Berikut pembahasan soal OSP Kimia Tahun 2023 yang terdiri 9 soal. Setiap soal akan diberikan dalam tautan berbeda.
- Soal #1: Termodinamika
- Soal #2: Kinetika
- Soal #3: Elektrokimia
- Soal #4: Sifat Koligatif Larutan
- Soal #5: Termokimia-Kesetimbangan
- Soal #6: Struktur Molekul
- Soal #7: Polimer-Spektroskopi
- Soal #8: Kesetimbangan Asam-basa
- Soal #9: Kimia Organik
Struktur Molekul & Ikatan GTP (21 poin)
Guanosin trifosfat (GTP) merupakan molekul berenergi tinggi yang dibutuhkan dalam sintesis berbagai biomolekul, termasuk sintesis asam nukleat (DNA dan RNA). Struktur GTP adalah sebagai berikut.
Rumus molekul GTP: C10H16N5O14P3 (basa guanin + gula ribosa + rantai trifosfat).
Atom bertanda kotak merah: (1) O pada gugus −OH di C3′ cincin ribosa, (2) N7 pada cincin imidazol (5-anggota) yang berikatan rangkap, (3) P pertama (Pα) yang terhubung ke O jembatan menuju gugus ribosa.
-
Pada struktur di atas,
jumlah ikatan sigma (σ) = ________ dan jumlah ikatan pi (π) = ________.
- C2=N3 (cincin 6-anggota)
- C4=C5 (ikatan fusi antar dua cincin)
- N7=C8 (cincin 5-anggota, sesuai keterangan pada gambar soal)
- C6=O6 (karbonil eksosiklik)
- Pα=O
- Pβ=O
- Pγ=O
-
Hibridisasi dari atom-atom yang ditandai dengan kotak merah adalah:
- Atom P = ________ dan bentuk molekul dengan atom tersebut sebagai pusat adalah ________
- Atom O = ________ dan bentuk molekul dengan atom tersebut sebagai pusat adalah ________
- Atom N = ________ dan bentuk molekul dengan atom tersebut sebagai pusat adalah ________
-
Manakah pernyataan yang benar?
-
Dalam sintesis polimer RNA, dua molekul GTP (seperti pada gambar di atas) bereaksi dan membentuk ikatan fosfodiester. Nukleofil dalam reaksi polimerisasi tersebut adalah ________
-
Basa nitrogen dalam struktur GTP tersebut merupakan senyawa guanin. Pada rantai DNA untai ganda (double helix), adenin dapat membentuk tiga ikatan hidrogen dengan sitosin.
Berdasarkan informasi tersebut, struktur sitosin adalah ...
- Struktur I: cincin purin bisiklik dengan gugus −NH2 dan −C=O, ini adalah struktur guanin itu sendiri (basa nitrogen pada GTP).
- Struktur II: cincin purin bisiklik dengan −NH2 tanpa gugus karbonil, ini adalah struktur adenin.
- Struktur III: cincin pirimidin monosiklik dengan gugus metil (H3C−) dan dua gugus karbonil (−C=O), ini adalah struktur timin (5-metilurasil).
- Struktur IV: cincin pirimidin monosiklik dengan satu gugus −NH2 dan satu gugus karbonil (−C=O), tanpa gugus metil, pola substituen ini persis sesuai dengan struktur sitosin (4-aminopirimidin-2(1H)-on).
Pembahasan bagian a.
Menghitung satu per satu ikatan pada molekul sebesar ini rawan meleset, sehingga digunakan pendekatan graf molekul (jumlah atom & jumlah cincin) untuk ikatan σ, lalu ikatan π dihitung dari jumlah ikatan rangkap yang teridentifikasi secara kimiawi, kemudian keduanya divalidasi silang dengan metode jumlah valensi.
Langkah 1: Menghitung ikatan σ lewat graf molekul
Setiap ikatan (tunggal maupun rangkap) pasti mengandung tepat satu ikatan σ. Untuk graf molekul yang terhubung dengan V atom dan R cincin independen, berlaku:
Total atom pada C10H16N5O14P3:
Jumlah cincin independen (R): cincin purin pada basa guanin bersifat bisiklik (cincin 6-anggota terfusi dengan cincin 5-anggota) → 2 cincin, ditambah cincin furanosa pada gula ribosa → 1 cincin. Rantai trifosfat bersifat linier (tidak membentuk cincin).
Langkah 2: Mengidentifikasi seluruh ikatan π (ikatan rangkap)
Basa guanin (tautomer keto-amino sesuai nama "1,6-dihydro-9H-purin", artinya posisi N1/C6 tereduksi relatif terhadap purin induk yang sepenuhnya tak jenuh) memiliki 3 ikatan rangkap dalam cincin plus 1 ikatan rangkap eksosiklik:
Cincin ribosa sepenuhnya jenuh (semua ikatan tunggal, sp3), sehingga tidak menyumbang ikatan π. Pada rantai trifosfat, setiap atom P memiliki tepat satu ikatan rangkap P=O (oksigen okso terminal):
Langkah 3: Validasi silang dengan jumlah valensi
Total kapasitas ikatan seluruh atom (C=4, H=1, N=3, O=2, P=5 karena P dalam gugus fosfat membentuk 4σ+1π) harus sama dengan dua kali jumlah total ikatan (σ+π):
Bandingkan dengan hasil Langkah 1–2: σ+π = 50+7 = 57. Cocok, sehingga hasil perhitungan konsisten.
Pembahasan bagian b.
Atom P (Pα, fosfat pertama dekat gula)
Pα terikat pada 4 gugus: O jembatan menuju C5′ (tunggal), O rangkap terminal (P=O), −OH (tunggal), dan O jembatan menuju Pβ (tunggal). Total 4 domain elektron ikatan tanpa pasangan elektron bebas pada P.
Atom O (oksigen gugus −OH di C3′)
O ini terikat pada C3′ (tunggal) dan H (tunggal), dengan 2 pasang elektron bebas tersisa. Total 4 domain elektron (2 ikatan + 2 PEB) di sekitar O.
Atom N (N7, cincin imidazol, berikatan rangkap ke C8)
N7 terikat pada C5 (tunggal) dan C8 (rangkap, N7=C8), dengan 1 pasang elektron bebas pada orbital sp2 segaris bidang cincin (tipe nitrogen piridin, PEB tidak ikut dalam sistem aromatik). Total 3 domain elektron (2 ikatan σ + 1 PEB), sedangkan elektron π berada pada orbital p tegak lurus bidang cincin.
Pembahasan bagian c.
Cincin basa nitrogen (guanin)
Seluruh atom cincin purin (bisiklik, 6- dan 5-anggota) berhibridisasi sp2 dan terkonjugasi penuh (sistem aromatik dengan ikatan rangkap terdelokalisasi), sehingga seluruh cincin basa nitrogen bersifat planar.
Cincin gula ribosa
Cincin furanosa pada ribosa tersusun dari atom-atom sp3 yang jenuh (bukan sistem terkonjugasi), sehingga cincin ini mengalami "pucker" (melipat) membentuk konformasi non-planar seperti envelope atau twist (misalnya C2′-endo atau C3′-endo), sifat khas gula furanosa pada nukleotida yang berperan penting dalam menentukan bentuk heliks asam nukleat.
Pembahasan bagian d.
Pada sintesis RNA, nukleotida baru (dalam bentuk trifosfat, seperti GTP) ditambahkan ke ujung 3′ rantai RNA yang sedang tumbuh. Gugus −OH pada C3′ ujung rantai yang sedang tumbuh menyerang atom Pα (fosfat pertama/proksimal) dari nukleotida trifosfat yang masuk secara SN2, sehingga terbentuk ikatan fosfodiester baru sekaligus melepaskan pirofosfat (gugus Pβ–Pγ) sebagai gugus pergi.
Pembahasan bagian e.
Catatan: pemasangan basa Watson–Crick yang benar pada DNA untai ganda adalah guanin–sitosin (3 ikatan hidrogen) dan adenin–timin (2 ikatan hidrogen). Terlepas dari detail tersebut, struktur sitosin dapat dikenali langsung dari pola gugus fungsinya.
Mengevaluasi keempat struktur


Tidak ada komentar:
Posting Komentar