Materi Kimia: Benzena dan Turunannya

Kamis, 15 Januari 2026

Pokok Bahasan Terpisah: Senyawa aromatik dipelajari terpisah dari senyawa alifatik karena memiliki sifat, struktur, dan reaksi yang sangat khas (aturan Hückel, resonansi, substitusi elektrofilik aromatik).

Materi ini masih dalam tahap pengembangan, belum final.

1. Struktur dan Sifat Khas Benzena

A. Rumus dan Struktur Benzena

C6H6
C C C C C C H H H H H H HC HC C H CH CH H C

Struktur Kekulé: Alternatif ikatan tunggal dan rangkap

B. Konsep Resonansi dan Aromatisitas

Struktur Resonansi 1 dan 2
C C C C C C H H H H H H HC HC C H CH CH H C C C C C C C H H H H H H CH CH C H HC HC H C Struktur Resonansi 1 Struktur Resonansi 2
Sifat Aromatisitas (Aturan Hückel):
  1. Siklik dan Planar: Molekul berbentuk cincin datar
  2. Terkonjugasi sempurna: Sistem π terdelokalisasi
  3. Memenuhi aturan 4n+2: Jumlah elektron π = 2, 6, 10, 14,...
  4. Benzena: 6 elektron π → 4(1)+2 = 6 → aromatik

C. Bukti Eksperimental Struktur Benzena

Bukti Penjelasan Implikasi
Panjang ikatan C-C seragam 1,39 Å (antara ikatan tunggal 1,54 Å dan rangkap 1,34 Å) Ikatan identik, tidak ada alternatif tunggal-rangkap
Stabilitas tinggi Entalpi hidrogenasi lebih rendah 150 kJ/mol dari perkiraan Energi resonansi = 150 kJ/mol (stabilisasi)
Sulit mengalami adisi Lebih suka substitusi daripada adisi Mempertahankan sistem aromatik
Reaksi khas: Substitusi Bukan adisi seperti alkena Sistem π terkonjugasi dipertahankan

2. Reaksi Benzena: Substitusi Elektrofilik Aromatik (SEAr)

Mekanisme Umum SEAr:
  1. Pembentukan elektrofil (E+)
  2. Serangan elektrofil pada cincin benzena → kompleks σ (intermediet arenium)
  3. Kehilangan H+ → regenerasi sistem aromatik

A. Nitrasi

C6H6 + HNO3 + H2SO4 → C6H5NO2 + H2O

Mekanisme:

  1. Pembentukan elektrofil NO2+ (ion nitronium):
  2. HNO3 + 2H2SO4 → NO2+ + H3O+ + 2HSO4-
  3. Serangan NO2+ pada cincin benzena
  4. Kehilangan H+ membentuk nitrobenzena

B. Sulfonasi

C6H6 + H2SO4 (pekat) → C6H5SO3H + H2O

Elektrofil: SO3 (asam sulfat fuming)

C. Halogenasi

C6H6 + X2 + katalis FeX3 → C6H5X + HX

Mekanisme: FeX3 mempolarisasi X2 → X+ dan FeX4-

D. Alkilasi Friedel-Crafts

C6H6 + R-Cl + AlCl3 → C6H5-R + HCl

Elektrofil: R+ (karbokation) dari alkil halida

Contoh: CH3Cl + AlCl3 → CH3+ + AlCl4-

E. Asilasi Friedel-Crafts

C6H6 + R-COCl + AlCl3 → C6H5-CO-R + HCl

Elektrofil: R-CO+ (asil kation)

Batasan Friedel-Crafts: Tidak bekerja untuk cincin benzena yang terdeaktivasi kuat (misal: nitrobenzena) atau dengan gugus penarik elektron.

3. Turunan Benzena Penting dan Tata Namanya

A. Sistem Penamaan

Aturan Penamaan Turunan Benzena:
  1. Jika satu substituen: nama substituen + "benzena"
  2. Jika dua substituen: gunakan awalan ortho- (1,2), meta- (1,3), para- (1,4)
  3. Jika ≥ tiga substituen: gunakan penomoran (beri nomor terendah)
  4. Beberapa nama trivial diterima (toluena, anilin, fenol, dll.)

B. Turunan Monosubstitusi Penting

Toluena (Metilbenzena)
C6H5-CH3
toluena metilbenzena 1 2 3 4 5 6 CH 3

Gugus: -CH3

Sifat: Cair tak berwarna, pelarut organik

Kegunaan: Pelarut, bahan baku TNT, sintesis kimia

Fenol (Hidroksibenzena)
C6H5-OH
fenol hidroksibenzena 1 2 3 4 5 6 OH

Gugus: -OH

Sifat: Asam lemah (pKa ≈ 10), antiseptik

Kegunaan: Desinfektan, resin fenolik, aspirin

Anilin (Aminobenzena)
C6H5-NH2
anilina aminobenzena 1 2 3 4 5 6 NH 2

Gugus: -NH2

Sifat: Basa lemah, beracun

Kegunaan: Zat warna, obat, polimer

Benzaldehida
C6H5-CHO
benzaldehid 1 2 3 4 5 6 C H O

Gugus: -CHO

Sifat: Aroma almond, aldehid aromatik

Kegunaan: Flavor, parfum, sintesis

Asam Benzoat
C6H5-COOH
asam benzoat 1 2 3 4 5 6 C OH O

Gugus: -COOH

Sifat: Padatan kristal, asam lemah

Kegunaan: Pengawet makanan (E210)

Nitrobenzena
C6H5-NO2
nitrobenzena 1 2 3 4 5 6 NO 2

Gugus: -NO2

Sifat: Cair kuning, beracun

Kegunaan: Bahan baku anilin, pelarut

C. Turunan Disubstitusi

Nama Struktur Posisi Contoh
o-xilena C6H4(CH3)2
1 2 3 4 5 6 CH 3 CH 3
1,2-dimetilbenzena Pelarut, bahan kimia
m-xilena C6H4(CH3)2
1 2 3 4 5 6 CH 3 CH 3
1,3-dimetilbenzena Bahan baku plastik
p-xilena C6H4(CH3)2
1 2 3 4 5 6 CH 3 CH 3
1,4-dimetilbenzena Bahan baku PET (botol plastik)
o-nitrotoluena C6H4(CH3)(NO2)
1 2 3 4 5 6 CH 3 NO 2
1-metil-2-nitrobenzena Sintesis zat warna

4. Pengaruh Substituen pada Reaktivitas Benzena

A. Substituen Pengarah Ortho-Para (Aktivator)

Ciri-ciri:
  • Meningkatkan reaktivitas cincin benzena
  • Mengarahkan substituen baru ke posisi ortho dan para
  • Biasanya gugus pendonor elektron (efek +I atau +R)
Substituen Jenis Contoh Senyawa Mekanisme
-NH2, -NHR, -NR2 Aktivator kuat Anilin Efek +R (resonansi)
-OH, -OR Aktivator kuat Fenol, Anisol Efek +R
-CH3, -R (alkil) Aktivator lemah Toluena Efek +I (induktif)
-C6H5 Aktivator lemah Bifenil Efek +R terkonjugasi
1 2 3 4 5 6 A D 1 2 3 4 5 6 A 1 2 3 4 5 6 A D D posisi orto (o) subtituen di nomor 1 dan 2 posisi meta (m) subtituen di nomor 1 dan 3 posisi para (p) subtituen di nomor 1 dan 4

B. Substituen Pengarah Meta (Deaktivator)

Ciri-ciri:
  • Menurunkan reaktivitas cincin benzena
  • Mengarahkan substituen baru ke posisi meta
  • Biasanya gugus penarik elektron (efek -I atau -R)
Substituen Jenis Contoh Senyawa Mekanisme
-NO2 Deaktivator kuat Nitrobenzena Efek -R kuat
-CN Deaktivator kuat Benzonitril Efek -I dan -R
-COOH, -COOR Deaktivator sedang Asam benzoat, Ester Efek -R
-CHO, -COR Deaktivator sedang Benzaldehida, Asetofenon Efek -R
-SO3H Deaktivator kuat Asam benzenasulfonat Efek -I kuat
Pengecualian: Halogen (-Cl, -Br, -I) adalah deaktivator ortho-para. Meskipun menarik elektron (-I), pasangan elektron bebas dapat beresonansi (+R) ke cincin pada posisi ortho-para.

5. Senyawa Aromatik Polisiklik

Naftalena
C10H8
1 2 3 4 4a 5 6 7 8 8a naftalena

Struktur: 2 cincin benzena bersebelahan

Sifat: Padatan putih, bau khas

Kegunaan: Kapur barus, insektisida

Antrasena
C14H10
1 2 3 4 4a 10 10a 5 6 7 8 8a 9 9a antrasena

Struktur: 3 cincin benzena linear

Sifat: Padatan tak berwarna, fluoresen

Kegunaan: Zat warna, penelitian

Fenantrena
C14H10
1 2 3 4 4a 4b 5 6 7 8 8a 9 10 10a fenantrena

Struktur: 3 cincin benzena angular

Sifat: Isomer antrasena

Kegunaan: Biologi, obat

6. Aplikasi dan Bahaya Senyawa Aromatik

A. Aplikasi Industri

Senyawa Industri Produk Akhir
Benzena Petrokimia Stirena (polistirena), Sikloheksana (nilon), Fenol
Toluena Kimia, Bahan Peledak TNT, Pelarut, Benzena (dealkilasi)
p-xilena Polimer Asam tereftalat → PET (botol plastik)
Fenol Polimer, Farmasi Bakelit, Aspirin, Disinfektan
Anilin Zat Warna, Karet Zat warna azo, MDI (poliuretan)

B. Bahaya dan Toksisitas

Bahaya Benzena:
  • Karsinogen: Menyebabkan leukemia
  • Toksik sistemik: Merusak sumsum tulang
  • Volatil: Mudah menguap, bahaya inhalasi
  • Batas paparan: Sangat rendah (0.5-1 ppm)
Penting: Penggunaan benzena murni sangat dibatasi. Dalam laboratorium sekolah, biasanya digunakan toluena sebagai pengganti yang lebih aman.

7. Contoh Soal dan Pembahasan

Soal 1: Penamaan Turunan Benzena
Berikan nama IUPAC untuk senyawa dengan struktur berikut:
NO 2 CH 3 Cl
(dengan asumsi substituen pada posisi 1,2,4)

Pembahasan:

5 6 1 2 3 4 NO 2 CH 3 Cl 1-kloro-2-metil-4-nitrobenzena

1. Rantai utama: benzena

2. Substituen: -NO2 (nitro), -Cl (kloro), -CH3 (metil)

3. Penomoran: beri nomor terendah untuk substituen

4. Urutan abjad: kloro (chloro) → metil (methyl) → nitro (nitro)

5. Dengan posisi 1,2,4: 1-kloro-2-metil-4-nitrobenzena

Atau nama trivial: p-nitro-o-klorotoluena (karena ada gugus metil)

Soal 2: Pengaruh Substituen
Urutkan reaktivitas senyawa berikut dalam reaksi nitrasi dari yang PALING REAKTIF: a) Benzena, b) Nitrobenzena, c) Toluena, d) Anilin

Pembahasan:

Reaktivitas dalam nitrasi (SEAr) bergantung pada sifat substituen:

  1. Anilin (-NH2): Aktivator KUAT ortho-para → PALING REAKTIF
  2. Toluena (-CH3): Aktivator LEMAH ortho-para → Reaktif
  3. Benzena (tanpa substituen): Reaktivitas standar
  4. Nitrobenzena (-NO2): Deaktivator KUAT meta → PALING TIDAK REAKTIF

Urutan: Anilin > Toluena > Benzena > Nitrobenzena

Alasan: Gugus -NH2 mendonorkan elektron ke cincin (+R), membuat cincin kaya elektron dan mudah diserang elektrofil. Sebaliknya, -NO2 menarik elektron (-R), membuat cincin miskin elektron.

Soal 3: Reaksi Nitrasi
Tuliskan reaksi lengkap nitrasi toluena dengan HNO3/H2SO4 dan prediksi produk utama yang terbentuk!

Pembahasan:

Reaksi:

C6H5CH3 + HNO3 → C6H4(CH3)(NO2) + H2O

Produk utama: o-nitrotoluena dan p-nitrotoluena

Penjelasan:

1. Gugus -CH3 pada toluena adalah aktivator ortho-para

2. Elektrofil NO2+ akan menyerang posisi ortho (1,2) dan para (1,4) terhadap gugus metil

3. Produk utama adalah campuran:

  • o-nitrotoluena (1-metil-2-nitrobenzena): ≈ 60%
  • p-nitrotoluena (1-metil-4-nitrobenzena): ≈ 40%
  • m-nitrotoluena: sangat sedikit (< 5%)

Struktur produk:

o-nitrotoluena
CH3
|
C6H4
|
NO2

(posisi 1,2)

p-nitrotoluena
CH3
|
C6H4
\
 NO2

(posisi 1,4)

Soal 4: Perbedaan Sifat Fenol dan Alkohol
Mengapa fenol (C6H5OH) bersifat asam (pKa ≈ 10) sedangkan etanol (C2H5OH) hampir netral (pKa ≈ 16)? Jelaskan berdasarkan struktur!

Pembahasan:

Perbedaan keasaman:

  • Fenol: pKa ≈ 10 (asam lemah)
  • Etanol: pKa ≈ 16 (sangat lemah, praktis netral)

Penjelasan berdasarkan struktur:

1. Stabilitas anion fenoksida vs etoksida:

  • Fenol terionisasi: C6H5OH → C6H5O- + H+
  • Anion fenoksida (C6H5O-) distabilkan oleh resonansi
  • Pasangan elektron pada O- dapat terdelokalisasi ke cincin aromatik

2. Struktur resonansi fenoksida:

C6H5O- ↔ Struktur resonansi dengan muatan negatif pada posisi ortho dan para

3. Tidak ada resonansi pada etoksida:

  • Etanol terionisasi: CH3CH2OH → CH3CH2O- + H+
  • Anion etoksida TIDAK distabilkan resonansi
  • Muatan negatif terlokalisasi hanya pada atom oksigen

4. Kesimpulan: Fenol lebih asam karena anion fenoksida yang terbentuk lebih stabil akibat delokalisasi muatan negatif ke cincin aromatik melalui resonansi.

Fakta menarik: Meskipun fenol lebih asam dari alkohol alifatik, fenol masih jauh lebih lemah daripada asam karboksilat (pKa ≈ 5) karena resonansi pada fenoksida tidak sebaik resonansi pada karboksilat.
Ringkasan Materi Benzena dan Turunannya:
1. Struktur: Cincin aromatik dengan 6 elektron π, resonansi, energi resonansi 150 kJ/mol
2. Reaksi khas: Substitusi Elektrofilik Aromatik (nitrasi, sulfonasi, halogenasi, Friedel-Crafts)
3. Pengaruh substituen: Aktivator ortho-para vs deaktivator meta
4. Turunan penting: Toluena, Fenol, Anilin, Benzaldehida, Asam benzoat
5. Bahaya: Benzena karsinogenik, perlu penanganan khusus
Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2025 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info