Studi Kasus: Titrasi H3PO4 dengan NaOH – Penurunan Rumus pH di TE-1, TE-2, dan TE-3
Hidrolisis garam terjadi ketika ion penyusun garam bereaksi dengan H2O menghasilkan larutan yang bersifat asam atau basa. Pada garam yang berasal dari asam lemah poliprotik atau basa lemah polihidroksi, proses hidrolisis dapat terjadi secara bertingkat.
Pada artikel ini dijelaskan penurunan rumus pH pada setiap titik ekuivalen (TE) pada proses titrasi yang menghasilkan garam terhidrolisis secara bertingkat (garam dengan anion dari asam poliprotik) seperti Na3PO4.
1. Pendahuluan: Asam Poliprotik dan Titrasinya
Asam fosfat (H3PO4) adalah asam triprotik yang melepaskan proton secara bertingkat:
$$\text{H}_3\text{PO}_4 \rightleftharpoons \text{H}^+ + \text{H}_2\text{PO}_4^- \quad K_{a1} = 7{,}5 \times 10^{-3}$$ $$\text{H}_2\text{PO}_4^- \rightleftharpoons \text{H}^+ + \text{HPO}_4^{2-} \quad K_{a2} = 6{,}2 \times 10^{-8}$$ $$\text{HPO}_4^{2-} \rightleftharpoons \text{H}^+ + \text{PO}_4^{3-} \quad K_{a3} = 4{,}8 \times 10^{-13}$$Ketika H3PO4 dititrasi dengan NaOH, terdapat tiga titik ekuivalen:
| Titik Ekuivalen | Reaksi Titrasi | Spesi Dominan | Sifat |
|---|---|---|---|
| TE-1 | H3PO4 + NaOH → NaH2PO4 + H2O | H2PO4− | Amfoter (asam lemah + basa lemah) |
| TE-2 | NaH2PO4 + NaOH → Na2HPO4 + H2O | HPO42− | Amfoter (asam lemah + basa lemah) |
| TE-3 | Na2HPO4 + NaOH → Na3PO4 + H2O | PO43− | Basa (hanya hidrolisis basa) |
Di TE-1 dan TE-2, spesi yang ada adalah ion amfoter (dapat berperan sebagai asam sekaligus basa). Di sinilah rumus spesial \(\text{pH} = \tfrac{1}{2}(\text{p}K_a + \text{p}K_{a+1})\) berlaku. Mari kita turunkan bersama!
2. Penurunan Rumus pH Ion Amfoter
Ambil contoh umum: ion amfoter \(\text{HA}^-\) yang berasal dari asam diprotik. Ia bisa:
- Berperan sebagai asam: \(\text{HA}^- \rightleftharpoons \text{H}^+ + \text{A}^{2-}, \quad K_{a2}\)
- Berperan sebagai basa: \(\text{HA}^- + \text{H}_2\text{O} \rightleftharpoons \text{H}_2\text{A} + \text{OH}^-, \quad K_b = K_w/K_{a1}\)
Dari definisi \(K_{a1}\) dan \(K_{a2}\):
$$K_{a1} = \frac{[\text{H}^+][\text{HA}^-]}{[\text{H}_2\text{A}]} \quad \Rightarrow \quad [\text{H}_2\text{A}] = \frac{[\text{H}^+][\text{HA}^-]}{K_{a1}} \tag{1}$$ $$K_{a2} = \frac{[\text{H}^+][\text{A}^{2-}]}{[\text{HA}^-]} \quad \Rightarrow \quad [\text{A}^{2-}] = \frac{K_{a2}[\text{HA}^-]}{[\text{H}^+]} \tag{2}$$Dalam larutan yang mengandung \(\text{HA}^-\), spesi yang bermuatan positif hanyalah \(\text{H}^+\) dan \(\text{Na}^+\); spesi negatif adalah \(\text{HA}^-\), \(\text{A}^{2-}\), dan \(\text{OH}^-\). Namun, pendekatan lebih sederhana menggunakan kondisi proton (proton condition):
$$[\text{H}_2\text{A}] + [\text{H}^+] = [\text{A}^{2-}] + [\text{OH}^-] \tag{3}$$Artinya: proton yang diambil dari air (oleh HA− saat bertindak sebagai basa) sama dengan proton yang dilepas ke air (saat HA− bertindak sebagai asam).
Untuk larutan ion amfoter yang tidak terlalu encer dan \(K_{a2} \gg K_w / [\text{HA}^-]\) serta \([\text{HA}^-] \gg K_{a1}\), maka:
- \(K_{a2}[\text{HA}^-] \gg K_w\) → suku \(K_w\) bisa diabaikan di pembilang
- \([\text{HA}^-]/K_{a1} \gg 1\) → suku "1" bisa diabaikan di penyebut
Persamaan (4) menjadi:
$$[\text{H}^+]^2 \approx \frac{K_{a2}[\text{HA}^-]}{\dfrac{[\text{HA}^-]}{K_{a1}}} = K_{a1} \cdot K_{a2}$$✅ Hasil Penurunan
$$[\text{H}^+]^2 = K_{a1} \cdot K_{a2}$$ $$[\text{H}^+] = \sqrt{K_{a1} \cdot K_{a2}}$$ $$\boxed{\text{pH} = \frac{1}{2}\left(\text{p}K_{a1} + \text{p}K_{a2}\right)}$$Catatan penting: hasil ini tidak bergantung pada konsentrasi \([\text{HA}^-]\), itulah mengapa pH di titik ekuivalen tengah sangat "stabil"!
3. Penerapan pada Na3PO4 (Titrasi H3PO4 dengan NaOH)
3.1 Titik Ekuivalen ke-1 (TE-1): Spesi H2PO4−
Pada TE-1, semua H3PO4 telah diubah menjadi \(\text{H}_2\text{PO}_4^-\). Ion ini adalah amfoter antara pasangan \(K_{a1}\) dan \(K_{a2}\):
Dengan \(\text{p}K_{a1} = -\log(7{,}5 \times 10^{-3}) = 2{,}12\) dan \(\text{p}K_{a2} = -\log(6{,}2 \times 10^{-8}) = 7{,}21\):
$$\text{pH}_{\text{TE-1}} = \frac{2{,}12 + 7{,}21}{2} = \frac{9{,}33}{2} = \boxed{4{,}67}$$3.2 Titik Ekuivalen ke-2 (TE-2): Spesi HPO42−
Pada TE-2, spesi dominan adalah \(\text{HPO}_4^{2-}\), amfoter antara \(K_{a2}\) dan \(K_{a3}\):
Dengan \(\text{p}K_{a2} = 7{,}21\) dan \(\text{p}K_{a3} = -\log(4{,}8 \times 10^{-13}) = 12{,}32\):
$$\text{pH}_{\text{TE-2}} = \frac{7{,}21 + 12{,}32}{2} = \frac{19{,}53}{2} = \boxed{9{,}77}$$3.3 Titik Ekuivalen ke-3 (TE-3): Spesi PO43−
Pada TE-3, spesi yang ada adalah \(\text{PO}_4^{3-}\), ini bukan amfoter, melainkan basa konjugat murni dari \(\text{HPO}_4^{2-}\). Ia hanya mengalami hidrolisis basa:
$$\text{PO}_4^{3-} + \text{H}_2\text{O} \rightleftharpoons \text{HPO}_4^{2-} + \text{OH}^-$$ $$K_b = \frac{K_w}{K_{a3}} = \frac{10^{-14}}{4{,}8 \times 10^{-13}} = 2{,}08 \times 10^{-2}$$Karena \(K_b\) cukup besar, kita harus menyelesaikan persamaan kuadrat. Misalkan konsentrasi Na3PO4 = C mol/L:
$$K_b = \frac{x^2}{C - x}$$Untuk TE-3, rumus amfoter tidak berlaku. Gunakan perhitungan \(K_b\) langsung:
$$[\text{OH}^-] = \sqrt{K_b \cdot C} \quad \text{(jika } C \gg K_b\text{)}$$ $$\text{pOH} = -\log[\text{OH}^-], \quad \text{pH} = 14 - \text{pOH}$$Atau selesaikan persamaan kuadrat untuk akurasi lebih tinggi bila \(C\) tidak jauh lebih besar dari \(K_b\).
Contoh: Jika \(C_{\text{PO}_4^{3-}} = 0{,}1\) M:
$$[\text{OH}^-] = \sqrt{(2{,}08 \times 10^{-2})(0{,}1)} = \sqrt{2{,}08 \times 10^{-3}} = 4{,}56 \times 10^{-2} \text{ M}$$Cek apakah \(C \gg K_b\): \(0{,}1\) vs \(2{,}08 \times 10^{-2}\) → tidak berlaku perkiraan! Perlu persamaan kuadrat:
$$x^2 + K_b \cdot x - K_b \cdot C = 0$$ $$x^2 + (2{,}08 \times 10^{-2})x - (2{,}08 \times 10^{-2})(0{,}1) = 0$$ $$x = \frac{-0{,}0208 + \sqrt{(0{,}0208)^2 + 4(2{,}08 \times 10^{-3})}}{2} = 0{,}0364 \text{ M}$$ $$\text{pOH} = -\log(0{,}0364) = 1{,}44$$ $$\boxed{\text{pH}_{\text{TE-3}} \approx 12{,}56}$$4. Ringkasan: Pola Umum untuk Asam n-Protik
Untuk asam n-protik \(\text{H}_n\text{A}\) yang dititrasi dengan basa kuat, pola pH di setiap titik ekuivalen mengikuti aturan:
| Titik Ekuivalen ke- | Spesi Dominan | Rumus pH | Berlaku jika… |
|---|---|---|---|
| TE-1 | \(\text{H}_{n-1}\text{A}^-\) | \(\dfrac{1}{2}(\text{p}K_{a1} + \text{p}K_{a2})\) | Spesi adalah amfoter |
| TE-2 | \(\text{H}_{n-2}\text{A}^{2-}\) | \(\dfrac{1}{2}(\text{p}K_{a2} + \text{p}K_{a3})\) | Spesi adalah amfoter |
| TE-(n-1) | \(\text{HA}^{(n-1)-}\) | \(\dfrac{1}{2}(\text{p}K_{a(n-1)} + \text{p}K_{an})\) | Spesi adalah amfoter |
| TE-n (akhir) | \(\text{A}^{n-}\) | Gunakan \(K_b = K_w/K_{an}\) | Basa konjugat murni |
⚠️ Syarat Validitas Rumus Amfoter
Rumus \(\text{pH} = \frac{1}{2}(\text{p}K_{an} + \text{p}K_{a(n+1)})\) berlaku dengan baik ketika:
- \(K_{an} \cdot [\text{spesi}] \gg K_w\) (kontribusi air diabaikan di pembilang)
- \([\text{spesi}] \gg K_{an}\) (pengenceran tidak terlalu ekstrem, diabaikan di penyebut)
- Selisih \(\text{p}K_a\) berurutan cukup besar (> 2–3 unit) sehingga terjadi separasi yang jelas
5. Mengapa pH Tidak Bergantung Konsentrasi?
Ini adalah hasil yang mengejutkan! Perhatikan lagi persamaan (4):
$$[\text{H}^+]^2 = \frac{K_{a2}[\text{HA}^-] + K_w}{\dfrac{[\text{HA}^-]}{K_{a1}} + 1}$$Ketika \([\text{HA}^-]\) muncul di pembilang dan penyebut secara linier, maka pada kondisi \([\text{HA}^-] \gg K_{a1}\) dan \([\text{HA}^-] \gg K_w/K_{a2}\), faktor \([\text{HA}^-]\) tersebut saling menghapus:
$$[\text{H}^+]^2 \approx \frac{K_{a2} \cdot [\text{HA}^-]}{[\text{HA}^-]/K_{a1}} = K_{a1} \cdot K_{a2}$$Hasilnya murni produk dua tetapan kesetimbangan, tidak ada konsentrasi di sana! Inilah sebabnya buffer amfoter sangat berguna: pH-nya relatif tidak terpengaruh oleh pengenceran moderat.
💡 Insight Penting
Ion amfoter secara simultan bertindak sebagai donor dan akseptor proton. Kedua peran ini "bersaing" dan saling mengimbangi. Posisi kesetimbangan akhirnya ditentukan oleh geometric mean dari dua konstanta asiditas yang mengapitnya, persis seperti yang dinyatakan rumus \(\text{pH} = \frac{1}{2}(\text{p}K_{an} + \text{p}K_{a(n+1)})\).
6. Rekap Perhitungan untuk Sistem H3PO4 / NaOH
| Titik Ekuivalen | Spesi | Rumus | Perhitungan | pH |
|---|---|---|---|---|
| TE-1 | H2PO4− | \(\dfrac{1}{2}(\text{p}K_{a1}+\text{p}K_{a2})\) | \(\dfrac{2{,}12+7{,}21}{2}\) | 4,67 |
| TE-2 | HPO42− | \(\dfrac{1}{2}(\text{p}K_{a2}+\text{p}K_{a3})\) | \(\dfrac{7{,}21+12{,}32}{2}\) | 9,77 |
| TE-3 | PO43− | Hidrolisis basa: \(K_b = K_w/K_{a3}\) | Persamaan kuadrat (bergantung C) | ~12,5 |
Data: pKa1 = 2,12 · pKa2 = 7,21 · pKa3 = 12,32 (H3PO4, 25°C)
Artikel kimia untuk pembelajaran SMA/Sederajat dan Perguruan Tinggi
Diturunkan dari prinsip kesetimbangan kelarutan dan kondisi proton

Tidak ada komentar:
Posting Komentar