Pembahasan Soal Nomor 2 OSP Kimia 2023 (Kinetika Dekomposisi)

Rabu, 08 Juli 2026

Berikut pembahasan soal OSP Kimia Tahun 2023 yang terdiri 9 soal. Setiap soal akan diberikan dalam tautan berbeda.

Kinetika Dekomposisi (24 poin)

Berikut adalah data kinetika reaksi dekomposisi gas AB4 pada temperatur 151,4 °C

AB4(g) → A(s) + 4B(g)

t (s) 0 2 6 10 18
Ptot (atm) 1,000 1,619 2,501 3,056 3,626

  1. Lengkapi tabel berikut

    t (s) 0 2 6 10 18
    Ptot (atm) 1,000 1,619 2,501 3,056 3,626
    p AB4 (atm) ________ ________ ________ ________ ________
  2. Pembahasan bagian a.

    Data eksperimen pada T = 151,4 °C:

    Karena A berupa padatan, hanya AB4(g) dan B(g) yang menyumbang tekanan total.

    Misalkan tekanan AB4 mula-mula P0 = 1,000 atm (karena pada t = 0 hanya ada AB4). Jika x adalah penurunan tekanan AB4 akibat reaksi:

    AB4A(s)4B
    awalP00
    berubah−x+4x
    saat tP0−x4x
    $$ \begin{aligned} P_{tot} &= (P_0 - x) + 4x \\[4pt] &= P_0 + 3x \\[10pt] x &= \dfrac{P_{tot}-P_0}{3} \\[10pt] p_{\text{AB}_4} &= P_0 - x \\[4pt] &= P_0 - \dfrac{P_{tot}-P_0}{3} \\[4pt] &= \dfrac{4P_0 - P_{tot}}{3} \end{aligned} $$

    Dengan P0 = 1,000 atm, maka p(AB4) = (4,000 − Ptot)/3. Contoh perhitungan untuk t = 2 s:

    $$ \begin{aligned} p_{\text{AB}_4}(t=2) &= \dfrac{4{,}000 - 1{,}619}{3} \\[4pt] &= \dfrac{2{,}381}{3} \\[4pt] &= 0{,}794 \text{ atm} \end{aligned} $$

    Perhitungan yang sama diulang untuk seluruh data, menghasilkan:

    t (s)0261018
    Ptot (atm)1,0001,6192,5013,0563,626
    p AB4 (atm)1,0000,7940,5000,3150,125
  3. Orde reaksi tersebut adalah ________
  4. Pembahasan bagian b.

    Cara tercepat: periksa apakah waktu paruh konstan (ciri reaksi orde 1). Dari tabel:

    • p = 1,000 → 0,500 (paruh pertama): dari t = 0 s ke t = 6 s → t1/2 ≈ 6 s
    • p = 0,500 → 0,125 (dua kali paruh): dari t = 6 s ke t = 18 s (12 s = 2 × 6 s) → konsisten!

    Karena p(AB4) tepat menjadi ¼ dari nilai awal (0,125 ≈ ¼ × 0,500) setelah dua kali waktu paruh yang sama, waktu paruh tidak bergantung pada konsentrasi awal — ini adalah ciri khas reaksi orde satu.

    Verifikasi dengan plot ln p vs t (harus linear untuk orde 1)

    $$ \begin{aligned} \ln p_{\text{AB}_4}(t) &= \ln p_{\text{AB}_4,0} - kt \end{aligned} $$
    t (s)0261018
    ln p(AB4)0,000−0,231−0,694−1,156−2,082

    Kemiringan antar-titik yang berurutan hampir sama (≈ −0,1157 s−1) untuk seluruh interval, sehingga data konsisten linear.

    Orde reaksi = 1 (orde satu terhadap AB4)
  5. Tetapan laju reaksi tersebut pada T = 151,4 °C adalah ________ dengan satuan ________
  6. Pembahasan bagian c.

    Menggunakan regresi linear ln p = ln p0 − kt terhadap seluruh titik data (atau ekuivalen dari waktu paruh):

    $$ \begin{aligned} k &= \dfrac{\ln 2}{t_{1/2}} \\[4pt] &= \dfrac{0{,}693}{6 \text{ s}} \\[4pt] &= 0{,}1155 \text{ s}^{-1} \end{aligned} $$

    Hasil regresi linear seluruh titik memberikan nilai yang sangat konsisten:

    $$ \begin{aligned} k &\approx 0{,}1157 \text{ s}^{-1} \end{aligned} $$

    Karena reaksi orde satu, satuan tetapan laju adalah s−1 (bukan bergantung pada tekanan/konsentrasi).

    k(151,4 °C) ≈ 0,1157 s−1   |   satuan: s−1
  7. Jika temperatur diturunkan menjadi 101,2 °C, reaksi berlangsung sebanyak 0,2 % dalam waktu 18 detik.

    Tetapan laju reaksi tersebut pada T = 101,2 °C adalah ________ dengan satuan yang sama dengan jawaban pada sub soal c.
  8. Pembahasan bagian d.

    Reaksi berlangsung 0,2% dalam 18 s, artinya fraksi AB4 yang tersisa = 1 − 0,002 = 0,998 (masih orde satu):

    $$ \begin{aligned} \ln\left(\dfrac{[\text{AB}_4]_0}{[\text{AB}_4]_t}\right) &= kt \\[4pt] \ln\left(\dfrac{1}{0{,}998}\right) &= k(18) \\[4pt] 0{,}002002 &= 18\,k \\[10pt] k &= \dfrac{0{,}002002}{18} \\[4pt] &= 1{,}112 \times 10^{-4} \text{ s}^{-1} \end{aligned} $$
    k(101,2 °C) ≈ 1,11 × 10−4 s−1
  9. Energi pengaktifan reaksi tersebut adalah ________ kJ/mol. Jika Anda tidak dapat memperoleh nilai k pada subsoal c dan d, gunakan nilai k(151,4)/k(101,2) = 10.
  10. Pembahasan bagian e.

    Data: T1 = 151,4 °C = 424,4 K; k1 = 0,1157 s−1

         T2 = 101,2 °C = 374,2 K; k2 = 1,112 × 10−4 s−1

    Persamaan Arrhenius dua titik

    $$ \begin{aligned} \ln\dfrac{k_1}{k_2} &= \dfrac{E_a}{R}\left(\dfrac{1}{T_2}-\dfrac{1}{T_1}\right) \end{aligned} $$

    Langkah 1: Rasio k1/k2

    $$ \begin{aligned} \dfrac{k_1}{k_2} &= \dfrac{0{,}1157}{1{,}112\times 10^{-4}} \\[4pt] &= 1040 \\[10pt] \ln\left(\dfrac{k_1}{k_2}\right) &= \ln(1040) \\[4pt] &= 6{,}947 \end{aligned} $$

    Langkah 2: Selisih 1/T

    $$ \begin{aligned} \dfrac{1}{T_2}-\dfrac{1}{T_1} &= \dfrac{1}{374{,}2}-\dfrac{1}{424{,}4} \\[4pt] &= 0{,}0026724 - 0{,}0023563 \\[4pt] &= 3{,}161\times 10^{-4} \text{ K}^{-1} \end{aligned} $$

    Langkah 3: Menghitung Ea

    $$ \begin{aligned} E_a &= \dfrac{R\ln(k_1/k_2)}{\dfrac{1}{T_2}-\dfrac{1}{T_1}} \\[4pt] &= \dfrac{(8{,}314 \text{ J/mol.K})(6{,}947)}{3{,}161\times 10^{-4} \text{ K}^{-1}} \\[4pt] &= \dfrac{57{,}76}{3{,}161\times 10^{-4}} \\[4pt] &= 182\,700 \text{ J/mol} \\[4pt] &\approx 182{,}7 \text{ kJ/mol} \end{aligned} $$
    Ea ≈ 182,7 kJ/mol
    Jika k(151,4)/k(101,2) tidak diperoleh dan digunakan nilai fallback = 10 (sesuai instruksi soal), maka:
    $$ \begin{aligned} E_a &= \dfrac{(8{,}314)(\ln 10)}{3{,}161\times 10^{-4}} \\[4pt] &= \dfrac{(8{,}314)(2{,}303)}{3{,}161\times 10^{-4}} \\[4pt] &\approx 60{,}6 \text{ kJ/mol} \end{aligned} $$
    (Nilai ini hanya berlaku sebagai jalan alternatif bila k pada c dan d tidak berhasil diperoleh; nilai Ea sebenarnya adalah ≈182,7 kJ/mol dari perhitungan k aktual di atas.)
Reaksi dekomposisi tersebut diketahui berlangsung dalam 2 tahap sebagai berikut

\[AB_4 \xrightleftharpoons[k_{-1}]{k_1} AB_3 + B\\ AB_3 \overset{k_2}\longrightarrow A + 3B\]

Berikut adalah kemungkinan hukum laju yang dapat diperoleh dengan menggunakan asumsi keadaan tunak (steady state)

$$1. \quad r = \frac{k_1 k_2 [AB_4]}{k_{-1} [B]}$$ $$2. \quad r = \frac{k_1 k_2 [AB_4]}{k_2 + k_{-1} [B]}$$ $$3. \quad r = \frac{k_1 k_2 [AB_4]^2}{k_{-1} [B]}$$ $$4. \quad r = \frac{k_1 k_2 [AB_4]^2}{k_2 + k_{-1} [B]}$$ $$5. \quad r = \frac{k_1 k_2}{k_2 + k_{-1} [B]}$$
  1. Hukum laju yang sesuai berdasarkan mekanisme tersebut adalah hukum laju no .....
  2. Pembahasan bagian f.

    Mekanisme:

    $$ \begin{aligned} \text{AB}_4 &\xrightleftharpoons[k_{-1}]{k_1} \text{AB}_3 + \text{B} \quad \text{(cepat setimbang)}\\ \text{AB}_3 &\xrightarrow{k_2} \text{A} + 3\text{B} \quad \text{(tahap kedua)} \end{aligned} $$

    Karena AB3 adalah zat antara (intermediate), gunakan pendekatan keadaan tunak (steady-state approximation):

    $$ \begin{aligned} \dfrac{d[\text{AB}_3]}{dt} &= k_1[\text{AB}_4] - k_{-1}[\text{AB}_3][\text{B}] - k_2[\text{AB}_3] \\[4pt] &= 0 \end{aligned} $$

    Menyelesaikan untuk [AB3]

    $$ \begin{aligned} k_1[\text{AB}_4] &= [\text{AB}_3]\left(k_{-1}[\text{B}] + k_2\right) \\[4pt] [\text{AB}_3] &= \dfrac{k_1[\text{AB}_4]}{k_2 + k_{-1}[\text{B}]} \end{aligned} $$

    Laju reaksi keseluruhan (laju pembentukan A, hanya dari tahap 2)

    $$ \begin{aligned} r &= k_2[\text{AB}_3] \\[4pt] &= k_2 \cdot \dfrac{k_1[\text{AB}_4]}{k_2 + k_{-1}[\text{B}]} \\[4pt] &= \dfrac{k_1 k_2 [\text{AB}_4]}{k_2 + k_{-1}[\text{B}]} \end{aligned} $$
    Hukum laju yang sesuai: nomor 2   r = k₁k₂[AB₄] / (k₂ + k₋₁[B])
  3. Agar hukum laju berdasarkan mekanisme tersebut sesuai dengan hukum laju secara eksperimen, tetapan laju yang bernilai paling besar adalah ....
  4. Pembahasan bagian g.

    Hasil eksperimen (bagian b) menunjukkan reaksi berorde satu sederhana terhadap AB4, yaitu bentuk r = k[AB4], tanpa ketergantungan pada [B].

    Agar hukum laju hasil mekanisme:

    $$ \begin{aligned} r &= \dfrac{k_1 k_2 [\text{AB}_4]}{k_2 + k_{-1}[\text{B}]} \end{aligned} $$

    menyederhanakan menjadi orde satu murni (tanpa suku [B] di penyebut), maka syaratnya adalah:

    $$ \begin{aligned} k_2 &\gg k_{-1}[\text{B}] \end{aligned} $$

    Sehingga penyebut didominasi oleh k2, dan:

    $$ \begin{aligned} r &\approx \dfrac{k_1 k_2 [\text{AB}_4]}{k_2} \\[4pt] &= k_1[\text{AB}_4] \end{aligned} $$

    Ini berarti tahap kedua (peluruhan AB3 menjadi produk) berlangsung jauh lebih cepat daripada reaksi balik tahap pertama, sehingga tahap pertama (pembentukan AB3) menjadi tahap penentu laju (rate-determining step), dan tetapan laju yang bernilai paling besar adalah k2.

    Tetapan laju terbesar: k2

Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info