Besaran Intensif dan Ekstensif: Perbedaan dan Contoh

Selasa, 06 Oktober 2026

Dalam fisika dan kimia, besaran dapat dikelompokkan berdasarkan bagaimana nilainya berubah ketika ukuran atau jumlah zat dalam suatu sistem berubah. Dua kelompok utama tersebut adalah besaran intensif dan besaran ekstensif. Pemahaman mengenai keduanya penting karena membantu kita memahami sifat-sifat materi, perhitungan termodinamika, serta analisis larutan kimia.

Pengertian Besaran Intensif

Besaran intensif adalah besaran yang tidak bergantung pada jumlah, ukuran, atau massa zat dalam suatu sistem. Artinya, jika suatu sistem diperbesar, diperkecil, atau dibagi menjadi beberapa bagian, nilai besaran intensifnya tetap sama. Besaran ini menggambarkan sifat "kualitas" atau "keadaan" suatu zat, bukan seberapa banyak zat tersebut.

Contoh sederhana: sebotol air bersuhu 25 °C. Jika air tersebut dibagi ke dalam dua gelas, suhu masing-masing gelas tetap 25 °C, bukan 12,5 °C. Contoh praktis aplikatif: ketika mencicipi kuah sayur apakah keasinannya cukup (konsentrasi garam) atau tidak kita cukup mengambil sedikit kuah untuk mencicipinya, tidak harus menghabis semua kuah sayur :-) Inilah ciri khas besaran intensif. Sedikit bagian sudah bisa mewakili seluruhnya.

Pengertian Besaran Ekstensif

Besaran ekstensif adalah besaran yang bergantung pada jumlah, ukuran, atau massa zat dalam suatu sistem. Jika sistem diperbesar, nilai besaran ekstensif ikut bertambah; jika sistem diperkecil, nilainya ikut berkurang. Besaran ini menggambarkan "kuantitas" atau seberapa banyak zat yang ada.

Contoh sederhana: 1 kg air ditambah 2 kg air menghasilkan 3 kg air. Massa bersifat aditif dan bergantung pada jumlah zat, sehingga disebut besaran ekstensif.

Perbedaan Utama

Perbedaan antara besaran intensif dan ekstensif dapat dilihat dari beberapa aspek berikut.

  • Ketergantungan pada ukuran: besaran intensif tidak bergantung pada ukuran sistem, sedangkan besaran ekstensif bergantung pada ukuran sistem.
  • Perilaku saat sistem dibagi: nilai besaran intensif tetap, sedangkan nilai besaran ekstensif ikut terbagi.
  • Perilaku saat sistem digabung: besaran intensif tidak dijumlahkan, sedangkan besaran ekstensif dapat dijumlahkan.
  • Hubungan matematis: besaran intensif sering merupakan rasio antara dua besaran ekstensif. Contohnya, massa jenis adalah massa (ekstensif) dibagi volume (ekstensif).

Tabel Perbandingan

Aspek Besaran Intensif Besaran Ekstensif
Ketergantungan jumlah zat Tidak bergantung Bergantung
Nilai saat sistem dibagi Tetap Ikut terbagi
Nilai saat sistem digabung Tidak dijumlahkan Dapat dijumlahkan
Contoh umum Suhu, tekanan, massa jenis Massa, volume, jumlah mol

Contoh Besaran Intensif

Termodinamika dan Fisika Bahan

  1. Suhu
  2. Tekanan
  3. Massa jenis (densitas)
  4. Berat jenis
  5. Volume jenis
  6. Kalor jenis
  7. Kapasitas kalor molar
  8. Entalpi jenis
  9. Entalpi molar
  10. Entropi jenis
  11. Entropi molar
  12. Energi dalam jenis
  13. Energi dalam molar
  14. Energi bebas Gibbs molar
  15. Potensial kimia
  16. Viskositas
  17. Konduktivitas termal
  18. Konduktivitas listrik
  19. Resistivitas listrik
  20. Indeks bias
  21. Tegangan permukaan
  22. Modulus Young
  23. Modulus geser
  24. Modulus bulk
  25. Kompresibilitas
  26. Koefisien muai panjang
  27. Koefisien muai volume
  28. Emisivitas
  29. Titik lebur
  30. Titik didih
  31. Titik beku
  32. Kalor laten spesifik
  33. Kalor penguapan molar
  34. Kekerasan material
  35. Kekuatan tarik material
  36. Permitivitas relatif
  37. Permeabilitas relatif

Kimia dan Larutan

  1. Molaritas
  2. Molalitas
  3. Fraksi mol
  4. Persen massa
  5. Persen volume
  6. pH
  7. pOH
  8. pKa
  9. pKb
  10. Aktivitas kimia
  11. Kelarutan maksimum

Fisika Umum (dalam konteks tertentu)

  1. Potensial listrik di suatu titik
  2. Medan listrik
  3. Medan magnet
  4. Frekuensi
  5. Kecepatan
  6. Percepatan

Contoh Besaran Ekstensif

  1. Massa
  2. Berat (jika percepatan gravitasi tetap)
  3. Jumlah mol
  4. Jumlah partikel
  5. Volume
  6. Panjang total
  7. Luas total
  8. Keliling total
  9. Energi dalam
  10. Entalpi
  11. Entropi
  12. Energi bebas Helmholtz
  13. Energi bebas Gibbs
  14. Kapasitas kalor total
  15. Kalor
  16. Kerja
  17. Energi kinetik total
  18. Energi potensial total
  19. Energi total
  20. Muatan listrik
  21. Momentum total
  22. Momen inersia total
  23. Momen dipol listrik total
  24. Momen magnet total
  25. Massa total campuran
  26. Volume total campuran
  27. Jumlah zat total
  28. Kapasitas panas total
  29. Kalor total
  30. Entropi total

Catatan Penting

  • Kapasitas kalor adalah besaran ekstensif, tetapi kalor jenis adalah besaran intensif.
  • Volume adalah besaran ekstensif, tetapi volume jenis adalah besaran intensif.
  • Massa adalah besaran ekstensif, tetapi massa jenis adalah besaran intensif.
  • Secara umum, besaran ekstensif yang dibagi dengan jumlah zat, massa, atau volume akan menghasilkan besaran intensif.

Kesimpulan

Besaran intensif dan ekstensif merupakan dua kategori penting dalam ilmu fisika dan kimia. Besaran intensif tidak bergantung pada jumlah zat dan menggambarkan sifat khas suatu sistem, seperti suhu dan tekanan. Sebaliknya, besaran ekstensif bergantung pada jumlah zat dan dapat dijumlahkan, seperti massa, volume, dan energi total. Dengan memahami perbedaan keduanya, kita dapat menganalisis berbagai fenomena alam maupun reaksi kimia secara lebih tepat dan konsisten.

Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info