Memahami kesetimbangan antara fase gas dan larutan memerlukan ketelitian ekstra, terutama saat menentukan volume mana yang harus digunakan. Contoh soal di bawah ini akan menunjukkan cara menangani perbedaan volume antara ruang kosong dan volume cairan, serta bagaimana mengubah data tekanan menjadi konsentrasi molar agar dapat dimasukkan ke dalam rumus $K_c$ secara tepat.
Contoh 1: Reaksi NO2 dengan Tekanan Gas
Reaksi: NO2(g) + H2O(l) ⇌ HNO3(aq) + HNO2(aq)
Pada suhu 300 K, tekanan parsial NO2 adalah 1,23 atm. Konsentrasi HNO3 = 0,1 M dan HNO2 = 0,1 M. (R = 0,082 L.atm/(mol.K))
Penyelesaian:
Contoh 2: Analisis Volume Larutan dan Gas Terpisah
Reaksi: NO2(g) + H2O(l) ⇌ HNO3(aq) + HNO2(aq)
Diketahui sebuah wadah tertutup bervolume 10 Liter berisi 2 Liter air. Pada kesetimbangan terdapat 0,8 mol NO2, 0,4 mol HNO3, dan 0,4 mol HNO2.
Penyelesaian:
$$ \begin{aligned} V_{\text{larutan}} &= 2 \text{ L} \\[1em] V_{\text{gas}} &= 10~L - 2~L = 8 \text{ L} \\[1em] [\text{HNO}_3] &= \frac{0,4~mol}{2~L} = 0,2 \text{ M} \\[1em] [\text{HNO}_2] &= \frac{0,4~mol}{2~L} = 0,2 \text{ M} \\[1em] [\text{NO}_2] &= \frac{0,8~mol}{8~L} = 0,1 \text{ M} \\ \\ K_c &= \frac{[\text{HNO}_3][\text{HNO}_2]}{[\text{NO}_2]^2} \\[1em] &= \frac{0,2 \times 0,2}{(0,1)^2} \\[1em] &= \frac{0,04}{0,01} \\[1em] &= 4 \end{aligned} $$Contoh 3: Pelarutan Gas Amonia (NH3)
Reaksi: NH3(g) + H2O(l) ⇌ NH4+(aq) + OH–(aq)
Dalam wadah 5 L yang berisi 1 L air, terdapat 0,1 mol gas NH3 di ruang kosong dan konsentrasi ion masing-masing adalah 0,02 M.
Penyelesaian:
Contoh 4: Reaksi Gas Klorin dengan Air
Reaksi: Cl2(g) + H2O(l) ⇌ HClO(aq) + H+(aq) + Cl–(aq)
Jika pada suhu tertentu $K_c = 0,027$ dan konsentrasi [HClO] = [H+] = [Cl–] = 0,03 M. Berapa molaritas Cl2 yang harus ada di fase gas?
Penyelesaian:
Contoh 5: Pelarutan Kapur oleh Air Berkarbonasi
Reaksi: CO2(g) + H2O(l) + CaCO3(s) ⇌ Ca2+(aq) + 2HCO3–(aq)
Pada kesetimbangan: $P_{CO_2} = 2,46\text{ atm}$ (T = 300 K), [Ca2+] = 0,05 M, [HCO3–] = 0,1 M.
Penyelesaian:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar