Titrasi asam-basa adalah metode analisis kuantitatif untuk menentukan konsentrasi larutan asam atau basa dengan mereaksikannya secara bertahap (stoikiometri). Pada titrasi asam poliprotik (melepas lebih dari satu proton H+) dengan basa kuat monohidroksi seperti NaOH, reaksi berlangsung dalam beberapa tahap sesuai jumlah proton yang dapat dilepas.
Kurva titrasi yang dihasilkan memperlihatkan beberapa titik ekuivalen (TE) dan titik tengah (TT) merupakan ½ ekuivalen yang masing-masing mencerminkan rasio [asam]:[basa] tertentu dan hubungannya dengan tetapan disosiasi asam (Ka).
1. Perhitungan pH dalam Simulator
pH dihitung secara numerik menggunakan pendekatan persamaan muatan (charge balance) dan persamaan massa (mass balance). Untuk asam poliprotik umum HnA, sistem persamaan yang diselesaikan adalah:
Dengan memasukkan konstanta kesetimbangan Ka dan Kw, diperoleh fungsi f(H) = 0 yang diselesaikan dengan metode bisection (bagi dua) untuk mendapatkan [H+] dan pH.
📌 Asam diprotik (H2A) – misal H2SO3
dengan CA = konsentrasi total asam, Cb = konsentrasi basa dari NaOH.
📌 Asam triprotik (H3A) – misal H3PO4
Simulator menggunakan nilai Ka1, Ka2, Ka3 yang diinput, lalu melakukan iterasi hingga diperoleh H dengan toleransi 1e-12.
2. Titik Ekuivalen & Titik Tengah
🔴 Titik Ekuivalen (TE)
Titik di mana jumlah mol basa yang ditambahkan setara dengan jumlah mol proton yang dilepas secara kumulatif. Untuk asam poliprotik:
- TE1 : V = Veq1 = $\dfrac{[Asam] \times V_{Asam}}{[Basa]}$
Pada TE1 semua proton (H+) pertama habis (misal H3PO4 → H2PO4 −) - TE2 : V = 2 × Veq1
Pada TE2 proton kedua habis (H2PO4− → HPO42−) - TE3 : V = 3 × Veq1
Pada TE3 proton ketiga habis (HPO42− → PO43−)
pH pada TE1 ≈ $\dfrac{pK_{a1} + pK_{a2}}{2}$, TE2 ≈ $\dfrac{pK_{a2} + pK_{a3}}{2}$ (untuk H3A).
🟢 Titik Tengah (½ ekuivalen, buffer maksimum)
Volume di mana setengah dari proton suatu tahap telah dinetralkan. Di titik ini [HA] = [A−] sehingga pH = pKai (untuk tahap i). Pada simulator:
- Titik tengah 1 (TT1): V = 0,5 × Veq1 → pH ≈ pKa1
- Titik tengah 2 (TT2): V = 1,5 × Veq1 → pH ≈ pKa2
- Titik tengah 3 (TT3): V = 2,5 × Veq1 → pH ≈ pKa3 (untuk H3A)
3. Cara Menggunakan Simulator
- Pilih jenis asam (H2A atau H3A) dari dropdown.
- Masukkan nilai Ka1, Ka2, Ka3 (gunakan titik atau koma; contoh: 0.014 atau 6,3e-8). Nilai default sesuai H2SO3 dan H3PO4.
- Isi konsentrasi asam (M), volume asam (mL), dan konsentrasi basa NaOH (M).
- Tekan tombol ▶ Mulai Titrasi untuk menjalankan animasi kurva.
- Kurva akan bergerak dari V=0 hingga melewati titik ekuivalen terakhir. Setelah animasi selesai, muncul titik ekuivalen (lingkaran merah, oranye, ungu) dan titik tengah (hijau, cyan, biru) beserta garis putus-putus ke sumbu.
- Baca rekomendasi indikator di bagian bawah yang disesuaikan dengan pH tiap titik ekuivalen.
- Tombol ↺ Reset untuk mengembalikan ke tampilan awal (tanpa kurva dan titik).
⚠️ Semua angka ditampilkan dengan koma desimal (sesuai format Indonesia). Input dapat menggunakan titik atau koma.
4. Interpretasi Grafik
- Lereng curam (lonjakan) di sekitar titik ekuivalen menunjukkan perubahan pH drastis karena habisnya spesies penyangga (buffer).
- Daerah landai sebelum TE adalah daerah buffer, di mana pH relatif stabil. Titik tengah (lingkaran berwarna) terletak di tengah daerah landai.
- Garis putus-putus dari setiap titik ke sumbu X (volume) dan sumbu Y (pH) memudahkan pembacaan nilai volume dan pH pada titik-titik penting.
- Jika suatu titik ekuivalen tidak menunjukkan lonjakan jelas (misal TE3 H3PO4 karena pKa3 tinggi), hal itu wajar dan mencerminkan sifat basa dari garam yang terbentuk.
- Rekomendasi indikator diambil berdasarkan pH pada titik ekuivalen. Misal: jika pH TE1 ≈ 4,7 maka indikator yang cocok adalah metil merah (trayek 4,4–6,2).
5. Contoh Interpretasi (H3PO4 0,1 M, NaOH 0,1 M)
| Titik | Volume (mL) | pH (perkiraan) | Arti | Indikator sesuai |
|---|---|---|---|---|
| TE1 | 10,0 | 4,67 | H3PO4 → H2PO4− | Metil merah |
| TE2 | 20,0 | 9,77 | H2PO4− → HPO42− | Fenolftalein |
| TE3 | 30,0 | ~11,5 | HPO42− → PO43− | Timolftalein |
| TT1 | 5,0 | ≈ pKa1 = 2,14 | Buffer H3PO4/H2PO4− | - |
| TT2 | 15,0 | ≈ pKa2 = 7,20 | Buffer H2PO4−/HPO42− | - |
| TT3 | 25,0 | ≈ pKa3 = 12,37 | Buffer HPO42−/PO43− | - |
Dari tabel, TE2 memiliki pH 9,77 sehingga fenolftalein (trayek 8,2–10,0) sangat cocok. Sedangkan TE3 membutuhkan indikator dengan trayek basa kuat seperti timolftalein.
📌 Catatan penting
- Simulator mengasumsikan volume aditif (Vtotal = Vasam + Vbasa) dan koefisien aktivitas = 1 (larutan encer).
- Perhitungan numerik menggunakan metode bisection cukup akurat untuk visualisasi, namun untuk keperluan analitik kuantitatif diperlukan presisi lebih tinggi.
- Nilai Ka yang sangat kecil (misal Ka3 H3PO4) dapat menyebabkan titik ekuivalen ketiga hampir tidak terlihat, sesuai kenyataan di laboratorium.
- Untuk asam dengan Ka berurutan yang sangat rapat (ΔpKa < 4), titik ekuivalen mungkin tidak terpisah jelas; kurva akan tampak seperti satu lonjakan panjang.
Kesimpulan
Simulator ini memvisualisasikan konsep fundamental titrasi poliprotik: hubungan antara Ka, pH, volume titran, serta posisi titik ekuivalen dan titik tengah. Dengan mengamati kurva dan rekomendasi indikator, pengguna dapat memahami kapan perubahan warna terjadi dan memilih indikator yang tepat untuk titrasi nyata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar