Pembahasan Soal Topik B (Kinetika) - OSN Kimia Tingkat Kab/Kota Tahun 2026

Selasa, 07 Juli 2026

Berikut pembahasan soal-soal OSN Kimia tingkat kabupaten/kota tahun 2026. Pada postingan ini disajikan khusus soal Topik B (Kinetika). Soal tentang bahasan ini berjumlah 5 item soal.

Bahasan Soal OSN Kab/Kota 2025 bidang kimia topik lainnya dapat dibaca pada tautan berikut:

Topik B – Kinetika (15 poin)

Topik B - Soal 1 (3 poin)

Data berikut digunakan pada Topik B soal 1-2.

Berikut adalah data reaksi aA + bB → cC pada T °C.

Koefisien reaksi tersebut adalah ....

  1. a = 1; b = 2; c = 3
  2. a = 2; b = 1; c = 3
  3. a = 1; b = 3; c = 2
  4. a = 2; b = 3; c = 1
  5. a = 3; b = 1; c = 2

Pembahasan Soal B-1:
Koefisien Reaksi dari Grafik Konsentrasi

Membaca Data dari Grafik

Dari grafik, kita baca nilai konsentrasi pada t = 0 dan t = 0,30 menit:

Spesi Konsentrasi
awal (t = 0)
Konsentrasi
akhir (t = 0,30 menit)
Perubahan (Δ)
[A] 0,100 M 0,084 M −0,016 M
[B] 0,100 M 0,092 M −0,008 M
[C] 0,000 M 0,024 M +0,024 M

Tanda minus (−) berarti konsentrasi berkurang (zat habis bereaksi = reaktan).
Tanda plus (+) berarti konsentrasi bertambah (zat terbentuk = produk).


Konsep Kunci: Koefisien reaksi sebanding dengan perubahan konsentrasi masing-masing spesi. \[a : b : c \;=\; |\Delta[\text{A}]| : |\Delta[\text{B}]| : |\Delta[\text{C}]|\]

Langkah 1 – Ambil nilai perubahan konsentrasi (nilai mutlak)

\[ \begin{aligned} |\Delta[\text{A}]| &= 0{,}016 \text{ M} \\ |\Delta[\text{B}]| &= 0{,}008 \text{ M} \\ |\Delta[\text{C}]| &= 0{,}024 \text{ M} \end{aligned} \]

Langkah 2 – Cari rasio paling sederhana

Bagi semua nilai dengan bilangan terkecil, yaitu 0,008:

\[ \begin{aligned} a &= \frac{0{,}016}{0{,}008} = 2 \\[6pt] b &= \frac{0{,}008}{0{,}008} = 1 \\[6pt] c &= \frac{0{,}024}{0{,}008} = 3 \end{aligned} \]

Langkah 3 – Tulis persamaan reaksi

2A + B → 3C
Kesimpulan:
Koefisien reaksi adalah a = 2, b = 1, c = 3
Persamaan reaksi: 2A + B → 3C

Jawaban yang tepat B.


Topik B - Soal 2 (3 poin)

Berikut adalah data reaksi aA + bB → cC pada T °C.

Laju awal reaksi tersebut pada T °C adalah ....

  1. 0,027 M/menit
  2. 0,041 M/menit
  3. 0,054 M/menit
  4. 0,061 M/menit
  5. 0,081 M/menit

Pembahasan Soal B-2:
Laju Reaksi dari Grafik Konsentrasi

Konsep Kunci: Laju reaksi didefinisikan sebagai perubahan konsentrasi per satuan waktu, dibagi koefisiennya. \[ v = -\frac{1}{a}\frac{\Delta[\text{A}]}{\Delta t} = -\frac{1}{b}\frac{\Delta[\text{B}]}{\Delta t} = +\frac{1}{c}\frac{\Delta[\text{C}]}{\Delta t} \]

Metode – Gunakan perubahan [B] (paling mudah, koefisien = 1)

Dari grafik, kita ambil selang waktu awal, misalnya dari t = 0 hingga t = 0,05 menit:

Spesi t = 0 t = 0,05 menit Δ konsentrasi
[A] 0,100 M 0,097 M −0,003 M
[B] 0,100 M 0,0985 M −0,0015 M
[C] 0,000 M 0,005 M +0,005 M

Karena soal meminta laju awal, kita gunakan pendekatan dari keseluruhan interval (t = 0 sampai t = 0,30 menit) dengan definisi laju reaksi standar:

Cara 1 – Menggunakan perubahan [A]

\[ \begin{aligned} v &= -\frac{1}{a} \cdot \frac{\Delta[\text{A}]}{\Delta t} \\[8pt] &= -\frac{1}{2} \cdot \frac{(0{,}084 - 0{,}100)\text{ M}}{0{,}30 \text{ menit}} \\[8pt] &= -\frac{1}{2} \cdot \frac{-0{,}016 \text{ M}}{0{,}30 \text{ menit}} \\[8pt] &= -\frac{1}{2} \cdot (-0{,}0533 \text{ M/menit}) \\[8pt] &= 0{,}0267 \text{ M/menit} \end{aligned} \]

Cara 2 – Menggunakan perubahan [B]

\[ \begin{aligned} v &= -\frac{1}{b} \cdot \frac{\Delta[\text{B}]}{\Delta t} \\[8pt] &= -\frac{1}{1} \cdot \frac{(0{,}092 - 0{,}100)\text{ M}}{0{,}30 \text{ menit}} \\[8pt] &= -\frac{-0{,}008 \text{ M}}{0{,}30 \text{ menit}} \\[8pt] &= 0{,}0267 \text{ M/menit} \end{aligned} \]

Cara 3 – Menggunakan perubahan [C]

\[ \begin{aligned} v &= +\frac{1}{c} \cdot \frac{\Delta[\text{C}]}{\Delta t} \\[8pt] &= +\frac{1}{3} \cdot \frac{(0{,}024 - 0{,}000)\text{ M}}{0{,}30 \text{ menit}} \\[8pt] &= \frac{1}{3} \cdot \frac{0{,}024 \text{ M}}{0{,}30 \text{ menit}} \\[8pt] &= \frac{1}{3} \cdot 0{,}080 \text{ M/menit} \\[8pt] &= 0{,}0267 \text{ M/menit}\\[8pt] &\approx 0{,}027 \text{ M/menit} \end{aligned} \]
Kesimpulan:
Laju reaksi rata-rata pada T °C = 0,027 M/menit
Jawaban yang tepat A.

Topik B - Soal 3 (4 poin)

Data berikut digunakan pada Topik B soal 3-4.

Berikut adalah data laju awal reaksi yang sama pada 25 °C.

No. [A] (M) [B] (M) r (M/menit)
1 0,1 0,2 0,3036
2 0,2 0,3 0,9660
3 0,3 0,4 2,1033
4 0,4 0,5 3,7947

Hukum laju dan nilai tetapan laju reaksi tersebut pada 25 °C adalah ....

  1. r = k[A]1/2[B]; k = 4,8 M−0,5/menit
  2. r = k[A][B]2; k = 75,9 M−2/menit
  3. r = k[A]1/2[B]2; k = 24,0 M−1,5/menit
  4. r = k[A]1/2[B]3/2; k = 10,7 M−1/menit
  5. r = k[A]3/2[B]2; k = 120,0 M−2,5/menit

Pembahasan Soal B-3:
Hukum Laju dan Tetapan Laju Reaksi

Reaksi: 2A + B → 3C  pada 25 °C
Bentuk umum hukum laju: \(r = k[\text{A}]^s[\text{B}]^t\)
Tujuan: Tentukan nilai s (orde A), t (orde B), dan nilai k.

Langkah 1 – Tulis Bentuk Umum Sistem Persamaan

Karena semua percobaan mengubah [A] dan [B] sekaligus, kita tidak bisa langsung membandingkan dua baris seperti biasa. Kita perlu menyusun sistem persamaan logaritmik dari dua pasang data.

Ambil Percobaan 1 → 2 dan Percobaan 3 → 4:

No. [A] (M) [B] (M) r (M/menit)
1 0,1 0,2 0,3036
2 0,2 0,3 0,9660
3 0,3 0,4 2,1033
4 0,4 0,5 3,7947

Langkah 2 – Bentuk Persamaan Rasio Laju

Rasio Percobaan 2 ÷ Percobaan 1:

\[ \frac{r_2}{r_1} = \frac{k[\text{A}]_2^s[\text{B}]_2^t}{k[\text{A}]_1^s[\text{B}]_1^t} = \left(\frac{0{,}2}{0{,}1}\right)^s \left(\frac{0{,}3}{0{,}2}\right)^t = 2^s \cdot 1{,}5^t \] \[ \frac{0{,}9660}{0{,}3036} = 3{,}181 \quad \Longrightarrow \quad 2^s \cdot 1{,}5^t = 3{,}181 \quad \cdots (1) \]

Rasio Percobaan 4 ÷ Percobaan 3:

\[ \frac{r_4}{r_3} = \left(\frac{0{,}4}{0{,}3}\right)^s \left(\frac{0{,}5}{0{,}4}\right)^t = 1{,}333^s \cdot 1{,}25^t \] \[ \frac{3{,}7947}{2{,}1033} = 1{,}805 \quad \Longrightarrow \quad 1{,}333^s \cdot 1{,}25^t = 1{,}805 \quad \cdots (2) \]

Langkah 3 – Selesaikan dengan Logaritma Natural

Ambil ln dari kedua persamaan:

\[ \begin{aligned} (1): \quad & s\ln 2 + t\ln 1{,}5 = \ln 3{,}181 \\ & 0{,}6931\,s + 0{,}4055\,t = 1{,}1567 \quad \cdots (1') \end{aligned} \] \[ \begin{aligned} (2): \quad & s\ln 1{,}333 + t\ln 1{,}25 = \ln 1{,}805 \\ & 0{,}2877\,s + 0{,}2231\,t = 0{,}5902 \quad \cdots (2') \end{aligned} \]

Dari persamaan (2'), nyatakan s dalam t:

\[ \begin{aligned} s &= \frac{0{,}5902 - 0{,}2231\,t}{0{,}2877} \end{aligned} \]

Substitusikan ke persamaan (1'):

\[ \begin{aligned} 0{,}6931 \cdot \frac{0{,}5902 - 0{,}2231\,t}{0{,}2877} + 0{,}4055\,t &= 1{,}1567 \\[6pt] 1{,}4215 - 0{,}5371\,t + 0{,}4055\,t &= 1{,}1567 \\[6pt] -0{,}1316\,t &= 1{,}1567 - 1{,}4215 \\[6pt] -0{,}1316\,t &= -0{,}2648 \\[6pt] t &= \frac{-0{,}2648}{-0{,}1316} \\[6pt] t &= 2{,}01 \approx \boxed{2} \end{aligned} \]

Kembali ke nilai s:

\[ \begin{aligned} s &= \frac{0{,}5902 - 0{,}2231 \times 2}{0{,}2877} \\[6pt] &= \frac{0{,}5902 - 0{,}4462}{0{,}2877} \\[6pt] &= \frac{0{,}1440}{0{,}2877} \\[6pt] &= 0{,}50 = \boxed{\tfrac{1}{2}} \end{aligned} \]
Orde reaksi terhadap A = ½, orde reaksi terhadap B = 2
Hukum Laju: \(\displaystyle r = k[\text{A}]^{1/2}[\text{B}]^2\)

Langkah 4 – Menghitung Nilai Tetapan Laju k

Gunakan data Percobaan 1: [A] = 0,1 M, [B] = 0,2 M, r = 0,3036 M/menit

\[ \begin{aligned} r_1 &= k[\text{A}]_1^{1/2}[\text{B}]_1^2 \\[6pt] 0{,}3036 &= k \cdot (0{,}1)^{1/2} \cdot (0{,}2)^2 \\[6pt] 0{,}3036 &= k \cdot 0{,}3162 \cdot 0{,}04 \\[6pt] 0{,}3036 &= k \cdot 0{,}01265 \\[6pt] k &= \frac{0{,}3036}{0{,}01265} \\[6pt] k &= 24{,}0 \end{aligned} \]

Langkah 5 – Verifikasi dengan Semua Percobaan

Nilai k harus konsisten di semua percobaan jika orde benar.

No. [A]1/2 [B]2 [A]1/2[B]2 r (M/menit) k = r / ([A]1/2[B]2)
1 0,3162 0,0400 0,01265 0,3036 24,0
2 0,4472 0,0900 0,04025 0,9660 24,0
3 0,5477 0,1600 0,08764 2,1033 24,0
4 0,6325 0,2500 0,15811 3,7947 24,0

Semua percobaan memberikan \(k = 24{,}0\) → orde dan k sudah benar! ✔

Menentukan Satuan k

Orde total reaksi = \(s + t = \tfrac{1}{2} + 2 = \tfrac{5}{2}\)

\[ \begin{aligned} [k] &= \frac{[r]}{[\text{A}]^{1/2}[\text{B}]^2} \\[6pt] &= \frac{\text{M/menit}}{\text{M}^{1/2} \cdot \text{M}^2} \\[6pt] &= \frac{\text{M} \cdot \text{menit}^{-1}}{\text{M}^{5/2}} \\[6pt] &= \text{M}^{-3/2}\,\text{menit}^{-1}\\[6pt] &= \text{M}^{-1,5}\,\text{menit}^{-1} \end{aligned} \]
Jawaban yang tepat C.
Hukum Laju:
\[r = 24{,}0\,[\text{A}]^{1/2}[\text{B}]^2\]
Orde reaksi terhadap A = ½ (orde setengah)
Orde reaksi terhadap B = 2 (orde dua)
Orde total = ½ + 2 = 2½
Tetapan laju k = 24,0 M−1,5 menit−1 pada 25 °C

Topik B - Soal 4 (3 poin)

Berikut adalah data laju awal reaksi yang sama pada 25 °C.

No. [A] (M) [B] (M) r (M/menit)
1 0,1 0,2 0,3036
2 0,2 0,3 0,9660
3 0,3 0,4 2,1033
4 0,4 0,5 3,7947

Tetapan laju reaksi tersebut pada 50 °C adalah 295,0 Mx/menit, nilai energi pengaktifan reaksi tersebut adalah .....

  1. 28,79 kJ/mol
  2. 43,46 kJ/mol
  3. 80,31 kJ/mol
  4. 106,17 kJ/mol
  5. 131,83 kJ/mol

Pembahasan Soal B-4:
Energi Pengaktifan (Ea)

Diketahui dari Soal 3:
• Hukum laju: \(r = k[\text{A}]^{1/2}[\text{B}]^2\)
• \(k_{25} = 24{,}0 \ \text{M}^{-1,5}\,\text{menit}^{-1}\) pada \(T_1 = 25\ °\text{C}\)

Diketahui dari Soal 4:
• \(k_{50} = 295{,}0 \ \text{M}^{-1,5}\,\text{menit}^{-1}\) atau pada \(T_2 = 50\ °\text{C}\)

Ditanya: Energi pengaktifan \(E_a\) = ...?

Konsep – Persamaan Arrhenius (Dua Suhu)

Bila kita punya nilai k pada dua suhu berbeda, kita gunakan bentuk perbandingan persamaan Arrhenius: \[ \ln\!\left(\frac{k_2}{k_1}\right) = \frac{E_a}{R}\left(\frac{1}{T_1} - \frac{1}{T_2}\right) \] dengan:
• \(k_1, k_2\) = tetapan laju pada suhu \(T_1\) dan \(T_2\)
• \(R = 8{,}314 \ \text{J mol}^{-1}\text{K}^{-1}\) (konstanta gas ideal)
• \(T\) dalam Kelvin (K = °C + 273)

Langkah 1 – Konversi Suhu ke Kelvin

\[ \begin{aligned} T_1 &= 25 + 273 = 298 \ \text{K} \\[4pt] T_2 &= 50 + 273 = 323 \ \text{K} \end{aligned} \]

Langkah 2 – Hitung Rasio k

\[ \begin{aligned} \frac{k_2}{k_1} &= \frac{295{,}0}{24{,}0} \\[6pt] &= 12{,}292 \end{aligned} \]

Langkah 3 – Hitung Selisih Kebalikan Suhu

\[ \begin{aligned} \frac{1}{T_1} - \frac{1}{T_2} &= \frac{1}{298} - \frac{1}{323} \\[8pt] &= \frac{323 - 298}{298 \times 323} \\[8pt] &= \frac{25}{96254} \\[8pt] &= 2{,}597 \times 10^{-4} \ \text{K}^{-1} \end{aligned} \]

Langkah 4 – Substitusi ke Persamaan Arrhenius

\[ \begin{aligned} \ln\!\left(\frac{k_2}{k_1}\right) &= \frac{E_a}{R}\left(\frac{1}{T_1} - \frac{1}{T_2}\right) \\[10pt] \ln(12{,}292) &= \frac{E_a}{8{,}314} \times 2{,}597 \times 10^{-4} \\[10pt] 2{,}5088 &= \frac{E_a}{8{,}314} \times 2{,}597 \times 10^{-4} \end{aligned} \]

Langkah 5 – Selesaikan untuk Ea

\[ \begin{aligned} E_a &= \frac{2{,}5088 \times 8{,}314}{2{,}597 \times 10^{-4}} \\[10pt] &= \frac{20{,}858}{2{,}597 \times 10^{-4}} \\[10pt] &= 80{.}316 \ \text{J/mol} \\[10pt] &\approx 80{,}32 \ \text{kJ/mol} \end{aligned} \]
Kesimpulan:

Energi pengaktifan reaksi 2A + B → 3C adalah: \[E_a \approx 80{,}32 \ \text{kJ/mol}\] atau setara dengan \(\approx 80{.}300 \ \text{J/mol}\).

Rekap Data dan Hasil

Besaran Nilai
\(k_1\) pada \(T_1 = 25\ °\text{C}\ (298\ \text{K})\) 24,0 M−3/2 menit−1
\(k_2\) pada \(T_2 = 50\ °\text{C}\ (323\ \text{K})\) 295,0 M−3/2 menit−1
Rasio \(k_2/k_1\) 12,292
\(\ln(k_2/k_1)\) 2,5088
\(1/T_1 - 1/T_2\) 2,597 × 10−4 K−1
Ea ≈ 80,32 kJ/mol

Jawaban yang tepat C.

Tips Memahami Energi Pengaktifan:
Ea adalah energi minimum yang harus dimiliki molekul agar dapat bereaksi.
• Semakin besar Ea → reaksi makin sulit terjadi, makin sensitif terhadap kenaikan suhu.
• Kenaikan suhu dari 25 °C ke 50 °C membuat k naik sekitar 12 kali lipat, ini wajar untuk Ea ≈ 80 kJ/mol.
• Suhu wajib dikonversi ke Kelvin sebelum dimasukkan ke persamaan Arrhenius.

Topik B - Soal 5 (2 poin)

Berikut adalah pernyataan tentang reaksi tersebut

i. Reaksi tersebut bersifat endotermik.

ii. Reaksi tersebut tidak berlangsung dalam satu tahap.

iii. Temperatur eksperimen pada soal 1-2, T < 25 °C.

Berdasarkan semua data mengenai reaksi tersebut dan jawaban soal 1-4, pernyataan yang pasti benar adalah ....

  1. Hanya pernyataan i.
  2. Hanya pernyataan ii.
  3. Hanya pernyataan iii.
  4. Pernyataan i dan iii.
  5. Pernyataan ii dan iii.

Pembahasan Soal 5
Analisis Pernyataan tentang Reaksi 2A + B → 3C

Rekap hasil soal 1–4:
• Reaksi: 2A + B → 3C
• Hukum laju: \(r = k[\text{A}]^{1/2}[\text{B}]^2\)
• Laju awal pada T °C (soal 1–2): \(r = 0{,}0267\) M/menit, dengan \([\text{A}]_0 = [\text{B}]_0 = 0{,}100\) M
• \(k_{25} = 24{,}0\ \text{M}^{-3/2}\,\text{menit}^{-1}\) pada 25 °C
• \(k_{50} = 295{,}0\ \text{M}^{-3/2}\,\text{menit}^{-1}\) pada 50 °C
• \(E_a \approx 80{,}32\) kJ/mol

Pernyataan i – "Reaksi bersifat endotermik"

Apa itu reaksi endotermik?
Reaksi endotermik adalah reaksi yang menyerap kalor dari lingkungan, ditandai dengan \(\Delta H > 0\). Ini merupakan besaran termodinamika.

Apakah kita bisa menentukan \(\Delta H\) dari data yang ada? Tidak.
Data yang kita miliki hanya:

  • Laju reaksi dan konsentrasi → kinetika (bukan termodinamika)
  • Nilai \(k\) pada dua suhu dan \(E_a\) → juga kinetika
Ingat! Energi pengaktifan \(E_a\) tidak sama dengan entalpi reaksi \(\Delta H\).
Suatu reaksi bisa saja eksotermik (\(\Delta H < 0\)) meskipun memiliki \(E_a\) besar, atau sebaliknya. Keduanya besaran yang berbeda dan tidak bisa saling disimpulkan.

⚠ Pernyataan i: tidak dapat ditentukan, tidak pasti benar


Pernyataan ii – "Reaksi tidak berlangsung dalam satu tahap"

Kapan reaksi berlangsung satu tahap (elementer)?
Reaksi disebut elementer (satu tahap) jika orde reaksi tiap zat sama persis dengan koefisiennya dalam persamaan reaksi setara.

Bandingkan koefisien reaksi dengan orde yang diperoleh dari eksperimen:

Spesi Koefisien
reaksi
Orde dari
eksperimen (soal 3)
Sama?
A 2 ½ ❌ Berbeda
B 1 2 ❌ Berbeda

Karena orde reaksi tidak sama dengan koefisiennya, reaksi ini bukan reaksi elementer. Artinya, reaksi ini pasti berlangsung melalui lebih dari satu tahap (mekanisme bertahap).

✅ Pernyataan ii: PASTI BENAR


Pernyataan iii – "Temperatur T pada soal 1–2 lebih kecil dari 25 °C"

Strategi: Hitung nilai k pada suhu T (soal 1–2) menggunakan data soal 1–2, lalu bandingkan dengan \(k_{25} = 24{,}0\). Karena \(k\) makin besar jika suhu makin tinggi (hukum Arrhenius), jika \(k_T < k_{25}\) maka \(T < 25\ °\text{C}\).

Langkah 1 – Hitung k pada suhu T dari data soal 1–2

Dari soal 1–2: konsentrasi awal \([\text{A}]_0 = [\text{B}]_0 = 0{,}100\) M, laju awal \(r = 0{,}0267\) M/menit.

\[ \begin{aligned} r &= k_T \cdot [\text{A}]^{1/2} \cdot [\text{B}]^2 \\[8pt] 0{,}0267 &= k_T \cdot (0{,}100)^{1/2} \cdot (0{,}100)^2 \\[8pt] 0{,}0267 &= k_T \cdot 0{,}3162 \cdot 0{,}0100 \\[8pt] 0{,}0267 &= k_T \cdot 3{,}162 \times 10^{-3} \\[8pt] k_T &= \frac{0{,}0267}{3{,}162 \times 10^{-3}} \\[8pt] k_T &= 8{,}44 \ \text{M}^{-3/2}\,\text{menit}^{-1} \end{aligned} \]

Langkah 2 – Bandingkan kT dengan k25

\[ k_T = 8{,}44 \quad < \quad k_{25} = 24{,}0 \]

Langkah 3 – Tarik kesimpulan suhu

Berdasarkan persamaan Arrhenius, nilai \(k\) meningkat seiring naiknya suhu. Karena \(k_T < k_{25}\), maka suhu T pasti lebih rendah dari 25 °C.

\[ k_T < k_{25} \quad \Longrightarrow \quad T < 25\ °\text{C} \]

Verifikasi – Hitung T secara numerik

Gunakan persamaan Arrhenius dua suhu dengan \(T_1 = T\) (tidak diketahui) dan \(T_2 = 298\) K:

\[ \begin{aligned} \ln\!\left(\frac{k_{25}}{k_T}\right) &= \frac{E_a}{R}\left(\frac{1}{T} - \frac{1}{298}\right) \\[10pt] \ln\!\left(\frac{24{,}0}{8{,}44}\right) &= \frac{80300}{8{,}314}\left(\frac{1}{T} - \frac{1}{298}\right) \\[10pt] \ln(2{,}844) &= 9659\left(\frac{1}{T} - \frac{1}{298}\right) \\[10pt] 1{,}0451 &= 9659\left(\frac{1}{T} - \frac{1}{298}\right) \\[10pt] \frac{1}{T} - \frac{1}{298} &= \frac{1{,}0451}{9659} = 1{,}082 \times 10^{-4} \\[10pt] \frac{1}{T} &= \frac{1}{298} + 1{,}082 \times 10^{-4} \\[10pt] \frac{1}{T} &= 3{,}356 \times 10^{-3} + 1{,}082 \times 10^{-4} \\[10pt] \frac{1}{T} &= 3{,}464 \times 10^{-3} \\[10pt] T &= \frac{1}{3{,}464 \times 10^{-3}} \\[10pt] T &= 288{,}7 \ \text{K} \approx 15{,}7\ °\text{C} \end{aligned} \]

Nilai \(T \approx 15{,}7\ °\text{C}\), yang memang lebih kecil dari 25 °C. ✔

✅ Pernyataan iii: PASTI BENAR


Rekapitulasi Penilaian Pernyataan

Pernyataan Isi Status Alasan
i Reaksi bersifat endotermik ⚠ Tidak pasti Data kinetika tidak dapat menentukan ΔH
ii Reaksi tidak berlangsung satu tahap ✅ Pasti benar Orde ≠ koefisien → bukan reaksi elementer
iii T soal 1–2 < 25 °C ✅ Pasti benar \(k_T = 8{,}44 < k_{25} = 24{,}0\), sehingga T ≈ 15,7 °C
Jawaban yang tepat E. Pernyataan ii dan iii

• Pernyataan ii benar karena orde reaksi tidak sama dengan koefisien → reaksi multitahap.
• Pernyataan iii benar karena nilai k pada soal 1–2 lebih kecil dari k25, sehingga T < 25 °C.
• Pernyataan i tidak bisa ditentukan hanya dari data kinetika.
Pelajaran Penting:
Kinetika ≠ Termodinamika. Dari data laju reaksi, kita tidak bisa menyimpulkan apakah reaksi ekso atau endotermik.
Orde = koefisien hanya berlaku untuk reaksi elementer (satu tahap).
• Nilai k adalah "termometer tidak langsung": semakin besar k, semakin tinggi suhu reaksi (untuk Ea > 0).

Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info