Berikut pembahasan soal OSP Kimia Tahun 2023 yang terdiri 9 soal. Setiap soal akan diberikan dalam tautan berbeda.
- Soal #1: Termodinamika
- Soal #2: Kinetika
- Soal #3: Elektrokimia
- Soal #4: Sifat Koligatif Larutan
- Soal #5: Termokimia-Kesetimbangan
- Soal #6: Struktur Molekul
- Soal #7: Polimer-Spektroskopi
- Soal #8: Kesetimbangan Asam-basa
- Soal #9: Kimia Organik
Polimer dan Spektroskopi (14 poin)
Polimer dan Spektroskopi (14 poin)
Masing-masing soal bernilai 2 poin
Reaksi berikut merupakan reaksi sintesis polimer Kevlar antara para-fenilendiamina dengan tereftaloyl klorida. Kevlar merupakan polimer yang dikenal sebagai bahan rompi anti peluru.
Sintesis Kevlar dari Para-fenilendiamina dan Tereftaloil Klorida
Reaksi polimerisasi kondensasi: para-fenilendiamina (1,4-diaminobenzena) + tereftaloil klorida (C8H4Cl2O2) → Kevlar (poliamida aromatik) + 2n HCl.
-
Jika para-fenilendiamina diukur spektrum 13C NMR, maka akan memberikan ________ sinyal karbon.
- C1 dan C4 setara (keduanya karbon ipso yang mengikat −NH2) → 1 jenis sinyal.
- C2 (orto terhadap C1, meta terhadap C4) memiliki lingkungan kimia yang identik dengan C3 (meta terhadap C1, orto terhadap C4), karena kedua substituen pemberi efeknya sama (NH2). Akibatnya C2 ≡ C3 ≡ C5 ≡ C6 → hanya 1 jenis sinyal untuk keempat CH tersebut.
-
Berikut merupakan spektrum massa tereftaloyl klorida (C8H4Cl2O2)
Nilai massa molar molekul tereftaloyl klorida adalah ________ (Jawaban dalam bilangan bulat)
-
Nilai massa eksak tersebut berasal dari kombinasi isotop klor ...
-
Puncak basis (base peak) spektrum tersebut berada pada m/z = ________ (Jawaban dalam bilangan bulat)
-
Puncak basis tersebut berkorelasi dengan fragmen dengan rumus ...
-
Ketika membandingkan spektrum infra merah monomer tereftaloyl klorida dan produk kevlarnya, didapat serapan yang diduga berasal dari gugus karbonil (C=O) pada daerah bilangan gelombang 1769 cm−1 pada spektrum A dan 1664 cm−1 pada spektrum B.
Berdasarkan data tersebut, spektrum A adalah spektrum infra merah dari ________ dan spektrum B adalah spektrum infra merah dari ________.
- Asil klorida (−COCl): serapan C=O berada pada bilangan gelombang paling tinggi di antara turunan asam karboksilat (umumnya ≈1790–1815 cm−1 untuk alifatik, sedikit lebih rendah ≈1765–1785 cm−1 untuk aril asil klorida akibat konjugasi dengan cincin aromatik), karena atom Cl yang sangat elektronegatif menarik rapatan elektron dari karbon karbonil, memperkuat (memperpendek) ikatan rangkap C=O sehingga frekuensi vibrasinya naik.
- Amida (−CONH−, seperti pada Kevlar): serapan C=O jauh lebih rendah (umumnya ≈1630–1700 cm−1, "pita amida I"), karena delokalisasi pasangan elektron bebas nitrogen ke gugus karbonil (resonansi amida) mengurangi karakter ikatan rangkap C=O, ditambah ikatan hidrogen antar-rantai polimer yang semakin menurunkan frekuensinya.
Pembahasan bagian a.
Langkah 1: Penomoran cincin
Para-fenilendiamina memiliki dua gugus −NH2 yang identik, terikat pada C1 dan C4 dari cincin benzena. Enam karbon cincin: C1(NH2), C2, C3, C4(NH2), C5, C6.
Langkah 2: Menentukan karbon yang setara secara kimiawi
Karena kedua substituen sama persis (NH2 = NH2), molekul ini memiliki simetri lebih tinggi dibanding disubstitusi-para dengan dua gugus berbeda:
Pola ini sama seperti pada senyawa disubstitusi-para simetris lain (hidrokuinon, p-xilena, p-diklorobenzena) yang secara eksperimen memang hanya menunjukkan 2 sinyal karbon aromatik, bukan 3 atau 4 seperti pada disubstitusi-para dengan dua gugus berbeda.
Pembahasan bagian b.
Menjumlahkan massa atom relatif (Ar standar)
Pembahasan bagian c.
Perlu dibedakan dua istilah: massa molar rata-rata (dihitung dari Ar yang sudah mempertimbangkan kelimpahan alami semua isotop, hasilnya 203 seperti pada bagian b) versus massa eksak/monoisotopik (nilai yang muncul sebagai puncak pada spektrometer massa, dihitung memakai massa isotop tunggal yang paling melimpah dari tiap unsur).
Langkah 1: Isotop klor yang paling melimpah
Klor memiliki dua isotop alami: 35Cl (≈75,77%) dan 37Cl (≈24,23%). Karena 35Cl jauh lebih melimpah, kombinasi isotop yang paling mungkin muncul, dan menghasilkan puncak ion tertinggi pada gugus isotop molekul (M, M+2, M+4), adalah kedua atom Cl sama-sama 35Cl.
Langkah 2: Verifikasi dengan nilai massa eksak
Nilai ini sedikit lebih kecil dari massa molar rata-rata (203) karena massa eksak tidak memperhitungkan kontribusi 37Cl yang lebih berat.
Pembahasan bagian d.
Pada spektrometri massa senyawa asil klorida, ion molekuler (M+) cenderung tidak stabil dan mudah kehilangan satu atom Cl (radikal) untuk membentuk kation asilium yang lebih stabil secara resonansi. Fragmentasi ini biasanya menghasilkan puncak yang jauh lebih intens daripada ion molekuler utuh.
Membaca spektrum
Puncak tertinggi (100% intensitas relatif) pada spektrum berada pada m/z ≈ 167, disertai puncak pendamping dua satuan lebih tinggi (m/z ≈ 169) dengan intensitas ≈32%, rasio ≈100:32 ini adalah ciri khas pola isotop untuk fragmen yang masih mengandung satu atom Cl (rasio kelimpahan 35Cl:37Cl ≈ 76:24 ≈ 100:32), bukan dua atom Cl (yang akan memberi pola tiga puncak M, M+2, M+4 dengan rasio ≈9:6:1).
Pembahasan bagian e.
Langkah 1: Menentukan fragmen yang hilang
Ion molekuler C8H4Cl2O2+• (m/z ≈ 202, memakai 35Cl) kehilangan satu atom 35Cl (radikal, massa 35) membentuk kation asilium yang distabilkan resonansi oleh cincin aromatik dan gugus karbonil yang tersisa:
Langkah 2: Verifikasi massa
Nilai ini persis cocok dengan puncak basis pada bagian d.
Pembahasan bagian f.
Langkah 1: Karakteristik serapan C=O berdasarkan gugus fungsi
Langkah 2: Mencocokkan dengan data
1769 cm−1 (lebih tinggi) sesuai dengan gugus asil klorida pada monomer, sedangkan 1664 cm−1 (lebih rendah) sesuai dengan gugus amida pada polimer hasil kondensasi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar