Kelarutan dan hasil kali kelarutan (\(K_{sp}\)) adalah topik yang menggabungkan kesetimbangan heterogen, efek ion sejenis, dan prediksi pembentukan endapan. Soal-soal berikut dirancang untuk melatih nalar stoikiometri terkait ion yang terlibat, bagaimana ion asing memengaruhi kesetimbangan, dan kapan endapan akan atau tidak akan terbentuk.
Kerjakan setiap soal secara mandiri sebelum membuka pembahasan. Untuk soal terstruktur, tentukan terlebih dahulu jenis garam dan stoikiometri disosiasi ion-ionnya karena kesalahan di tahap ini akan merusak seluruh perhitungan berikutnya.
Pembahasan Soal 1
Tulis persamaan disosiasi terlebih dahulu:
\[\text{M}_2\text{X}_{3(s)} \rightleftharpoons 2\text{M}^{3+}_{(aq)} + 3\text{X}^{2-}_{(aq)}\]Jika kelarutan = \(s\) mol L−1, maka:
\[\begin{aligned} [\text{M}^{3+}] &= 2s \\ [\text{X}^{2-}] &= 3s \end{aligned}\]Rumus \(K_{sp}\):
\[\begin{aligned} K_{sp} &= [\text{M}^{3+}]^2[\text{X}^{2-}]^3 \\[6pt] &= (2s)^2(3s)^3 \\[6pt] &= 4s^2 \times 27s^3 \\[6pt] &= 108s^5 \end{aligned}\]Jebakan umum: opsi B (\(4s^3\)) adalah rumus untuk garam tipe \(\text{MX}_2\) seperti \(\text{CaF}_2\), dan opsi E (\(36s^4\)) tidak memiliki dasar stoikiometri yang tepat. Kunci langkah pertama selalu: tulis persamaan disosiasi dan tentukan koefisien ion dengan benar.
✅ Jawaban: D
Pembahasan Soal 2
Ini adalah jebakan klasik: \(K_{sp}\) yang lebih kecil tidak selalu berarti kelarutan lebih kecil jika tipe garamnya berbeda. Hitung kelarutan molar masing-masing:
AgCl (tipe 1:1, \(\text{Ag}^+ + \text{Cl}^-\)):
\[\begin{aligned} K_{sp} &= s^2 = 1,8 \times 10^{-10} \\ s(\text{AgCl}) &= \sqrt{1,8 \times 10^{-10}} \\&= 1,34 \times 10^{-5} \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]\(\text{Ag}_2\text{CrO}_4\) (tipe 2:1, \(2\text{Ag}^+ + \text{CrO}_4^{2-}\)):
\[\begin{aligned} K_{sp} &= (2s)^2(s) \\&= 4s^3 \\&= 1,1 \times 10^{-12} \\ s^3 &= \frac{1,1 \times 10^{-12}}{4} \\&= 2,75 \times 10^{-13} \\ s(\text{Ag}_2\text{CrO}_4) &= \sqrt[3]{2,75 \times 10^{-13}} \\&= 6,5 \times 10^{-5} \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]Meskipun \(K_{sp}(\text{Ag}_2\text{CrO}_4) < K_{sp}(\text{AgCl})\), kelarutan molar \(\text{Ag}_2\text{CrO}_4\) (6,5 x 10−5) justru lebih besar dari AgCl (1,34 x 10−5). Perbandingan \(K_{sp}\) hanya valid langsung untuk garam dengan tipe stoikiometri yang sama.
✅ Jawaban: C
Pembahasan Soal 3
Ini adalah efek ion sejenis (common ion effect). \(\text{Na}_2\text{SO}_4\) menyumbang \(\text{SO}_4^{2-}\) ke larutan sehingga konsentrasi ion ini sudah tinggi sebelum \(\text{BaSO}_4\) larut. Misalkan kelarutan \(\text{BaSO}_4\) dalam larutan ini = \(s\) mol L−1:
\[\begin{aligned} [\text{Ba}^{2+}] &= s \\ [\text{SO}_4^{2-}] &= 0,010 + s \approx 0,010 \text{ mol L}^{-1} \quad (s \ll 0,010) \end{aligned}\] \[\begin{aligned} K_{sp} &= [\text{Ba}^{2+}][\text{SO}_4^{2-}] \\ 1,1 \times 10^{-10} &= s \times 0,010 \\ s &= \frac{1,1 \times 10^{-10}}{0,010} \\&= 1,1 \times 10^{-8} \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]Validasi aproksimasi: \(s = 1,1 \times 10^{-8} \ll 0,010\), valid. Kelarutan turun dari \(1,05 \times 10^{-5}\) menjadi \(1,1 \times 10^{-8}\), berkurang sekitar 1000 kali lipat. Efek ion sejenis sangat signifikan dalam aplikasi analitik seperti pengendapan kuantitatif.
✅ Jawaban: B
Pembahasan Soal 4
Langkah kunci: hitung konsentrasi setelah pencampuran (volume total = 100,0 mL), lalu bandingkan \(Q\) dengan \(K_{sp}\).
\[\begin{aligned} [\text{Pb}^{2+}] &= \frac{0,050 \times 0,020}{0,100} \\&= 0,010 \text{ mol L}^{-1} \\[6pt] [\text{I}^-] &= \frac{0,050 \times 0,020}{0,100} \\&= 0,010 \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]Hitung hasil kali ion \(Q\):
\[\begin{aligned} Q &= [\text{Pb}^{2+}][\text{I}^-]^2 \\[6pt] &= (0,010)(0,010)^2 \\[6pt] &= (0,010)(1,0 \times 10^{-4}) \\[6pt] &= 1,0 \times 10^{-6} \end{aligned}\]Bandingkan: \(Q = 1,0 \times 10^{-6}\) dan \(K_{sp} = 9,8 \times 10^{-9}\).
Karena \(Q > K_{sp}\), endapan terbentuk.
Opsi A salah secara kalkulasi. Jawaban yang benar secara matematis adalah endapan terbentuk (opsi B). Opsi D keliru: \(K_{sp}\) tidak dipengaruhi volume, hanya suhu yang mengubah \(K_{sp}\).
✅ Jawaban: B
Q yang dimaksud dalam bahasan di sini = Qsp (Quotient (baca kwow-shent) Hasil Kali Kelarutan, Solubility Product Quotient), kadang diartikan secara singkat menjadi hasil kali ion.
Pembahasan Soal 5
Reaksi:
\(\ce{Ag^+ (aq) + Cl^- (aq) <=> AgCl (s)}\)
Diketahui:
\( K_{sp}(\ce{AgCl}) = 1,8 \times 10^{-10} \)
\([\ce{Cl^-}] = 0,050 \, \text{mol L}^{-1} = 5,0 \times 10^{-2} \, \text{mol L}^{-1} \) (dari NaCl yang terdisosiasi sempurna).
Endapan mulai terbentuk saat hasil kali ion \(Q = K_{sp}\), pada kondisi tepat mulai mengendap.
Perhitungan konsentrasi minimum \([Ag^+]\)
\[ \begin{aligned} K_{sp} &= [\ce{Ag^+}][\ce{Cl^-}]\\ [\ce{Ag^+}] &= \frac{K_{sp}}{[\ce{Cl^-}]} \\ &= \frac{1,8 \times 10^{-10}}{5,0 \times 10^{-2}} \\ &= \frac{1,8}{5,0} \times 10^{-10 - (-2)} \\ &= 0,36 \times 10^{-8} \\ &= \mathbf{3,6 \times 10^{-9}} \, \text{mol L}^{-1} \end{aligned} \]Jika konsentrasi \(\text{Ag}^+\) di bawah nilai ini, \(Q < K_{sp}\) dan larutan belum jenuh, tidak ada endapan. Tepat saat \([\text{Ag}^+] = 3,6 \times 10^{-9}\) mol L−1, larutan tepat jenuh dan endapan mulai muncul. Prinsip ini digunakan dalam analisis gravimetri untuk mengendapkan ion secara selektif.
✅ Jawaban: B
Pembahasan Soal 6
Ion yang memerlukan konsentrasi \(\text{SO}_4^{2-}\) lebih kecil untuk mulai mengendap akan mengendap lebih dulu.
\[\begin{aligned} [\text{SO}_4^{2-}]_{\text{min untuk BaSO}_4} &= \frac{K_{sp}(\text{BaSO}_4)}{[\text{Ba}^{2+}]} \\&= \frac{1,1 \times 10^{-10}}{0,10} = 1,1 \times 10^{-9} \text{ mol L}^{-1} \\[8pt] [\text{SO}_4^{2-}]_{\text{min untuk CaSO}_4} &= \frac{K_{sp}(\text{CaSO}_4)}{[\text{Ca}^{2+}]} \\&= \frac{4,9 \times 10^{-5}}{0,10} = 4,9 \times 10^{-4} \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]\(\text{BaSO}_4\) mengendap pada \([\text{SO}_4^{2-}]\) yang jauh lebih kecil, sehingga \(\text{Ba}^{2+}\) mengendap lebih dulu.
\(\text{Ca}^{2+}\) mulai mengendap saat \([\text{SO}_4^{2-}] = 4,9 \times 10^{-4}\) mol L−1. Pada konsentrasi ini, sisa \([\text{Ba}^{2+}]\) dalam larutan:
\[\begin{aligned} [\text{Ba}^{2+}] &= \frac{K_{sp}(\text{BaSO}_4)}{[\text{SO}_4^{2-}]} \\[6pt] &= \frac{1,1 \times 10^{-10}}{4,9 \times 10^{-4}} \\[6pt] &= 2,2 \times 10^{-7} \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]Pada titik ini, \(\text{Ba}^{2+}\) sudah tersisa sangat sedikit (hanya \(2,2 \times 10^{-7}\) mol L−1 dari semula 0,10 mol L−1), artinya 99,9998% \(\text{Ba}^{2+}\) telah terendapkan sebelum \(\text{Ca}^{2+}\) mulai mengendap. Prinsip ini digunakan untuk pemisahan ion secara selektif.
✅ Jawaban: D
Pembahasan Soal 7
Ini adalah konsep pengaruh pH terhadap kelarutan garam yang mengandung anion basa lemah. Ion \(\text{F}^-\) adalah basa konjugat dari asam lemah \(\text{HF}\) (\(K_a = 6,8 \times 10^{-4}\)), sehingga dalam suasana asam, \(\text{H}^+\) bereaksi dengan \(\text{F}^-\):
\[\text{H}^+ + \text{F}^- \rightleftharpoons \text{HF}\]Reaksi ini mengurangi \([\text{F}^-]\) dalam larutan. Berdasarkan prinsip Le Chatelier, penurunan \([\text{F}^-]\) menggeser kesetimbangan kelarutan ke kanan:
\[\text{CaF}_{2(s)} \rightarrow \text{Ca}^{2+}_{(aq)} + 2\text{F}^-_{(aq)}\]Lebih banyak \(\text{CaF}_2\) larut untuk menggantikan \(\text{F}^-\) yang bereaksi. Akibatnya, kelarutan \(\text{CaF}_2\) dalam larutan asam lebih besar dari dalam air murni.
Fenomena ini berlaku umum untuk garam dari anion basa lemah (\(\text{CO}_3^{2-}\), \(\text{PO}_4^{3-}\), \(\text{S}^{2-}\), \(\text{OH}^-\)): kelarutannya meningkat dalam suasana asam. Untuk garam dari anion basa kuat (\(\text{Cl}^-\), \(\text{NO}_3^-\), \(\text{SO}_4^{2-}\)), pH tidak berpengaruh signifikan.
✅ Jawaban: E
Pembahasan Soal 8
Disosiasi \(\text{Ag}_2\text{SO}_4\):
\[\text{Ag}_2\text{SO}_4(s) \rightleftharpoons 2\text{Ag}^+(aq) + \text{SO}_4^{2-}(aq)\]Dari stoikiometri, jika \([\text{Ag}^+] = 1,6 \times 10^{-2}\) mol L−1, maka kelarutan \(s = [\text{Ag}^+]/2\):
\[\begin{aligned} s &= \frac{1,6 \times 10^{-2}}{2} \\&= 8,0 \times 10^{-3} \text{ mol L}^{-1} \\[6pt] [\text{SO}_4^{2-}] &= s = 8,0 \times 10^{-3} \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]Hitung \(K_{sp}\):
\[\begin{aligned} K_{sp} &= [\text{Ag}^+]^2[\text{SO}_4^{2-}] \\[6pt] &= (1,6 \times 10^{-2})^2 \times (8,0 \times 10^{-3}) \\[6pt] &= 2,56 \times 10^{-4} \times 8,0 \times 10^{-3} \\[6pt] &= 2,05 \times 10^{-6} \end{aligned}\]Jebakan umum: opsi A hanya menghitung \([\text{Ag}^+]^2 = 2,56 \times 10^{-4}\) tanpa mengalikan \([\text{SO}_4^{2-}]\). Opsi C salah menetapkan \([\text{SO}_4^{2-}] = [\text{Ag}^+]\) tanpa memperhitungkan stoikiometri 2:1.
✅ Jawaban: B
Pembahasan Soal 9
\(K_{sp}\) adalah tetapan kesetimbangan termodinamika, sehingga nilainya hanya bergantung pada suhu, bukan pada konsentrasi (menyangkal opsi E) atau sifat kation (menyangkal opsi D).
Untuk proses pelarutan yang bersifat endotermik (\(\Delta H_{sol} > 0\)), menaikkan suhu menggeser kesetimbangan ke kanan (ke arah larutan), sehingga \(K_{sp}\) meningkat. Ini berlaku untuk sebagian besar senyawa ionik, termasuk \(\text{AgCl}\), \(\text{BaSO}_4\), dan \(\text{CaCO}_3\).
Namun ada pengecualian: \(\text{Ce}_2(\text{SO}_4)_3\) dan beberapa garam lain memiliki proses pelarutan eksotermik (\(\Delta H_{sol} < 0\)), sehingga \(K_{sp}\)-nya justru menurun dengan naiknya suhu (kelarutan berkurang saat dipanaskan, seperti terbentuknya kerak \(\text{CaSO}_4\) pada boiler air panas).
Opsi B terlalu mutlak dengan kata "selalu", opsi A salah secara fundamental.
✅ Jawaban: C
Pembahasan Soal 10
Tentukan \([\text{Ag}^+]\) minimum untuk mengendapkan masing-masing anion:
\[\begin{aligned} [\text{Ag}^+]_{\text{min untuk AgI}} &= \frac{K_{sp}(\text{AgI})}{[\text{I}^-]} \\&= \frac{8,5 \times 10^{-17}}{0,10} \\&= 8,5 \times 10^{-16} \text{ mol L}^{-1} \\[8pt] [\text{Ag}^+]_{\text{min untuk Ag}_2\text{CrO}_4} &= \sqrt{\frac{K_{sp}(\text{Ag}_2\text{CrO}_4)}{[\text{CrO}_4^{2-}]}} \\&= \sqrt{\frac{1,1 \times 10^{-12}}{0,10}} \\[6pt] &= \sqrt{1,1 \times 10^{-11}} \\&= 3,3 \times 10^{-6} \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]AgI mengendap pada \([\text{Ag}^+]\) yang jauh lebih kecil (\(8,5 \times 10^{-16}\) vs \(3,3 \times 10^{-6}\)), sehingga AgI mengendap lebih dulu. Saat \(\text{Ag}_2\text{CrO}_4\) mulai mengendap (\([\text{Ag}^+] = 3,3 \times 10^{-6}\)), sisa \([\text{I}^-]\) dalam larutan:
\[\begin{aligned} [\text{I}^-] &= \frac{K_{sp}(\text{AgI})}{[\text{Ag}^+]} \\&= \frac{8,5 \times 10^{-17}}{3,3 \times 10^{-6}} \\&= 2,6 \times 10^{-11} \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]Dari 0,10 mol L−1 awal, hanya tersisa \(2,6 \times 10^{-11}\) mol L−1 artinya 99,9999997% \(\text{I}^-\) telah terendapkan. Ini adalah dasar metode Mohr dalam analisis argentometri, di mana perubahan warna merah bata dari \(\text{Ag}_2\text{CrO}_4\) menandai titik akhir titrasi \(\text{Cl}^-\) atau \(\text{I}^-\).
✅ Jawaban: A
Pembahasan Soal 11
Ag2CrO4(s) ⇌ 2Ag+(aq) + CrO42-(aq). Dalam larutan AgNO3 0,01 M, [Ag+] awal = 0,01 M. Misal kelarutan = s, maka [CrO42-] = s, dan [Ag+] = 0,01 + 2s ≈ 0,01 (karena s sangat kecil).
\[ \begin{aligned} K_{sp} &= [\text{Ag}^+]^2 [\text{CrO}_4^{2-}] \\ 1,1 \times 10^{-12} &= (0,01)^2 \cdot s \\&= (1 \times 10^{-4}) \cdot s \\ s &= \frac{1,1 \times 10^{-12}}{1 \times 10^{-4}} \\&= 1,1 \times 10^{-8} \ \text{M} \end{aligned} \]✅ Jawaban: A
Pembahasan Soal 12
CaF2(s) ⇌ Ca2+(aq) + 2F−(aq). Dalam larutan NaF 0,001 M, [F−] awal = 0,001 M. Misal kelarutan = s, maka [Ca2+] = s, dan [F−] = 0,001 + 2s ≈ 0,001 (karena s sangat kecil).
\[ \begin{aligned} K_{sp} &= [\text{Ca}^{2+}][\text{F}^-]^2 \\ 3,45 \times 10^{-11} &= s \cdot (0,001)^2 \\&= s \cdot 10^{-6} \\ s &= \frac{3,45 \times 10^{-11}}{10^{-6}} \\&= 3,45 \times 10^{-5} \ \text{M} \end{aligned} \]✅ Jawaban: A
Pembahasan Soal 13
Membandingkan kelarutan (s) tidak cukup dengan melihat Ksp karena stoikiometri berbeda. Harus dihitung s masing-masing:
\[ \begin{aligned} \text{A: } s &= \sqrt{1,8 \times 10^{-10}} \\&= 1,34 \times 10^{-5} \ \text{M} \\ \text{B: } s &= \sqrt{9,0 \times 10^{-29}} \\&= 9,5 \times 10^{-15} \ \text{M} \\ \text{C: } s &= \sqrt{6,0 \times 10^{-37}} \\&= 7,75 \times 10^{-19} \ \text{M} \\ \text{D: } s &= \sqrt[3]{\frac{1,1 \times 10^{-12}}{4}} \\&= \sqrt[3]{2,75 \times 10^{-13}} \\&= 6,5 \times 10^{-5} \ \text{M} \\ \text{E: } s &= \sqrt{4,8 \times 10^{-9}} \\&= 6,93 \times 10^{-5} \ \text{M} \end{aligned} \]Nilai s terkecil adalah CuS (7,75 × 10−19 M).
✅ Jawaban: C
Pembahasan Soal 14
Setelah pencampuran, volume total = 200 mL = 0,2 L.
[Ag+] = (0,01 M × 0,1 L) / 0,2 L = 0,005 M.
[Cl−] = (0,01 M × 0,1 L) / 0,2 L = 0,005 M.
Q = [Ag+][Cl−] = (0,005)(0,005) = 2,5 × 10−5.
Ksp = 1,8 × 10−10. Karena Q > Ksp, terjadi endapan.
✅ Jawaban: A
Pembahasan Soal 15
pH = 10,0 → pOH = 4,0 → [OH−] = 10−4 M.
Dari Mg(OH)2 ⇌ Mg2+ + 2OH−, setiap 1 mol Mg(OH)2 yang larut menghasilkan 1 mol Mg2+ dan 2 mol OH−. Dalam larutan jenuh, [OH−] = 2s, sehingga s = ½ × 10−4 = 5 × 10−5 M. [Mg2+] = s = 5 × 10−5 M.
Hasil perhitungan 5×10−13, tetapi tidak ada dalam pilihan. Nilai yang paling mendekati adalah 5×10−12 (opsi B) mengacu pada literatur Ksp Mg(OH)2 sekitar 5,6×10−12.
✅ Jawaban: B
Pembahasan Soal 16
Ksp yang lebih kecil berarti kelarutan lebih kecil, sehingga BaSO4 akan mencapai Q = Ksp pada konsentrasi SO42- yang lebih rendah. Konsentrasi SO42- yang diperlukan untuk mengendapkan BaSO4:
\[\begin{aligned} [\text{SO}_4^{2-}] &= \frac{K_{sp}}{[\text{Ba}^{2+}]} \\&= \frac{1,1 \times 10^{-10}}{0,001} \\&= 1,1 \times 10^{-7} \ \text{M} \end{aligned}\]Untuk CaSO4:
\[\begin{aligned} [\text{SO}_4^{2-}] &= \frac{4,9 \times 10^{-5}}{0,001} \\&= 4,9 \times 10^{-2} \ \text{M} \end{aligned}\]Jauh lebih besar. Jadi BaSO4 mengendap lebih dulu.
✅ Jawaban: B
Pembahasan Soal 17
AgBr(s) ⇌ Ag+(aq) + Br−(aq). Dalam larutan NaBr 0,01 M, [Br−] awal = 0,01 M. Misal kelarutan AgBr dalam larutan ini = s, maka [Ag+] = s, [Br−] = 0,01 + s ≈ 0,01 (karena s sangat kecil).
\[ \begin{aligned} K_{sp} &= [\text{Ag}^+][\text{Br}^-] \\&= s \times 0,01 \\ s &= \frac{5,0 \times 10^{-13}}{0,01} \\&= 5,0 \times 10^{-11} \ \text{M} \end{aligned} \]✅ Jawaban: A
Pembahasan Soal 18
pH = 10 → pOH = 4 → [OH−] = 10−4 M. Dari Mg(OH)2 ⇌ Mg2+ + 2OH−, setiap 1 mol Mg(OH)2 menghasilkan 2 mol OH−, maka [Mg2+] = ½[OH−] = 5×10−5 M.
\[ \begin{aligned} K_{sp} &= [\text{Mg}^{2+}][\text{OH}^-]^2 \\ &= (5\times10^{-5}) \times (10^{-4})^2 \\&= 5\times10^{-5} \times 10^{-8} \\&= 5\times10^{-13} \end{aligned} \]✅ Jawaban: A
Pembahasan (a)
Perhatikan: tidak ada zat padat dalam rumus \(K_{sp}\) karena aktivitas padatan murni = 1. Eksponen harus sesuai dengan koefisien stoikiometri: pangkat 3 untuk \(\text{Ca}^{2+}\) dan pangkat 2 untuk \(\text{PO}_4^{3-}\).
Pembahasan (b)
Misalkan kelarutan = \(s\) mol L−1. Dari stoikiometri disosiasi:
\[\begin{aligned} [\text{Ca}^{2+}] &= 3s \\ [\text{PO}_4^{3-}] &= 2s \end{aligned}\]Substitusi ke rumus \(K_{sp}\):
\[\begin{aligned} K_{sp} &= (3s)^3(2s)^2 \\[6pt] &= 27s^3 \times 4s^2 \\[6pt] &= 108s^5 \end{aligned}\]Selesaikan untuk \(s\):
\[\begin{aligned} s^5 &= \frac{K_{sp}}{108} = \frac{2,1 \times 10^{-33}}{108} \\&= 1,944 \times 10^{-35} \\[8pt] s &= (1,944 \times 10^{-35})^{1/5} \end{aligned}\]Hitung dengan menguraikan eksponen:
\[\begin{aligned} s &= (1,944)^{0,2} \times (10^{-35})^{0,2} \\[6pt] &= (1,944)^{0,2} \times 10^{-7} \\[6pt] &\approx 1,142 \times 10^{-7} \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]Kelarutan \(\text{Ca}_3(\text{PO}_4)_2 \approx 1,1 \times 10^{-7}\) mol L−1, sangat kecil, konsisten dengan fakta bahwa tulang sangat stabil secara kimia dalam cairan tubuh.
Pembahasan (c)
Larutan \(\text{CaCl}_2\) 0,050 mol L−1 menghasilkan \([\text{Ca}^{2+}] = 0,050\) mol L−1 sebelum \(\text{Ca}_3(\text{PO}_4)_2\) larut. Ion \(\text{Ca}^{2+}\) ini adalah ion sejenis dengan salah satu produk disosiasi \(\text{Ca}_3(\text{PO}_4)_2\).
Berdasarkan prinsip Le Chatelier, kehadiran \(\text{Ca}^{2+}\) dari \(\text{CaCl}_2\) akan menekan kelarutan \(\text{Ca}_3(\text{PO}_4)_2\). Kesetimbangan bergeser ke kiri (ke arah padatan), sehingga lebih sedikit \(\text{Ca}_3(\text{PO}_4)_2\) yang larut dibandingkan dalam air murni. Nilai \(K_{sp}\) tetap konstan pada suhu yang sama, tetapi \(s\) menjadi jauh lebih kecil karena \([\text{Ca}^{2+}]\) total dalam \(K_{sp}\) sudah besar akibat kontribusi \(\text{CaCl}_2\).
Secara kualitatif: dalam larutan \(\text{CaCl}_2\), konsentrasi \(\text{Ca}^{2+}\) awal \((0,050)\) sudah jauh melebihi \(3s \approx 3 \times 10^{-7}\) mol L−1 dari air murni, sehingga \(s\) baru harus sangat kecil agar produk \([\text{Ca}^{2+}]^3[\text{PO}_4^{3-}]^2\) tetap sama dengan \(K_{sp}\).
Pembahasan (d)
Ion \(\text{PO}_4^{3-}\) adalah basa konjugat dari asam lemah \(\text{HPO}_4^{2-}\) (\(pK_{a3} = 12,4\)), sehingga dalam suasana asam, ion \(\text{H}^+\) bereaksi dengan \(\text{PO}_4^{3-}\) secara bertahap:
\[\text{PO}_4^{3-} + \text{H}^+ \rightleftharpoons \text{HPO}_4^{2-}\] \[\text{HPO}_4^{2-} + \text{H}^+ \rightleftharpoons \text{H}_2\text{PO}_4^-\] \[\text{H}_2\text{PO}_4^- + \text{H}^+ \rightleftharpoons \text{H}_3\text{PO}_4\]Reaksi antara \(\text{PO}_4^{3-}\) dengan \(\text{H}^+\) menurunkan \([\text{PO}_4^{3-}]\) dalam larutan. Berdasarkan prinsip Le Chatelier, ini menggeser kesetimbangan kelarutan ke kanan:
\[\text{Ca}_3(\text{PO}_4)_2 \rightarrow 3\text{Ca}^{2+} + 2\text{PO}_4^{3-} \xrightarrow{+\text{H}^+} \text{produk asam fosfat}\]Lebih banyak \(\text{Ca}_3(\text{PO}_4)_2\) larut untuk menggantikan \(\text{PO}_4^{3-}\) yang bereaksi. Ini menjelaskan mengapa tulang dapat terurai dalam lingkungan asam dan mengapa asam lambung berlebih dapat melarutkan mineral tulang secara perlahan.
Pembahasan (a)
\([\text{Ag}^+]\) minimum untuk mulai mengendapkan setiap ion (saat \(Q = K_{sp}\)):
\[\begin{aligned} [\text{Ag}^+]_{\text{min, I}^-} &= \frac{K_{sp}(\text{AgI})}{[\text{I}^-]} \\&= \frac{8,5 \times 10^{-17}}{0,10} \\&= 8,5 \times 10^{-16} \text{ mol L}^{-1} \\[8pt] [\text{Ag}^+]_{\text{min, Br}^-} &= \frac{K_{sp}(\text{AgBr})}{[\text{Br}^-]} \\&= \frac{5,4 \times 10^{-13}}{0,10} \\&= 5,4 \times 10^{-12} \text{ mol L}^{-1} \\[8pt] [\text{Ag}^+]_{\text{min, Cl}^-} &= \frac{K_{sp}(\text{AgCl})}{[\text{Cl}^-]} \\&= \frac{1,8 \times 10^{-10}}{0,10} \\&= 1,8 \times 10^{-9} \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]Urutan pengendapan: \(\text{I}^-\) pertama, kemudian \(\text{Br}^-\), terakhir \(\text{Cl}^-\). Ion yang memerlukan \([\text{Ag}^+]\) paling kecil akan mengendap paling dulu.
Pembahasan (b)
\(\text{Cl}^-\) mulai mengendap saat \([\text{Ag}^+] = 1,8 \times 10^{-9}\) mol L−1. Pada konsentrasi ini:
\[\begin{aligned} [\text{I}^-]_{\text{sisa}} &= \frac{K_{sp}(\text{AgI})}{[\text{Ag}^+]} \\&= \frac{8,5 \times 10^{-17}}{1,8 \times 10^{-9}} \\&= 4,7 \times 10^{-8} \text{ mol L}^{-1} \\[8pt] [\text{Br}^-]_{\text{sisa}} &= \frac{K_{sp}(\text{AgBr})}{[\text{Ag}^+]} \\&= \frac{5,4 \times 10^{-13}}{1,8 \times 10^{-9}} \\&= 3,0 \times 10^{-4} \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]Evaluasi pemisahan:
- \(\text{I}^-\): dari 0,10 mol L−1, tersisa \(4,7 \times 10^{-8}\) mol L−1 artinya 99,99995% telah terendapkan. Pemisahan \(\text{I}^-\) sangat kuantitatif.
- \(\text{Br}^-\): dari 0,10 mol L−1, tersisa \(3,0 \times 10^{-4}\) mol L−1 artinya masih 0,30% belum terendapkan. Pemisahan \(\text{Br}^-\) dari \(\text{Cl}^-\) tidak sempurna namun masih cukup baik untuk keperluan analitis tertentu.
Kesimpulan: pemisahan \(\text{I}^-\) dari \(\text{Br}^-\) dan \(\text{Cl}^-\) hampir sempurna. Pemisahan \(\text{Br}^-\) dari \(\text{Cl}^-\) kurang sempurna karena perbedaan \(K_{sp}\) keduanya tidak cukup besar (hanya berbeda sekitar 333 kali, bukan ribuan kali seperti \(\text{AgI}\) vs \(\text{AgBr}\)).
Pembahasan (c)
Dalam uji halida standar, larutan yang diduga mengandung ion halida diasamkan dengan \(\text{HNO}_3\) encer (untuk menghilangkan ion pengganggu seperti \(\text{CO}_3^{2-}\) dan \(\text{SO}_3^{2-}\) yang juga mengendap dengan \(\text{Ag}^+\)), lalu ditambah \(\text{AgNO}_3\):
- Endapan putih yang larut dalam \(\text{NH}_3\) encer: mengindikasikan \(\text{Cl}^-\)
- Endapan kuning pucat yang larut dalam \(\text{NH}_3\) pekat: mengindikasikan \(\text{Br}^-\)
- Endapan kuning yang tidak larut dalam \(\text{NH}_3\) pekat sekalipun: mengindikasikan \(\text{I}^-\)
Kelarutan endapan dalam \(\text{NH}_3\) berkaitan dengan pembentukan kompleks \([\text{Ag}(\text{NH}_3)_2]^+\): semakin kecil \(K_{sp}\), semakin stabil endapan dan semakin sulit larut dalam \(\text{NH}_3\). Perbedaan kelarutan dalam \(\text{NH}_3\) inilah yang membedakan ketiga halida secara praktis di laboratorium, bukan sekadar warna yang kadang mirip.
Pembahasan (a)
Dengan kelarutan = \(s\):
\[\begin{aligned} [\text{Mg}^{2+}] &= s, \quad [\text{OH}^-] = 2s \\[6pt] K_{sp} &= s(2s)^2 \\&= 4s^3 \\&= 5,6 \times 10^{-12} \\[10pt] s^3 &= \frac{5,6 \times 10^{-12}}{4} = 1,4 \times 10^{-12} \\[6pt] s &= (1,4 \times 10^{-12})^{1/3} \\[6pt] &= (1,4)^{1/3} \times 10^{-4} \\[6pt] &\approx 1,119 \times 10^{-4} \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]pH larutan jenuh:
\[\begin{aligned} [\text{OH}^-] &= 2s = 2 \times 1,119 \times 10^{-4} \\&= 2,238 \times 10^{-4} \text{ mol L}^{-1} \\[6pt] \text{pOH} &= -\log(2,238 \times 10^{-4}) \\ &= 4 - \log 2,238 \\ &= 4 - 0,350 \\&= 3,650 \\[6pt] \text{pH} &= 14,00 - 3,650 \\&= \mathbf{10,35} \end{aligned}\]Kelarutan \(\approx 1,1 \times 10^{-4}\) mol L−1 dan pH larutan jenuh = 10,35.
Pembahasan (b)
NaOH menyumbang \([\text{OH}^-] = 0,010\) mol L−1 sebelum \(\text{Mg(OH)}_2\) larut. Misalkan kelarutan dalam larutan ini = \(s'\):
\[\begin{aligned} [\text{Mg}^{2+}] &= s' \\ [\text{OH}^-] &= 0,010 + 2s' \\&\approx 0,010 \text{ mol L}^{-1} \quad (s' \ll 0,005) \end{aligned}\] \[\begin{aligned} K_{sp} &= s' \times (0,010)^2 \\ 5,6 \times 10^{-12} &= s' \times 1,0 \times 10^{-4} \\ s' &= \frac{5,6 \times 10^{-12}}{1,0 \times 10^{-4}} \\&= 5,6 \times 10^{-8} \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]Validasi aproksimasi: \(2s' = 1,12 \times 10^{-7} \ll 0,010\), valid.
Perbandingan:
\[\begin{aligned} s_{\text{air murni}} &= 1,1 \times 10^{-4} \text{ mol L}^{-1} \\ s_{\text{NaOH 0,010}} &= 5,6 \times 10^{-8} \text{ mol L}^{-1} \end{aligned}\]Kelarutan berkurang sekitar \(\dfrac{1,1 \times 10^{-4}}{5,6 \times 10^{-8}} \approx 2000\) kali lipat. Efek ion sejenis \(\text{OH}^-\) dari NaOH sangat signifikan menekan kelarutan \(\text{Mg(OH)}_2\). Prinsip ini digunakan dalam pengolahan air keras: penambahan \(\text{Ca(OH)}_2\) atau \(\text{NaOH}\) mengendapkan ion \(\text{Mg}^{2+}\) secara efektif.
Pembahasan (c)
Persamaan reaksi netralisasi:
\[\text{Mg(OH)}_{2(s)} + 2\text{HCl}_{(aq)} \rightarrow \text{MgCl}_{2(aq)} + 2\text{H}_2\text{O}_{(l)}\]Atau dalam bentuk ion bersih:
\[\text{Mg(OH)}_{2(s)} + 2\text{H}^+_{(aq)} \rightarrow \text{Mg}^{2+}_{(aq)} + 2\text{H}_2\text{O}_{(l)}\]Penjelasan berdasarkan prinsip kesetimbangan:
Kehadiran \(\text{H}^+\) dari HCl bereaksi dengan \(\text{OH}^-\) membentuk air:
\[\text{H}^+ + \text{OH}^- \rightarrow \text{H}_2\text{O}\\ \quad (K \approx \frac{1}{K_w} = 10^{14}, \text{ hampir irreversibel})\]Reaksi H+ dengan \(\text{OH}^-\) ini menurunkan \([\text{OH}^-]\) secara drastis.
Berdasarkan prinsip Le Chatelier, kesetimbangan kelarutan:
bergeser ke kanan untuk menggantikan \(\text{OH}^-\) yang bereaks, sehingga lebih banyak \(\text{Mg(OH)}_2\) larut.
Proses ini berlanjut hingga semua \(\text{H}^+\) bereaksi atau semua \(\text{Mg(OH)}_2\) habis larut.
Inilah mekanisme kerja antasida: \(\text{Mg(OH)}_2\) "dilarutkan" oleh asam lambung sambil sekaligus menetralkannya.
Pembahasan (d)
Dosis 0,50 g \(\text{Mg(OH)}_2\) dapat menetralkan sekitar 172 mL asam lambung 0,10 mol L−1. Volume lambung rata-rata saat kosong sekitar 75 mL dan saat penuh 1000 mL, sehingga dosis ini cukup untuk menetralkan asam berlebih secara efektif.
Pembahasan (a)
PbCrO4(s) ⇌ Pb2+(aq) + CrO42-(aq). Kelarutan s = [Pb2+] = [CrO42-].
\[\begin{aligned} K_{sp} &= s^2 \\ s &= \sqrt{K_{sp}} \\&= \sqrt{2,8 \times 10^{-13}} \\&= \sqrt{28 \times 10^{-14}} \\&= 5,29 \times 10^{-7}\ \text{mol L}^{-1} \end{aligned}\]Dalam g L−1:
\(\begin{aligned}& =5,29 \times 10^{-7}\ \text{mol L}^{-1}\times massa~molar~PbCrO4\\& = 5,29 \times 10^{-7}\ \text{mol L}^{-1} \times 323~g/mol\\&= 1,71 \times 10^{-4}\ \text{g L}^{-1}\end{aligned}\).
Pembahasan (b)
Dalam K2CrO4 0,01 M, [CrO42-] ≈ 0,01 M (dari garam). Misal kelarutan = s, maka [Pb2+] = s, [CrO42-] = 0,01 + s ≈ 0,01.
\[\begin{aligned} K_{sp} &= s \times 0,01 \\ s &= \frac{2,8 \times 10^{-13}}{0,01} \\&= 2,8 \times 10^{-11}\ \text{mol L}^{-1} \end{aligned}\]Pembahasan (c)
Adanya ion senama (CrO42-) menggeser kesetimbangan ke kiri (prinsip Le Chatelier), sehingga lebih sedikit PbCrO4 yang dapat larut.
Pembahasan (a)
Volume total = 100 mL = 0,1 L.
\[\begin{aligned} [\text{Ca}^{2+}] &= \frac{0,05\ \text{L} \times 0,02\ \text{M}}{0,1\ \text{L}} \\&= 0,01\ \text{M} \\[10pt] [\text{C}_2\text{O}_4^{2-}] &= \frac{0,05\ \text{L} \times 0,01\ \text{M}}{0,1\ \text{L}} \\&= 0,005\ \text{M} \end{aligned}\]Pembahasan (b)
Karena \(Q > K_{sp}\), maka terjadi endapan CaC2O4.
Pembahasan (c)
Reaksi pengendapan: Ca2+ + C2O42- → CaC2O4(s).
Mol awal dalam 0,1 L: Ca2+ = 0,001 mol; C2O42- = 0,0005 mol.
Ion oksalat adalah pereaksi pembatas.
Setelah pengendapan sempurna, Ca2+ tersisa = 0,001 - 0,0005 = 0,0005 mol dalam 0,1 L
→ [Ca2+] sisa = 0,005 M (belum termasuk efek Ksp).
Karena masih ada endapan, kesetimbangan tercapai dengan
[Ca2+][C2O42-] = Ksp. Misal x = kelarutan tambahan, maka:
Karena \(x \ll 0,005\), maka \(0,005\,x \approx 2,3 \times 10^{-9}\) → \(x = 4,6 \times 10^{-7}\) M.
Jadi [Ca2+] akhir ≈ 0,005 + 4,6×10−7 ≈ 0,005 M = 5,0 × 10−3 M.
Data Ksp: Ag2CrO4 = 1,1 × 10−12, PbCrO4 = 2,8 × 10−13, BaCrO4 = 1,2 × 10−10.
Pembahasan (a)
Untuk Ag2CrO4: Ksp = [Ag+]2[CrO42-].
\[\begin{aligned}[\text{CrO}_4^{2-}] &= \frac{K_{sp}}{[\text{Ag}^+]^2} \\&= \frac{1,1 \times 10^{-12}}{(0,01)^2} \\&= \frac{1,1 \times 10^{-12}}{10^{-4}} \\&= 1,1 \times 10^{-8}\ \text{M}\end{aligned}\]Untuk PbCrO4:
\[\begin{aligned}[\text{CrO}_4^{2-}] &= \frac{K_{sp}}{[\text{Pb}^{2+}]} \\&= \frac{2,8 \times 10^{-13}}{0,01} \\&= 2,8 \times 10^{-11}\ \text{M}\end{aligned}\]Untuk BaCrO4:
\[\begin{aligned}[\text{CrO}_4^{2-}] &= \frac{K_{sp}}{[\text{Ba}^{2+}]} \\&= \frac{1,2 \times 10^{-10}}{0,01} \\&= 1,2 \times 10^{-8}\ \text{M}\end{aligned}\]Pembahasan (b)
Semakin kecil konsentrasi CrO42- yang dibutuhkan untuk memulai pengendapan, semakin dulu mengendap.
Urutan nilai [CrO42-] awal:
PbCrO4 (2,8×10−11) < Ag2CrO4 (1,1×10−8) < BaCrO4 (1,2×10−8).
Jadi urutan pengendapan:
Pb2+ → Ag+ → Ba2+.
Pembahasan (c)
Pada [CrO42-] = 1,0 × 10−6 M, bandingkan Q dengan Ksp masing-masing:
- Pb2+: Q = [Pb2+][CrO42-] = (0,01)(10−6) = 10−8 >> Ksp (2,8×10−13) → Pb2+ sudah mengendap sempurna.
- Ag+: Q = [Ag+]2[CrO42-] = (0,01)2 × 10−6 = 10−10. Ksp = 1,1×10−12, Q > Ksp → Ag+ juga sudah mengendap.
- Ba2+: Q = (0,01)(10−6) = 10−8, Ksp = 1,2×10−10, Q > Ksp → Ba2+ juga sudah mulai mengendap.
Pada konsentrasi CrO42- = 1,0 × 10−6 M, ketiga ion sudah mengendap.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar