Tutorial Fungsi IFS & XLOOKUP (Pengganti Fungsi IF Bersarang)

Sabtu, 09 Mei 2026

Bila masih menggunakan fungsi IF bersarang (Nasted IF) sudah saatnya meninggalkan kebiasaan menggunakan fungsi IF tersebut, ada pengganti yang jauh lebih praktis, lebih mudah dibaca, lebih ringkas. Ya, ganti dengan fungsi IFS atau XLOOKUP, bahka ada juga yang lain.

Berikut panduan lengkap dua fungsi modern yang menggantikan IF bertingkat dalam pemberian predikat dan pencarian nilai. Berlaku untuk Microsoft Excel versi 365 atau Office 2021 dan Google Sheets.


1. Masalah IF Bersarang

Kamu mungkin sudah terbiasa membuat formula seperti ini untuk menentukan predikat nilai siswa:

IF Bersarang - Format Indonesia
=IF(A2>=90;"A";IF(A2>=80;"B";IF(A2>=70;"C";IF(A2>=60;"D";"E"))))

Formula di atas masih terbaca, tapi bayangkan jika kondisinya 8 atau 10 lapis. Permasalahan IF bersarang antara lain:

  • Sulit dibaca dan dipahami kembali setelah beberapa waktu.
  • Rawan salah penempatan kurung tutup ).
  • Semakin banyak kondisi, semakin panjang dan berantakan formulanya.
  • Excel 2003 ke bawah hanya mendukung 7 lapis IF bersarang.
Catatan Kompatibilitas: IFS tersedia mulai Excel 2019, Excel 365, dan Google Sheets. XLOOKUP tersedia mulai Excel 2021 / Excel 365 dan Google Sheets. Jika kamu masih menggunakan Excel 2016 ke bawah, fungsi ini tidak akan bisa digunakan.

2. Fungsi IFS: Solusi Multi-Kondisi

Fungsi IFS memungkinkan kamu menulis banyak kondisi secara berurutan tanpa perlu menyarangkan IF di dalam IF. Setiap pasangan kondisi dan nilai dituliskan berdampingan.

Sintaks

Sintaks IFS
=IFS(tes_logika1; nilai_jika_benar1; tes_logika2; nilai_jika_benar2; ...)
tes_logika1 : Kondisi pertama yang diperiksa (misal: A2>=90)
nilai_jika_benar1 : Nilai yang dikembalikan jika kondisi pertama terpenuhi
tes_logika2, ... : Kondisi berikutnya, hanya diperiksa jika kondisi sebelumnya salah
nilai_jika_benar2, ... : Nilai yang dikembalikan jika kondisi ke-2 terpenuhi, dst.
Cara kerja IFS: Fungsi ini memeriksa kondisi dari kiri ke kanan. Begitu menemukan kondisi yang bernilai TRUE, ia langsung mengembalikan nilai pasangannya dan berhenti. Jika tidak ada kondisi yang terpenuhi, fungsi menghasilkan error #N/A.

Menangani Kondisi "Selain Itu" (Else)

IFS tidak memiliki argumen default seperti bagian terakhir di IF. Untuk menangani kondisi sisa, gunakan TRUE sebagai kondisi terakhir. Karena TRUE selalu terpenuhi, ia berfungsi sebagai jaring pengaman.

IFS dengan kondisi default - Format Indonesia
=IFS(A2>=90;"A"; A2>=80;"B"; A2>=70;"C"; A2>=60;"D"; TRUE;"E")
IFS dengan kondisi default - Format US
=IFS(A2>=90,"A", A2>=80,"B", A2>=70,"C", A2>=60,"D", TRUE,"E")

Keunggulan IFS dibanding IF Bersarang

  • Setiap pasangan kondisi-nilai mudah dibaca secara linier.
  • Menambah kondisi baru cukup menambah satu pasangan argumen, tanpa mengubah struktur seluruh formula.
  • Tidak perlu menghitung atau menyesuaikan tanda kurung.

Keterbatasan IFS

  • Jika tabel predikat berubah (misal batas nilai 90 menjadi 85), kamu harus mengedit formula secara manual di setiap sel.
  • Tidak cocok jika data referensi sudah ada di tabel terpisah. Untuk kasus ini, gunakan XLOOKUP.

3. Fungsi XLOOKUP: Pencarian Fleksibel

Fungsi XLOOKUP adalah penerus modern dari VLOOKUP dan HLOOKUP. Ia mencari nilai dalam satu kolom lalu mengembalikan nilai dari kolom lain yang bersesuaian. Untuk kasus predikat nilai, XLOOKUP dikombinasikan dengan mode pencocokan perkiraan agar bisa bekerja pada rentang.

Sintaks Lengkap

Sintaks XLOOKUP
=XLOOKUP(nilai_cari; rentang_cari; rentang_hasil; [jika_tidak_ditemukan]; [mode_cocok]; [mode_cari])
nilai_cari : Nilai yang ingin dicari (misal: A2, nilai siswa)
rentang_cari : Rentang tempat mencari nilai tersebut (kolom batas bawah)
rentang_hasil : Rentang berisi hasil yang akan dikembalikan (kolom predikat)
[jika_tidak_ditemukan] : Opsional. Teks jika pencarian gagal. Default: error #N/A
[mode_cocok] : 0 = persis; -1 = lebih kecil atau sama; 1 = lebih besar atau sama; 2 = wildcard
[mode_cari] : 1 = dari atas (default); -1 = dari bawah; 2 = biner naik; -2 = biner turun
Kunci untuk rentang nilai: Gunakan mode_cocok = -1 (ambil nilai terbesar yang lebih kecil atau sama dengan nilai yang dicari). Inilah yang membuat XLOOKUP bisa menentukan predikat berdasarkan rentang, bukan nilai persis.

Cara Kerja Mode -1 pada Tabel Predikat

Contoh tabel referensi di kolom F dan G, kolom F berisi batas bawah, kolom G berisi predikat:

BarisF (Batas Bawah)G (Predikat)
20E
360D
470C
580B
690A

Jika nilai siswa adalah 75, XLOOKUP dengan mode_cocok = -1 akan mencari batas terbesar yang tidak melebihi 75, yaitu 70 (baris 4), lalu mengembalikan predikat "C". Tepat sesuai yang diinginkan.

XLOOKUP pencarian rentang predikat - Format Indonesia
=XLOOKUP(A2; F2:F6; G2:G6; "Nilai tidak valid"; -1)
XLOOKUP pencarian rentang predikat - Format US
=XLOOKUP(A2, F2:F6, G2:G6, "Nilai tidak valid", -1)
Penting: Agar mode -1 bekerja benar, kolom batas bawah (F) harus diurutkan dari nilai terkecil ke terbesar. Jika urutannya terbalik, gunakan mode_cari = -1 dengan mode_cocok = 1.

4. Contoh Kasus: Predikat Nilai A sampai E

Skema Predikat

PredikatRentang NilaiDeskripsi
A90 sampai 100Sangat Baik: menguasai seluruh kompetensi dengan sempurna
B80 sampai 89Baik: menguasai sebagian besar kompetensi dengan baik
C70 sampai 79Cukup: menguasai kompetensi dasar secara memadai
D60 sampai 69Kurang: penguasaan kompetensi masih di bawah standar
E0 sampai 59Sangat Kurang: belum menunjukkan penguasaan kompetensi yang memadai

Implementasi dengan IFS

Formula berikut langsung tertanam di sel, tanpa tabel referensi tambahan. Asumsi nilai ada di sel A2.

IFS: Predikat A-E - Format Indonesia
=IFS(
  A2>=90; "A";
  A2>=80; "B";
  A2>=70; "C";
  A2>=60; "D";
  TRUE;   "E"
)
IFS: Predikat A-E - Format US
=IFS(
  A2>=90, "A",
  A2>=80, "B",
  A2>=70, "C",
  A2>=60, "D",
  TRUE,   "E"
)

IFS dengan Predikat dan Deskripsi Sekaligus

Jika kamu ingin menampilkan teks gabungan predikat dan deskripsinya dalam satu sel:

IFS: Predikat + Deskripsi - Format Indonesia
=IFS(
  A2>=90; "A - Sangat Baik";
  A2>=80; "B - Baik";
  A2>=70; "C - Cukup";
  A2>=60; "D - Kurang";
  TRUE;   "E - Sangat Kurang"
)
IFS: Predikat + Deskripsi - Format US
=IFS(
  A2>=90, "A - Sangat Baik",
  A2>=80, "B - Baik",
  A2>=70, "C - Cukup",
  A2>=60, "D - Kurang",
  TRUE,   "E - Sangat Kurang"
)

Implementasi dengan XLOOKUP dan Tabel Referensi

Buat tabel referensi di area spreadsheet yang tidak mengganggu (misal kolom F-H). Keunggulan cara ini: jika batas nilai berubah, cukup ubah tabel referensinya saja tanpa menyentuh formula.

F (Batas Bawah)G (Predikat)H (Deskripsi)
0ESangat Kurang
60DKurang
70CCukup
80BBaik
90ASangat Baik

Formula untuk mendapatkan predikat (dari kolom G):

XLOOKUP: Predikat dari tabel referensi - Format Indonesia
=XLOOKUP(A2; $F$2:$F$6; $G$2:$G$6; "Nilai tidak valid"; -1)
XLOOKUP: Predikat dari tabel referensi - Format US
=XLOOKUP(A2, $F$2:$F$6, $G$2:$G$6, "Nilai tidak valid", -1)

Formula untuk mendapatkan deskripsi (dari kolom H):

XLOOKUP: Deskripsi dari tabel referensi - Format Indonesia
=XLOOKUP(A2; $F$2:$F$6; $H$2:$H$6; "Nilai tidak valid"; -1)
XLOOKUP: Deskripsi dari tabel referensi - Format US
=XLOOKUP(A2, $F$2:$F$6, $H$2:$H$6, "Nilai tidak valid", -1)
Tanda dolar ($): Gunakan referensi absolut ($F$2:$F$6) agar saat formula disalin ke bawah, rentang tabel referensi tidak ikut bergeser.

Menggabungkan Predikat dan Deskripsi dalam Satu Formula

Gunakan operator ampersand & untuk menggabungkan hasil dua XLOOKUP sekaligus:

XLOOKUP: Predikat dan Deskripsi digabung - Format Indonesia
=XLOOKUP(A2;$F$2:$F$6;$G$2:$G$6;;-1) & " - " & XLOOKUP(A2;$F$2:$F$6;$H$2:$H$6;;-1)
XLOOKUP: Predikat dan Deskripsi digabung - Format US
=XLOOKUP(A2,$F$2:$F$6,$G$2:$G$6,,-1) & " - " & XLOOKUP(A2,$F$2:$F$6,$H$2:$H$6,,-1)

Contoh hasil untuk nilai 75: C - Cukup


5. Perbandingan dan Pilihan yang Tepat

IF Bersarang vs IFS: Tampilan Langsung

IF Bersarang (lama)
=IF(A2>=90;"A";IF(A2>=80;"B";IF(A2>=70;"C";IF(A2>=60;"D";"E"))))
IFS (modern)
=IFS(A2>=90;"A"; A2>=80;"B"; A2>=70;"C"; A2>=60;"D"; TRUE;"E")

Kapan Menggunakan Masing-masing Fungsi

SituasiPilihan TerbaikAlasan
Kondisi kurang dari 5, tanpa tabel referensiIFSFormula langsung, cepat dibuat
Kondisi 5 ke atas, batas nilai bisa berubahXLOOKUP + tabelTabel mudah diedit tanpa ubah formula
Perlu mengembalikan beberapa kolom sekaligusXLOOKUPSatu formula bisa multi-kolom
Pencocokan nilai persis (bukan rentang)XLOOKUP (mode 0)Pengganti VLOOKUP yang lebih andal
Excel versi lama (2016 ke bawah)IF bersarangIFS dan XLOOKUP belum tersedia

Ringkasan Perbedaan Utama

AspekIFSXLOOKUP
Tabel referensi terpisahTidak perluDiperlukan
Mudah diubah batasnyaHarus edit formulaCukup edit tabel
Pencarian nilai persisBisa (dengan tanda =)Lebih unggul (mode 0)
Pencarian rentangYa (dengan >=)Ya (dengan mode -1 atau 1)
Multi-kolom hasilTidakYa
Nilai default jika gagalGunakan TRUE di akhirArgumen ke-4 langsung

6. Tips Praktis

Cara Mengetahui Format Pemisah Spreadsheet-mu

Ketik formula sederhana =SUM(1;2). Jika hasilnya 3, spreadsheet-mu menggunakan titik koma (;). Jika muncul error, coba =SUM(1,2) dengan koma. Format yang berfungsi itulah yang harus dipakai di seluruh formula.

Tips untuk IFS

  1. Selalu mulai dari kondisi yang paling ketat (nilai tertinggi). IFS berhenti di kondisi pertama yang terpenuhi, jadi urutan sangat menentukan hasil.
  2. Selalu akhiri dengan pasangan TRUE; "teks default" untuk menghindari error #N/A pada nilai yang tidak lolos semua kondisi.
  3. Pisahkan setiap pasangan kondisi-nilai dengan spasi atau baris baru di formula bar agar lebih mudah dibaca.

Tips untuk XLOOKUP

  1. Pastikan kolom batas bawah di tabel referensi terurut dari kecil ke besar saat menggunakan mode_cocok = -1.
  2. Selalu isi argumen ke-4 (nilai jika tidak ditemukan) dengan teks bermakna seperti "Nilai tidak valid" agar mudah diidentifikasi saat ada data bermasalah.
  3. Gunakan referensi absolut ($F$2:$F$6) pada rentang tabel referensi agar formula bisa diseret ke bawah tanpa rentang bergeser.
  4. Manfaatkan XLOOKUP untuk mengembalikan beberapa kolom sekaligus: ganti rentang_hasil dengan rentang multi-kolom, misalnya $G$2:$H$6.

Menambahkan Validasi Nilai di Luar Rentang

Untuk menangani nilai yang tidak valid (negatif atau di atas 100), bungkus formula IFS dengan IF tambahan di lapisan terluar:

IFS dengan validasi rentang - Format Indonesia
=IF(OR(A2<0; A2>100); "Nilai tidak valid";
  IFS(A2>=90;"A"; A2>=80;"B"; A2>=70;"C"; A2>=60;"D"; TRUE;"E")
)
IFS dengan validasi rentang - Format US
=IF(OR(A2<0, A2>100), "Nilai tidak valid",
  IFS(A2>=90,"A", A2>=80,"B", A2>=70,"C", A2>=60,"D", TRUE,"E")
)
Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info