Berikut pembahasan soal OSP Kimia Tahun 2023 yang terdiri 9 soal. Setiap soal akan diberikan dalam tautan berbeda.
- Soal #1: Termodinamika
- Soal #2: Kinetika
- Soal #3: Elektrokimia
- Soal #4: Sifat Koligatif Larutan
- Soal #5: Termokimia-Kesetimbangan
- Soal #6: Struktur Molekul
- Soal #7: Polimer-Spektroskopi
- Soal #8: Kesetimbangan Asam-basa
- Soal #9: Kimia Organik
Termokimia: Fiksasi Nitrogen (19 poin)
Nitrogen merupakan gas yang hadir di atmosfer bumi dengan kadar sekitar 78 %. Untuk dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan, nitrogen harus mengalami proses fiksasi terlebih dahulu. Secara alamiah, nitrogen dengan bantuan kilat/petir di atmosfer di fiksasi membentuk nitrogen monoksida atau nitrogen dioksida. Sedangkan dalam tanah, nitrogen difiksasi dengan bantuan mikroorganisme menjadi ammonia. Fiksasi nitrogen juga dapat dilakukan secara artifisial menggunakan katalis yang dapat mengubah nitrogen menjadi oksidanya maupun menjadi ammonia. Dua proses industri yang terkenal dalam memfiksasi nitrogen adalah proses Haber untuk memproduksi ammonia dan proses Ostwald untuk memproduksi asam nitrat.
Tahap pertama pada proses Ostwald adalah reaksi oksidasi ammonia membentuk nitrogen monoksida dengan ΔH = −905,2 kJ/4 mol NH3.
-
Persamaan reaksi termokimia pada tahap pertama proses Ostwald tersebut adalah ....
-
Pada suatu percobaan yang dilakukan pada wadah tertutup pada 700 K dan tekanan 1 atm, 100 kmol amonia di campur dengan udara dengan volume 20% lebih tinggi daripada volume yang dibutuhkan untuk tepat mengoksidasi seluruh gas amonia (kandungan oksigen dalam udara adalah 20% berdasar volume). Ketika reaksi mencapai keadaan setimbang, nitrogen monoksida yang dihasilkan sebesar 80% yield.
Tujuan diberikan udara secara berlebih adalah ....
- Pada keadaan setimbang, fraksi mol amonia adalah ________ dan fraksi mol air adalah ________.
-
Tahap kedua proses Ostwald adalah oksidasi lanjut nitrogen monoksida menjadi nitrogen dioksida. Dengan kehadiran air, nitrogen dioksida diubah menjadi asam nitrat dan nitrogen monoksida. Persamaan reaksi termokimia kedua reaksi tersebut adalah
$$2NO(g) + O_2(g) \rightarrow 2NO_2(g) \quad \Delta H = -114 \text{ kJ/mol}$$ $$3NO_2(g) + H_2O(l) \rightarrow 2HNO_3(aq) + NO(g) \quad \Delta H = -117 \text{ kJ/mol}$$
ΔH reaksi sintesis asam nitrat pada proses Ostwald adalah ________ kJ/mol amonia. -
Nitrogen dioksida juga dapat diperoleh dari dekomposisi N2O4 dalam fasa gas. Pada 298 K, diketahui ΔGo untuk N2O4(g) dan NO2(g) masing masing sebesar 98,28 kJ/mol dan 51,84 kJ/mol.
Nilai tetapan kesetimbangan dekomposisi N2O4(g) pada 298 K adalah ________ - Jika digunakan 1 mol N2O4 pada 1 atm dan 298 K, persentase N2O4 yang terdekomposisi jika tekanan total dijaga tetap 1 atm pada 298 K adalah ________ %.
Pembahasan bagian a.
Reaksi oksidasi amonia menjadi nitrogen monoksida (bukan NO2, karena soal secara eksplisit menyebutkan "membentuk nitrogen monoksida"):
Verifikasi kesetaraan atom
Persamaan ini sesuai dengan basis ΔH = −905,2 kJ per 4 mol NH3, sesuai dengan koefisien pada persamaan setara.
Pembahasan bagian b.
Reaksi oksidasi amonia menjadi NO bersifat reversibel dan berada dalam kesetimbangan pada kondisi operasi (700 K, wadah tertutup). Berdasarkan prinsip Le Chatelier, penambahan O2 secara berlebih (dari udara berlebih) akan:
meningkatkan konsentrasi/tekanan parsial reaktan (O2), sehingga kesetimbangan bergeser ke arah produk (NO) untuk mengonsumsi kelebihan O2 tersebut, meningkatkan yield NO yang terbentuk.
Pembahasan bagian c.
Langkah 1 — Kebutuhan O2 stoikiometris
Langkah 2 — Volume udara stoikiometris dan udara aktual (20% berlebih)
Langkah 3 — Komposisi umpan awal
Langkah 4 — NH3 yang bereaksi (dari yield 80%)
Karena udara berlebih, NH3 adalah pereaksi pembatas. Rasio stoikiometri NO:NH3 = 4:4 = 1:1, sehingga NO maksimum teoritis = 100 kmol jika seluruh NH3 bereaksi sempurna.
Langkah 5 — Tabel ICE (dalam kmol)
| NH3 | O2 | NO | H2O | N2 (inert) | |
|---|---|---|---|---|---|
| Awal | 100 | 150 | 0 | 0 | 600 |
| Berubah | −80 | −100 | +80 | +120 | 0 |
| Setimbang | 20 | 50 | 80 | 120 | 600 |
Catatan: O2 bereaksi = (5/4)(80) = 100 kmol; H2O terbentuk = (6/4)(80) = 120 kmol.
Langkah 6 — Total mol setimbang dan fraksi mol
Pembahasan bagian d.
Reaksi keseluruhan proses Ostwald (menggabungkan ketiga tahap, dengan NO hasil tahap 3 didaur ulang kembali ke tahap 2) secara neto membentuk:
Untuk memperoleh reaksi ini melalui Hukum Hess, tentukan koefisien pengali a, b, c untuk tahap 1, 2, dan 3 (masing-masing per persamaan seperti tertulis) sedemikian sehingga NO dan NO2 saling meniadakan secara neto:
Langkah 1 — Menentukan koefisien dari kesetaraan spesi
Verifikasi neraca O2 dan H2O:
Semua neraca spesi konsisten dengan reaksi target NH3+2O2→HNO3(aq)+H2O(l), sehingga a = ¼, b = ¾, c = ½ adalah koefisien yang tepat.
Langkah 2 — Menghitung ΔH dengan Hukum Hess
Pembahasan bagian e.
Reaksi: N2O4(g) → 2NO2(g)
Langkah 1 — ΔG°r reaksi
Langkah 2 — Menghitung K
Pembahasan bagian f.
Misalkan derajat disosiasi = α, mulai dari 1 mol N2O4:
| N2O4 | NO2 | Total | |
|---|---|---|---|
| Awal | 1 | 0 | 1 |
| Berubah | −α | +2α | — |
| Setimbang | 1−α | 2α | 1+α |
Langkah 1 — Tekanan parsial pada Ptotal = 1 atm
Langkah 2 — Ekspresi Kp
Langkah 3 — Menyelesaikan untuk α
Langkah 4 — Persentase dekomposisi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar