Berikut pembahasan soal-soal OSN Kimia tingkat kabupaten/kota tahun 2026. Pada postingan ini disajikan khusus soal Topik C (Kimia Organik). Soal tentang bahasan ini berjumlah 5 item soal.
Bahasan Soal OSN Kab/Kota 2025 bidang kimia topik lainnya dapat dibaca pada tautan berikut:
- Topik A: Struktur Anorganik
- Topik B: Kinetika
- Topik C: Kimia Organik
- Topik D: Asam-Basa
- Topik F: Dasar-Dasar Spektroskopi
- Topik G: Kelarutan
- Topik H: Sifat Koligatif Larutan
- Topik I: Termodinamika
- Topik J: Elektrokimia
Narasi di bawah ini digunakan untuk menjawab soal 1 sampai dengan soal 5. Di sini dilakukan pewarnaan agar lebih mudah dibaca, karena pada soal asli kalimatnya berangkai tanpa paragraf.
Senyawa A memiliki data sebagai berikut:
analisis unsur C = 63,1%; H = 5,3%;
spektrum massa:
m/z 152 (M+);
FTIR: 3200–3500 cm−1, 1715 cm−1;
1H NMR: δ 10,8
(1H, br s), 6,8–7,8 (4H, m), 3,90 (3H, s);
13C NMR: δ 170, 161, 52 ppm.
Senyawa A direaksikan dengan CH3I/K2CO3 dalam aseton menghasilkan senyawa B.
Senyawa B memiliki:
spektrum massa dengan m/z 166;
spektrum FTIR B tidak menunjukkan serapan vibrasi –OH;
serta spektrum 1H NMR B memiliki dua sinyal singlet dengan integrasi total 6H.
Selanjutnya, senyawa B direaksikan
dengan LiBH4, dilanjutkan dengan penambahan larutan asam (H3O+),
menghasilkan senyawa C.
Senyawa C memiliki data spektroskopi berikut:
spektrum massa dengan m/z 138;
spektrum
FTIR: 3350 cm−1, tidak ada serapan vibrasi C=O.
Senyawa C kemudian dioksidasi dengan piridinium
klorokromat atau PCC menghasilkan senyawa D.
Data spektroskopi senyawa D:
spektrum massa dengan m/z 136;
spektrum FTIR: 1690 cm−1 serta pita lemah pada 2720–2820 cm−1;
1H NMR δ 10,4 (1H, s).
Akhirnya, senyawa D direaksikan dengan reagen ilida Ph3P=CHCO2Et menghasilkan
senyawa E.
Senyawa E memiliki data sebagai berikut:
analisis unsur C = 69,9%; H = 6,8%;
spektrum massa: m/z
206 (M+);
spektrum FTIR: 1710 cm−1 dan 1635 cm−1;
spektrum 1H NMR menunjukkan dua proton pada geseran kimia 6,45 dan 7,65 Hz dengan tetapan kopling J = 16 Hz.
Jawablah soal-soal berikut (soal nomor 1 hingga nomor 5 Topik C ini) berdasarkan informasi transformasi senyawa A hingga menjadi senyawa E sesuai narasi di atas.
Pembahasan soal ini dilakukan secara terintegrasi dan runut dimulai dari identifikasi dan analisis kemudian dilanjutkan menjawab pertanyaan soal nomor 1 hingga 5, dengan merujuk hasil identifikasi dan analisis tersebut.
Identifikasi bertahap berdasarkan data analisis unsur, spektrum massa, FTIR, dan NMR - uraian langkah demi langkah sesuai narasi soal.
Tabel Data Spektroskopi
| Senyawa | M+ (m/z) |
Analisis Unsur |
FTIR (cm−1) |
1H NMR (δ, ppm) |
13C NMR (δ, ppm) |
|---|---|---|---|---|---|
| A | 152 | C 63,1%; H 5,3% |
3200–3500 (OH lebar); 1715 (C=O) |
10,8 (1H, br s); 6,8–7,8 (4H, m); 3,90 (3H, s) |
170; 161; 52 |
| B | 166 | - | Tidak ada serapan OH | Dua singlet, total integrasi 6H |
- |
| C | 138 | - | 3350 (OH tajam); tidak ada C=O |
- | - |
| D | 136 | - | 1690 (C=O terkonjugasi) 2720–2820 (C–H aldehida) |
10,4 (1H, s) | - |
| E | 206 | C 69,9%; H 6,8% |
1710 (C=O ester); 1635 (C=C) |
6,45 (1H, d, J=16 Hz); 7,65 (1H, d, J=16 Hz) |
- |
| Reaksi | Pereaksi / Kondisi | Produk | Jenis Transformasi |
|---|---|---|---|
| A → B | CH3I / K2CO3 / aseton | B (m/z 166) | Substitusi nukleofilik / metilasi gugus OH |
| B → C | LiBH4, lalu H3O+ | C (m/z 138) | Reduksi ester → alkohol primer |
| C → D | PCC | D (m/z 136) | Oksidasi alkohol primer → aldehida |
| D → E | Ph3P=CHCO2Et (ilida Wittig) | E (m/z 206) | Reaksi Wittig: aldehida → alkena terkonjugasi |
Identifikasi Step by Step
Senyawa A - Titik awal rangkaian reaksi
Data yang diberikan hanya kadar C dan H. Karena senyawa hanya mengandung C, H, dan O:
Bagi setiap kadar (%) dengan massa atom relatif (Ar):
Nilai terkecil adalah 1,975 (milik O). Bagi semua dengan 1,975:
→ Rasio C : H : O ≈ 2,66 : 2,68 : 1
Rumus untuk CxHyOz (O tidak berkontribusi pada DBE):
Acuan:
OH asam ~2500–3300 cm−1,
sangat lebar akibat ikatan H dimer
1715 cm−1 → regangan C=O
Acuan:
C=O asam ~1700–1725 cm−1;
C=O ester ~1735–1750 cm−1
Posisi 1715 konsisten dengan asam karboksilat aromatik, bukan ester.
Acuan:
COOH δ 10–12 ppm, hilang dengan D2O
δ 6,8–7,8 (4H, m) → 4H aromatik, pola disubstitusi (orto atau para, keduanya memberikan 4H)
Acuan:
ArH δ 6,5–8,5 ppm
δ 3,90 (1H, s) → gugus –OCH3, singlet karena tidak ada H tetangga
Acuan:
ArOCH3 δ 3,7–3,9 ppm
Acuan:
C=O asam/ester ~165–180 ppm
δ 161 ppm → C aromatik terikat ke O (–Car–OCH3)
Acuan:
C aromatik teroksigenasi ~155–165 ppm
δ 52 ppm → karbon –OCH3
Acuan:
ArOCH3 ~52–56 ppm
Struktur: CH3O–C6H4–COOH (orto)
Rumus: C8H8O3
BM = 152 ✓
Senyawa B - Produk metilasi senyawa A
Gugus –OCH3 pada senyawa A sudah merupakan eter, bukan –OH bebas, sehingga tidak bereaksi lagi dengan CH3I. K2CO3 (basa) mengambil proton dari –COOH membentuk –COO− (nukleofil), lalu ion ini menyerang CH3I (elektrofil) secara SN2 menghasilkan –COOCH3.
Formula B = C9H10O3:
Struktur: CH3O–C6H4–COOCH3 (orto)
Rumus: C9H10O3
BM = 166 ✓
Senyawa C - Produk reduksi senyawa B
LiBH4 adalah reduktor kuat yang mereduksi ester (–COOR) menjadi alkohol primer (–CH2OH). Prosesnya: ester → aldehida (antara) → alkohol primer. Penambahan H3O+ di akhir mengurai kompleks bor dan membebaskan produk alkohol.
Acuan:
OH alkohol ~3200–3550 cm−1, lebih tajam dari OH asam
Tidak ada serapan C=O → ester telah tereduksi sempurna menjadi –CH2OH ✓ Catatan: OH alkohol (tajam) berbeda dari OH asam A (lebar), karena ikatan H alkohol lebih lemah.
Formula C = C8H10O2:
DBE = 4 → hanya cincin benzena, tidak ada C=O lagi ✓ BM = (8×12) + (10×1) + (2×16) = 96 + 10 + 32 = 138 ✓
Struktur: CH3O–C6H4–CH2OH (orto)
Rumus: C8H10O2
BM = 138 ✓
Senyawa D - Produk oksidasi senyawa C dengan PCC
PCC adalah oksidator ringan yang selektif: mengoksidasi alkohol primer (–CH2OH) hanya sampai aldehida (–CHO), dan berhenti. Oksidator kuat seperti KMnO4 akan melanjutkan oksidasi hingga asam karboksilat (–COOH). PCC juga tidak memengaruhi gugus –OCH3 aromatik.
Acuan:
CHO alifatik ~1720; CHO aromatik/terkonjugasi ~1680–1700 cm−1
Posisi lebih rendah dari CHO alifatik karena konjugasi dengan cincin benzena memanjangkan sistem π dan melemahkan ikatan C=O.
Acuan:
dua pita khas CHO ~2700–2850 cm−1
Muncul sebagai dua pita akibat resonansi Fermi antara regangan C–H (fundamental) dengan harmonik tekukan C–H aldehida. Pasangan pita ini adalah sidik jari diagnostik aldehida yang sangat khas - tidak ada gugus lain yang memberikan pita di daerah ini.
Acuan:
proton CHO δ 9,4–10,5 ppm
Sangat downfield karena efek deshielding kuat dari gugus C=O. Muncul sebagai singlet (s) karena proton CHO tidak memiliki proton tetangga untuk berkopling.
Formula D = C8H8O2:
Struktur: CH3O–C6H4–CHO (orto)
Rumus: C8H8O2
BM = 136 ✓
Senyawa E - Produk reaksi Wittig dari senyawa D
Nilai terkecil adalah 1,456 (milik O):
→ Rasio C : H : O ≈ 4 : 4,67 : 1
Reaksi Wittig: atom C dari –CHO (aldehida D) + atom C dari ilida membentuk ikatan C=C baru, Ph3P=O dibuang sebagai produk sampingan.
Acuan:
ester jenuh ~1735–1750; ester α,β-tak jenuh ~1705–1720 cm−1
Sedikit lebih rendah dari ester biasa karena C=O berkonjugasi dengan C=C di sebelahnya. 1635 cm−1 → regangan C=C alkena terkonjugasi
Acuan:
C=C terisolasi ~1620–1680 cm−1
Pita ini lebih lemah dibanding C=O karena perubahan momen dipol C=C lebih kecil.
Ilida Ph3P=CHCO2Et adalah ilida terstabilkan oleh gugus ester yang menarik elektron. Ilida terstabilkan bereaksi melalui keadaan transisi yang meminimalkan tolakan sterik, sehingga menghasilkan produk alkena trans (E) sebagai produk utama. Hal ini dikonfirmasi oleh J = 16 Hz.
Struktur: CH3O–C6H4–CH=CH–COOC2H5 (orto, trans/E)
Rumus: C12H14O3
BM = 206 ✓
Rangkuman Identifikasi
SOAL NOMOR 1 HINGGA NOMOR 5
Soal 1 (2 poin)
Senyawa A memiliki derajat ketidakjenuhan (DBE, double bond equivalent) sebesar .....
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
Jawaban yang tepat D: DBE = 5
Rujukan bahasan/analisis/perhitungannya ada di bagian A5.
Soal 2 (1 poin)
Transformasi senyawa A menjadi senyawa B terutama menunjukkan terjadinya reaksi ….
- adisi elektrofilik
- substitusi nukleofilik
- reduksi
- oksidasi
- substitusi elektrofilik aromatik
Jawaban yang tepat B: substitusi nukleofilik.
Rujukan bahasan/analisis ada di bagian B2.
Soal 3 (4 poin)
Senyawa C adalah….
- (2-Metoksifenil)metanol
- 2-Metoksibezaldehida
- Metil 2-Metoksibenzoat
- (2-Hidroksi fenil)metanol
- Asam 2-metoksibenzoat
Jawaban yang tepat A: (2-Metoksifenil)metanol, posisi orto (nomor 2).
Rujukan bahasan/analisis ada di bagian C (dari C1 hingga C4).
Soal 4 (2 poin)
Data spektrum FTIR senyawa D yang menunjukkan pita serapan pada 2720–2820 cm−1 mengindikasikan adanya gugus fungsi ....
- Alkohol primer
- Ester aromatik
- Aldehida aromatik
- Asam karboksilat
- Amina primer
Jawaban yang tepat C: Aldehida aromatik dengan nama: 2-metoksibenzaldehid.
Rujukan bahasan/analisis ada di bagian D (dari D1 hingga D6)
Topik C - Soal 5 (5 poin)
Nama IUPAC senyawa E yang paling tepat adalah ….
- Etil (Z)-3-(2-hidroksifenil)prop-2-enoat
- Etil (Z)-3-fenilprop-2-enoat
- Metil (E)-3-(2-metoksifenil)prop-2-enoat
- Etil (Z)-3-(2-metoksifenil)prop-2-enoat
- Etil (E)-3-(2-metoksifenil)prop-2-enoat
Jawaban yang tepat E: Etil (E)-3-(2-metoksifenil)prop-2-enoat.
Rujukan bahasan/analisis ada di bagian E (dari E1 hingga E9).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar