Pencampuran larutan asam lemah (HA) dengan basa lemah (B) menghasilkan sistem kesetimbangan yang lebih kompleks dibandingkan campuran asam/basa kuat. pH larutan bergantung pada nilai tetapan ionisasi asam (Ka), tetapan ionisasi basa (Kb), serta jumlah mol masing-masing komponen. Kalkulator ini membantu menghitung pH secara otomatis untuk berbagai skenario pencampuran, termasuk kondisi stoikiometri sebanding maupun tidak sebanding.
1. Landasan Teori
Misalkan asam lemah HA (mol = na, Ka) dicampurkan dengan basa lemah B (mol = nb, Kb). Reaksi yang terjadi:
Setelah reaksi (stoikiometri), terdapat empat kemungkinan kondisi campuran:
Kasus 3: Terbentuk Garam BH+A− murni (na = nb)
Persamaan umum pH larutan garam dari asam lemah dan basa lemah:
Berlaku untuk semua nilai Ka dan Kb (termasuk Ka = Kb).
Kasus 4: Terbentuk Larutan Penyangga Asam (HA sisa)
dengan [A−] = n garam / Vtotal, [HA] = n sisa HA / Vtotal.
Kasus 5: Terbentuk Larutan Penyangga Basa (B sisa)
kemudian pH = 14 − pOH.
Klik Gambar Diagram Skematik untuk mengunduhnya.
2. Cara Penggunaan Kalkulator
- Masukkan volume dan konsentrasi asam lemah HA.
- Masukkan nilai Ka (notasi desimal atau ilmiah, gunakan tanda titik sebagai pemisah desimal di input).
- Lakukan hal yang sama untuk basa lemah B dan Kb-nya.
- Klik Hitung pH. Hasil dan langkah-langkah perhitungan akan muncul di bawah.
Dirancang oleh Urip.info

Tidak ada komentar:
Posting Komentar