Berikut pembahasan soal OSP Kimia Tahun 2023 yang terdiri 9 soal. Setiap soal akan diberikan dalam tautan berbeda.
- Soal #1: Termodinamika
- Soal #2: Kinetika
- Soal #3: Elektrokimia
- Soal #4: Sifat Koligatif Larutan
- Soal #5: Termokimia-Kesetimbangan
- Soal #6: Struktur Molekul
- Soal #7: Polimer-Spektroskopi
- Soal #8: Kesetimbangan Asam-basa
- Soal #9: Kimia Organik
Kinetika Dekomposisi (24 poin)
Berikut adalah data kinetika reaksi dekomposisi gas AB4 pada temperatur 151,4 °C
AB4(g) → A(s) + 4B(g)
| t (s) | 0 | 2 | 6 | 10 | 18 |
|---|---|---|---|---|---|
| Ptot (atm) | 1,000 | 1,619 | 2,501 | 3,056 | 3,626 |
-
Lengkapi tabel berikut
t (s) 0 2 6 10 18 Ptot (atm) 1,000 1,619 2,501 3,056 3,626 p AB4 (atm) ________ ________ ________ ________ ________ - Orde reaksi tersebut adalah ________
- p = 1,000 → 0,500 (paruh pertama): dari t = 0 s ke t = 6 s → t1/2 ≈ 6 s
- p = 0,500 → 0,125 (dua kali paruh): dari t = 6 s ke t = 18 s (12 s = 2 × 6 s) → konsisten!
-
Tetapan laju reaksi tersebut pada T = 151,4 °C adalah ________ dengan satuan ________
-
Jika temperatur diturunkan menjadi 101,2 °C, reaksi berlangsung sebanyak 0,2 % dalam waktu 18 detik.
Tetapan laju reaksi tersebut pada T = 101,2 °C adalah ________ dengan satuan yang sama dengan jawaban pada sub soal c. - Energi pengaktifan reaksi tersebut adalah ________ kJ/mol. Jika Anda tidak dapat memperoleh nilai k pada subsoal c dan d, gunakan nilai k(151,4)/k(101,2) = 10.
Pembahasan bagian a.
Data eksperimen pada T = 151,4 °C:
Karena A berupa padatan, hanya AB4(g) dan B(g) yang menyumbang tekanan total.
Misalkan tekanan AB4 mula-mula P0 = 1,000 atm (karena pada t = 0 hanya ada AB4). Jika x adalah penurunan tekanan AB4 akibat reaksi:
| AB4 | A(s) | 4B | |
|---|---|---|---|
| awal | P0 | — | 0 |
| berubah | −x | — | +4x |
| saat t | P0−x | — | 4x |
Dengan P0 = 1,000 atm, maka p(AB4) = (4,000 − Ptot)/3. Contoh perhitungan untuk t = 2 s:
Perhitungan yang sama diulang untuk seluruh data, menghasilkan:
| t (s) | 0 | 2 | 6 | 10 | 18 |
|---|---|---|---|---|---|
| Ptot (atm) | 1,000 | 1,619 | 2,501 | 3,056 | 3,626 |
| p AB4 (atm) | 1,000 | 0,794 | 0,500 | 0,315 | 0,125 |
Pembahasan bagian b.
Cara tercepat: periksa apakah waktu paruh konstan (ciri reaksi orde 1). Dari tabel:
Karena p(AB4) tepat menjadi ¼ dari nilai awal (0,125 ≈ ¼ × 0,500) setelah dua kali waktu paruh yang sama, waktu paruh tidak bergantung pada konsentrasi awal — ini adalah ciri khas reaksi orde satu.
Verifikasi dengan plot ln p vs t (harus linear untuk orde 1)
| t (s) | 0 | 2 | 6 | 10 | 18 |
|---|---|---|---|---|---|
| ln p(AB4) | 0,000 | −0,231 | −0,694 | −1,156 | −2,082 |
Kemiringan antar-titik yang berurutan hampir sama (≈ −0,1157 s−1) untuk seluruh interval, sehingga data konsisten linear.
Pembahasan bagian c.
Menggunakan regresi linear ln p = ln p0 − kt terhadap seluruh titik data (atau ekuivalen dari waktu paruh):
Hasil regresi linear seluruh titik memberikan nilai yang sangat konsisten:
Karena reaksi orde satu, satuan tetapan laju adalah s−1 (bukan bergantung pada tekanan/konsentrasi).
Pembahasan bagian d.
Reaksi berlangsung 0,2% dalam 18 s, artinya fraksi AB4 yang tersisa = 1 − 0,002 = 0,998 (masih orde satu):
Pembahasan bagian e.
Data: T1 = 151,4 °C = 424,4 K; k1 = 0,1157 s−1
T2 = 101,2 °C = 374,2 K; k2 = 1,112 × 10−4 s−1
Persamaan Arrhenius dua titik
Langkah 1: Rasio k1/k2
Langkah 2: Selisih 1/T
Langkah 3: Menghitung Ea
\[AB_4 \xrightleftharpoons[k_{-1}]{k_1} AB_3 + B\\ AB_3 \overset{k_2}\longrightarrow A + 3B\]
Berikut adalah kemungkinan hukum laju yang dapat diperoleh dengan menggunakan asumsi keadaan tunak (steady state)
$$1. \quad r = \frac{k_1 k_2 [AB_4]}{k_{-1} [B]}$$ $$2. \quad r = \frac{k_1 k_2 [AB_4]}{k_2 + k_{-1} [B]}$$ $$3. \quad r = \frac{k_1 k_2 [AB_4]^2}{k_{-1} [B]}$$ $$4. \quad r = \frac{k_1 k_2 [AB_4]^2}{k_2 + k_{-1} [B]}$$ $$5. \quad r = \frac{k_1 k_2}{k_2 + k_{-1} [B]}$$-
Hukum laju yang sesuai berdasarkan mekanisme tersebut adalah hukum laju no .....
-
Agar hukum laju berdasarkan mekanisme tersebut sesuai dengan hukum laju secara eksperimen, tetapan laju yang bernilai paling besar adalah ....
Pembahasan bagian f.
Mekanisme:
Karena AB3 adalah zat antara (intermediate), gunakan pendekatan keadaan tunak (steady-state approximation):
Menyelesaikan untuk [AB3]
Laju reaksi keseluruhan (laju pembentukan A, hanya dari tahap 2)
r = k₁k₂[AB₄] / (k₂ + k₋₁[B])Pembahasan bagian g.
Hasil eksperimen (bagian b) menunjukkan reaksi berorde satu sederhana terhadap AB4, yaitu bentuk r = k[AB4], tanpa ketergantungan pada [B].
Agar hukum laju hasil mekanisme:
menyederhanakan menjadi orde satu murni (tanpa suku [B] di penyebut), maka syaratnya adalah:
Sehingga penyebut didominasi oleh k2, dan:
Ini berarti tahap kedua (peluruhan AB3 menjadi produk) berlangsung jauh lebih cepat daripada reaksi balik tahap pertama, sehingga tahap pertama (pembentukan AB3) menjadi tahap penentu laju (rate-determining step), dan tetapan laju yang bernilai paling besar adalah k2.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar