Soal Kimia OSN Kab-Kota 2026 & Kunci Jawaban ala Urip dot Info

Kamis, 09 Juli 2026

Berikut soal kimia olimpiade sains tingkat kabupaten/kota 2026 disertai kunci jawaban (merah tebal) tanpa pembahasan. Khusus pembahasan tiap nomor tersedia di sini.

Jika dibutuhkan soal ini dalam format pdf sila klik di sini.

Topik A – Struktur Anorganik (21 poin)

Topik A - Soal 1 (5 poin)

Narasi berikut digunakan pada Topik A soal 1-3.

Salah satu struktur ion silikat yaitu berupa rantai polimer tunggal dan tidak bercabang, yang tersusun dari unit tetrahedral SiO4 dan memiliki rumus umum [SixOy]nzn−. Dalam struktur tersebut, setiap unit tetrahedral berbagi dua atom oksigen sebagai jembatan (bridging oxygen) dengan unit tetrahedral lainnya.

Nilai x, y dan z pada ion silikat [SixOy]nzn− tersebut adalah ....

  1. 1, 3, 2
  2. 1, 4, 2
  3. 1, 3, 1
  4. 2, 5, 2
  5. 2, 7, 3

Topik A - Soal 2 (5 poin)

Salah satu struktur ion silikat yaitu berupa rantai polimer tunggal dan tidak bercabang, yang tersusun dari unit tetrahedral SiO4 dan memiliki rumus umum [SixOy]nzn−. Dalam struktur tersebut, setiap unit tetrahedral berbagi dua atom oksigen sebagai jembatan (bridging oxygen) dengan unit tetrahedral lainnya.

Jika 25% atom Si diganti dengan atom Al pada [SixOy]nzn−, maka perbandingan jumlah ion Na+ dan Ca2+ yang digunakan untuk menetralkan muatan ion silikat tersebut adalah ....

  1. Na+ : Ca2+ = 5 : 2
  2. Na+ : Ca2+ = 2 : 4
  3. Na+ : Ca2+ = 3 : 5
  4. Na+ : Ca2+ = 6 : 1
  5. Na+ : Ca2+ = 4 : 3

Topik A - Soal 3 (3 poin)

Salah satu struktur ion silikat yaitu berupa rantai polimer tunggal dan tidak bercabang, yang tersusun dari unit tetrahedral SiO4 dan memiliki rumus umum [SixOy]nzn−. Dalam struktur tersebut, setiap unit tetrahedral berbagi dua atom oksigen sebagai jembatan (bridging oxygen) dengan unit tetrahedral lainnya.

Jika ada penggantian 25% atom Si oleh Al pada [SixOy]nzn−, pernyataan yang benar adalah ....

  1. Jumlah atom oksigen jembatan (bridging oxygen) meningkat.
  2. Jumlah atom oksigen non-jembatan (non-bridging oxygen) meningkat.
  3. Jumlah atom oksigen jembatan (bridging oxygen) tetap, tetapi muatan atom oksigen non-jembatan (non-bridging oxygen) meningkat.
  4. Semua atom oksigen memiliki bilangan oksidasi −2.
  5. Struktur berubah menjadi lembar silikat.

Topik A - Soal 4 (5 poin)

Narasi berikut digunakan pada Topik A soal 4-5.

Kompleks A dan B merupakan senyawa kompleks kation dengan geometri oktahedral berbasis kobalt(III), yang memiliki rumus empiris Co(L)5XY (L = ligan monodentat netral, X = anion monovalen halida, Y = anion divalen poliatomik tetrahedral). Masing-masing senyawa kompleks tersebut direaksikan dengan larutan perak nitrat dan barium klorida. Berikut hasil pengamatan reaksi tersebut.

Kompleks Larutan perak nitrat Larutan barium klorida
A tidak terbentuk endapan berwarna kuning muda terbentuk endapan berwarna putih
B terbentuk endapan berwarna kuning tidak terbentuk endapan berwarna putih

Pernyataan di bawah ini sesuai dengan kompleks A, kecuali ....

  1. Kompleks A memiliki muatan lebih besar dibandingkan kompleks B.
  2. Perbandingan mol kation dan anion pada kompleks A adalah 1:1.
  3. Y tidak berikatan dengan ion Co3+ pada kompleks A.
  4. X tidak berikatan dengan ion Co3+ pada kompleks A.
  5. Endapan putih merupakan hasil reaksi Y pada kompleks A dengan barium klorida.

Topik A - Soal 5 (3 poin)

Kompleks A dan B merupakan senyawa kompleks kation dengan geometri oktahedral berbasis kobalt(III), yang memiliki rumus empiris Co(L)5XY (L = ligan monodentat netral, X = anion monovalen halida, Y = anion divalen poliatomik tetrahedral). Masing-masing senyawa kompleks tersebut direaksikan dengan larutan perak nitrat dan barium klorida. Berikut hasil pengamatan reaksi tersebut.

Kompleks Larutan perak nitrat Larutan barium klorida
A tidak terbentuk endapan berwarna kuning muda terbentuk endapan berwarna putih
B terbentuk endapan berwarna kuning tidak terbentuk endapan berwarna putih

Pereaksi lain yang dapat membedakan kompleks A dan B adalah ....

  1. Kalium nitrat
  2. Magnesium nitrat
  3. Aluminium nitrat
  4. Timbal(II) nitrat
  5. Tembaga(II) nitrat

Topik B – Kinetika (15 poin)

Topik B - Soal 1 (3 poin)

Data berikut digunakan pada Topik B soal 1-2.

Berikut adalah data reaksi aA + bB → cC pada T °C.

Koefisien reaksi tersebut adalah ....

  1. a = 1; b = 2; c = 3
  2. a = 2; b = 1; c = 3
  3. a = 1; b = 3; c = 2
  4. a = 2; b = 3; c = 1
  5. a = 3; b = 1; c = 2

Topik B - Soal 2 (3 poin)

Berikut adalah data reaksi aA + bB → cC pada T °C.

Laju awal reaksi tersebut pada T °C adalah ....

  1. 0,027 M/menit
  2. 0,041 M/menit
  3. 0,054 M/menit
  4. 0,061 M/menit
  5. 0,081 M/menit

Topik B - Soal 3 (4 poin)

Data berikut digunakan pada Topik B soal 3-4.

Berikut adalah data laju awal reaksi yang sama pada 25 °C.

No. [A] (M) [B] (M) r (M/menit)
1 0,1 0,2 0,3036
2 0,2 0,3 0,9660
3 0,3 0,4 2,1033
4 0,4 0,5 3,7947

Hukum laju dan nilai tetapan laju reaksi tersebut pada 25 °C adalah ....

  1. r = k[A]1/2[B]; k = 4,8 M−0,5/menit
  2. r = k[A][B]2; k = 75,9 M−2/menit
  3. r = k[A]1/2[B]2; k = 24,0 M−1,5/menit
  4. r = k[A]1/2[B]3/2; k = 10,7 M−1/menit
  5. r = k[A]3/2[B]2; k = 120,0 M−2,5/menit

Topik B - Soal 4 (3 poin)

Berikut adalah data laju awal reaksi yang sama pada 25 °C.

No. [A] (M) [B] (M) r (M/menit)
1 0,1 0,2 0,3036
2 0,2 0,3 0,9660
3 0,3 0,4 2,1033
4 0,4 0,5 3,7947

Tetapan laju reaksi tersebut pada 50 °C adalah 295,0 Mx/menit, nilai energi pengaktifan reaksi tersebut adalah .....

  1. 28,79 kJ/mol
  2. 43,46 kJ/mol
  3. 80,31 kJ/mol
  4. 106,17 kJ/mol
  5. 131,83 kJ/mol

Topik B - Soal 5 (2 poin)

Berikut adalah pernyataan tentang reaksi tersebut

i. Reaksi tersebut bersifat endotermik.

ii. Reaksi tersebut tidak berlangsung dalam satu tahap.

iii. Temperatur eksperimen pada soal 1-2, T < 25 °C.

Berdasarkan semua data mengenai reaksi tersebut dan jawaban soal 1-4, pernyataan yang pasti benar adalah ....

  1. Hanya pernyataan i.
  2. Hanya pernyataan ii.
  3. Hanya pernyataan iii.
  4. Pernyataan i dan iii.
  5. Pernyataan ii dan iii.

Topik C – Kimia Organik (14 poin)

Narasi di bawah ini digunakan untuk menjawab soal 1 sampai dengan soal 5. Di sini dilakukan pewarnaan agar lebih mudah dibaca, karena pada soal asli kalimatnya berangkai tanpa paragraf.

Senyawa A memiliki data sebagai berikut:
analisis unsur C = 63,1%; H = 5,3%;
spektrum massa: m/z 152 (M+);
FTIR: 3200–3500 cm−1, 1715 cm−1;
1H NMR: δ 10,8 (1H, br s), 6,8–7,8 (4H, m), 3,90 (3H, s);
13C NMR: δ 170, 161, 52 ppm.
Senyawa A direaksikan dengan CH3I/K2CO3 dalam aseton menghasilkan senyawa B.

Senyawa B memiliki:
spektrum massa dengan m/z 166;
spektrum FTIR B tidak menunjukkan serapan vibrasi –OH;
serta spektrum 1H NMR B memiliki dua sinyal singlet dengan integrasi total 6H.
Selanjutnya, senyawa B direaksikan dengan LiBH4, dilanjutkan dengan penambahan larutan asam (H3O+), menghasilkan senyawa C.

Senyawa C memiliki data spektroskopi berikut:
spektrum massa dengan m/z 138;
spektrum FTIR: 3350 cm−1, tidak ada serapan vibrasi C=O.
Senyawa C kemudian dioksidasi dengan piridinium klorokromat atau PCC menghasilkan senyawa D.

Data spektroskopi senyawa D:
spektrum massa dengan m/z 136;
spektrum FTIR: 1690 cm−1 serta pita lemah pada 2720–2820 cm−1;
1H NMR δ 10,4 (1H, s).
Akhirnya, senyawa D direaksikan dengan reagen ilida Ph3P=CHCO2Et menghasilkan senyawa E.

Senyawa E memiliki data sebagai berikut:
analisis unsur C = 69,9%; H = 6,8%;
spektrum massa: m/z 206 (M+);
spektrum FTIR: 1710 cm−1 dan 1635 cm−1;
spektrum 1H NMR menunjukkan dua proton pada geseran kimia 6,45 dan 7,65 Hz dengan tetapan kopling J = 16 Hz.

Jawablah soal-soal berikut berdasarkan informasi transformasi senyawa A hingga menjadi senyawa E sesuai narasi di atas.

Topik C - Soal 1 (2 poin)

Senyawa A memiliki derajat ketidakjenuhan (DBE, double bond equivalent) sebesar .....

  1. 2
  2. 3
  3. 4
  4. 5
  5. 6

Topik C - Soal 2 (1 poin)

Transformasi senyawa A menjadi senyawa B terutama menunjukkan terjadinya reaksi ….

  1. adisi elektrofilik
  2. substitusi nukleofilik
  3. reduksi
  4. oksidasi
  5. substitusi elektrofilik aromatik

Topik C - Soal 3 (4 poin)

Senyawa C adalah….

  1. (2-Metoksi fenil)metanol
  2. 2-Metoksibezaldehida
  3. Metil 2-Metoksibenzoat
  4. (2-Hidroksi fenil)metanol
  5. Asam 2-metoksibenzoat

Topik C - Soal 4 (2 poin)

Data spektrum FTIR senyawa D yang menunjukkan pita serapan pada 2720–2820 cm−1 mengindikasikan adanya gugus fungsi ....

  1. Alkohol primer
  2. Ester aromatik
  3. Aldehida aromatik
  4. Asam karboksilat
  5. Amina primer

Topik C - Soal 5 (5 poin)

Nama IUPAC senyawa E yang paling tepat adalah ….

  1. Etil (Z)-3-(2-hidroksifenil)prop-2-enoat
  2. Etil (Z)-3-fenilprop-2-enoat
  3. Metil (E)-3-(2-metoksifenil)prop-2-enoat
  4. Etil (Z)-3-(2-metoksifenil)prop-2-enoat
  5. Etil (E)-3-(2-metoksifenil)prop-2-enoat

Topik D – Asam-Basa (16 poin)

Topik D - Soal 1 (2 poin)

Data berikut digunakan pada Topik D soal 1-5. Untuk asam fosfat, pKa1 = 2,15; pKa2 = 7,20; pKa3 = 12,35; dan Kw = 1,00 × 10−14.

Pernyataan yang paling tepat mengenai spesi dihidrogen fosfat adalah .....

  1. Bersifat asam dengan Ka = 10−7,20
  2. Bersifat amfoter, sebagai asam Ka = 10−7,20 dan sebagai basa Kb = 10−11,85
  3. Bersifat amfoter, sebagai asam Ka = 10−7,20 dan sebagai basa Kb = 10−2,15
  4. Bersifat amfoter, sebagai asam Ka = 10−12,35 dan sebagai basa Kb = 10−6,80
  5. Bersifat amfoter, sebagai asam Ka = 10−12,35 dan sebagai basa Kb = 10−7,20

Topik D - Soal 2 (3 poin)

Untuk asam fosfat, pKa1 = 2,15; pKa2 = 7,20; pKa3 = 12,35; dan Kw = 1,00 × 10−14.

pH larutan asam fosfat 0,100 M adalah .....

  1. 1,08
  2. 1,58
  3. 1,63
  4. 1,91
  5. 2,15

Topik D - Soal 3 (3 poin)

Untuk asam fosfat, pKa1 = 2,15; pKa2 = 7,20; pKa3 = 12,35; dan Kw = 1,00 × 10−14.

Pada soal 2, fraksi H+ yang disumbangkan oleh reaksi deprotonasi kedua adalah .....

  1. ~ 10−3
  2. ~ 10−4
  3. ~ 10−5
  4. ~ 10−6
  5. ~ 10−7

Topik D - Soal 4 (4 poin)

Untuk asam fosfat, pKa1 = 2,15; pKa2 = 7,20; pKa3 = 12,35; dan Kw = 1,00 × 10−14.

Indikator yang paling tepat untuk menentukan titik ekuivalen pertama (TE1) dalam titrasi 50,0 mL larutan asam fosfat 0,100 M dan larutan NaOH 0,100 M pada 25 °C adalah .....

  1. Metil oranye (rentang kerja 3,1–4,4)
  2. Bromokresol hijau (rentang kerja 3,8–5,4)
  3. Bromotimol biru (rentang kerja 6,0–7,6)
  4. Fenolftalein (rentang kerja 8,2–10,0)
  5. Timolftalein (rentang kerja 9,4–10,6)

Topik D - Soal 5 (4 poin)

Untuk asam fosfat, pKa1 = 2,15; pKa2 = 7,20; pKa3 = 12,35; dan Kw = 1,00 × 10−14.

Sebanyak 50,0 mL larutan asam fosfat 0,100 M dititrasi dengan larutan NaOH 0,100 M pada 25 °C. Setelah penambahan 75,0 mL NaOH 0,100 M, pH larutan adalah .....

  1. 4,68
  2. 6,20
  3. 7,20
  4. 7,78
  5. 9,78

Topik F – Dasar-dasar Spektroskopi (11 poin)

Topik F - Soal 1 (3 poin)

Jika suatu larutan meneruskan 25% cahaya yang datang, maka nilai absorbansi larutan tersebut adalah ....

  1. 0,25
  2. 0,60
  3. 0,80
  4. 0,75
  5. 1,00

Topik F - Soal 2 (2 poin)

Gugus berikut yang berperan sebagai kromofor dalam spektroskopi UV-Vis adalah .....

  1. −C=O
  2. −OH
  3. −NH2
  4. −CH3
  5. −C=C−

Topik F - Soal 3 (3 poin)

Suatu larutan zat pewarna organik menunjukkan absorbansi maksimum pada 520 nm. Warna yang akan tampak pada mata manusia adalah ….

  1. Merah
  2. Hijau
  3. Biru
  4. Kuning
  5. Jingga

Topik F - Soal 4 (2 poin)

Pengaruh ikatan hidrogen terhadap pita serapan –OH dalam spektrum IR adalah ….

  1. Bergeser ke bilangan gelombang lebih tinggi
  2. Hilang sama sekali
  3. Tetap pada posisi yang sama
  4. Bergeser ke bilangan gelombang lebih rendah dan melebar
  5. Menjadi lebih tajam

Topik F - Soal 5 (1 poin)

Gelombang elektromagnetik yang digunakan pada spektroskopi NMR adalah .....

  1. Radio
  2. Inframerah
  3. Sinar tampak
  4. Sinar UV
  5. Sinar X
Topik G – Kelarutan (15 poin)

Topik G - Soal 1 (3 poin)

Narasi berikut digunakan pada Topik G soal 1-2.

Padatan oksalat dari logam kalsium dan perak merupakan garam yang sukar larut dalam air. Pada kondisi temperatur ruang, Ksp CaC2O4 = 2,3 × 10−9 dan Ksp Ag2C2O4 = 3,5 × 10−11. Kelarutan kedua padatan oksalat tersebut bergantung pada pH larutan karena ion oksalat dapat mengalami protonasi.

Ka1 dan Ka2 untuk H2C2O4 adalah 5,6 × 10−2 dan 5,4 × 10−5.

Rasio kelarutan CaC2O4 terhadap Ag2C2O4 dalam air murni adalah .....

  1. 0,015
  2. 0,030
  3. 0,23
  4. 0,46
  5. 1,5

Topik G - Soal 2 (5 poin)

Padatan oksalat dari logam kalsium dan perak merupakan garam yang sukar larut dalam air. Pada kondisi temperatur ruang, Ksp CaC2O4 = 2,3 × 10−9 dan Ksp Ag2C2O4 = 3,5 × 10−11. Kelarutan kedua padatan oksalat tersebut bergantung pada pH larutan karena ion oksalat dapat mengalami protonasi.

Ka1 dan Ka2 untuk H2C2O4 adalah 5,6 × 10−2 dan 5,4 × 10−5.

Kelarutan Ag2C2O4 dalam air murni memiliki nilai yang sama dengan kelarutan CaC2O4 pada pH ....

  1. 9,00
  2. 7,50
  3. 5,35
  4. 4,32
  5. 2,72
Hasil hitung teori 3,03

Topik G - Soal 3 (1 poin)

Asam yang dapat digunakan untuk membuat larutan buffer dengan pH pada jawaban Soal 2 adalah ....

  1. asam kloroasetat (pKa = 2,87)
  2. asam asetat (pKa = 4,75)
  3. asam hipoklorit (pKa = 7,46)
  4. asam benzoat (pKa = 4,20)
  5. asam sianida (pKa = 9,21)

Topik G - Soal 4 (3 poin)

Seorang siswa membuat larutan buffer dengan mencampurkan 100 mL NH3 0,3 M dan 100 mL NH4NO3 0,3 M. Ke dalam larutan buffer tersebut ditambahkan 0,2 mmol padatan AgNO3, dan dibiarkan hingga mencapai keadaan setimbang. Asumsikan bahwa penambahan padatan AgNO3 tidak mengubah volume larutan. Diketahui: Kf [Ag(NH3)2]+ = 1,7 × 107, Kb NH3 = 1,8 × 10−5.

Konsentrasi ion Ag+ dalam larutan tersebut pada keadaan setimbang adalah ....

  1. 1,61 × 10−10 M
  2. 3,21 × 10−10 M
  3. 2,61 × 10−9 M
  4. 5,22 × 10−9 M
  5. 1,45 × 10−8 M

Topik G - Soal 5 (3 poin)

Seorang siswa membuat larutan buffer dengan mencampurkan 100 mL NH3 0,3 M dan 100 mL NH4Br 0,3 M. Ke dalam larutan buffer tersebut ditambahkan 0,2 mmol padatan AgNO3, dan dibiarkan hingga mencapai keadaan setimbang. Asumsikan bahwa penambahan padatan AgNO3 tidak mengubah volume larutan. Diketahui: Kf [Ag(NH3)2]+ = 1,7 × 107, Kb NH3 = 1,8 × 10−5, Ksp AgBr = 5,0 × 10−13.

Pernyataan yang benar di bawah ini tentang keadaan larutan di atas adalah .....

  1. Awalnya terbentuk endapan AgBr, tetapi endapan tersebut larut kembali karena membentuk kompleks dengan NH3 bebas.
  2. Larutan tersebut berada pada kondisi belum jenuh.
  3. Larutan tersebut berada pada kondisi tepat jenuh.
  4. Terbentuk endapan AgBr.
  5. Tidak terbentuk endapan AgBr karena konsentrasi AgNO3 yang ditambahkan sedikit.

Topik H – Sifat Koligatif (15 poin)

Topik H - Soal 1 (3 poin)

Larutan garam biner MX dengan konsentrasi 0,5% (b/b) membeku pada –0,22 °C. Diketahui konstanta penurunan titik beku air, Kf = 1,86 °C·kg·mol–1 dan asumsi larutan bersifat ideal. Garam yang mungkin adalah .....

  1. NaNO3
  2. NaCl
  3. KNO3
  4. KCl
  5. MgSO4

Topik H - Soal 2 (4 poin)

Pada konsentrasi yang lebih pekat, garam MX pada Soal 1 menunjukkan disosiasi yang tidak sempurna. Larutan MX 5% (b/b) memiliki densitas 1,04 g/mL pada 25 °C. Tekanan osmosis yang teramati dari larutan tersebut sebesar 26,9 atm pada 25 °C. Fraksi MX yang terdapat dalam larutan sebagai pasangan ion adalah .....

  1. 0,1
  2. 0,2
  3. 0,3
  4. 0,8
  5. 0,9

Topik H - Soal 3 (4 poin)

Jika tekanan uap air murni pada 25 °C sebesar 23,8 torr, tekanan uap larutan MX pada Soal 2 adalah .....

  1. 22,12 torr
  2. 22,61 torr
  3. 23,17 torr
  4. 23,33 torr
  5. 23,54 torr

Topik H - Soal 4 (2 poin)

Dua gelas berisi cairan dengan volume sama ditempatkan dalam wadah tertutup seperti dalam gambar berikut.

Setelah kesetimbangan tercapai, maka yang akan teramati pada dua gelas tersebut adalah .....

  1. volume air pada gelas A berkurang, sedangkan volume larutan pada gelas B bertambah
  2. volume air pada gelas A bertambah, sedangkan volume larutan pada gelas B berkurang
  3. volume kedua gelas tetap karena sistem telah mencapai kesetimbangan
  4. volume kedua gelas berkurang karena terjadi penguapan dalam wadah tertutup
  5. volume kedua gelas bertambah karena terjadi pengembunan dari uap air

Topik H - Soal 5 (2 poin)

Perhatikan gambar dengan deskripsi berikut.

Membran pemisah kedua wadah adalah material berpori yang dapat dilalui oleh molekul air dan ion Na+ namun tidak dapat dilalui oleh ion Cl. Fenomena yang akan terjadi adalah .....

  1. ketinggian permukaan cairan pada kompartemen B akan bertambah karena laju migrasi molekul air dari A ke B lebih besar dari laju migrasi ion Na+ dari B ke A
  2. ketinggian permukaan cairan pada kompartemen B akan bertambah karena hanya terjadi migrasi molekul air dari A ke B
  3. ketinggian permukaan cairan di kedua kompartemen akan tetap sama, karena terjadi migrasi yang seimbang antara molekul air dari A ke B dan ion Na+ dari B ke A
  4. ketinggian permukaan cairan pada kompartemen A akan bertambah karena terjadinya migrasi ion Na+ dari B ke A
  5. ketinggian permukaan cairan pada kompartemen A akan bertambah karena terjadinya migrasi molekul air dan ion Na+ dari B ke A

Topik I – Termodinamika (15 poin)

Topik I - Soal 1 (3 poin)

Narasi berikut digunakan pada Topik I soal 1-5.

Etanol merupakan salah satu senyawa organik penting yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif, pelarut, serta bahan baku dalam industri kimia. Salah satu cara sintesis etanol adalah melalui reaksi hidrasi etilena dengan air. Data berikut diukur pada 25 °C dan asumsikan ΔHo dan ΔSo tidak bergantung suhu.

C2H5OH(l) + 3O2(g) → 2CO2(g) + 3H2O(l)     ΔHo = −1367 kJ/mol

C2H4(g) + 2O2(g) → 2CO(g) + 2H2O(l)     ΔHo = −845 kJ/mol

C2H5OH(l) → C2H5OH(g)     ΔHo = +43 kJ/mol

H2O(l) → H2O(g)     ΔHo = +44 kJ/mol

CO(g) + ½O2(g) → CO2(g)     ΔHo = −283 kJ/mol

Perubahan entalpi (ΔHo) reaksi C2H4(g) + H2O(g) → C2H5OH(l) adalah ....

  1. −44 kJ/mol
  2. −45 kJ/mol
  3. −87 kJ/mol
  4. −88 kJ/mol
  5. −90 kJ/mol

Topik I - Soal 2 (3 poin)

Etanol merupakan salah satu senyawa organik penting yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif, pelarut, serta bahan baku dalam industri kimia. Salah satu cara sintesis etanol adalah melalui reaksi hidrasi etilena dengan air. Data berikut diukur pada 25 °C dan asumsikan ΔHo dan ΔSo tidak bergantung suhu.

C2H5OH(l) + 3O2(g) → 2CO2(g) + 3H2O(l)     ΔHo = −1367 kJ/mol

C2H4(g) + 2O2(g) → 2CO(g) + 2H2O(l)     ΔHo = −845 kJ/mol

C2H5OH(l) → C2H5OH(g)     ΔHo = +43 kJ/mol

H2O(l) → H2O(g)     ΔHo = +44 kJ/mol

CO(g) + ½O2(g) → CO2(g)     ΔHo = −283 kJ/mol

Perubahan energi dalam (ΔEo) reaksi C2H4(g) + H2O(g) → C2H5OH(l) pada 25 °C adalah ....

  1. −39 kJ/mol
  2. −49 kJ/mol
  3. −83 kJ/mol
  4. −85 kJ/mol
  5. −93 kJ/mol

Topik I - Soal 3 (3 poin)

Etanol merupakan salah satu senyawa organik penting yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif, pelarut, serta bahan baku dalam industri kimia. Salah satu cara sintesis etanol adalah melalui reaksi hidrasi etilena dengan air. Data berikut diukur pada 25 °C dan asumsikan ΔHo dan ΔSo tidak bergantung suhu.

C2H5OH(l) + 3O2(g) → 2CO2(g) + 3H2O(l)     ΔHo = −1367 kJ/mol

C2H4(g) + 2O2(g) → 2CO(g) + 2H2O(l)     ΔHo = −845 kJ/mol

C2H5OH(l) → C2H5OH(g)     ΔHo = +43 kJ/mol

H2O(l) → H2O(g)     ΔHo = +44 kJ/mol

CO(g) + ½O2(g) → CO2(g)     ΔHo = −283 kJ/mol

Berikut adalah pernyataan mengenai reaksi C2H4(g) + H2O(g) → C2H5OH(l)

i. Entropi lingkungan bertambah.

ii. Reaksi tersebut melepaskan kalor agar suhu produk tetap berada pada 25 °C.

iii. Reaksi tersebut melakukan kerja.

iv. Apabila reaksi tersebut dilakukan dalam wadah yang terisolasi, suhu produk yang dihasilkan lebih rendah daripada suhu reaktan.

Pernyataan yang benar adalah ....

  1. i dan ii benar
  2. ii dan iii benar
  3. ii dan iv benar
  4. i, ii, iv benar
  5. i, iii, iv benar

Topik I - Soal 4 (2 poin)

Etanol merupakan salah satu senyawa organik penting yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif, pelarut, serta bahan baku dalam industri kimia. Salah satu cara sintesis etanol adalah melalui reaksi hidrasi etilena dengan air. Data berikut diukur pada 25 °C dan asumsikan ΔHo dan ΔSo tidak bergantung suhu.

C2H5OH(l) + 3O2(g) → 2CO2(g) + 3H2O(l)     ΔHo = −1367 kJ/mol

C2H4(g) + 2O2(g) → 2CO(g) + 2H2O(l)     ΔHo = −845 kJ/mol

C2H5OH(l) → C2H5OH(g)     ΔHo = +43 kJ/mol

H2O(l) → H2O(g)     ΔHo = +44 kJ/mol

CO(g) + ½O2(g) → CO2(g)     ΔHo = −283 kJ/mol

Pernyataan yang paling tepat mengenai kespontanan reaksi C2H4(g) + H2O(g) → C2H5OH(l) adalah ....

  1. Reaksi tersebut spontan pada semua suhu
  2. Reaksi tersebut spontan pada T > |ΔH / ΔS|
  3. Reaksi tersebut spontan pada T < |ΔH / ΔS|
  4. Reaksi tersebut tidak spontan pada semua suhu
  5. Reaksi tersebut tidak spontan pada 25 °C

Topik I - Soal 5 (4 poin)

Etanol merupakan salah satu senyawa organik penting yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif, pelarut, serta bahan baku dalam industri kimia. Salah satu cara sintesis etanol adalah melalui reaksi hidrasi etilena dengan air. Data berikut diukur pada 25 °C dan asumsikan ΔHo dan ΔSo tidak bergantung suhu.

C2H5OH(l) + 3O2(g) → 2CO2(g) + 3H2O(l)     ΔHo = −1367 kJ/mol

C2H4(g) + 2O2(g) → 2CO(g) + 2H2O(l)     ΔHo = −845 kJ/mol

C2H5OH(l) → C2H5OH(g)     ΔHo = +43 kJ/mol

H2O(l) → H2O(g)     ΔHo = +44 kJ/mol

CO(g) + ½O2(g) → CO2(g)     ΔHo = −283 kJ/mol

Suatu kendaraan roda 4 memiliki konsumsi bahan bakar sebesar 20 km/L bensin. Asumsikan bensin seluruhnya mengandung isooktana (C8H18), ΔHo = −5461 kJ/mol dan ρ = 0,69 g/mL). Apabila bahan bakar diganti dengan etanol (ρ = 0,78 g/mL), konsumsi bahan bakar kendaraan tersebut adalah (Asumsikan efisiensi mesin sama jika menggunakan etanol dan bensin) .....

  1. 30 km/L etanol
  2. 26 km/L etanol
  3. 22 km/L etanol
  4. 18 km/L etanol
  5. 14 km/L etanol

Topik J – Elektrokimia (14 poin)

Topik J - Soal 1 (1 poin)

Klor dioksida (ClO2), merupakan oksida klor yang bersifat sebagai oksidator kuat dan banyak digunakan dalam pengolahan air atau proses pemutihan pulp kertas. Dalam kondisi asam, ion klorat (ClO3) dapat mengalami disproporionasi menghasilkan ClO2 dan ClO4.
Adanya spesi klor lain seperti Cl2, dan Cl memungkinkan terjadinya jalur reaksi alternatif sebagai berikut.

Cl2 + ClO3 + H2O → 2Cl + ClO4 + 2H+

Berikut adalah data yang relevan dengan sistem tersebut:

ClO3 + 2H+ + e → ClO2 + H2O     Eo = +1,15 V

ClO4 + 2H+ + 2e → ClO3 + H2O     Eo = +1,20 V

Cl2 + 2e → 2Cl     Eo = +1,36 V

Urutan bilangan oksidasi yang tepat untuk Cl pada spesi ClO2, ClO3 dan ClO4 adalah ....

  1. +2; +5; +6
  2. +4; +5; +7
  3. +4; +5; +8
  4. +5; +6; +7
  5. +5; +6; +8

Topik J - Soal 2 (2 poin)

Klor dioksida (ClO2), merupakan oksida klor yang bersifat sebagai oksidator kuat dan banyak digunakan dalam pengolahan air atau proses pemutihan pulp kertas. Dalam kondisi asam, ion klorat (ClO3) dapat mengalami disproporionasi menghasilkan ClO2 dan ClO4.
Adanya spesi klor lain seperti Cl2, dan Cl memungkinkan terjadinya jalur reaksi alternatif sebagai berikut.

Cl2 + ClO3 + H2O → 2Cl + ClO4 + 2H+

Berikut adalah data yang relevan dengan sistem tersebut:

ClO3 + 2H+ + e → ClO2 + H2O     Eo = +1,15 V

ClO4 + 2H+ + 2e → ClO3 + H2O     Eo = +1,20 V

Cl2 + 2e → 2Cl     Eo = +1,36 V

Nilai Eo pada reaksi disproporionasi ion klorat adalah ....

  1. −0,05 V
  2. +0,05 V
  3. −1,10 V
  4. +1,10 V
  5. +2,45 V

Topik J - Soal 3 (4 poin)

Klor dioksida (ClO2), merupakan oksida klor yang bersifat sebagai oksidator kuat dan banyak digunakan dalam pengolahan air atau proses pemutihan pulp kertas. Dalam kondisi asam, ion klorat (ClO3) dapat mengalami disproporionasi menghasilkan ClO2 dan ClO4.
Adanya spesi klor lain seperti Cl2 dan Cl memungkinkan terjadinya jalur reaksi alternatif sebagai berikut.

Cl2 + ClO3 + H2O → 2Cl + ClO4 + 2H+

Berikut adalah data yang relevan dengan sistem tersebut:

ClO3 + 2H+ + e → ClO2 + H2O     Eo = +1,15 V

ClO4 + 2H+ + 2e → ClO3 + H2O     Eo = +1,20 V

Cl2 + 2e → 2Cl     Eo = +1,36 V

Di antara reaksi redoks yang dapat berlangsung, reaksi yang paling dominan secara termodinamika adalah .... dengan nilai ΔGo sebesar .....

  1. Reaksi disproporionasi (ΔGo = +9,65 kJ/mol)
  2. Reaksi disproporionasi (ΔGo = −9,65 kJ/mol)
  3. Reaksi disproporionasi (ΔGo = −212,3 kJ/mol)
  4. Reaksi redoks alternatif (ΔGo = −30,9 kJ/mol)
  5. Reaksi redoks alternatif (ΔGo = +30,9 kJ/mol)

Topik J - Soal 4 (4 poin)

Klor dioksida (ClO2), merupakan oksida klor yang bersifat sebagai oksidator kuat dan banyak digunakan dalam pengolahan air atau proses pemutihan pulp kertas. Dalam kondisi asam, ion klorat (ClO3) dapat mengalami disproportionasi menghasilkan ClO2 dan ClO4.
Adanya spesi klor lain seperti Cl2 dan Cl memungkinkan terjadinya jalur reaksi alternatif sebagai berikut.

Cl2 + ClO3 + H2O → 2Cl + ClO4 + 2H+

Berikut adalah data yang relevan dengan sistem tersebut:

ClO3 + 2H+ + e → ClO2 + H2O     Eo = +1,15 V

ClO4 + 2H+ + 2e → ClO3 + H2O     Eo = +1,20 V

Cl2 + 2e → 2Cl     Eo = +1,36 V

Perbandingan nilai konstanta kesetimbangan reaksi disproportionasi ion ClO3 (K1) dengan reaksi alternatif redoks yang melibatkan pasangan Cl2/Cl (K2) adalah ....

  1. K1/K2 = 4,2 × 10−7
  2. K1/K2 = 7,8 × 10−7
  3. K1/K2 = 4,2 × 10−8
  4. K1/K2 = 5,4 × 10−8
  5. K1/K2 = 7,8 × 10−8

Topik J - Soal 5 (3 poin)

Klor dioksida (ClO2), merupakan oksida klor yang bersifat sebagai oksidator kuat dan banyak digunakan dalam pengolahan air atau proses pemutihan pulp kertas. Dalam kondisi asam, ion klorat (ClO3) dapat mengalami disproporionasi menghasilkan ClO2 dan ClO4.
Adanya spesi klor lain seperti Cl2 dan Cl memungkinkan terjadinya jalur reaksi alternatif sebagai berikut.

Cl2 + ClO3 + H2O → 2Cl + ClO4 + 2H+

Berikut adalah data yang relevan dengan sistem tersebut:

ClO3 + 2H+ + e → ClO2 + H2O     Eo = +1,15 V

ClO4 + 2H+ + 2e → ClO3 + H2O     Eo = +1,20 V

Cl2 + 2e → 2Cl     Eo = +1,36 V

Jika terjadi kompetisi pembentukan ClO2 dengan reaksi alternatif, cara-cara berikut yang tepat dilakukan agar produksi ClO2 optimal adalah ....

  1. pH diturunkan
  2. konsentrasi ClO3 dinaikkan
  3. nilai Qdisproporionasi << 0,02
  4. konsentrasi ClO4 diturunkan
  1. i dan iii benar
  2. i, ii, dan iii benar
  3. iv benar
  4. semua benar
  5. semua salah

Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info