Pembahasan Soal Topik A (Struktur Anorganik) - OSN Kimia Tingkat Kab/Kota Tahun 2026

Selasa, 07 Juli 2026

Berikut pembahasan soal-soal OSN Kimia tingkat kabupaten/kota tahun 2026. Pada postingan ini disajikan khusus soal Topik A (Struktur Anorganik). Soal tentang bahasan ini berjumlah 5 item soal.

Bahasan Soal OSN Kab/Kota 2025 bidang kimia topik lainnya dapat dibaca pada tautan berikut:

Topik A – Struktur Anorganik (21 poin)

Topik A - Soal 1 (5 poin)

Narasi berikut digunakan pada Topik A soal 1-3.

Salah satu struktur ion silikat yaitu berupa rantai polimer tunggal dan tidak bercabang, yang tersusun dari unit tetrahedral SiO4 dan memiliki rumus umum [SixOy]nzn−. Dalam struktur tersebut, setiap unit tetrahedral berbagi dua atom oksigen sebagai jembatan (bridging oxygen) dengan unit tetrahedral lainnya.

Nilai x, y dan z pada ion silikat [SixOy]nzn− tersebut adalah ....

  1. 1, 3, 2
  2. 1, 4, 2
  3. 1, 3, 1
  4. 2, 5, 2
  5. 2, 7, 3

Pembahasan Soal A-1:
Ion Silikat Rantai Tunggal [SixOy]nzn−

Silikat rantai tunggal adalah struktur di mana unit-unit tetrahedral SiO4 saling terhubung membentuk rantai panjang yang tidak bercabang. Setiap unit SiO4 berbagi 2 atom oksigen dengan tetrahedral di sebelahnya (kiri dan kanan).


Langkah 1: Tentukan Jumlah Si (nilai x)

Kita ambil 1 unit pengulangan dalam rantai sebagai acuan. Dalam satu unit pengulangan, terdapat 1 atom Si.

Maka: x = 1


Langkah 2: Tentukan Jumlah O (nilai y)

Setiap tetrahedral SiO4 memiliki 4 atom oksigen. Namun, 2 oksigen di antaranya adalah bridging oxygen (oksigen jembatan) yang dipakai bersama dengan tetrahedral di sebelahnya.

Cara menghitungnya:

  • 2 oksigen yang tidak dipakai bersama (terminal) → dihitung penuh: 2 × 1 = 2
  • 2 oksigen yang dipakai bersama (bridging) → setiap jembatan dimiliki oleh 2 tetrahedral, jadi tiap oksigen hanya dihitung ½ untuk masing-masing: 2 × ½ = 1

Total oksigen per unit Si:

y = 2 (terminal) + 1 (dari bridging) = 3

Maka: y = 3


Langkah 3: Tentukan Muatan (nilai z)

Gunakan hukum kenetralan muatan. Dalam senyawa silikat, Si memiliki bilangan oksidasi +4 dan O memiliki bilangan oksidasi −2.

Hitung muatan total per unit [SiO3]:

  • Muatan dari Si: +4 × 1 = +4
  • Muatan dari O: −2 × 3 = −6

Muatan bersih per unit:

+4 + (−6) = −2

Jadi setiap unit membawa muatan −2, maka z = 2.


Kesimpulan

Nilai x = 1, y = 3, z = 2, sehingga rumus ion silikat rantai tunggal adalah:

[Si1O3]n2n−   →   [SiO3]n2n−


Ilustrasi Rantai (Skema Sederhana)

Bayangkan rantai seperti gambar berikut ini. O jembatan menghubungkan Si di kiri dan kanannya, O non-bridging masing-masing bermuatan negatif.


Ringkasan Cara Cepat

Besaran Cara Menghitung Hasil
x (Si per unit) 1 atom Si per unit pengulangan 1
y (O per unit) 2 O terminal + (2 O bridging × ½) 3
z (muatan per unit) |(+4) + 3×(−2)| = |−2| → z = 2 2

Jawaban yang tepat A: x = 1, y = 3, z = 2


Topik A - Soal 2 (5 poin)

Salah satu struktur ion silikat yaitu berupa rantai polimer tunggal dan tidak bercabang, yang tersusun dari unit tetrahedral SiO4 dan memiliki rumus umum [SixOy]nzn−. Dalam struktur tersebut, setiap unit tetrahedral berbagi dua atom oksigen sebagai jembatan (bridging oxygen) dengan unit tetrahedral lainnya.

Jika 25% atom Si diganti dengan atom Al pada [SixOy]nzn−, maka perbandingan jumlah ion Na+ dan Ca2+ yang digunakan untuk menetralkan muatan ion silikat tersebut adalah ....

  1. Na+ : Ca2+ = 5 : 2
  2. Na+ : Ca2+ = 2 : 4
  3. Na+ : Ca2+ = 3 : 5
  4. Na+ : Ca2+ = 6 : 1
  5. Na+ : Ca2+ = 4 : 3

Pembahasan Soal A-2:
Penggantian 25% Si dengan Al pada Ion Silikat Rantai Tunggal

Rekap: Rumus Dasar Silikat Rantai Tunggal

Dari soal sebelumnya, kita sudah tahu bahwa ion silikat rantai tunggal memiliki rumus:

[SiO3]n2n−

Artinya: setiap 1 unit Si membawa muatan −2.


Langkah 1: Ambil Basis Perhitungan

Agar mudah, kita ambil 4 unit Si sebagai basis (karena 25% dari 4 = 1, bilangan bulat).

Rumus awal dengan 4 unit Si:

[Si4O12]8−   (muatan total = 4 × (−2) = −8)


Langkah 2: Ganti 25% Si dengan Al

25% dari 4 Si = 1 atom Si diganti Al.

Hasilnya: 3 Si + 1 Al, dengan jumlah oksigen tetap 12 (struktur rantai tidak berubah).

Rumus baru: [Si3AlO12]


Langkah 3: Hitung Muatan Baru

Gunakan bilangan oksidasi:

  • Si: +4
  • Al: +3
  • O: −2

Muatan total ion [Si3AlO12]:

Atom Jumlah Biloks Kontribusi Muatan
Si 3 +4 +12
Al 1 +3 +3
O 12 −2 −24
Total Muatan +12 + 3 − 24 = −9

Jadi ion silikat yang baru adalah: [Si3AlO12]9−

Mengapa muatannya berubah dari −8 menjadi −9?
Karena Al3+ menggantikan Si4+, muatan positif berkurang 1, sehingga muatan negatif keseluruhan bertambah 1 (dari −8 menjadi −9).


Langkah 4: Netralisasi dengan Na+ dan Ca2+

Muatan ion silikat yang harus dinetralkan = −9.

Misalkan jumlah Na+ = a dan jumlah Ca2+ = b.

Persamaan kenetralan muatan:

(+1) × a  +  (+2) × b = 9   →   a + 2b = 9

Karena muatan total = 9 (ganjil), dan setiap Ca2+ menyumbang muatan genap (+2), maka jumlah Na+ (a) haruslah bilangan ganjil agar hasilnya ganjil.

Semua kombinasi bilangan bulat positif yang memenuhi:

a (Na+) b (Ca2+) Cek: a + 2b = 9? Rasio Na+ : Ca2+
1 4 1 + 8 = 9 ✔ 1 : 4
3 3 3 + 6 = 9 ✔ 1 : 1
5 2 5 + 4 = 9 ✔ 5 : 2
7 1 7 + 2 = 9 ✔ 7 : 1

Jawaban yang tepat dari opsi yang diberikan adalah A. 5 : 2.


Ringkasan

Tahapan Hasil
Basis (4 unit Si) [Si4O12]8−
Ganti 1 Si → Al [Si3AlO12]9−
Persamaan netralisasi a + 2b = 9
Rasio yang mungkin Na+ : Ca2+ = 1:4  |  1:1  |  5:2  |  7:1

Topik A - Soal 3 (3 poin)

Salah satu struktur ion silikat yaitu berupa rantai polimer tunggal dan tidak bercabang, yang tersusun dari unit tetrahedral SiO4 dan memiliki rumus umum [SixOy]nzn−. Dalam struktur tersebut, setiap unit tetrahedral berbagi dua atom oksigen sebagai jembatan (bridging oxygen) dengan unit tetrahedral lainnya.

Jika ada penggantian 25% atom Si oleh Al pada [SixOy]nzn−, pernyataan yang benar adalah ....

  1. Jumlah atom oksigen jembatan (bridging oxygen) meningkat.
  2. Jumlah atom oksigen non-jembatan (non-bridging oxygen) meningkat.
  3. Jumlah atom oksigen jembatan (bridging oxygen) tetap, tetapi muatan atom oksigen non-jembatan (non-bridging oxygen) meningkat.
  4. Semua atom oksigen memiliki bilangan oksidasi −2.
  5. Struktur berubah menjadi lembar silikat.

Pembahasan Soal A-3:
Pernyataan yang Benar Saat 25% Si Diganti Al

Rekap Singkat

Ion silikat rantai tunggal: [SiO3]n2n−

Dalam setiap unit SiO4:

  • 2 bridging oxygen (BO) → dipakai bersama tetrahedral tetangga
  • 2 non-bridging oxygen (NBO) → hanya milik satu tetrahedral, bermuatan negatif

Saat 25% Si diganti Al (basis 4 unit): [Si3AlO12]9−
Jumlah O tetap 12, struktur rantai tidak berubah.


Analisis Tiap Pilihan

A. Jumlah atom oksigen jembatan (bridging oxygen) meningkat.

SALAH.
Bridging oxygen adalah oksigen yang menjadi "jembatan" antar tetrahedral dalam rantai. Ketika Al menggantikan Si, Al tetap masuk ke dalam struktur tetrahedral yang sama (Al juga bisa membentuk AlO4). Struktur rantai tidak bertambah panjang, jumlah sambungan (jembatan) tidak bertambah. Jumlah bridging oxygen tetap.

B. Jumlah atom oksigen non-jembatan (non-bridging oxygen) meningkat.

SALAH.
Non-bridging oxygen adalah oksigen yang tidak menjadi jembatan. Karena struktur rantai tidak berubah dan jumlah total O juga tetap 12 (per basis 4 unit), maka jumlah NBO tidak bertambah. Yang berubah hanya muatan totalnya, bukan jumlah atomnya.

C. Jumlah atom oksigen jembatan tetap, tetapi muatan atom oksigen non-jembatan meningkat.

BENAR.
Mari kita buktikan secara logis:

  • Jumlah BO tetap: Penggantian Si oleh Al tidak mengubah jumlah sambungan dalam rantai. Masih ada rantai yang sama dengan jumlah jembatan yang sama. → Jumlah BO tetap.
  • Muatan NBO meningkat (lebih negatif):
    Sebelum substitusi, muatan ion = −8 (per 4 unit).
    Setelah substitusi Al, muatan ion = −9 (per 4 unit).
    Muatan ekstra −1 ini harus "ditanggung" di suatu tempat dalam ion. Karena jumlah atom O tidak berubah, muatan −1 tambahan tersebut terdistribusi pada atom-atom NBO, sehingga secara keseluruhan muatan total NBO menjadi lebih negatif.

Perhatikan tabel perbandingan:

Aspek Sebelum (Si4O12) Sesudah (Si3AlO12)
Jumlah O total 12 12 (tetap)
Jumlah bridging O 4 (per 4 unit) 4 (tetap)
Jumlah non-bridging O 8 (per 4 unit) 8 (tetap)
Muatan total ion −8 −9 (lebih negatif)
Muatan yang ditanggung NBO −8 (dari 8 NBO) −9 (dari 8 NBO → lebih negatif)

D. Semua atom oksigen memiliki bilangan oksidasi −2.

SALAH.
Ini sebenarnya pernyataan yang benar secara kimia (biloks O memang selalu −2), namun pernyataan ini berlaku baik sebelum maupun sesudah penggantian Al. Artinya, pernyataan ini bukan akibat dari penggantian Si oleh Al, sehingga bukan jawaban yang relevan untuk soal ini.

E. Struktur berubah menjadi lembar silikat.

SALAH.
Struktur lembar silikat (phyllosilicate) terbentuk jika setiap tetrahedral berbagi 3 bridging oxygen. Di sini, penggantian Si oleh Al tidak mengubah jumlah bridging oxygen per unit (masih 2), sehingga struktur rantai tunggal tidak berubah menjadi lembar.


Kesimpulan

Jawaban yang tepat C.

Jumlah atom oksigen jembatan (bridging oxygen) tetap, tetapi muatan atom oksigen non-jembatan (non-bridging oxygen) meningkat (menjadi lebih negatif) akibat penggantian Si4+ oleh Al3+ yang menurunkan muatan positif total dalam ion silikat.

Cara Mudah Mengingatnya

Yang BERUBAH Yang TIDAK BERUBAH
Muatan total ion (−8 → −9) Struktur rantai
Muatan pada NBO (lebih negatif) Jumlah O total (tetap 12 per 4 unit)
Bilangan oksidasi pusat (Al3+ ganti Si4+) Jumlah bridging O
  Jumlah non-bridging O
  Biloks O (tetap −2)

Topik A - Soal 4 (5 poin)

Narasi berikut digunakan pada Topik A soal 4-5.

Kompleks A dan B merupakan senyawa kompleks kation dengan geometri oktahedral berbasis kobalt(III), yang memiliki rumus empiris Co(L)5XY (L = ligan monodentat netral, X = anion monovalen halida, Y = anion divalen poliatomik tetrahedral). Masing-masing senyawa kompleks tersebut direaksikan dengan larutan perak nitrat dan barium klorida. Berikut hasil pengamatan reaksi tersebut.

Kompleks Larutan perak nitrat Larutan barium klorida
A tidak terbentuk endapan berwarna kuning muda terbentuk endapan berwarna putih
B terbentuk endapan berwarna kuning tidak terbentuk endapan berwarna putih

Pernyataan di bawah ini sesuai dengan kompleks A, kecuali ....

  1. Kompleks A memiliki muatan lebih besar dibandingkan kompleks B.
  2. Perbandingan mol kation dan anion pada kompleks A adalah 1:1.
  3. Y tidak berikatan dengan ion Co3+ pada kompleks A.
  4. X tidak berikatan dengan ion Co3+ pada kompleks A.
  5. Endapan putih merupakan hasil reaksi Y pada kompleks A dengan barium klorida.

Pembahasan Soal A-4:
Kompleks Kation Kobalt(III) — Pernyataan yang TIDAK Sesuai dengan Kompleks A

Langkah 1: Identifikasi Ligan, X, dan Y

Rumus empiris: Co(L)5XY

  • L = ligan monodentat netral (contoh: NH3, H2O)
  • X = anion monovalen halida (F, Cl, Br, I)
  • Y = anion divalen poliatomik tetrahedral (SO42−, contoh paling umum)

Kobalt(III) berarti Co3+, yang lazim membentuk geometri oktahedral dengan 6 ligan di sekitarnya.


Langkah 2: Membaca Hasil Reaksi

Reaksi dengan AgNO3 (untuk mendeteksi halida bebas):

Ag+ bereaksi dengan halida (X) yang bebas di luar bola koordinasi membentuk endapan AgX. Endapan kuning muda = AgI, endapan kuning = AgBr, endapan putih = AgCl.

Reaksi dengan BaCl2 (untuk mendeteksi sulfat bebas):

Ba2+ bereaksi dengan SO42− (Y) yang bebas di luar bola koordinasi membentuk endapan putih BaSO4.

Kompleks + AgNO3 + BaCl2 Kesimpulan
A Tidak ada endapan kuning muda
→ X tidak bebas di luar
Ada endapan putih
→ Y bebas di luar
X ada di dalam bola koordinasi (terikat ke Co),
Y bebas sebagai anion luar
B Ada endapan kuning
→ X bebas di luar
Tidak ada endapan putih
→ Y tidak bebas di luar
Y ada di dalam bola koordinasi (terikat ke Co),
X bebas sebagai anion luar

Langkah 3: Tentukan Rumus Kompleks A dan B

Co3+ oktahedral → butuh 6 ligan di dalam bola koordinasi.

Kompleks A:

X (halida) masuk ke dalam bola koordinasi, Y (SO42−) berada di luar.

Di dalam bola koordinasi: 5L + 1X = 6 ligan → bola koordinasi penuh.
Rumus kompleks A:

[Co(L)5X]Y   →   [Co(L)5X]2+   SO42−

Muatan kation: Co3+ + 5(0) + X = +2
Anion luar: SO42− = −2
Senyawa netral: [Co(L)5X]SO4

Kompleks B:

Y (SO42−) masuk ke dalam bola koordinasi, X berada di luar. Namun SO42− adalah ligan bidentat (atau monodentat), dan Co butuh 6 posisi koordinasi.

Di dalam bola koordinasi: 5L + 1Y = 6 posisi koordinasi → bola koordinasi penuh.
Rumus kompleks B:

[Co(L)5Y]X   →   [Co(L)5(SO4)]+   X

Muatan kation: Co3+ + 5(0) + Y2− = +1
Anion luar: X = −1
Senyawa netral: [Co(L)5(SO4)]X


Langkah 4: Analisis Tiap Pernyataan tentang Kompleks A

A. Kompleks A memiliki muatan lebih besar dibandingkan kompleks B.

Muatan kation A = +2, muatan kation B = +1.
+2 > +1 → BENAR. Pernyataan ini sesuai dengan kompleks A.

B. Perbandingan mol kation dan anion pada kompleks A adalah 1:1.

Kompleks A: [Co(L)5X]2+  :  SO42−
1 kation : 1 anion → rasio mol = 1:1
BENAR. Pernyataan ini sesuai dengan kompleks A.

C. Y tidak berikatan dengan ion Co3+ pada kompleks A.

Pada kompleks A, Y (SO42−) berada di luar bola koordinasi sebagai counter ion, sehingga Y memang tidak berikatan langsung dengan Co3+.
BENAR. Pernyataan ini sesuai dengan kompleks A.

D. X tidak berikatan dengan ion Co3+ pada kompleks A.

Pada kompleks A, X (halida) justru masuk ke dalam bola koordinasi dan berikatan langsung dengan Co3+. X ada di dalam [Co(L)5X]2+.
Pernyataan ini SALAH → Ini adalah pernyataan yang tidak sesuai dengan kompleks A.

E. Endapan putih merupakan hasil reaksi Y pada kompleks A dengan barium klorida.

Kompleks A + BaCl2 → endapan putih BaSO4
Ini terjadi karena Y (SO42−) bebas di luar bola koordinasi bereaksi dengan Ba2+:

Ba2+ + SO42− → BaSO4(s) (endapan putih)

BENAR. Pernyataan ini sesuai dengan kompleks A.


Kesimpulan

Jawaban yang tepat D.

Pernyataan "X tidak berikatan dengan ion Co3+ pada kompleks A" adalah TIDAK BENAR, karena pada kompleks A, justru X (halida) yang masuk ke dalam bola koordinasi dan berikatan langsung dengan Co3+, sedangkan Y (SO42−) yang bebas di luar sebagai counter ion.

Ringkasan Perbedaan Kompleks A dan B

Aspek Kompleks A Kompleks B
Rumus [Co(L)5X]Y [Co(L)5Y]X
Di dalam bola koordinasi 5L + X 5L + Y
Counter ion (di luar) Y2− (bebas) X (bebas)
Muatan kation +2 +1
+ AgNO3 Tidak ada endapan Endapan kuning (AgX)
+ BaCl2 Endapan putih (BaSO4) Tidak ada endapan

Topik A - Soal 5 (3 poin)

Kompleks A dan B merupakan senyawa kompleks kation dengan geometri oktahedral berbasis kobalt(III), yang memiliki rumus empiris Co(L)5XY (L = ligan monodentat netral, X = anion monovalen halida, Y = anion divalen poliatomik tetrahedral). Masing-masing senyawa kompleks tersebut direaksikan dengan larutan perak nitrat dan barium klorida. Berikut hasil pengamatan reaksi tersebut.

Kompleks Larutan perak nitrat Larutan barium klorida
A tidak terbentuk endapan berwarna kuning muda terbentuk endapan berwarna putih
B terbentuk endapan berwarna kuning tidak terbentuk endapan berwarna putih

Pereaksi lain yang dapat membedakan kompleks A dan B adalah ....

  1. Kalium nitrat
  2. Magnesium nitrat
  3. Aluminium nitrat
  4. Timbal(II) nitrat
  5. Tembaga(II) nitrat

Pembahasan Soal A-5:
Pereaksi yang Dapat Membedakan Kompleks A dan B

Rekap: Apa yang Bebas di Luar Bola Koordinasi?

Kompleks Rumus Ion bebas di luar
A [Co(L)5X]SO4 SO42− (bebas)
B [Co(L)5(SO4)]X X / halida (bebas)

Untuk membedakan A dan B, kita butuh pereaksi yang dapat bereaksi dengan salah satu dari SO42− atau halida (X), menghasilkan endapan yang berbeda (ada endapan di salah satu, tidak di yang lain).


Strategi: Cari Kation yang Mengendapkan Sulfat TAPI Tidak Halida (atau sebaliknya)

Kita sudah tahu AgNO3 dan BaCl2 bisa membedakan keduanya. Sekarang kita cari pereaksi lain dari pilihan yang ada.

Kita perlu kation yang membentuk endapan dengan SO42− tetapi tidak dengan halida (seperti Ba2+), atau sebaliknya.


Analisis Tiap Pilihan

A. Kalium nitrat (KNO3) → menghasilkan K+

K+ tidak mengendapkan SO42− maupun halida. Semua garam kalium larut dalam air.
Tidak dapat membedakan.

B. Magnesium nitrat (Mg(NO3)2) → menghasilkan Mg2+

Mg2+ tidak mengendapkan SO42− (MgSO4 larut) dan tidak mengendapkan halida umum.
Tidak dapat membedakan.

C. Aluminium nitrat (Al(NO3)3) → menghasilkan Al3+

Al3+ tidak mengendapkan SO42− (Al2(SO4)3 larut) dan tidak mengendapkan halida.
Tidak dapat membedakan.

D. Timbal(II) nitrat (Pb(NO3)2) → menghasilkan Pb2+

Pb2+ dapat mengendapkan keduanya:

  • Pb2+ + SO42−PbSO4 (endapan putih) ← bereaksi dengan kompleks A
  • Pb2+ + 2ClPbCl2 (endapan putih) ← bereaksi dengan kompleks B (jika X = Cl)

Namun perlu diperhatikan: PbSO4 tidak larut sedangkan PbCl2 hanya sedikit larut (mengendap dalam larutan dingin, larut dalam air panas). Keduanya tetap menghasilkan endapan → Pb2+ bereaksi dengan kedua kompleks, sehingga tidak dapat membedakan A dari B.

E. Tembaga(II) nitrat (Cu(NO3)2) → menghasilkan Cu2+

Cu2+ tidak mengendapkan SO42− (CuSO4 larut dalam air).
Namun, Cu2+ dapat membentuk endapan dengan halida tertentu:

  • Cu2+ + 2I → CuI (endapan putih) + I2 (ini reaksi redoks, bukan presipitasi biasa)
  • CuCl2 dan CuBr2 larut dalam air → tidak mengendap

Dengan demikian, untuk X = Cl atau Br: Cu2+ tidak mengendapkan X dan juga tidak mengendapkan SO42−Tidak dapat membedakan.


Kembali ke Pilihan D: Penjelasan Lebih Lanjut

Sebenarnya, di antara semua pilihan, Pb2+ adalah satu-satunya yang bereaksi dengan SO42− membentuk endapan yang jelas.

Kunci perbedaannya ada di sifat endapan:

Reaksi Endapan Keterangan
Pb2+ + SO42− (dari kompleks A) PbSO4 putih Tidak larut dalam air panas maupun dingin
Pb2+ + 2X (dari kompleks B, X = Cl) PbCl2 putih Larut dalam air panas, mengendap di air dingin

Sehingga Pb(NO3)2 dapat membedakan kompleks A dan B berdasarkan perilaku endapan terhadap pemanasan:

  • Kompleks A + Pb(NO3)2 → endapan PbSO4 yang tidak larut saat dipanaskan
  • Kompleks B + Pb(NO3)2 → endapan PbCl2 yang larut saat dipanaskan

Kesimpulan

Jawaban yang tepat: D (Timbal(II) nitrat / Pb(NO3)2)

Pb2+ bereaksi dengan SO42− bebas pada kompleks A membentuk PbSO4 (endapan putih, tidak larut dalam air panas), dan bereaksi dengan halida (X) bebas pada kompleks B membentuk PbX2 (endapan yang larut dalam air panas). Perbedaan perilaku endapan ini menjadikan Pb(NO3)2 sebagai pereaksi pembeda yang valid.

Ringkasan Eliminasi

Pereaksi Kation Endap SO42−? Endap Halida? Dapat Membedakan?
KNO3 K+ Tidak Tidak ✘ Tidak
Mg(NO3)2 Mg2+ Tidak Tidak ✘ Tidak
Al(NO3)3 Al3+ Tidak Tidak ✘ Tidak
Pb(NO3)2 Pb2+ Ya (PbSO4, tak larut panas) Ya (PbCl2, larut panas) Ya (beda sifat endapan)
Cu(NO3)2 Cu2+ Tidak Tidak (Cl/Br) ✘ Tidak

Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info