Prisma adalah bangun ruang yang sering kita jumpai, mulai dari atap rumah berbentuk pelana, tenda segitiga, kotak cokelat batangan, hingga kristal dan prisma kaca di laboratorium. Namun, ketika dipelajari di buku atau papan tulis, prisma hanya digambar sebagai bidang datar (2D).
- Tautan singkat untuk simulasi ini dapat diakses via s.id/pris3d
- Tautan singkat untuk simulasi Kubus 3D Interaktif dapat diakses via s.id/kubus3d
- Tautan singkat untuk simulasi Tabung 3D Interaktif dapat diakses via s.id/tabung3d
- Tautan singkat untuk simulasi Limas 3D Interaktif dapat diakses via s.id/limas3d
- Tautan singkat untuk simulasi Kerucut 3D Interaktif dapat diakses via s.id/kerucut3d
Gambar 2D sering menyulitkan karena kita harus membayangkan sendiri mana rusuk yang tertutup, mana sisi alas dan sisi tegak, serta ke mana arah diagonal ruang dan bidang diagonalnya. Persegi panjang sisi tegak pun tampak seperti jajar genjang, sehingga banyak siswa keliru membedakan tinggi prisma dengan tinggi segitiga alas, dan salah memilih ukuran saat menghitung luas permukaan maupun volume.
Karena itu, kita memerlukan model prisma 3D yang bisa dilihat dari segala arah. Pada simulasi ini, prisma beraturan ABCD.EFGH dapat diputar bebas, diperbesar, dan diperkecil, bahkan nyaman dipakai di layar HP. Bentuk alasnya dapat diganti dari segitiga sampai segi-12, dan ukuran sisi alas serta tinggi prisma dapat diubah sesuka hati.
Titik sudut, rusuk alas dan atas, rusuk tegak, sisi alas dan atas, sisi tegak, diagonal sisi, diagonal ruang, bidang diagonal, dan tinggi prisma dapat ditampilkan satu per satu dengan warna yang jelas. Kita juga bisa melihat jaring-jaring prisma beserta garis lipatannya, melihat langkah hitungan lengkap yang ikut berubah mengikuti ukuran, serta mengukur panjang ruas garis di antara dua titik.
Simulasi ini dilengkapi pilihan jenjang SD, SMP, dan SMA. Di jenjang SD siswa mengenal bentuk dan unsur prisma serta jaring-jaringnya, lalu menghitung luas permukaan dan volume. Di jenjang SMP hitungan ditambah dengan diagonal sisi, diagonal ruang, dan luas bidang diagonal menggunakan teorema Pythagoras. Di jenjang SMA hitungan dilengkapi dengan besar sudut dan jarak dalam bangun ruang, sebagai dasar geometri ruang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar