Tampilkan postingan dengan label Larutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Larutan. Tampilkan semua postingan

Spesi dalam Sistem Larutan Kimia

Senin, 11 Mei 2026

Dalam bahasan sistem larutan kimia, komponen atau spesi (dapat berupa zat berbagai fasa, atau ion) sering terlewat dari perhatian pelajar kimia. Kasus yang terjadi ketika ditanya, misalnya, spesi apa saja yang terdapat dalam sistem kesetimbangan tertentu, maka tidak dapat memberikan jawaban yang meyakinkan. Berikut ini ulasannya.

Bagikan di

Mol (Hubungan n, [X], V)

Kamis, 17 April 2025

Berikut latihan soal untuk pembelajaran konsep mol (hubungan jumlah zat (n), konsentrasi [X], dan volume (V) larutan) untuk kelas awal. Latihan ini memang ditujukan untuk siswa yang baru mulai belajar konsep mol. Model drill atau banyak berlatih dengan pola soal yang mirip. Harapannya dapat melatih refleks siswa yang memiliki kemampuan matematika relatif kurang.

Bagikan di

Soal Konsentrasi Larutan dari Senyawa Terhidrat

Kamis, 25 Mei 2023

Dalam soal-soal terkait senyawa terhidrat kadang dijumpai soal yang sebenarnya tidak perlu ditanyakan untuk dihitung dalam praktik. Namun logika dan kejelian dalam memahami konteks memang diperlukan. Bahasannya cukup sederhana, tidak lebih dari konsep mol dan hitungan terkait konsentrasi saja, namun siswa ada saja yang kurang terlatih menyelesaikan soal kimia tentang senyawa terhidrat ini. Dalam tulisan ini diberikan 3 contoh soal linier untuk diselesaikan.
Bagikan di

Apakah Senyawa Kovalen Polar dapat Menghantarkan Arus Listrik?

Jumat, 08 Januari 2021

Senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan arus listrik. Bahkan senyawa kovalen polar sekalipun juga tidak dapat menghantarkan arus listrik. Ini karena senyawa kovalen tidak memiliki partikel bermuatan yang mampu mengangkut elektron. Untuk memiliki konduktivitas (daya hantar) listrik, spesi harus memiliki elektron yang mengalir bebas seperti "lautan elektron" pada logam, dan pada ikatan kovalen baik yang bersifat polar maupun nonpolar tidak memilikinya karena elektron yang ada digunakan bersama untuk berikatan satu sama lain, tidak ada elektron yang hilang ketika pembentukan ikatan.
Bagikan di

Cara Menghitung Kekuatan Ion suatu Larutan

Selasa, 25 Oktober 2016

Konsep kekuatan ion pertama kali diperkenalkan oleh Lewis dan Randall pada tahun 1921 guna mendeskripsikan koefisien aktivitas elektrolit kuat. Kekuatan ionik larutan adalah ukuran konsentrasi ion dalam larutan itu. Senyawa ion, bila dilarutkan dalam air, terdisosiasi menjadi ion. Konsentrasi elektrolit total larutan akan mempengaruhi sifat penting seperti disosiasi atau kelarutan garam yang berbeda. Salah satu karakteristik utama dari larutan yang mempunyai ion terlarut adalah kekuatan ion. Kekuatan ion dapat dinyatakan dengan satuan molar (mol/L) sering disebut kekuatan ionik molar atau dengan satuan molal (mol/kg.air) sering disebut kekuatan ionik molal.
Bagikan di

Kalkulator pH dan Volume Gas pada Elektrolisis

Selasa, 31 Mei 2016

Berikut ini adalah kalkulator yang dapat digunakan untuk menghitung pH pada reaksi elektrolisis. Beberapa bagian kalkulator sengaja dibuat terpisah satu dengan yang lain untuk mengantisipasi variasi soal, terutama muatan listrik yang kadang diketahui dengan satuan Coulomb atau Faraday, bahkan kadang diketahui arus listrik dan lama waktu elektrolisis. Untuk ke-empat variabel ini dapat dihitung dengan 2 kalkulator yang pertama pada bahasan ini. Selanjutnya satuan Faraday akan digunakan lebih luas dalam perhitungan kalkulator selanjutnya yang dikaitkan dengan pH larutan setelah elektrolisis dan dikaitkan pula dengan volume gas yang terbentuk setelah sekian waktu elektrolisis. Kombinasi dari beberapa kalkulator ini akan sangat membantu dalam penyelesaian soal-soal atau untuk membuat soal dengan berbagai variabel yang diketahui.
Bagikan di

Soal Elektrolisis Dihubungkan dengan pH Larutan dan Volume Gas

Minggu, 29 Mei 2016

#1. Soal Konsentrasi ion, Volume gas, dan pH setelah elektrolisis

Arus listrik sebesar 0,965 ampere dialirkan melalui larutan 500 mL ZnSO4 0,2 M selama 10 menit pada suhu 27 oC dan tekanan 1 atm. Anggap volume larutan tidak berubah selama proses elektrolisis. Hitunglah:
a. Konsentrasi Zn2+ yang tersisa.
b. Volume gas yang dihasilkan di anoda
c. pH larutan di sekitar anoda

Pembahasan a. [Zn2+] yang tersisa?
Pada katoda berlangsung reaksi reduksi: Zn2+ + 2e ⟶ Zn
Tiap 1 Faraday akan mengendapkan 1 ME (massa ekuivalen) Zn atau setara dengan ½ mol Zn2+
Ingat ME = mM Zn : jumlah elektron yang terlibat dalam reaksi reduksi itu
Ingat bahwa ⟶ 1 F = 96.500 Coulomb/mol elektron

Bagikan di
Kalkulator Vice-Versa Molalitas, Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Larutan

Kalkulator Vice-Versa Molalitas, Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Larutan

Jumat, 01 Mei 2015

Sifat Koligatif Larutan: Kenaikan Titik Didih (ΔTb) dan Penurunan Titik Beku (ΔTf)

Dasar teori:
Kenaikan titik didih dan penaikan titik beku larutan tergantung pada banyaknya komponen larutan  dalam hal ini adalah molalitas.

Molal adalah satuan konsentrasi yang dihitung berdasarkan jumlah mol zat terlarut setiap 1 kg pelarut.
Bagikan di
Arti Kata Diencerkan 10 Kali, 100 Kali, Sekian Kali pada Konsentrasi Larutan

Arti Kata Diencerkan 10 Kali, 100 Kali, Sekian Kali pada Konsentrasi Larutan

Sabtu, 07 Maret 2015

Masih sering dijumpai beberapa pelajar kimia yang kurang tepat dalam memaknai kata diencerkan ketika menyelesaikan soal–soal tentang larutan.

Dalam bahasa kimia, kata diencerkan berarti konsentrasi larutan diturunkan dengan cara menambah volume pelarut sehingga volume larutan menjadi sekian kali dari volume larutan semula.

Contoh Soal

Tentukan konsentrasi larutan 100 mL HCl 0,1 M jika diencerkan hingga 10 kali.

Ingat bahwa dalam pengenceran, jumlah mol zat terlarut tidak berubah. Yang berubah hanyalah volume larutan. Oleh karena itu berlaku rumus:

V1 × c1 = V2 × c2

di mana:

  • V1 = volume larutan mula-mula
  • c1 = konsentrasi larutan mula-mula
  • V2 = volume larutan setelah pengenceran
  • c2 = konsentrasi larutan setelah pengenceran

Kata “diencerkan 10 kali” berarti V2 = 10 × V1. Maka:

\[ \begin{aligned} V_1 \times c_1 &= V_2 \times c_2 \\ V_1 \times c_1 &= 10 \times V_1 \times c_2 \\ 100\,\text{mL} \times 0,1\,\text{M} &= 10 \times 100\,\text{mL} \times c_2 \\ c_2 &= \dfrac{100\,\text{mL} \times 0,1\,\text{M}}{10 \times 100\,\text{mL}} \\ &= \dfrac{0,1\,\text{M}}{10} \\ &= 0,01\,\text{M} \end{aligned} \]

Jika diencerkan 1.000 kali (V2 = 1.000 × V1), hasilnya:

\[ \begin{aligned} c_2 &= \dfrac{100\,\text{mL} \times 0,1\,\text{M}}{1000 \times 100\,\text{mL}} \\ &= \dfrac{0,1\,\text{M}}{1000} \\ &= 0,0001\,\text{M} \end{aligned} \]

Cara mudah mengingat:

  • Diencerkan 10 kali → konsentrasi akhir = konsentrasi awal ÷ 10
  • Diencerkan 1.000 kali → konsentrasi akhir = konsentrasi awal ÷ 1.000
  • Diencerkan n kali → konsentrasi akhir = konsentrasi awal ÷ n

Contoh Soal Terapan pada Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

Suatu larutan mengandung PbSO4 jenuh dengan Ksp PbSO4 = 1,2 × 10–10. Jika larutan diencerkan 100 kali, berapakah daya melarut PbSO4?

Reaksi kesetimbangan:

PbSO4 ⇌ Pb2+ + SO42-

Kelarutan Pb2+ = kelarutan SO42- = kelarutan PbSO4 = s

Karena larutan tepat jenuh, maka:

\[ \begin{aligned} K_{sp} &= [\ce{Pb^{2+}}][\ce{SO4^{2-}}] \\ 1,2 \times 10^{-10} &= s^2 \\ s &= \sqrt{1,2 \times 10^{-10}} \\ &= 1,1 \times 10^{-5}\,\text{M} \end{aligned} \]

Kelarutan PbSO4 sebelum pengenceran = 1,10 × 10-5 M

Setelah diencerkan 100 kali, daya melarut menjadi:

1,10 × 10-5 M ÷ 100 = 1,10 × 10-7 M

Kalkulator Pengenceran

Masukkan nilai (boleh pakai titik atau koma sebagai desimal), lalu klik di luar kotak input, hasil akan ter-update otomatis.

Sebelum Pengenceran
Volume larutan (mL)
Konsentrasi larutan (M)
Jumlah mol (mmol)
Sesudah Pengenceran
Pengenceran (× kali)
Penambahan volume (mL)
Volume akhir (mL)
Jumlah mol tetap (mmol)
Konsentrasi akhir (M)

Contoh Soal Tambahan – Pengenceran Bertingkat

Pengenceran larutan stok sukrosa 5,00 M dilakukan berturut-turut sebagai berikut:

  • Larutan A: 50,0 mL stok diencerkan menjadi 125 mL
  • Larutan B: 60,0 mL larutan A diencerkan menjadi 240 mL
  • Larutan C: 90,0 mL larutan B diencerkan menjadi 300 mL

Berapakah konsentrasi larutan C?

Penyelesaian:

Dasar perhitungan tetap menggunakan rumus V1 × c1 = V2 × c2.

Konsentrasi larutan A:

\[ \begin{aligned} c_A &= \dfrac{50\,\text{mL} \times 5{,}00\,\text{M}}{125\,\text{mL}} \\ &= \dfrac{250\,\text{mmol}}{125\,\text{mL}} \\ &= 2\,\text{M} \end{aligned} \]

Konsentrasi larutan B:

\[ \begin{aligned} c_B &= \dfrac{60\,\text{mL} \times 2{,}00\,\text{M}}{240\,\text{mL}} \\ &= \dfrac{120\,\text{mmol}}{240\,\text{mL}} \\ &= 0{,}50\,\text{M} \end{aligned} \]

Konsentrasi larutan C:

\[ \begin{aligned} c_C &= \dfrac{90\,\text{mL} \times 0{,}50\,\text{M}}{300\,\text{mL}} \\ &= \dfrac{45\,\text{mmol}}{300\,\text{mL}} \\ &= 0{,}15\,\text{M} \end{aligned} \]

Kalkulator Pengenceran Bertingkat

Gunakan titik atau koma sebagai pemisah desimal.

Pengenceran bertingkat dari larutan stok
Tahap 1: Stok → Larutan A
V1 (mL) c1 (M) Jumlah zat (mmol) VA (mL) cA (M)
Tahap 2: Larutan A → Larutan B
VA (mL) cA (M) Jumlah zat (mmol) VB (mL) cB (M)
Tahap 3: Larutan B → Larutan C
VB (mL) cB (M) Jumlah zat (mmol) VC (mL) cC (M)

Semoga bermanfaat.

Bagikan di
 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info