Bila masih menggunakan fungsi IF bersarang (Nasted IF) sudah saatnya meninggalkan kebiasaan menggunakan fungsi IF tersebut, ada pengganti yang jauh lebih praktis, lebih mudah dibaca, lebih ringkas. Ya, ganti dengan fungsi IFS atau XLOOKUP, bahka ada juga yang lain.
Berikut panduan lengkap dua fungsi modern yang menggantikan IF bertingkat dalam pemberian predikat dan pencarian nilai. Berlaku untuk Microsoft Excel versi 365 atau Office 2021 dan Google Sheets.
1. Masalah IF Bersarang
Kamu mungkin sudah terbiasa membuat formula seperti ini untuk menentukan predikat nilai siswa:
=IF(A2>=90;"A";IF(A2>=80;"B";IF(A2>=70;"C";IF(A2>=60;"D";"E"))))
Formula di atas masih terbaca, tapi bayangkan jika kondisinya 8 atau 10 lapis. Permasalahan IF bersarang antara lain:
- Sulit dibaca dan dipahami kembali setelah beberapa waktu.
- Rawan salah penempatan kurung tutup
). - Semakin banyak kondisi, semakin panjang dan berantakan formulanya.
- Excel 2003 ke bawah hanya mendukung 7 lapis IF bersarang.
2. Fungsi IFS: Solusi Multi-Kondisi
Fungsi IFS memungkinkan kamu menulis banyak kondisi secara berurutan tanpa perlu menyarangkan IF di dalam IF. Setiap pasangan kondisi dan nilai dituliskan berdampingan.
Sintaks
=IFS(tes_logika1; nilai_jika_benar1; tes_logika2; nilai_jika_benar2; ...)
tes_logika1 : Kondisi pertama yang diperiksa (misal: A2>=90)nilai_jika_benar1 : Nilai yang dikembalikan jika kondisi pertama terpenuhites_logika2, ... : Kondisi berikutnya, hanya diperiksa jika kondisi sebelumnya salahnilai_jika_benar2, ... : Nilai yang dikembalikan jika kondisi ke-2 terpenuhi, dst.#N/A.
Menangani Kondisi "Selain Itu" (Else)
IFS tidak memiliki argumen default seperti bagian terakhir di IF. Untuk menangani kondisi sisa, gunakan TRUE sebagai kondisi terakhir. Karena TRUE selalu terpenuhi, ia berfungsi sebagai jaring pengaman.
=IFS(A2>=90;"A"; A2>=80;"B"; A2>=70;"C"; A2>=60;"D"; TRUE;"E")
=IFS(A2>=90,"A", A2>=80,"B", A2>=70,"C", A2>=60,"D", TRUE,"E")
Keunggulan IFS dibanding IF Bersarang
- Setiap pasangan kondisi-nilai mudah dibaca secara linier.
- Menambah kondisi baru cukup menambah satu pasangan argumen, tanpa mengubah struktur seluruh formula.
- Tidak perlu menghitung atau menyesuaikan tanda kurung.
Keterbatasan IFS
- Jika tabel predikat berubah (misal batas nilai 90 menjadi 85), kamu harus mengedit formula secara manual di setiap sel.
- Tidak cocok jika data referensi sudah ada di tabel terpisah. Untuk kasus ini, gunakan XLOOKUP.
3. Fungsi XLOOKUP: Pencarian Fleksibel
Fungsi XLOOKUP adalah penerus modern dari VLOOKUP dan HLOOKUP. Ia mencari nilai dalam satu kolom lalu mengembalikan nilai dari kolom lain yang bersesuaian. Untuk kasus predikat nilai, XLOOKUP dikombinasikan dengan mode pencocokan perkiraan agar bisa bekerja pada rentang.
Sintaks Lengkap
=XLOOKUP(nilai_cari; rentang_cari; rentang_hasil; [jika_tidak_ditemukan]; [mode_cocok]; [mode_cari])
nilai_cari : Nilai yang ingin dicari (misal: A2, nilai siswa)rentang_cari : Rentang tempat mencari nilai tersebut (kolom batas bawah)rentang_hasil : Rentang berisi hasil yang akan dikembalikan (kolom predikat)[jika_tidak_ditemukan] : Opsional. Teks jika pencarian gagal. Default: error #N/A[mode_cocok] : 0 = persis; -1 = lebih kecil atau sama; 1 = lebih besar atau sama; 2 = wildcard[mode_cari] : 1 = dari atas (default); -1 = dari bawah; 2 = biner naik; -2 = biner turunmode_cocok = -1 (ambil nilai terbesar yang lebih kecil atau sama dengan nilai yang dicari). Inilah yang membuat XLOOKUP bisa menentukan predikat berdasarkan rentang, bukan nilai persis.
Cara Kerja Mode -1 pada Tabel Predikat
Contoh tabel referensi di kolom F dan G, kolom F berisi batas bawah, kolom G berisi predikat:
| Baris | F (Batas Bawah) | G (Predikat) |
|---|---|---|
| 2 | 0 | E |
| 3 | 60 | D |
| 4 | 70 | C |
| 5 | 80 | B |
| 6 | 90 | A |
Jika nilai siswa adalah 75, XLOOKUP dengan mode_cocok = -1 akan mencari batas terbesar yang tidak melebihi 75, yaitu 70 (baris 4), lalu mengembalikan predikat "C". Tepat sesuai yang diinginkan.
=XLOOKUP(A2; F2:F6; G2:G6; "Nilai tidak valid"; -1)
=XLOOKUP(A2, F2:F6, G2:G6, "Nilai tidak valid", -1)
mode_cari = -1 dengan mode_cocok = 1.
4. Contoh Kasus: Predikat Nilai A sampai E
Skema Predikat
| Predikat | Rentang Nilai | Deskripsi |
|---|---|---|
| A | 90 sampai 100 | Sangat Baik: menguasai seluruh kompetensi dengan sempurna |
| B | 80 sampai 89 | Baik: menguasai sebagian besar kompetensi dengan baik |
| C | 70 sampai 79 | Cukup: menguasai kompetensi dasar secara memadai |
| D | 60 sampai 69 | Kurang: penguasaan kompetensi masih di bawah standar |
| E | 0 sampai 59 | Sangat Kurang: belum menunjukkan penguasaan kompetensi yang memadai |
Implementasi dengan IFS
Formula berikut langsung tertanam di sel, tanpa tabel referensi tambahan. Asumsi nilai ada di sel A2.
=IFS( A2>=90; "A"; A2>=80; "B"; A2>=70; "C"; A2>=60; "D"; TRUE; "E" )
=IFS( A2>=90, "A", A2>=80, "B", A2>=70, "C", A2>=60, "D", TRUE, "E" )
IFS dengan Predikat dan Deskripsi Sekaligus
Jika kamu ingin menampilkan teks gabungan predikat dan deskripsinya dalam satu sel:
=IFS( A2>=90; "A - Sangat Baik"; A2>=80; "B - Baik"; A2>=70; "C - Cukup"; A2>=60; "D - Kurang"; TRUE; "E - Sangat Kurang" )
=IFS( A2>=90, "A - Sangat Baik", A2>=80, "B - Baik", A2>=70, "C - Cukup", A2>=60, "D - Kurang", TRUE, "E - Sangat Kurang" )
Implementasi dengan XLOOKUP dan Tabel Referensi
Buat tabel referensi di area spreadsheet yang tidak mengganggu (misal kolom F-H). Keunggulan cara ini: jika batas nilai berubah, cukup ubah tabel referensinya saja tanpa menyentuh formula.
| F (Batas Bawah) | G (Predikat) | H (Deskripsi) |
|---|---|---|
| 0 | E | Sangat Kurang |
| 60 | D | Kurang |
| 70 | C | Cukup |
| 80 | B | Baik |
| 90 | A | Sangat Baik |
Formula untuk mendapatkan predikat (dari kolom G):
=XLOOKUP(A2; $F$2:$F$6; $G$2:$G$6; "Nilai tidak valid"; -1)
=XLOOKUP(A2, $F$2:$F$6, $G$2:$G$6, "Nilai tidak valid", -1)
Formula untuk mendapatkan deskripsi (dari kolom H):
=XLOOKUP(A2; $F$2:$F$6; $H$2:$H$6; "Nilai tidak valid"; -1)
=XLOOKUP(A2, $F$2:$F$6, $H$2:$H$6, "Nilai tidak valid", -1)
$F$2:$F$6) agar saat formula disalin ke bawah, rentang tabel referensi tidak ikut bergeser.
Menggabungkan Predikat dan Deskripsi dalam Satu Formula
Gunakan operator ampersand & untuk menggabungkan hasil dua XLOOKUP sekaligus:
=XLOOKUP(A2;$F$2:$F$6;$G$2:$G$6;;-1) & " - " & XLOOKUP(A2;$F$2:$F$6;$H$2:$H$6;;-1)
=XLOOKUP(A2,$F$2:$F$6,$G$2:$G$6,,-1) & " - " & XLOOKUP(A2,$F$2:$F$6,$H$2:$H$6,,-1)
Contoh hasil untuk nilai 75: C - Cukup
5. Perbandingan dan Pilihan yang Tepat
IF Bersarang vs IFS: Tampilan Langsung
=IF(A2>=90;"A";IF(A2>=80;"B";IF(A2>=70;"C";IF(A2>=60;"D";"E"))))
=IFS(A2>=90;"A"; A2>=80;"B"; A2>=70;"C"; A2>=60;"D"; TRUE;"E")
Kapan Menggunakan Masing-masing Fungsi
| Situasi | Pilihan Terbaik | Alasan |
|---|---|---|
| Kondisi kurang dari 5, tanpa tabel referensi | IFS | Formula langsung, cepat dibuat |
| Kondisi 5 ke atas, batas nilai bisa berubah | XLOOKUP + tabel | Tabel mudah diedit tanpa ubah formula |
| Perlu mengembalikan beberapa kolom sekaligus | XLOOKUP | Satu formula bisa multi-kolom |
| Pencocokan nilai persis (bukan rentang) | XLOOKUP (mode 0) | Pengganti VLOOKUP yang lebih andal |
| Excel versi lama (2016 ke bawah) | IF bersarang | IFS dan XLOOKUP belum tersedia |
Ringkasan Perbedaan Utama
| Aspek | IFS | XLOOKUP |
|---|---|---|
| Tabel referensi terpisah | Tidak perlu | Diperlukan |
| Mudah diubah batasnya | Harus edit formula | Cukup edit tabel |
| Pencarian nilai persis | Bisa (dengan tanda =) | Lebih unggul (mode 0) |
| Pencarian rentang | Ya (dengan >=) | Ya (dengan mode -1 atau 1) |
| Multi-kolom hasil | Tidak | Ya |
| Nilai default jika gagal | Gunakan TRUE di akhir | Argumen ke-4 langsung |
6. Tips Praktis
Cara Mengetahui Format Pemisah Spreadsheet-mu
Ketik formula sederhana =SUM(1;2). Jika hasilnya 3, spreadsheet-mu menggunakan titik koma (;). Jika muncul error, coba =SUM(1,2) dengan koma. Format yang berfungsi itulah yang harus dipakai di seluruh formula.
Tips untuk IFS
- Selalu mulai dari kondisi yang paling ketat (nilai tertinggi). IFS berhenti di kondisi pertama yang terpenuhi, jadi urutan sangat menentukan hasil.
- Selalu akhiri dengan pasangan
TRUE; "teks default"untuk menghindari error#N/Apada nilai yang tidak lolos semua kondisi. - Pisahkan setiap pasangan kondisi-nilai dengan spasi atau baris baru di formula bar agar lebih mudah dibaca.
Tips untuk XLOOKUP
- Pastikan kolom batas bawah di tabel referensi terurut dari kecil ke besar saat menggunakan
mode_cocok = -1. - Selalu isi argumen ke-4 (nilai jika tidak ditemukan) dengan teks bermakna seperti
"Nilai tidak valid"agar mudah diidentifikasi saat ada data bermasalah. - Gunakan referensi absolut (
$F$2:$F$6) pada rentang tabel referensi agar formula bisa diseret ke bawah tanpa rentang bergeser. - Manfaatkan XLOOKUP untuk mengembalikan beberapa kolom sekaligus: ganti
rentang_hasildengan rentang multi-kolom, misalnya$G$2:$H$6.
Menambahkan Validasi Nilai di Luar Rentang
Untuk menangani nilai yang tidak valid (negatif atau di atas 100), bungkus formula IFS dengan IF tambahan di lapisan terluar:
=IF(OR(A2<0; A2>100); "Nilai tidak valid"; IFS(A2>=90;"A"; A2>=80;"B"; A2>=70;"C"; A2>=60;"D"; TRUE;"E") )
=IF(OR(A2<0, A2>100), "Nilai tidak valid", IFS(A2>=90,"A", A2>=80,"B", A2>=70,"C", A2>=60,"D", TRUE,"E") )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar