Simulasi 3D Interaktif - Kelarutan

Jumat, 27 Maret 2026

Simulasi ini memvisualisasikan konsep kelarutan secara interaktif dalam ruang tiga dimensi. Pengguna dapat mengamati bagaimana partikel-partikel zat terlarut bergerak dalam larutan, terbentuknya endapan saat larutan melewati batas jenuh, serta pengaruh suhu terhadap kapasitas pelarutan air.

Enam zat terlarut tersedia dengan data kelarutan empiris bersumber dari CRC Handbook of Chemistry and Physics, sehingga nilai-nilai yang ditampilkan mencerminkan data laboratorium sesungguhnya. Zat-zat dipilih untuk menunjukkan variasi warna, bentuk kristal, dan perilaku kelarutan yang kontras satu sama lain.

Landasan Teori

Kelarutan didefinisikan sebagai massa maksimum zat terlarut (solut) yang dapat larut dalam 100 gram pelarut (air) pada suhu tertentu hingga membentuk larutan jenuh.

Satuannya adalah gram per 100 gram air (g/100 g air). Ini hanya salah satu satuan kelarutan, sesungguhnya ada satuan lain misal: molar (mol/L), molal (mol/kg pelarut), fraksi mol (mol zat terlarut/mol total komponen dalam larutan).

Berdasarkan perbandingan massa terlarut (solut) terhadap batas kelarutan, larutan dibedakan menjadi tiga kondisi:

  • Larutan Tak Jenuh
    Jumlah zat terlarut belum mencapai batas kelarutan. Semua partikel zat terlarut sempurna.
  • Larutan Jenuh
    Jumlah zat terlarut tepat sama dengan batas kelarutan pada suhu tersebut.
  • Larutan Lewat Jenuh
    Jumlah zat terlarut melebihi batas kelarutan. Kelebihan zat terlarut mengendap sebagai kristal padat di dasar wadah.

Untuk sebagian besar padatan, kelarutan meningkat seiring kenaikan suhu (kurva miring ke kanan atas). KNO₃ menunjukkan kenaikan paling dramatis, sedangkan NaCl hampir tidak berubah. Kurva kelarutan dalam simulasi ini dimodelkan dengan polinomial orde-3 yang di-fit terhadap data eksperimental.

Cara Penggunaan

Gunakan kontrol berikut untuk menjalankan simulasi:

  1. Pilih Zat Terlarut
    Klik salah satu tombol (NaCl, KNO₃, CuSO₄, KMnO₄, H₃BO₃, NH₄Cl) untuk mengganti zat yang disimulasikan.
  2. Slider Suhu
    Geser ke kanan untuk menaikkan suhu (0–100 °C). Amati bagaimana batas kelarutan berubah pada kurva di sebelah kanan.
  3. Slider Massa
    Geser untuk mengatur jumlah zat yang ditambahkan ke dalam air (0-150 g per 100 g air).
  4. Tombol + Tambah 5g
    Tambahkan 5 gram setiap klik untuk simulasi penambahan bertahap.
  5. Rotasi 3D
    eret (drag) gelas kimia untuk memutar dan melihat dari berbagai sudut. Centang/hapus centang "Rotasi otomatis" sesuai kebutuhan.
Interpretasi Hasil

Baca hasil simulasi menggunakan panduan berikut:

  • Badge Hijau "Tak Jenuh"
    Semua zat terlarut. Partikel berwarna bergerak bebas di dalam larutan.
  • Badge Kuning "Jenuh"
    Larutan tepat mencapai batas kapasitasnya pada suhu ini.
  • Badge Merah "Lewat Jenuh"

    Kelebihan zat mengendap. Amati kristal di dasar gelas. Kolom Endapan menunjukkan massanya dalam gram.
  • Kurva Kelarutan

    Titik merah menunjukkan massa yang kamu masukkan; titik berwarna menunjukkan batas kelarutan. Jika titik merah di atas kurva, berarti lewat jenuh.
  • Efek Suhu

    Naikkan suhu saat ada endapan untuk melihat endapan melarut kembali, prinsip rekristalisasi.
Tak Jenuh
0 g zat terlarut
Pilih Zat Terlarut
Kontrol Simulasi
Suhu
25 °C
25 °C
Massa
30 g
30 g
Kurva Kelarutan (Data Empiris)
Data Larutan
Kelarutan Maks
36,1g/100g
Massa Ditambah
30g
Zat Terlarut
30,0g
Endapan
0,0g
Larutan Tak Jenuh
Semua garam terlarut sempurna. Masih ada ruang untuk menambah lebih banyak solut.
Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info