Berikut pembahasan soal OSP Kimia Tahun 2023 yang terdiri 9 soal. Setiap soal akan diberikan dalam tautan berbeda.
- Soal #1: Termodinamika
- Soal #2: Kinetika
- Soal #3: Elektrokimia
- Soal #4: Sifat Koligatif Larutan
- Soal #5: Termokimia-Kesetimbangan
- Soal #6: Struktur Molekul
- Soal #7: Polimer-Spektroskopi
- Soal #8: Kesetimbangan Asam-basa
- Soal #9: Kimia Organik
Kesetimbangan Asam-Basa Senyawa Krom dan Fosfat (25 poin)
Kromium(IV) oksida (CrO3) merupakan salah satu oksida logam yang bersifat asam dan memiliki titik leleh yang rendah. Senyawa CrO3 juga dikenal dengan istilah asam dikromat (H2Cr2O7) anhidrat.
-
Padatan CrO3 dapat larut dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) dan menghasilkan larutan ....
-
Reaksi asam-basa antara larutan asam dikromat (H2Cr2O7) dengan larutan NaOH dapat dijelaskan dengan teori asam-basa ________
-
Senyawa Cr(VI) memiliki dua jenis asam okso, yaitu asam dikromat dan asam kromat (H2CrO4, memiliki nilai pKa1 = 0,74 dan pKa2 = 6,49).
Larutan H2CrO4 0,02 M sebanyak 20 mL dititrasi dengan larutan NaOH 0,025 M, pH larutan pada titik ekivalen 1 adalah ________ dan pH larutan pada titik ekivalen 2 adalah ________.
-
Volume larutan NaOH yang diperlukan untuk menghasilkan larutan bufer (penyangga) dengan pH = pKa1 pada titrasi tersebut adalah ________ mL dan untuk pH = pKa2 sebanyak ________ mL.
-
Garam natrium kromat memiliki kelarutan yang cukup besar dalam air (s = 84,5 g/100 mL air pada 25 °C). pH larutan natrium kromat tepat jenuh adalah ________.
-
Larutan natrium kromat direaksikan dengan larutan natrium dihidrogen fosfat (NaH2PO4, diketahui H3PO4 memiliki nilai pKa1 = 2,12, pKa2 = 7,21, dan pKa3 = 12,38), maka reaksi kesetimbangan asam-basa akan bergeser ke ________.
-
Rasio massa (dalam g) NaH2PO4/Na2HPO4 yang diperlukan untuk menghasilkan 500 mL larutan penyangga dengan pH = 7,01 adalah ________.
Pembahasan bagian a.
CrO3 merupakan oksida asam. Dalam suasana basa (NaOH berlebih), bentuk kromium(VI) yang stabil adalah ion kromat (CrO42−), bukan dikromat (yang stabil pada suasana asam):
Pembahasan bagian b.
Reaksi ini melibatkan transfer proton (H+) dari asam dikromat (donor proton) ke ion hidroksida dari NaOH (akseptor proton):
Karena inti penjelasannya adalah perpindahan proton dari asam ke basa, reaksi ini paling tepat dijelaskan dengan teori asam-basa Brønsted–Lowry (asam = donor proton, basa = akseptor proton).
Pembahasan bagian c.
Data: 20 mL H2CrO4 0,02 M dititrasi NaOH 0,025 M
Titik ekivalen 1: pembentukan HCrO4− (spesi amfiprotik)
Pada titik ekivalen 1, spesi dominan adalah HCrO4− yang bersifat amfiprotik, sehingga:
Titik ekivalen 2: pembentukan CrO42− (basa konjugasi lemah)
Hidrolisis basa: $\text{CrO}_4^{2-} + \text{H}_2\text{O} \rightleftharpoons \text{HCrO}_4^- + \text{OH}^-$
Pembahasan bagian d.
Berdasarkan persamaan Henderson–Hasselbalch, pH = pKa tercapai tepat pada titik setengah ekivalen (setengah titik ekivalen terkait), di mana konsentrasi asam dan basa konjugasinya sama sehingga suku logaritma = 0.
pH = pKa1 (setengah jalan menuju ekivalen 1)
pH = pKa2 (setengah jalan antara ekivalen 1 dan ekivalen 2)
Pembahasan bagian e.
M(Na2CrO4) = 2(23) + 52 + 4(16) = 162 g/mol
Kelarutan: s = 84,5 g / 100 mL air. Diasumsikan volume larutan ≈ volume air (100 mL) untuk menghitung molaritas larutan jenuh.
Langkah 1: Konsentrasi larutan jenuh
Langkah 2: Hidrolisis CrO42−
Langkah 3: Menghitung pH
Pembahasan bagian f.
Reaksi transfer proton yang mungkin terjadi:
Menghitung tetapan kesetimbangan reaksi (K)
Karena K < 1, reaksi transfer proton dari H2PO4− ke CrO42− tidak menguntungkan (H2PO4− adalah asam yang lebih lemah daripada HCrO4−, sehingga kurang mampu mendonorkan proton kepada CrO42−).
Pembahasan bagian g.
M(NaH2PO4) = 23+2(1)+31+4(16) = 120 g/mol
M(Na2HPO4) = 2(23)+1+31+4(16) = 142 g/mol
Langkah 1: Persamaan Henderson–Hasselbalch
Langkah 2: Rasio mol
Langkah 3: Konversi ke rasio massa


Tidak ada komentar:
Posting Komentar