Perbedaan Keadaan Standar Termokimia dengan Keadaan Standar Gas-gas

Rabu, 07 Oktober 2026

Dalam kimia umum ada dua istilah yang sering tertukar: keadaan standar pada termokimia dan STP (Standard Temperature and Pressure) pada gas. Keduanya sama-sama memakai kata "standar" dan sama-sama menyebut tekanan 1 bar atau 1 atm, tetapi tujuan dan nilai suhunya berbeda. Artikel ini membahas keduanya secara runtut, lengkap dengan nilai, simbol, cara membacanya, dan contoh soal.

Ringkasan Cepat

AspekKeadaan standar termokimiaSTP gas
Tekanan1 bar (105 Pa); dulu 1 atm1 bar (IUPAC sejak 1982);
versi lama 1 atm
SuhuTidak dikunci; data tabel umumnya
pada 298,15 K (25 °C)
273,15 K (0 °C)
Konsentrasi
(larutan)
1 M (ideal, aktivitas = 1)Tidak relevan
FungsiAcuan tabel ΔH°, ΔG°, S°Menghitung volume molar gas

1. Keadaan Standar dalam Termokimia

Definisi

Keadaan standar (standard state) adalah kondisi acuan untuk suatu zat sehingga nilai besaran termodinamika (entalpi, entropi, energi bebas Gibbs) dapat dibandingkan satu sama lain. Menurut IUPAC, keadaan standar suatu zat adalah keadaan zat murni pada tekanan standar p° = 1 bar. Perhatikan bahwa yang ditetapkan hanya tekanannya. Suhu tidak termasuk dalam definisi.

Mengapa selalu terkesan 25 °C?

Karena suhu bebas dipilih, setiap data harus menyebut suhunya. Kesepakatan praktisnya adalah melaporkan data pada 298,15 K (25 °C). Itulah sebabnya tabel di lampiran buku teks (misalnya Chang, Brown, Zumdahl, Atkins) berjudul "data termodinamika pada 298 K". Jadi ketika sebuah soal menyebut "ΔH°" tanpa suhu, artinya 1 bar dan 25 °C. Kalau suhunya lain, ditulis eksplisit, misalnya $\Delta H^{\degree}_{373}$ untuk 373 K.

Keadaan standar menurut jenis zat

  • Gas murni: gas ideal hipotetik pada tekanan 1 bar. Contoh: O2(g), CO2(g).
  • Cairan atau padatan murni: zat murni pada tekanan 1 bar. Contoh: H2O(l), NaCl(s).
  • Zat terlarut dalam larutan: konsentrasi 1 M (secara resmi IUPAC memakai 1 mol/kg, tetapi buku teks umum memakai 1 M) dengan perilaku ideal.
  • Unsur: bentuk (alotrop) yang paling stabil pada 1 bar dan suhu yang ditinjau. Contoh: karbon sebagai grafit (bukan intan), oksigen sebagai O2(g), brom sebagai Br2(l), raksa sebagai Hg(l), belerang sebagai S rombik, natrium sebagai Na(s).

Catatan tentang tekanan: 1 atm atau 1 bar?

Sebelum 1982, tekanan standar adalah 1 atm (101,325 kPa). Sejak 1982 IUPAC mengganti dengan 1 bar (100 kPa). Selisihnya hanya sekitar 1,3%, sehingga pengaruhnya pada kebanyakan nilai ΔH° sangat kecil. Banyak buku, terutama edisi lama dan buku pelajaran SMA, masih memakai 1 atm. Untuk perhitungan di tingkat pengantar, perbedaan ini umumnya bisa diabaikan, tetapi untuk perhitungan volume gas perbedaannya terlihat (lihat bagian STP).

2. Simbol ΔH° dan Sejenisnya

Arti simbol ° (superskrip standar)

Tanda ° di samping simbol besaran bukan angka nol dan bukan derajat suhu. Ia adalah penanda keadaan standar. Secara formal IUPAC menganjurkan simbol plimsoll (⦵, lingkaran dengan garis horizontal), tetapi karena sulit diketik, hampir semua buku memakai °.

Cara membaca

Bacalah "delta H standar" (Inggris: delta H standard). Dalam percakapan di kelas orang sering mengucapkan "delta H nol" (delta H naught) sebagai kebiasaan lisan, dan itu bisa dimaklumi, tetapi bentuk resminya adalah "standar".

Daftar simbol penting

SimbolDibacaArti
ΔHdelta HPerubahan entalpi pada kondisi apa pun
ΔH°delta H standarPerubahan entalpi bila semua zat berada dalam keadaan standar
$\Delta H^{\degree}_f$entalpi pembentukan standarΔH untuk membentuk 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya dalam bentuk paling stabil
$\Delta H^{\degree}_c$entalpi pembakaran standarΔH pembakaran sempurna 1 mol zat
$\Delta H^{\degree}_{rxn}$entalpi reaksi standarΔH reaksi sesuai koefisien persamaan yang ditulis
$\Delta H^{\degree}_{fus}$, $\Delta H^{\degree}_{vap}$entalpi peleburan/penguapan standarΔH perubahan fase
S°entropi standar (molar)Entropi 1 mol zat dalam keadaan standar
ΔG°delta G standarPerubahan energi bebas Gibbs dalam keadaan standar
E°potensial standarPotensial sel/elektrode pada kondisi standar (1 M, 1 bar)

Perbedaan penting yang sering dilewatkan

  • $\Delta H^{\degree}_f$ unsur bentuk stabil = 0. Contoh: $\Delta H^{\degree}_f$ O2(g) = 0, $\Delta H^{\degree}_f$ C(grafit) = 0. Namun $\Delta H^{\degree}_f$ C(intan) = +1,9 kJ/mol, bukan nol.
  • S° unsur tidak sama dengan nol. Entropi memiliki titik acuan mutlak (hukum ketiga termodinamika), sehingga S° semua zat pada 298 K bernilai positif. Contoh: S° H2(g) = 130,7 J/(mol·K).
  • ΔH° reaksi bergantung pada koefisien. Bila persamaan reaksi dikali dua, ΔH° juga dikali dua. Bila arah dibalik, tanda berubah.
  • Satuan: ΔH° dan ΔG° dalam kJ (atau kJ/mol), sedangkan S° dan ΔS° dalam J/(mol·K) atau J/K. Jangan lupa menyamakan satuan (kJ vs J) ketika memakai ΔG° = ΔH° − TΔS°.

Rumus yang memakai simbol standar

Entalpi reaksi dari data pembentukan:

$\Delta H^{\degree}_{rxn}$ = Σn·$\Delta H^{\degree}_f$(produk) − Σm·$\Delta H^{\degree}_f$(pereaksi)

Entropi reaksi:

$\Delta S^{\degree}_{rxn}$ = Σn·S°(produk) − Σm·S°(pereaksi)

Energi bebas Gibbs:

ΔG° = ΔH° − TΔS°

Hubungan dengan tetapan kesetimbangan:

ΔG° = −RT ln K

Di sini n dan m adalah koefisien stoikiometri dalam persamaan reaksi.

3. Contoh Perhitungan Termokimia

Contoh 1: Pembakaran metana

Reaksi: CH4(g) + 2 O2(g) → CO2(g) + 2 H2O(l)

Data $\Delta H^{\degree}_f$ (kJ/mol) pada 298 K: CH4(g) = −74,8; CO2(g) = −393,5; H2O(l) = −285,8; O2(g) = 0.

$\Delta H^{\degree}_{rxn}$ = [(−393,5) + 2(−285,8)] − [(−74,8) + 2(0)]
$\Delta H^{\degree}_{rxn}$ = (−393,5 − 571,6) + 74,8
$\Delta H^{\degree}_{rxn}$ = −890,3 kJ

Artinya reaksi eksotermik: setiap 1 mol CH4 yang terbakar pada kondisi standar melepaskan sekitar 890 kJ. Perhatikan bahwa fasa air harus ditulis. Jika produknya H2O(g), nilainya berbeda karena $\Delta H^{\degree}_f$ H2O(g) = −241,8 kJ/mol.

Contoh 2: Sintesis amonia (Haber) dan prediksi kespontanan

Reaksi: N2(g) + 3 H2(g) → 2 NH3(g)

Data pada 298 K: $\Delta H^{\degree}_f$ NH3(g) = −45,9 kJ/mol. S° (J/mol·K): N2 = 191,6; H2 = 130,7; NH3 = 192,8.

  • ΔH° = 2(−45,9) − 0 = −91,8 kJ
  • ΔS° = 2(192,8) − [191,6 + 3(130,7)] = 385,6 − 583,7 = −198,1 J/K (entropi turun karena 4 mol gas menjadi 2 mol gas)
  • ΔG° = ΔH° − TΔS° = −91,8 kJ − (298,15 K)(−0,1981 kJ/K) = −91,8 + 59,1 = −32,7 kJ

ΔG° negatif berarti pada 25 °C reaksi cenderung spontan pada kondisi standar. Dari ΔG° = −RT ln K diperoleh ln K = |32.700//8,314 x 298,15| ≈ 13,2, sehingga K ≈ 5 × 105. Dalam industri reaksi dijalankan pada suhu tinggi demi kecepatan reaksi. Karena ΔS° negatif, kenaikan suhu membuat −TΔS° makin positif sehingga ΔG° naik dan K turun. Inilah mengapa tekanan tinggi juga dipakai untuk menggeser kesetimbangan.

Contoh 3: Mengapa suhu harus disebut?

Misalkan sebuah soal berbunyi "hitung ΔG° pada 500 K". Karena keadaan standar tidak mengunci suhu, ΔG° tetap valid pada 500 K, asalkan tekanan masing-masing gas 1 bar. Dengan pendekatan bahwa ΔH° dan ΔS° tidak banyak berubah terhadap suhu, kita hitung ulang: $\Delta G^{\degree}_{500}$ = −91,8 − (500)(−0,1981) = −91,8 + 99,1 = +7,3 kJ. Pada suhu ini reaksi sintesis amonia sudah tidak lagi menguntungkan pada kondisi standar, jauh berbeda dari hasil pada 298 K.

4. STP pada Gas

Definisi

STP (Standard Temperature and Pressure) adalah kondisi acuan untuk membandingkan volume dan sifat gas. Berbeda dengan keadaan standar termokimia, STP mengunci suhu sekaligus tekanan.

Nilai STP menurut berbagai sumber

Sumber/versiSuhuTekananVolume molar gas ideal
IUPAC (sejak 1982)273,15 K (0 °C)1 bar (100 kPa)22,71 L/mol
Versi klasik (IUPAC lama;
banyak buku SMA)
273,15 K (0 °C)1 atm (101,325 kPa)22,41 L/mol
NIST293,15 K (20 °C)1 atmsekitar 24,04 L/mol

Karena banyak versi, selalu periksa definisi yang dipakai oleh buku atau soal Anda. Di Indonesia, kebanyakan buku sekolah memakai versi klasik: 0 °C dan 1 atm dengan volume molar 22,4 L/mol.

Kondisi lain yang sering muncul

IstilahKepanjanganSuhuTekananVolume molar
SATPStandard Ambient Temperature and Pressure25 °C (298,15 K)1 bar24,79 L/mol
RTPRoom Temperature and Pressure25 °C (298,15 K)1 atm24,47 L/mol
(sering dibulatkan 24 L/mol)

SATP sering dikaitkan dengan data termokimia karena sama-sama memakai 25 °C dan 1 bar. Kata ambient (ambien) berarti sekitar atau lingkungan sekeliling, merujuk pada suhu ruangan.

Dari mana angka volume molar berasal?

Dari persamaan gas ideal PV = nRT, volume 1 mol gas adalah V = RT/P. Dengan R = 0,08314 L·bar/(mol·K):

  • 0 °C, 1 bar: V = |0,08314 x 273,15//1| = 22,71 L
  • 25 °C, 1 bar: V = |0,08314 x 298,15//1| = 24,79 L

Dengan R = 0,08206 L·atm/(mol·K) dan tekanan 1 atm:

  • 0 °C, 1 atm: V = 0,08206 × 273,15 = 22,41 L
  • 25 °C, 1 atm: V = 0,08206 × 298,15 = 24,47 L

Nilai ini berlaku untuk gas ideal. Gas nyata menyimpang sedikit, terutama pada tekanan tinggi atau suhu rendah.

5. Contoh Soal Gas

Contoh 4: Mol gas pada STP

Berapa mol gas dalam 5,68 L pada STP (IUPAC: 0 °C, 1 bar)?

n = |V//V_m| = |5,68 L//22,71 L/mol| = 0,250 mol.

Jika soal memakai STP klasik (1 atm), hasilnya 5,68 / 22,41 = 0,253 mol. Selisih ini kecil, tetapi bisa menentukan jawaban pilihan ganda, jadi ikuti definisi yang diberikan.

Contoh 5: Massa gas pada SATP

Berapa gram O2 dalam 2,00 L pada 25 °C dan 1 bar?

n = |2,00 L//24,79 L/mol| = 0,0807 mol
massa = 0,0807 mol × 32,00 g/mol = 2,58 g

Contoh 6: Gas hasil reaksi

Sebanyak 10,0 g CaCO3 dipanaskan: CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g). Berapa volume CO2 pada STP (0 °C, 1 atm)?

n CaCO3 = |10,0 g//100,1 g/mol| = 0,0999 mol, maka n CO2 = 0,0999 mol
V = 0,0999 mol × 22,41 L/mol = 2,24 L

6. Jebakan Umum yang Perlu Dihindari

  • Menyamakan keadaan standar termokimia dengan STP. Keduanya sama-sama "standar", tetapi suhu acuannya berbeda (umumnya 25 °C vs 0 °C).
  • Memakai 22,4 L/mol pada 25 °C. Angka itu hanya untuk 0 °C dan 1 atm. Pada 25 °C gunakan sekitar 24,5–24,8 L/mol.
  • Mengira $\Delta H^{\degree}_f$ semua unsur nol. Hanya unsur dalam bentuk paling stabil pada kondisi standar. Intan, ozon (O3), dan Br2(g) bukan nol.
  • Lupa menulis fasa zat. H2O(l) dan H2O(g) punya ΔH°f berbeda.
  • Tidak menyamakan satuan. ΔH° dalam kJ, S° dalam J/K. Ubah salah satunya sebelum menghitung ΔG°.
  • Membaca ° sebagai "nol" atau "derajat". Bacalah "standar".

Kesimpulan

Keadaan standar termokimia ditetapkan pada tekanan 1 bar dengan suhu yang disebutkan atau, secara umum, 298,15 K (25 °C), sedangkan STP gas menetapkan suhu dan tekanan sekaligus, yaitu 0 °C dan 1 bar (IUPAC) atau 1 atm (versi klasik). Simbol ° pada ΔH°, ΔG°, dan S° dibaca "standar" dan menandakan bahwa semua zat berada pada keadaan standarnya. Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat memilih data dan angka volume molar yang tepat ketika mengerjakan soal termokimia maupun stoikiometri gas.

Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info