter pernah digunakan sebagai anestetik umum, namun penggunaannya sekarang sangat dibatasi. Mengapa dietil eter berbahaya sebagai anestetik? Jelaskan berdasarkan sifat fisikanya!
Pembahasan:
Dietil eter (C2H5-O-C2H5) berbahaya sebagai anestetik karena:
1. Sangat mudah menguap dan mudah terbakar: Titik didih hanya 34.6°C, uapnya dapat terbakar dengan mudah oleh percikan api
2. Bau yang kuat dan iritan: Dapat menyebabkan batuk dan muntah pada pasien
3. Waktu induksi dan pemulihan lama: Dibandingkan anestetik modern
4. Efek samping pasca anestesi: Mual dan muntah yang berkepanjangan
5. Dosis terapeutik sempit: Rentang antara dosis anestetik dan dosis toksik sangat kecil
Sekarang, eter digantikan oleh anestetik yang lebih aman seperti halotan dan sevofluran.
Tuliskan reaksi pembuatan metil tersier butil eter (MTBE) dari metanol dan 2-metil-2-propena dengan katalis asam!
Pembahasan:
MTBE (metil tersier butil eter) dibuat dari reaksi adisi metanol ke 2-metil-2-propena (isobutilena) dengan katalis asam:
Mekanisme reaksi:
1. Protonasi alkena oleh katalis asam: CH2=C(CH3)2 + H+ → CH3C+(CH3)2
2. Serangan nukleofilik oleh metanol: CH3OH + CH3C+(CH3)2 → CH3OC(CH3)3 + H+
MTBE digunakan sebagai aditif bensin untuk meningkatkan bilangan oktan dan mengurangi knocking.
3. Aldehid (R-CHO)
Gugus Fungsi:
Tata Nama IUPAC:
- Nama alkana dengan akhiran -al
- Rantai utama: rantai terpanjang yang mengandung gugus -CHO
- Atom C gugus -CHO selalu menjadi C nomor 1
- Contoh: CH3CH2CHO = propanal
Sifat-sifat Penting:
- Titik didih lebih tinggi daripada alkana dengan BM sama (karena polar), tetapi lebih rendah daripada alkohol
- Mudah teroksidasi menjadi asam karboksilat (bersifat reduktor kuat)
- Dapat direduksi menjadi alkohol primer
- Aldehid rantai rendah berbau tajam, rantai lebih panjang berbau harum
Reaksi-reaksi Penting:
- Oksidasi: R-CHO → R-COOH (dengan oksidator seperti KMnO4, K2Cr2O7)
- Reduksi: R-CHO → R-CH2OH (dengan reduktor seperti LiAlH4, NaBH4)
- Adisi nukleofilik: dengan HCN, alkohol, dll
Uji Khas Aldehid:
- Uji Tollens (cermin perak): R-CHO + 2[Ag(NH3)2]+ + 3OH- → R-COO- + 2Ag↓ + 4NH3 + 2H2O
- Uji Fehling/Benedict: R-CHO + 2Cu2+ + 5OH- → R-COO- + Cu2O↓ (merah bata) + 3H2O
Contoh dan Kegunaan:
- Formaldehid (HCHO): pengawet specimen biologi, bahan baku resin
- Asetaldehid (CH3CHO): bahan baku industri asam asetat, plastik
- Benzaldehid (C6H5CHO): aroma almond, bahan baku parfum
Soal dan Pembahasan: Aldehid (R-CHO)
Berikan nama IUPAC untuk senyawa: CH3CH(CH3)CH2CHO
Pembahasan:
1. Rantai utama: rantai terpanjang yang mengandung gugus -CHO. Terdapat 4 atom C (butana)
2. Gugus -CHO selalu menjadi C nomor 1
3. Identifikasi cabang: gugus metil (-CH3) pada C nomor 3
4. Penamaan: 3-metilbutanal
Catatan: Jangan lupa bahwa C gugus -CHO termasuk dalam penomoran dan selalu nomor 1.
Jawaban: 3-metilbutanal
Anda memiliki dua sampel cairan tak berlabel: propanal dan propanon. Jelaskan dua metode kimia yang dapat digunakan untuk membedakan keduanya!
Pembahasan:
Metode 1: Uji Tollens (cermin perak)
- Tambahkan pereaksi Tollens [Ag(NH3)2]+ ke kedua sampel
- Propanal (aldehid): positif, terbentuk cermin perak pada dinding tabung
- Propanon (keton): negatif, tidak terjadi perubahan
Metode 2: Uji Fehling/Benedict
- Tambahkan pereaksi Fehling (larutan Cu2+ dalam suasana basa) ke kedua sampel, panaskan
- Propanal: positif, terbentuk endapan merah bata Cu2O
- Propanon: negatif, larutan tetap biru
Metode alternatif: Oksidasi dengan KMnO4 atau K2Cr2O7. Aldehid akan mereduksi oksidator (warna berubah), keton tidak.
Formaldehid (HCHO) banyak digunakan dalam industri, tetapi juga dikenal sebagai zat berbahaya. Mengapa formaldehid berbahaya bagi kesehatan? Bagaimana cara mengurangi paparan formaldehid dari produk rumah tangga?
Pembahasan:
Bahaya formaldehid:
1. Iritasi: Mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, dan kulit
2. Karsinogenik: Diklasifikasikan sebagai karsinogen manusia (dapat menyebabkan kanker nasofaring dan leukemia)
3. Alergi: Dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang
4. Toksik sistemik: Paparan tinggi dapat menyebabkan sakit kepala, mual, dan kerusakan sistem saraf
Cara mengurangi paparan:
1. Ventilasi yang baik di ruangan
2. Gunakan produk "low-VOC" atau "formaldehid-free"
3. Hindari merokok di dalam ruangan
4. Cuci pakaian baru sebelum dipakai
5. Gunakan tanaman pembersih udara seperti lidah mertua dan peace lily
Tuliskan reaksi lengkap oksidasi butanal (CH3CH2CH2CHO) dengan kalium dikromat (K2Cr2O7) dalam suasana asam!
Pembahasan:
Reaksi oksidasi butanal menjadi asam butanoat:
Penjelasan:
1. Aldehid teroksidasi menjadi asam karboksilat: R-CHO → R-COOH
2. K2Cr2O7 (oranye) sebagai oksidator direduksi menjadi Cr3+ (hijau)
3. Perubahan warna dari oranye ke hijau menunjukkan reaksi positif untuk aldehid
4. Dalam reaksi setara: 1 mol aldehid membutuhkan 1/3 mol K2Cr2O7
4. Keton (R-CO-R')
Gugus Fungsi:
Tata Nama IUPAC:
- Nama alkana dengan akhiran -on
- Rantai utama: rantai terpanjang yang mengandung gugus C=O
- Penomoran: dimulai dari ujung terdekat dengan gugus karbonil
- Contoh: CH3COCH2CH3 = butanon
Sifat-sifat Penting:
- Sifat fisis mirip dengan aldehid (titik didih, kelarutan)
- Sukar teroksidasi (bukan reduktor) - membedakan dari aldehid
- Dapat direduksi menjadi alkohol sekunder
- Keton umumnya berbau harum
Reaksi-reaksi Penting:
- Reduksi: R-CO-R' → R-CH(OH)-R' (menjadi alkohol sekunder)
- Adisi nukleofilik: mirip dengan aldehid
Contoh dan Kegunaan:
- Aseton (CH3COCH3): pelarut organik, penghapus cat kuku
- Butanon (CH3COCH2CH3): pelarut industri
5. Asam Karboksilat (R-COOH)
Gugus Fungsi:
Tata Nama IUPAC:
- Awalan asam + nama alkana dengan akhiran -oat
- Rantai utama: rantai terpanjang yang mengandung gugus -COOH
- Atom C gugus -COOH selalu menjadi C nomor 1
- Contoh: CH3CH2COOH = asam propanoat
Sifat-sifat Penting:
- Asam lemah (dapat memerahkan lakmus biru)
- Titik didih tinggi akibat ikatan hidrogen dimer
- Rasa masam (asam alami dalam makanan)
- Asam rantai pendek larut baik dalam air, kelarutan menurun dengan bertambahnya rantai
Reaksi-reaksi Penting:
- Reaksi dengan basa (netralisasi): R-COOH + NaOH → R-COONa + H2O (membentuk garam karboksilat)
- Esterifikasi: R-COOH + R'-OH → R-COO-R' + H2O (dengan katalis asam)
- Reduksi: R-COOH → R-CH2OH (menjadi alkohol primer)
Contoh dan Kegunaan:
- Asam format (HCOOH): pada semut, penyamakan kulit
- Asam asetat (CH3COOH): cuka, bahan baku industri
- Asam sitrat (C6H8O7): dalam jeruk, pengawet makanan
- Asam stearat (C17H35COOH): dalam lemak, bahan lilin
Soal dan Pembahasan: Keton (R-CO-R')
Berikan nama IUPAC untuk: (a) CH3COCH2CH3, (b) (CH3)2CHCOCH(CH3)2
Pembahasan:
(a) CH3COCH2CH3:
1. Rantai utama: 4 atom C (butana) yang mengandung gugus karbonil
2. Gugus karbonil pada C nomor 2
3. Nama: butanon (atau butan-2-on)
(b) (CH3)2CHCOCH(CH3)2:
1. Rantai utama: 5 atom C (pentana) yang mengandung gugus karbonil
2. Gugus karbonil pada C nomor 3
3. Substituen: gugus metil pada C2 dan C4
4. Nama: 2,4-dimetilpentan-3-on
Mengapa aldehid dapat mereduksi pereaksi Fehling sedangkan keton tidak? Jelaskan berdasarkan struktur molekulnya!
Pembahasan:
Perbedaan ini disebabkan oleh struktur aldehid dan keton:
Aldehid (R-CHO):
1. Memiliki atom H yang terikat langsung pada gugus karbonil
2. Atom H ini dapat "dilepaskan" dalam bentuk H+ selama oksidasi
3. Aldehid teroksidasi menjadi asam karboksilat: R-CHO → R-COOH
4. Dalam proses ini, aldehid bertindak sebagai reduktor
Keton (R-CO-R'):
1. Tidak memiliki atom H yang terikat pada gugus karbonil
2. Untuk mengoksidasi keton, diperlukan pemutusan ikatan C-C, yang membutuhkan energi lebih tinggi
3. Keton relatif inert terhadap oksidator lemah seperti Fehling dan Tollens
4. Keton hanya dapat dioksidasi dengan oksidator kuat pada kondisi keras, menghasilkan pemutusan rantai
Aseton (propanon) banyak digunakan sebagai penghapus cat kuku. Mengapa aseton efektif melarutkan cat kuku? Apa bahaya penggunaan aseton yang berlebihan pada kuku?
Pembahasan:
Efektivitas aseton sebagai pelarut cat kuku:
1. Cat kuku terbuat dari polimer nitroselulosa yang dilarutkan dalam pelarut organik
2. Aseton adalah pelarut polar aprotik yang sangat baik untuk senyawa organik nonpolar dan sedikit polar
3. Aseton dapat melarutkan nitroselulosa dengan membentuk ikatan hidrogen dengan gugus -NO2 dan -OH pada polimer
4. Aseton mudah menguap, sehingga cepat kering setelah digunakan
Bahaya penggunaan berlebihan:
1. Dehidrasi kuku: Aseton menghilangkan minyak alami dari kuku, membuatnya kering dan rapuh
2. Iritasi kulit: Dapat menyebabkan dermatitis kontak pada kulit sekitar kuku
3. Uap berbahaya: Menghirup uap aseton dapat menyebabkan pusing, mual, dan iritasi saluran pernapasan
4. Alternatif: Penggunaan penghapus cat kuku berbasis aseton-free (biasanya mengandung ester seperti etil asetat)
Tuliskan reaksi reduksi 2-pentanon (CH3CH2CH2COCH3) menjadi alkohol menggunakan natrium borohidrida (NaBH4)!
Pembahasan:
Reduksi keton menjadi alkohol sekunder dengan NaBH4:
Atau secara sederhana:
Mekanisme reaksi:
1. Ion hidrida (H-) dari BH4- menyerang atom karbon karbonil yang bermuatan positif parsial
2. Terbentuk ion alkoksida antara
3. Hidrolisis dengan air menghasilkan alkohol sekunder
4. Produk: 2-pentanol (alkohol sekunder)
Catatan: NaBH4 adalah reduktor yang lebih ringan dan selektif dibanding LiAlH4.
Soal dan Pembahasan: Asam Karboksilat (R-COOH)
Berikan nama IUPAC untuk: CH3CH2CH(CH3)CH2COOH
Pembahasan:
1. Rantai utama: rantai terpanjang yang mengandung gugus -COOH. Terdapat 5 atom C (pentanoat)
2. Gugus -COOH selalu menjadi C nomor 1
3. Penomoran: dari C gugus -COOH ke ujung lain
4. Identifikasi cabang: gugus metil (-CH3) pada C nomor 3
5. Nama: asam 3-metilpentanoat
Struktur: C1-COOH, C2-CH2, C3-CH(CH3), C4-CH2, C5-CH3
Urutkan keasaman senyawa berikut dari yang paling asam: asam format, asam asetat, asam propanoat, asam klorometanoat (Cl-CH2-COOH). Jelaskan alasan pengurutan tersebut!
Pembahasan:
Urutan keasaman (paling asam → paling lemah):
1. Asam klorometanoat (Cl-CH2-COOH)
2. Asam format (HCOOH)
3. Asam asetat (CH3COOH)
4. Asam propanoat (CH3CH2COOH)
Penjelasan:
1. Asam klorometanoat paling asam karena gugus -Cl yang bersifat menarik elektron (-I effect) menstabilkan anion karboksilat (R-COO-)
2. Asam format lebih asam daripada asam asetat karena gugus -H kurang mendonorkan elektron dibanding -CH3 (efek +I dari -CH3 menurunkan keasaman)
3. Asam asetat lebih asam daripada asam propanoat karena gugus etil (-CH2CH3) memiliki efek +I yang lebih besar daripada metil (-CH3)
Prinsip: Gugus penarik elektron meningkatkan keasaman, gugus pendonor elektron menurunkan keasaman.
Asam sitrat banyak digunakan sebagai pengawet makanan dan pemberi rasa asam. Mengapa asam sitrat aman dikonsumsi dibanding pengawet sintetik lainnya? Apa peran gugus karboksilat dalam fungsi pengawetan makanan?
Pembahasan:
Keamanan asam sitrat:
1. Alami: Asam sitrat ditemukan secara alami dalam buah sitrus (jeruk, lemon)
2. Metabolisme: Dimetabolisme melalui siklus Krebs dalam tubuh, menghasilkan energi
3. LD50 tinggi: Toksisitas rendah (LD50 oral tikus: 3.000 mg/kg)
4. GRAS status: Generally Recognized as Safe oleh FDA
Mekanisme pengawetan oleh asam karboksilat:
1. Penurunan pH: Gugus -COOH melepaskan H+, menurunkan pH lingkungan
2. Inhibisi enzim mikroba: pH rendah menginaktivasi enzim-enzim esensial mikroba
3. Gangguan transport membran: Bentuk tak terion (R-COOH) dapat menembus membran sel dan mengganggu fungsi sel
4. Pengkelat logam: Asam sitrat dapat mengkelat ion logam esensial untuk pertumbuhan mikroba
5. Asam sitrat khusus: Memiliki 3 gugus -COOH, memberikan kapasitas buffer yang baik
Hitung volume NaOH 0.1 M yang dibutuhkan untuk menetralkan 100 mL larutan asam asetat 0.05 M! Tuliskan juga reaksi yang terjadi.
Pembahasan:
Reaksi netralisasi:
Perbandingan mol: 1 mol CH3COOH ≈ 1 mol NaOH
Perhitungan:
1. Mol CH3COOH = M × V = 0.05 mol/L × 0.1 L = 0.005 mol
2. Mol NaOH yang dibutuhkan = 0.005 mol (karena perbandingan 1:1)
3. Volume NaOH = mol / M = 0.005 mol / 0.1 mol/L = 0.05 L = 50 mL
Cara cepat: M1V1 = M2V2 (karena perbandingan 1:1)
0.05 M × 100 mL = 0.1 M × V2
V2 = (0.05 × 100) / 0.1 = 50 mL
Jawaban: 50 mL NaOH 0.1 M
6. Ester (R-COO-R')
Gugus Fungsi:
Tata Nama IUPAC:
- Nama gugus alkil (R') + nama asam karboksilat dengan akhiran -at (tanpa kata "asam")
- Contoh: CH3CH2COOCH2CH3 = etil propanoat
Sifat-sifat Penting:
- Memiliki aroma harum (buah-buahan dan bunga)
- Titik didih lebih rendah daripada asam karboksilat dengan BM sama
- Umumnya kurang larut dalam air
- Merupakan komponen utama minyak dan lemak (ester dari gliserol)
Reaksi-reaksi Penting:
- Pembentukan (esterifikasi): Asam karboksilat + Alkohol → Ester + Air
- Hidrolisis:
- Hidrolisis asam: Ester + Air → Asam karboksilat + Alkohol (dengan katalis asam)
- Hidrolisis basa (saponifikasi/penyabunan): Ester + NaOH → Garam karboksilat + Alkohol
Contoh dan Kegunaan:
- Ester buah: isoamil asetat (aroma pisang), etil butanoat (aroma nanas)
- Lemak dan minyak: triester dari gliserol dengan asam lemak
- Biodiesel: ester metil asam lemak (FAME)
- Parfum dan flavor: ester sintetik untuk wewangian dan penyedap
Soal dan Pembahasan: Ester (R-COO-R')
Berikan nama IUPAC untuk: CH3CH2COOCH2CH(CH3)2
Pembahasan:
Penamaan ester: [gugus alkil dari alkohol] + [nama asam karboksilat (tanpa kata "asam") dengan akhiran -at]
Langkah-langkah:
1. Identifikasi bagian alkohol (R'): CH2CH(CH3)2 = gugus isobutyl (2-metilpropil)
2. Identifikasi bagian asam (R): CH3CH2COO- = dari asam propanoat
3. Gabungkan: isobutil propanoat
Atau nama IUPAC lengkap:
2-metilpropil propanoat
Tuliskan mekanisme reaksi esterifikasi Fischer antara asam etanoat dan etanol dengan katalis asam sulfat!
Pembahasan:
Reaksi keseluruhan:
Mekanisme dengan katalis H2SO4:
1. Protonasi gugus karbonil: O pada C=O asam terprotonasi oleh H+ dari H2SO4
2. Serangan nukleofilik: O dari etanol menyerang C karbonil yang bermuatan positif
3. Transfer proton: Terjadi transfer proton antar oksigen
4. Eliminasi air: Molekul air dieliminasi, menghasilkan ester terprotonasi
5. Deprotonasi: Kehilangan H+ menghasilkan ester netral
Sifat reaksi: Reversibel, kesetimbangan, biasanya yield ~67% tanpa pergeseran kesetimbangan.
Mengapa ester banyak digunakan sebagai bahan pewangi (parfum) dan penyedap rasa (flavor) sintetik? Berikan dua contoh ester dengan aroma khas dan tuliskan rumus strukturnya!
Pembahasan:
Alasan ester digunakan:
1. Aroma yang kuat dan khas: Setiap ester memiliki aroma unik tergantung rantai alkilnya
2. Stabilitas: Relatif stabil dalam berbagai kondisi
3. Aman: Banyak ester yang aman untuk makanan dan kosmetik dalam konsentrasi tertentu
4. Mudah disintesis: Dapat dibuat melalui esterifikasi dengan yield yang baik
5. Kelarutan: Umumnya larut dalam pelarut organik yang digunakan dalam parfum
Contoh ester dan aromanya:
1. Etil butanoat (CH3CH2CH2COOCH2CH3): Aroma nanas
2. Isoamil asetat ((CH3)2CHCH2CH2OOCCH3): Aroma pisang
3. Metil salisilat (HOC6H4COOCH3): Aroma wintergreen (permen mint)
4. Oktil asetat (CH3COO(CH2)7CH3): Aroma jeruk
Tuliskan reaksi saponifikasi (hidrolisis basa) dari tristearin (ester gliserol dengan asam stearat) dengan NaOH! Apa nama produk yang dihasilkan?
Pembahasan:
Struktur tristearin: Gliserol dengan tiga asam stearat (C17H35COOH)
Reaksi saponifikasi:
Nama produk:
1. C3H5(OH)3: Gliserol (atau gliserin)
2. C17H35COONa: Natrium stearat (sabun)
Penjelasan:
1. Reaksi saponifikasi = hidrolisis basa ester
2. Tristearin adalah lemak (triester gliserol)
3. Hasil reaksi: gliserol + garam asam lemak (sabun)
4. Sabun (natrium stearat) memiliki bagian polar (COO-Na+) dan nonpolar (rantai C17H35), sehingga dapat mengemulsi lemak
5. Reaksi ini irreversible (berbeda dengan esterifikasi yang reversible)
7. Haloalkana (R-X)
Gugus Fungsi:
Tata Nama IUPAC:
- Nama halogen sebagai awalan (fluoro-, kloro-, bromo-, iodo-) + nama alkana
- Penomoran: dimulai dari ujung terdekat dengan halogen
- Contoh: CH3CH2CH2Br = 1-bromopropana
Klasifikasi:
- Haloalkana primer: halogen terikat pada C primer
- Haloalkana sekunder: halogen terikat pada C sekunder
- Haloalkana tersier: halogen terikat pada C tersier
Sifat-sifat Penting:
- Titik didih lebih tinggi daripada alkana dengan BM sama (karena polar)
- Kurang larut dalam air
- Reaktivitas: RI > RBr > RCl > RF (semakin panjang ikatan C-X, semakin reaktif)
- Banyak yang bersifat toksik dan karsinogenik
Reaksi-reaksi Penting:
- Substitusi nukleofilik: R-X + OH- → R-OH + X- (menjadi alkohol)
- Eliminasi: R-CH2-CH2-X + OH- → R-CH=CH2 + H2O + X- (menjadi alkena)
- Reaksi dengan logam Mg: membentuk pereaksi Grignard (R-Mg-X)
Contoh dan Kegunaan:
- Kloroform (CHCl3): pelarut, anestetik (sekarang jarang digunakan)
- Freon (CFC): pendingin, aerosol (sekarang dilarang karena merusak ozon)
- PVC (polivinil klorida): polimer dari vinil klorida (CH2=CHCl)
- Metil klorida (CH3Cl): bahan baku industri, pendingin
Soal dan Pembahasan: Haloalkana (R-X)
Berikan nama IUPAC untuk: CH2BrCHBrCH2Cl
Pembahasan:
1. Rantai utama: 3 atom C (propana)
2. Substituen halogen: 2 bromo (Br) dan 1 kloro (Cl)
3. Penomoran: dari ujung terdekat dengan substituen (semua halogen sama prioritasnya)
4. Jika dinomori dari kiri: C1-Br, C2-Br, C3-Cl → 1,2-dibromo-3-kloropropana
5. Jika dinomori dari kanan: C1-Cl, C2-Br, C3-Br → 1-kloro-2,3-dibromopropana
6. Pilih penomoran yang memberikan jumlah terkecil: 1,2-dibromo-3-kloropropana (1,2,3 vs 1,2,3 sama, lihat alfabet)
7. Urutan alfabet: bromo sebelum kloro (b sebelum k)
Jawaban: 1,2-dibromo-3-kloropropana
Urutkan reaktivitas dalam reaksi substitusi nukleofilik: 1-bromopropana, 2-bromopropana, 2-bromo-2-metilpropana. Jelaskan alasan pengurutan tersebut!
Pembahasan:
Urutan reaktivitas (paling reaktif → paling tidak reaktif):
1. 2-bromo-2-metilpropana (haloalkana tersier)
2. 2-bromopropana (haloalkana sekunder)
3. 1-bromopropana (haloalkana primer)
Penjelasan:
Reaktivitas dalam reaksi SN1 (substitusi nukleofilik unimolekular):
1. Haloalkana tersier paling reaktif karena karbokation tersier yang terbentuk paling stabil (efek induktif +I dari tiga gugus alkil)
2. Haloalkana sekunder memiliki karbokation sekunder yang kurang stabil daripada tersier
3. Haloalkana primer paling tidak reaktif dalam SN1 karena karbokasion primer sangat tidak stabil
Catatan: Untuk reaksi SN2 (bimolekular), urutan terbalik: primer > sekunder > tersier karena halangan sterik.
DDT (dikloro-difenil-trikloroetana) adalah insektisida haloalkana yang efektif namun dilarang di banyak negara. Mengapa DDT dilarang? Jelaskan masalah lingkungan yang ditimbulkannya berdasarkan sifat haloalkana!
Pembahasan:
Struktur DDT: (ClC6H4)2CHCCl3
Masalah lingkungan DDT:
1. Persisten (sulit terurai): Ikatan C-Cl pada DDT sangat stabil terhadap degradasi kimia dan biologis
2. Bioakumulasi: DDT terakumulasi dalam jaringan lemak organisme karena sifat lipofiliknya
3. Biomagnifikasi: Konsentrasi DDT meningkat sepanjang rantai makanan (contoh: plankton → ikan kecil → ikan besar → burung pemangsa)
4. Efek pada reproduksi burung: Menyebabkan penipisan cangkang telur burung pemangsa seperti elang dan pelikan
5. Toksik jangka panjang: Karsinogenik dan mengganggu sistem endokrin
6. Resistensi serangga: Serangga target berkembang menjadi resisten
Pelarangan: Dilarang oleh Konvensi Stockholm 2001 tentang Polutan Organik Persisten (POPs)
2-bromopropana dapat mengalami reaksi eliminasi atau substitusi dengan ion hidroksida (OH-). Tuliskan kedua reaksi tersebut dan jelaskan kondisi yang mempengaruhi produk mana yang dominan!
Pembahasan:
Reaksi dengan OH-:
1. Substitusi (SN2):
Produk: 2-propanol (alkohol sekunder)
2. Eliminasi (E2):
Produk: propena (alkena) + air
Faktor yang mempengaruhi:
1. Suhu: Suhu tinggi favoreliminasi, suhu rendah favor substitusi
2. Kekuatan basa: Basa kuat (OH-) favoreliminasi, basa lemah favor substitusi
3. Pelarut: Pelarut polar aprotic favor SN2, pelarut polar protic favor E2
4. Struktur substrat: Haloalkana tersier cenderung eliminasi, primer cenderung substitusi
5. Konsentrasi: Konsentrasi OH- tinggi favoreliminasi
Untuk 2-bromopropana (sekunder), biasanya campuran produk, dengan eliminasi lebih dominan pada kondisi basa kuat dan panas.
8. Amina (R-NH2)
Gugus Fungsi:
Klasifikasi:
| Jenis | Struktur | Contoh |
|---|---|---|
| Amina primer (1°) | R-NH2 | CH3CH2NH2 (etilamina) |
| Amina sekunder (2°) | R2NH | (CH3)2NH (dimetilamina) |
| Amina tersier (3°) | R3N | (CH3)3N (trimetilamina) |
Tata Nama:
- Sistem IUPAC: nama alkana + akhiran -amina
- Sistem trivial: menyebutkan gugus alkil diikuti kata "amina"
- Contoh: CH3CH2NH2 = etanamina (IUPAC) atau etilamina (trivial)
Sifat-sifat Penting:
- Bersifat basa lemah (dapat membirukan lakmus merah)
- Amina rantai rendah berbau seperti amonia, rantai lebih panjang berbau seperti ikan
- Dapat membentuk ikatan hidrogen (titik didih lebih tinggi daripada alkana, lebih rendah daripada alkohol)
- Amina rantai pendek larut baik dalam air
Reaksi-reaksi Penting:
- Reaksi asam-basa: R-NH2 + HCl → R-NH3+Cl- (garam amonium)
- Alkilasi: R-NH2 + R'-X → R-NH-R' + HX (menjadi amina sekunder)
Contoh dan Kegunaan:
- Metilamina (CH3NH2): bahan baku industri
- Anilin (C6H5NH2): bahan baku zat warna (termasuk senyawa aromatik)
- Adrenalin (epinefrin): hormon, obat
- Dopamin dan serotonin: neurotransmiter
Soal dan Pembahasan: Amina (R-NH2)
Berikan nama IUPAC untuk: (a) CH3CH2NHCH3, (b) (CH3CH2)3N, (c) CH3CH2CH2NH2
Pembahasan:
(a) CH3CH2NHCH3 (amina sekunder):
1. Rantai terpanjang yang mengikat N: etana (2C)
2. Substituen pada N: metil
3. Nama: N-metiletanamina
(b) (CH3CH2)3N (amina tersier):
1. Tiga gugus etil terikat pada N
2. Nama: N,N-dietiletanamina atau trietilamina (nama trivial)
(c) CH3CH2CH2NH2 (amina primer):
1. Rantai: 3C (propana)
2. Nama: propan-1-amina atau 1-propanamina
Catatan: Untuk amina sekunder dan tersier, awalan N- menunjukkan substituen pada atom nitrogen.
Urutkan kebasaan senyawa berikut dari yang paling basa: amonia, metilamina, dimetilamina, trimetilamina. Jelaskan pola kebasaannya!
Pembahasan:
Urutan kebasaan (paling basa → paling lemah):
1. Dimetilamina ((CH3)2NH)
2. Metilamina (CH3NH2)
3. Trimetilamina ((CH3)3N)
4. Amonia (NH3)
Penjelasan:
Kebasaan diukur dengan kemampuan mendonorkan pasangan elektron bebas pada N.
1. Efek induktif (+I): Gugus alkil (CH3) mendonorkan elektron, meningkatkan kerapatan elektron pada N, sehingga lebih mudah mendonorkan pasangan elektron
2. Dimetilamina > Metilamina: Dua gugus CH3 memberikan efek +I lebih besar daripada satu gugus CH3
3. Trimetilamina lebih lemah: Meski memiliki 3 gugus CH3, halangan sterik menghambat solvasi kation amonium yang terbentuk, mengurangi stabilitas
4. Solvasi: Amina primer dan sekunder membentuk ikatan hidrogen yang lebih baik dengan air dibanding amina tersier
Pola dalam air: sekunder > primer > tersier > amonia
Pola dalam fase gas (tanpa solvasi): tersier > sekunder > primer > amonia
Banyak obat mengandung gugus amina, seperti antihistamin dan antidepresan. Mengapa gugus amina penting dalam farmakologi? Bagaimana sifat amina mempengaruhi penyerapan dan distribusi obat dalam tubuh?
Pembahasan:
Pentingnya gugus amina dalam obat:
1. Kelarutan: Amina meningkatkan kelarutan dalam air melalui pembentukan garam dengan asam
2. Interaksi dengan reseptor: Dapat membentuk ikatan ionik, hidrogen, atau van der Waals dengan target biologis
3. Bioavailabilitas: Meningkatkan penyerapan melalui membran biologis
4. Stabilitas: Sifat basa dapat menstabilkan molekul obat
Pengaruh sifat amina terhadap farmakokinetik:
1. pKa dan ionisasi: Pada pH fisiologis (7.4), amina (pKa ~9-11) akan terprotonasi sebagian, mempengaruhi kelarutan dan penetrasi membran
2. Hidrofilisitas vs lipofilisitas: Amina terion lebih hidrofilik (baik untuk kelarutan), tidak terion lebih lipofilik (baik untuk penetrasi membran)
3. Distribusi: Bentuk terion lebih banyak di kompartemen ekstraseluler, bentuk tidak terion lebih mudah menembus sawar darah-otak
4. Ekskresi: Amina dapat dimetabolisme melalui deaminasi oksidatif atau konjugasi
Contoh: Antihistamin (difenhidramin), antidepresan (fluoxetine/Prozac), analgesik (morphine) semua mengandung gugus amina.
Tuliskan reaksi antara trietilamina ((CH3CH2)3N) dengan asam klorida (HCl) dan beri nama produknya! Apa aplikasi praktis dari reaksi ini?
Pembahasan:
Reaksi asam-basa:
Nama produk: Trietilamonium klorida
Mekanisme: Pasangan elektron bebas pada N menyerang H+ dari HCl, membentuk ion amonium
Aplikasi praktis:
1. Pembuatan garam obat: Banyak obat amina dibuat dalam bentuk garam (hidroklorida, sulfat) untuk meningkatkan:
- Kelarutan dalam air
- Stabilitas
- Bioavailabilitas
- Kemudahan formulasi
2. Contoh: Lidokain HCl (anestetik lokal), Amitriptyline HCl (antidepresan)
3. Ekstraksi asam-basa: Dalam laboratorium, digunakan untuk memisahkan dan memurnikan amina
4. Penetralan asam: Amina digunakan sebagai basa dalam berbagai proses industri
1. Asam karboksilat > 2. Ester > 3. Aldehid > 4. Keton > 5. Alkohol > 6. Amina > 7. Eter > 8. Halogen > 9. Alkena/Alkuna > 10. Alkana
Gugus fungsi dengan prioritas lebih tinggi menjadi gugus utama (sufiks), yang lain menjadi substituen (awalan).
1. Hafalkan gugus fungsi dan penamaannya
2. Pahami pola reaksi untuk setiap golongan
3. Latih dengan menggambar struktur senyawa
4. Hubungkan dengan contoh dalam kehidupan sehari-hari
5. Kerjakan soal-soal latihan secara rutin
Contoh Soal Kombinasi dan Pembahasan
Pembahasan:
Etanol adalah alkohol primer, sedangkan dimetil eter adalah eter. Perbedaan utama: alkohol memiliki gugus -OH yang dapat membentuk ikatan hidrogen dan bersifat asam lemah, sedangkan eter tidak.
Metode 1: Uji dengan Logam Natrium (Na)
1. Prinsip: Alkohol bereaksi dengan logam natrium menghasilkan gas hidrogen, sedangkan eter tidak bereaksi atau bereaksi sangat lambat.
2. Prosedur: Tambahkan sedikit potongan logam natrium ke masing-masing sampel.
3. Hasil:
- Etanol: Bereaksi aktif, menghasilkan gelembung gas H2 yang dapat terbakar dengan bunyi "letup"
- Dimetil eter: Tidak bereaksi atau bereaksi sangat lambat (tidak ada gelembung gas yang signifikan)
Metode 2: Uji dengan Pereaksi Lucas (HCl + ZnCl2)
1. Prinsip: Alkohol dapat bereaksi dengan pereaksi Lucas membentuk alkil klorida (tampak keruh), sedangkan eter tidak bereaksi.
2. Prosedur: Tambahkan pereaksi Lucas ke masing-masing sampel, kocok, dan diamkan.
3. Hasil:
- Etanol (alkohol primer): Tidak bereaksi pada suhu kamar, larutan tetap jernih (membutuhkan pemanasan untuk bereaksi)
- Dimetil eter: Tidak bereaksi, larutan tetap jernih
- Catatan: Uji ini lebih efektif untuk membedakan alkohol primer, sekunder, dan tersier. Untuk alkohol primer seperti etanol, reaksi sangat lambat.
Metode 3: Uji Titik Didih
1. Prinsip: Alkohol memiliki titik didih jauh lebih tinggi daripada eter karena membentuk ikatan hidrogen antarmolekul.
2. Data:
- Etanol: Titik didih 78.4°C
- Dimetil eter: Titik didih -24.8°C
3. Prosedur: Panaskan sampel secara hati-hati dan ukur suhu saat mendidih.
4. Hasil: Sampel yang mendidih pada suhu sekitar 78°C adalah etanol, sedangkan yang sudah mendidih pada suhu kamar (atau suhu sangat rendah) adalah dimetil eter.
Metode 4: Uji Kelarutan dalam Air
1. Prinsip: Alkohol rantai pendek larut sempurna dalam air karena dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air, sedangkan eter kelarutannya terbatas.
2. Prosedur: Tambahkan masing-masing sampel ke dalam air dengan volume sama.
3. Hasil:
- Etanol: Larut sempurna dalam air dalam segala perbandingan (miscible)
- Dimetil eter: Agak larut (sekitar 7.5 g/100 mL air pada 25°C), membentuk dua lapisan jika konsentrasi tinggi
Metode 5: Uji dengan K2Cr2O7/H+ (Oksidasi)
1. Prinsip: Alkohol dapat dioksidasi menjadi aldehid/asam karboksilta, sedangkan eter relatif inert terhadap oksidator.
2. Prosedur: Tambahkan K2Cr2O7 dalam suasana asam ke masing-masing sampel.
3. Hasil:
- Etanol: Warna oranye K2Cr2O7 berubah menjadi hijau (Cr3+), karena etanol teroksidasi menjadi asetaldehid kemudian asam asetat
- Dimetil eter: Tidak terjadi perubahan warna (tetap oranye) karena eter tidak teroksidasi
Pembahasan:
Propanal adalah aldehid, sedangkan propanon adalah keton. Perbedaan utama: aldehid mudah teroksidasi, keton tidak.
Cara membedakan: Gunakan uji Tollens (perak cermin) atau uji Fehling/Benedict.
1. Uji Tollens: Tambahkan pereaksi Tollens [Ag(NH3)2]+OH-
- Propanal: positif, menghasilkan cermin perak (Ag)
- Propanon: negatif, tidak terjadi perubahan
2. Uji Fehling/Benedict: Tambahkan pereaksi Fehling (Cu2+ dalam suasana basa)
- Propanal: positif, menghasilkan endapan merah bata Cu2O
- Propanon: negatif, tidak terjadi perubahan
Pembahasan:
Reaksi esterifikasi: Asam karboksilat + Alkohol → Ester + Air (dengan katalis H+)
Penamaan ester:
1. Gugus alkil dari alkohol: metil (dari CH3OH)
2. Nama asam karboksilat tanpa kata "asam": propanoat (dari asam propanoat)
3. Nama ester: metil propanoat
Jawaban: Ester yang dihasilkan adalah metil propanoat
Pembahasan:
(a) CH3CH2OCH3: mengandung gugus -O- di antara dua alkil → Eter (etil metil eter atau metoksietana)
(b) CH3CH2COCH3: mengandung gugus C=O di tengah rantai (terikat pada dua alkil) → Keton (butanon atau etil metil keton)
(c) CH3CH2CH2NH2: mengandung gugus -NH2 → Amina primer (1-propanamina atau propilamina)
(d) CH3CH2CH2Cl: mengandung atom halogen (Cl) terikat pada alkil → Haloalkana (1-kloropropana atau propil klorida)
Latihan Soal
Manakah yang memiliki titik didih lebih tinggi: etanol (CH3CH2OH) atau dimetil eter (CH3OCH3)? Jelaskan alasannya!
Tuliskan reaksi antara asam etanoat (asam asetat) dan natrium hidroksida!
Senyawa dengan rumus CH3CH2COOCH2CH3 termasuk golongan senyawa apa? Beri nama senyawa tersebut!
Apa yang terjadi jika propanal (CH3CH2CHO) direaksikan dengan pereaksi Fehling?
Bagaimana cara membedakan alkohol primer, sekunder, dan tersier secara kimia?
Tuliskan struktur dari 2-bromobutana!
Mengapa asam karboksilat memiliki titik didih yang relatif tinggi dibanding senyawa organik lain dengan massa molekul sebanding?
- 1-butanol
- Etanol memiliki titik didih lebih tinggi karena membentuk ikatan hidrogen antarmolekul, sedangkan eter tidak.
- CH3COOH + NaOH → CH3COONa + H2O
- Ester; etil propanoat
- Menghasilkan endapan merah bata (Cu2O) karena propanal teroksidasi.
- Dengan uji oksidasi menggunakan KMnO4 atau K2Cr2O7: alkohol primer → aldehid → asam; sekunder → keton; tersier → tidak bereaksi.
- CH3CH(Br)CH2CH3
- Karena asam karboksilat membentuk dimer melalui ikatan hidrogen yang kuat antara gugus -COOH.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar