Kantong pemanas instan (kompres hangat) dan kompres dingin instan sama-sama berisi garam dan air yang dipisahkan oleh sekat. Begitu sekatnya dipecahkan dan isinya bercampur, yang satu terasa hangat dan yang lain terasa dingin. Padahal keduanya hanya melarutkan zat ionik dalam air. Rahasianya ada pada dua proses yang berlangsung bersamaan: kristal garam dibongkar, dan ion-ionnya langsung dibungkus oleh molekul air.
Simulasi ini memperlihatkan kedua proses itu dan menunjukkan bagaimana perbandingan energinya menentukan tanda ΔH dan arah perubahan suhu.
Bahasan tentang kurva-kurva laju reaksi, soal serta pembahasannya dapat dilihat dengan klik tautan ini.
Landasan Teori
Pelarutan zat ionik dalam air melibatkan dua komponen energi:
- Pemisahan kisi kristal. Ion-ion dilepaskan dari kristal. Proses ini menyerap energi (endoterm). Dalam simulasi, energi ini ditulis positif dan disebut ΔH kisi.
- Hidrasi ion. Ion-ion dikelilingi molekul air. Kation menarik ujung oksigen (δ−) dari air, sedangkan anion menarik ujung hidrogen (δ+). Proses ini melepas energi (eksoterm), sehingga ΔH hidrasi bernilai negatif.
Pada kenyataannya keduanya terjadi bersamaan: molekul air mengelilingi ion di permukaan kristal, lalu membawanya lepas dari kisi. Pemisahan menjadi dua komponen hanya untuk keperluan perhitungan, sesuai Hukum Hess.
ΔH larutan = ΔH kisi + ΔH hidrasi
- Jika |ΔH hidrasi| > ΔH kisi, maka ΔH larutan negatif. Prosesnya eksoterm: kalor dilepas ke air sehingga suhu naik (prinsip hot pack).
- Jika |ΔH hidrasi| < ΔH kisi, maka ΔH larutan positif. Prosesnya endoterm: kalor diserap dari air sehingga suhu turun (prinsip cold pack).
Dalam bahasa sistem dan lingkungan, zat yang larut adalah sistem dan air di sekitarnya adalah lingkungan. Data yang dipakai (nilai pembulatan, ilustratif, dalam kJ/mol):
| Zat | ΔH kisi | ΔH hidrasi | ΔH larutan | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| CaCl2 | +2258 | −2341 | −83 | Eksoterm, dipakai pada hot pack |
| NaOH | +887 | −932 | −45 | Eksoterm, tetapi korosif sehingga tidak dipakai pada kemasan konsumen |
| NH4NO3 | +677 | −651 | +26 | Endoterm, dipakai pada cold pack |
| NaCl | +788 | −784 | +4 | Hampir tidak berubah suhunya |
Cara Menggunakan Simulasi
- Pilih salah satu zat pada tombol di atas kanvas.
- Tekan Mulai untuk menjalankan animasi, dan tekan Jeda untuk berhenti sejenak.
- Geser slider langkah bila ingin memajukan atau memundurkan animasi secara manual.
- Amati kristal dan molekul air di sebelah kiri, termometer di tepi kanan beaker, dan diagram batang energi di sebelah kanan.
- Tekan Reset, lalu bandingkan hasil untuk zat yang berbeda.
- Gulir ke bagian Dunia Nyata di bawah simulasi, lalu hitung berapa derajat suhu kemasan hot pack atau cold pack berubah.
Cara Interpretasi Hasil Simulasi
- Batang oranye (energi kisi) naik setiap kali ada ion yang dilepaskan dari kristal, karena energi diserap.
- Molekul air mengelilingi ion di permukaan kristal lalu membawanya lepas. Perhatikan orientasinya: oksigen (merah) menghadap kation, sedangkan hidrogen (putih) menghadap anion. Batang hijau (energi hidrasi) menggantung dari puncak batang oranye karena energi dilepas. Ion yang sudah terhidrasi terus bergerak bersama molekul air di sekelilingnya.
- Batang ΔH adalah selisih keduanya. Batang merah di atas garis nol berarti endoterm (cold pack), batang biru di bawah garis nol berarti eksoterm (hot pack).
- Perhatikan bahwa batang oranye dan hijau sama-sama tinggi dan nyaris sama. ΔH larutan hanyalah selisih kecil dari dua bilangan besar, sehingga garam yang berbeda bisa menghasilkan tanda ΔH yang berbeda.
- Termometer bergerak menuju suhu akhir seiring proses berjalan. Gerak partikel air juga makin cepat pada larutan yang menghangat.
- Catatan: perubahan suhu bergantung pada jumlah zat dan jumlah air. Suhu pada simulasi adalah perkiraan ilustratif untuk 1 mol zat.
Simulasi Interaktif
Dari Simulasi ke Dunia Nyata: Berapa Derajat Suhu Berubah?
Angka ΔH di simulasi dinyatakan per mol zat. Kemasan hot pack atau cold pack berisi sejumlah gram zat, jadi kita ubah dulu menjadi mol, hitung kalor totalnya, lalu hitung perubahan suhu airnya. Rumus yang dipakai:
- Jumlah zat (mol): n = |m//Mm|
- Kalor pelarutan (penghubung dengan entalpi): q = n × ΔH
- Kalor yang diterima air = −q = m × c × ΔT, dengan c ≈ 4,18 J/g·°C dan m adalah massa larutan
Pilih kemasan berukuran umum di bawah ini. Suhu awal 25 °C dan air 100 g. Kamu juga boleh menggeser massa zat untuk melihat pengaruhnya.
Seberapa akurat hasil ini? Sebuah percobaan siswa (dipresentasikan di AAAS 2017) melarutkan 80 g NH4NO3 dalam 100 mL air bersuhu 20 °C dan mencatat suhu terendah rata-rata sekitar −12,4 °C. Rumus yang sama memberi sekitar −14,6 °C untuk suhu awal 20 °C, jadi dekat sekali. Selisihnya wajar karena beberapa hal:
- Kalor mengalir dari wadah dan udara sekitar ke larutan, sehingga suhu tidak turun (atau naik) sejauh perhitungan.
- Kalor jenis larutan tidak persis sama dengan air, dan nilai ΔH sedikit berubah menurut konsentrasi.
- Pada kemasan nyata, suhu ekstrem hanya bertahan sebentar lalu kembali mendekati suhu ruang. Perhitungan di atas adalah batas teoretis tanpa kehilangan kalor.
- Komposisi hot pack di pasaran bervariasi (CaCl2 atau MgSO4), sehingga angka hot pack di sini bersifat ilustratif.
Intinya: ΔH per mol dari simulasi × jumlah mol dalam kemasan = kalor total. Kalor total itulah yang membuat suhu air naik pada hot pack (ΔH negatif) dan turun pada cold pack (ΔH positif).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar