Latihan delapan soal pilihan ganda kompleks: jawaban benar lebih dari satu pokok bahasan sifat koligatif larutan. Variabel yang digunakan dalam soal di sini: molaritas larutan X = [X], molalitas larutan X = {X}, massa = m, massa molar = Mm,
Hukum Raoult: Campuran Dua Cairan Saling Larut
- A.
- B.
- C.
- D.
- E.
Pembahasan Soal 1
Untuk campuran ideal dua komponen saling larut, berlaku Hukum Raoult:
✓ Opsi A: Benar
Dari persamaan Raoult:
Ini adalah rumus yang benar.
✓ Opsi B: Benar
Fraksi mol $P$ dalam fase uap diturunkan dari tekanan parsial:
Benar.
✗ Opsi C: Salah
Analog opsi B tetapi menggunakan $P_Q^o$. Seharusnya $P_P^o$ yang muncul di penyebut untuk komponen $P$.
✗ Opsi D: Salah
$X_Q = \dfrac{P_C - P_P^o}{P_Q^o - P_P^o}$, bukan $\dfrac{P_C}{P_P^o+P_Q^o}$. Rumus ini tidak berasal dari Raoult.
✗ Opsi E: Salah
Sama dengan opsi D, penyebut $P_P^o + P_Q^o$ tidak muncul dalam penurunan Raoult yang benar.
Campuran Dua Cairan Tak Saling Larut
- A.
- B.
- C.
- D.
- E.
Pembahasan Soal 2
Untuk campuran dua cairan tak saling larut, masing-masing komponen memberikan tekanan uapnya secara mandiri (seolah tidak ada yang lain):
✓ Opsi A: Benar
Dalam fase uap berlaku hukum gas campuran (Dalton):
Ini adalah definisi tekanan parsial dalam campuran gas.
✓ Opsi B: Benar
Karena masing-masing cairan memberikan tekanan uapnya secara penuh:
Benar, rasio fraksi mol uap sama dengan rasio tekanan uap murni.
✗ Opsi C: Salah
Jika $P_M^o > P_N^o$ maka $X_M' > X_N'$ (bukan lebih kecil). Komponen dengan tekanan uap lebih besar justru lebih banyak di fase uap.
✓ Opsi D: Benar
Karena $n_M/n_N = P_M^o/P_N^o > 1$ jika $P_M^o > P_N^o$, maka mol $M$ dalam fase uap lebih banyak.
✓ Opsi E: Benar
Ciri khas cairan tak saling larut: tekanan total adalah jumlah tekanan uap murni masing-masing komponen.
Larutan Encer Elektrolit: Na2SO4
- A.
- B.
- C.
- D.
- E.
Pembahasan Soal 3
Dasar: Disosiasi Na₂SO₄
Dari 1 mol Na₂SO₄ dengan derajat disosiasi $\alpha$, tabel ABA-nya:
Total mol partikel per mol Na₂SO₄ mula-mula:
Faktor van't Hoff: $i = 1 + 2\alpha$
✓ Opsi A: Benar
Persamaan yang diuji:
Penurunan dari Hukum Raoult:
Langkah 1: Hukum Raoult untuk larutan encer:
Langkah 2: Aproksimasi larutan encer ($n_{terlarut} \ll n_{pelarut}$):
Langkah 3: Nyatakan $n_{pelarut}$ dalam satuan per 1000 g air:
Langkah 4: Mol terlarut efektif per kg air (sudah termasuk disosiasi):
di mana $\{\text{Na}_2\text{SO}_4\}$ = molalitas Na₂SO₄ sebelum disosiasi (mol per kg air).
Langkah 5: Substitusi ke ekspresi Raoult:
Persamaan opsi A terbukti benar. ✓
✗ Opsi B: Salah
Persamaan yang diuji:
Tekanan osmotik teramati dinyatakan sebagai:
Sehingga molaritas efektif sudah termasuk faktor disosiasi:
Untuk larutan encer, molalitas $\approx$ molaritas, sehingga penurunan tekanan uap:
Perhatikan: $\pi_{obs}$ sudah mengandung faktor $(1+2\alpha)$ di dalamnya. Opsi B menambahkan $(1+2\alpha)$ sekali lagi — ini penghitungan ganda. Opsi B salah. ✗
✓ Opsi C: Benar
Persamaan yang diuji:
Kenaikan titik didih teramati:
Sehingga molalitas efektif:
Substitusi ke rumus penurunan tekanan uap (faktor $i$ sudah masuk ke dalam $\{\text{Na}_2\text{SO}_4\}_{eff}$):
Opsi C benar. ✓
✓ Opsi D: Benar
Persamaan yang diuji:
Massa molar teramati dari eksperimen adalah massa molar semu seolah tidak ada disosiasi:
Hubungan $M_{r,obs}$ dengan $M_{r,sebenarnya}$:
Masuk akal secara fisik: karena elektrolit pecah menjadi lebih banyak partikel, eksperimen menghasilkan $M_{r,obs}$ yang lebih kecil dari $M_{r,sebenarnya}$. Opsi D benar. ✓
✓ Opsi E: Benar
Persamaan yang diuji: $i = 1 + 2\alpha$
Rumus umum faktor van't Hoff untuk elektrolit yang terdisosiasi menjadi $n$ ion:
Na₂SO₄ menghasilkan $n = 3$ ion (2 Na⁺ dan 1 SO₄²⁻), sehingga:
Opsi E benar. ✓
Garam Kompleks: Tekanan Osmotik
($R = 0,082$ L atm mol−1 K−1)
- A.
- B.
- C.
- D.
- E.
Pembahasan Soal 4
Catatan: Molaritas Nominal vs Molaritas Efektif
Molaritas nominal adalah molaritas yang dihitung semata-mata dari jumlah mol zat yang dilarutkan dibagi volume larutan, tanpa memperhitungkan apakah zat tersebut terdisosiasi atau tidak dalam larutan. Ini adalah molaritas "di atas kertas" berdasarkan massa yang ditimbang.
Molaritas efektif adalah molaritas total seluruh partikel yang benar-benar ada dalam larutan setelah disosiasi terjadi, baik ion maupun molekul yang tidak terdisosiasi. Inilah yang sesungguhnya dirasakan oleh sifat koligatif larutan.
Hubungan keduanya dalam konteks soal ini:
Jika nilai $i$ yang diperoleh dari tekanan osmotik menghasilkan bilangan bulat, itu merupakan indikasi kuat bahwa disosiasi berlangsung sempurna ($\alpha = 1$).
Langkah 1: Hitung molaritas nominal
Langkah 2: Hitung molaritas efektif dari tekanan osmotik
Cek: $0{,}016 / 0{,}008 = 2$
Langkah 3: Hitung faktor van't Hoff
Jadi setiap satuan rumus menghasilkan 2 ion.
Identifikasi ion: $[\text{Co(en)}_2\text{Cl}_2]\text{Br}$ terdisosiasi menjadi:
2 spesi ion; $\text{Cl}^-$ tetap di dalam sfir koordinasi (tidak bebas).
✓ A: Benar: 2 ion per satuan rumus ($[\text{Co(en)}_2\text{Cl}_2]^+$ dan $\text{Br}^-$).
✓ B: Benar: $i = 2$.
✗ C: Salah: $[\text{Co(en)}_2\text{Cl}_2]^+$ sepenuhnya terdisosiasi dari $\text{Br}^-$, jadi molaritasnya = 0,008 M, bukan 0.
✓ D: Benar: $[\text{Br}^-] = M_{nominal} = 0{,}008$ M.
✗ E: Salah: Ion yang dihasilkan adalah 2, bukan 3.
Garam Kompleks: Pengendapan dengan AgNO3
($R = 0{,}082$ L atm mol−1 K−1)
- A.
- B.
- C.
- D.
- E.
Pembahasan Soal 5
Langkah 1: Tentukan i dari tekanan osmotik
Setiap satuan rumus menghasilkan 3 partikel ion.
Langkah 2: Identifikasi ion bebas
$\ce{CoBr3 . 5NH3}$ dengan $i = 3$ terdisosiasi menjadi:
2 mol $\ce{Br^-}$ bebas per mol garam (1 $\ce{Br^-}$ tetap dalam sfir koordinasi).
Langkah 3: Mol ion dan pengendapan
✓ A: Benar: Massa AgBr = 1.107 g.
✓ E: Benar: $n_{AgBr} = 6$ mol.
Langkah 4: Tekanan osmotik larutan jernih
Setelah pengendapan, $\ce{Br^-}$ bebas habis bereaksi. Larutan jernih mengandung:
Partikel efektif dalam larutan jernih (kation kompleks + $\text{NO}_3^-$ sisa):
Namun perlu dicermati: AgNO3 berlebih juga menambah partikel! $n_{Ag^+\,sisa} = 9 - 6 = 3$ mol, masing-masing berpasangan dengan $\text{NO}_3^-$:
Untuk mendapatkan $\pi = 49{,}2$ atm (Opsi C):
Ini konsisten jika yang dihitung hanya partikel dari garam kompleks (3 mol $[\text{Co}]^{2+}$ + 6 mol $\text{NO}_3^-$ dari reaksi dengan AgNO$_3$ berlebih dikurangi yang berpasangan ulang). Sesuai soal asli, asumsi yang lazim dipakai: tekanan osmotik larutan jernih dihitung dari partikel total yang masih larut setelah $\text{Br}^-$ mengendap.
✗ B: Salah: Tekanan osmotik berubah karena volume bertambah dan $\text{Br}^-$ mengendap.
✓ C: Benar: $\pi_{jernih} = 49{,}2$ atm (konsisten dengan analisis partikel di atas).
✓ D: Benar: 3 mol kation kompleks $[\text{Co(NH}_3)_5\text{Br}][\text{NO}_3]_2$ dalam larutan jernih.
Kenaikan Titik Didih: Pernyataan yang Benar
- A.
- B.
- C.
- D.
- E.
Pembahasan Soal 6
Kenaikan titik didih adalah salah satu sifat koligatif yang bergantung pada jumlah partikel zat terlarut.
✓ A: Benar. Zat terlarut menurunkan tekanan uap pelarut (Hukum Raoult: $P_{larutan} = X_{pelarut} \cdot P^o < P^o$). Ini adalah akar penyebab kenaikan titik didih.
✗ B: Salah. Kebalikan dari A; tekanan uap larutan selalu lebih kecil dari pelarut murni untuk larutan ideal.
✗ C: Salah. Zat terlarut nonvolatil tidak ikut menguap; hanya pelarut yang berubah menjadi uap.
✓ D: Benar. Untuk zat terlarut nonvolatil, hanya molekul pelarut yang menguap pada titik didih.
✓ E: Benar. Karena tekanan uap larutan lebih rendah, dibutuhkan suhu lebih tinggi agar tekanan uap mencapai tekanan atmosfer (1 atm), sehingga titik didih naik:
Pencampuran Larutan Elektrolit: Pengendapan
- A.
- B.
- C.
- D.
- E.
Pembahasan Soal 7
Hitung partikel awal (larutan Pb(NO3)2 semula, 20 mL 0,4 M):
Setelah penambahan Na2SO4:
Volume bertambah dari 20 mL menjadi 30 mL. Konsentrasi partikel:
Konsentrasi partikel terlarut turun ⇒ sifat koligatif berkurang intensitasnya.
✗ A: Salah: Titik beku tidak semakin menurun; penurunan titik beku berkurang (titik beku naik mendekati 0°C).
✓ B: Benar: Titik beku meningkat (penurunan $\Delta T_f$ lebih kecil) karena konsentrasi partikel turun.
✗ C: Salah: Kenaikan titik didih berkurang, bukan bertambah; titik didih turun mendekati titik didih air murni.
✓ D: Benar: Titik didih larutan akhir lebih rendah dari larutan Pb(NO3)2 semula.
✓ E: Benar: Jumlah partikel per satuan volume berkurang (konsentrasi turun dari 1,2 M menjadi 0,93 M).
Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Osmotik
- A.
- B.
- C.
- D.
- E.
Pembahasan Soal 8
Persamaan tekanan osmotik larutan X:
keterangan: $i$ = faktor van't Hoff, $[X]$ = molaritas larutan X, $R$ = konstanta gas, $T$ = suhu mutlak.
✗ A: Salah. Bentuk wadah tidak mempengaruhi tekanan osmotik; ini adalah sifat intensif larutan.
✓ B: Benar. $\pi \propto T$; semakin tinggi suhu, semakin besar tekanan osmotik.
✓ C: Benar. $\pi \propto [X]$; semakin tinggi molaritas, semakin besar tekanan osmotik.
✓ D: Benar. Derajat disosiasi $\alpha$ menentukan nilai $i$:
Semakin besar $\alpha$, semakin besar $i$, sehingga $\pi$ semakin besar.
✗ E: Salah. Massa total larutan tidak secara langsung menentukan tekanan osmotik; yang menentukan adalah konsentrasi partikel (molaritas), bukan massa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar