Bahasan ini terinspirasi dari soal OSN-K tahun 2025. Diberikan: massa zat terlarut \(m_t\) gram, massa molar zat terlarut \(\text{Mm}_t\) g/mol, massa pelarut \(m_p\) gram, kenaikan titik didih \(\Delta T_b\), dan tetapan \(K_b\) pelarut. Asumsikan volume larutan ≈ volume pelarut (densitas 1 g/mL) sehingga konsentrasi molar \([HX] \approx \{HX\}\) (molalitas). Berikut penurunan sistematis untuk mendapatkan \(K_a\) dengan lambang yang Anda inginkan.
Penurunan Rumus Ka Asam Lemah (HX) dari Sifat Koligatif Larutan
Selasa, 09 Juni 2026
Analisis Dimensi Satuan dalam Kimia (Seri: Strategi Mengajar Kimia)
Minggu, 10 Mei 2026
Berikut ini pengalaman ketika mengajar bagaimana satuan-satuan variabel dalam ilmu kimia diturunkan. Pengalaman ini diterapkan pada siswa dengan kemampuan matematika dan logika yang relatif rendah. Siswa tidak langsung disodori bahwa satuan jumlah zat adalah mol begitu saja. Sebab satuan-satuan dalam sains bukan sekadar label. Siswa perlu mempelajari cara menurunkan rumus secara logis, bukan hafalan. Berikut disajikan dengan dua contoh nyata: jumlah zat (mol) dan gas ideal.
pH Garam Terhidrolisis Bertingkat (Hidrolisis Kation) pada Titik-titik Ekuivalen Titrasi
Senin, 23 Februari 2026
Studi Kasus: Titrasi ZnCl2 dan AlCl3 dengan NaOH – Analogi dengan Asam Poliprotik
1. Mengapa Kation Logam Bisa Bersifat Asam?
Ketika garam seperti ZnCl2 atau AlCl3 dilarutkan dalam air, ion logamnya tidak berdiri sendiri sebagai Zn2+ atau Al3+ telanjang. Ion logam ini memiliki orbital kosong berenergi rendah yang dapat menerima pasangan elektron dari molekul air, sehingga terbentuk ion aqua kompleks:
pH Garam Terhidrolisis Bertingkat (Hidrolisis Anion) pada Titik-titik Ekuivalen Titrasi
Studi Kasus: Titrasi H3PO4 dengan NaOH – Penurunan Rumus pH di TE-1, TE-2, dan TE-3
Hidrolisis garam terjadi ketika ion penyusun garam bereaksi dengan H2O menghasilkan larutan yang bersifat asam atau basa. Pada garam yang berasal dari asam lemah poliprotik atau basa lemah polihidroksi, proses hidrolisis dapat terjadi secara bertingkat.
Pada artikel ini dijelaskan penurunan rumus pH pada setiap titik ekuivalen (TE) pada proses titrasi yang menghasilkan garam terhidrolisis secara bertingkat (garam dengan anion dari asam poliprotik) seperti Na3PO4.
Penurunan Rumus pH Hidrolisis Garam
Sabtu, 08 November 2025
Dalam kimia asam-basa, penentuan pH larutan garam merupakan topik penting yang memerlukan pemahaman mendalam tentang konsep hidrolisis. Proses hidrolisis ini terjadi ketika ion-ion penyusun garam bereaksi dengan air, mengakibatkan perubahan konsentrasi ion H⁺ atau OH⁻ dalam larutan.
Penurunan rumus pH untuk berbagai jenis garam, baik garam bersifat asam, garam bersifat basa, maupun garam bersifat netral, melibatkan penerapan prinsip kesetimbangan kimia, hubungan antara konstanta kesetimbangan (K_a, K_b, dan K_w), serta pendekatan matematis yang tepat.
Melalui penurunan rumus secara sistematis ini, kita dapat memahami bagaimana sifat asam-basa suatu larutan garam ditentukan oleh kekuatan relatif asam dan basa pembentuknya, serta mengembangkan rumus praktis yang memudahkan perhitungan pH dalam berbagai situasi.
Semua Bermula dari Kesetimbangan Asam Basa
Selasa, 07 Oktober 2025
Larutan penyangga (bufer) adalah larutan yang dapat mempertahankan pH-nya ketika ditambahkan sedikit asam atau basa. Semua rumus yang digunakan untuk menghitung pH larutan penyangga, termasuk yang melibatkan garam terhidrolisis, diturunkan dari prinsip kesetimbangan asam-basa. Kesetimbangan ini melibatkan konstanta disosiasi asam (\(K_a\)) atau basa (\(K_b\)), dan hubungan dengan \(K_w\) (konstanta ionisasi air, \(K_w = 1 \times 10^{-14}\) pada 25°C).
