Soal pilihan ganda kompleks menuntut peserta memilih lebih dari satu jawaban benar dari sejumlah opsi. Karena kunci jawabannya bisa berupa satu opsi, beberapa opsi, bahkan semua opsi, analisis butir soalnya tidak bisa lagi memakai cara pilihan ganda biasa. Aplikasi ini menghitung tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas setiap opsi pada soal pilihan ganda kompleks, lengkap dengan dua model penskoran.
Untuk analisis pilihan ganda biasa dan pilihan benar salah dapat diakses dari sini.
Landasan Teori
1. Penskoran Butir
Setiap butir soal diberi skor antara 0 dan 1. Tersedia dua model penskoran:
- Utuh (semua atau tidak sama sekali): skor 1 hanya jika himpunan opsi yang dipilih sama persis dengan kunci, selain itu 0. Ini model paling ketat dan paling umum.
- Parsial (per opsi): skor = banyak opsi yang diputuskan dengan benar dibagi jumlah opsi. Opsi kunci yang dipilih dan opsi bukan kunci yang tidak dipilih sama-sama dihitung benar.
2. Tingkat Kesukaran (P)
N adalah jumlah peserta. Pada penskoran utuh, rumus ini sama dengan persentase peserta yang menjawab benar.
3. Daya Beda (D)
Kelompok atas dan bawah masing-masing 27% dari seluruh peserta, diurutkan berdasarkan total skor. Pada penskoran utuh, D = (BA − BB) ÷ n.
4. Efektivitas Opsi
- Opsi kunci (yang seharusnya dipilih): berfungsi bila lebih banyak dipilih kelompok atas daripada kelompok bawah, atau sama banyak.
- Pengecoh (bukan kunci): efektif bila dipilih minimal 5% peserta dan kelompok bawah memilihnya sama banyak atau lebih banyak daripada kelompok atas.
Interpretasi
| Indikator | Rentang | Kategori |
|---|---|---|
| Kesukaran (P) | P ≥ 70% | Mudah |
| 30% ≤ P < 70% | Sedang | |
| P < 30% | Sukar | |
| Daya Beda (D) | D ≥ 0,40 | Baik Sekali |
| 0,30 ≤ D < 0,40 | Baik | |
| 0,10 ≤ D < 0,30 | Cukup | |
| D < 0,10 | Jelek |
Dirancang oleh urip.info
- Baris pertama: kunci jawaban tiap soal. Satu sel boleh berisi satu atau beberapa opsi, misalnya
A,A,C,ACE, atau semua opsiA,B,C,D,E. - Baris berikutnya: jawaban tiap peserta dengan format yang sama. Sel kosong berarti peserta tidak menjawab.
- Satu kolom Excel untuk satu soal, tanpa kolom nama atau nomor. Salin dari Excel lalu tempel langsung, kolom otomatis terbaca (dipisah tab).
- Jumlah kolom setiap baris harus sama.
Pengembangan berikutnya dapat berupa korelasi point-biserial atau analisis reliabilitas (KR-20 / alfa Cronbach) berbasis skor butir. Mohon koreksi bila ada hal yang kurang tepat. Terima kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar