Elektrolisis air menguraikan H2O menjadi gas hidrogen di katode dan gas oksigen di anode. Karena air murni hampir tidak menghantarkan listrik, ditambahkan elektrolit sebagai pembawa muatan.
Pilih elektrolit, atur kuat arus, lalu tekan Start untuk mengamati gerak setiap spesi dan perbandingan volume H2 : O2 = 2 : 1.
Untuk simulasi interaktif kimia lain dari blog ini sila klik tautan ini.
Keterangan
Untuk 4 mol e- terbentuk 2 mol H2 (katode) dan 1 mol O2 (anode). Pada suhu dan tekanan sama, volume gas sebanding dengan mol, sehingga VH2 : VO2 = 2 : 1. Tabung gas bergraduasi sama, jadi permukaan cairan di tabung H2 turun dua kali lebih jauh.
2H2O → 2H2 + O2Kation (+) bergerak ke katode, anion (−) bergerak ke anode. Molekul H2O yang bereaksi bergerak ke elektrode lalu berubah menjadi ion atau gas. Elektron mengalir di kawat dari anode ke sumber DC, lalu ke katode.
Data output (diperbarui langsung)
| Besaran | Nilai | Rumus |
|---|---|---|
| Waktu simulasi (t) | diatur dengan slider | |
| Muatan listrik (Q) | Q = I × t | |
| Mol elektron | Q / 96.500 | |
| Gas H2 (katode) | n = n e- / 2; V = n × Vm | |
| Gas O2 (anode) | n = n e- / 4; V = n × Vm | |
| V H2 : V O2 | selalu 2 : 1 | |
| Air yang terurai | n H2O = n H2; m = n × 18 |
Penyederhanaan: jumlah molekul air dijaga tetap; ukuran, kecepatan, dan jumlah partikel tidak sesuai skala. Pada air murni, jumlah ion sengaja digambarkan sedikit dan arus tetap mengikuti slider (di kenyataan arusnya sangat kecil). Kapasitas tabung gas 50 mL; simulasi berhenti saat tabung H2 penuh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar