Perkecualian Aturan Oktet, Contoh dan Analisis Lengkap Tiga Kategori Perkecualian

Rabu, 11 Maret 2026

Aturan Oktet menyatakan bahwa atom-atom cenderung membentuk ikatan hingga memiliki 8 elektron valensi di sekitarnya (konfigurasi gas mulia). Namun, banyak molekul nyata yang tidak mematuhi aturan ini. Terdapat tiga kategori perkecualian utama: (1) molekul dengan elektron ganjil, (2) molekul dengan oktet tidak lengkap, dan (3) molekul dengan oktet diperluas.

1. Molekul dengan Elektron Ganjil (Radikal)

Odd-Electron Molecules / Free Radicals
Penjelasan
Molekul ini memiliki jumlah elektron valensi total yang ganjil, sehingga secara matematis mustahil semua elektron berpasangan. Satu elektron harus tidak berpasangan (elektron tunggal / unpaired electron). Spesi ini disebut radikal bebas dan bersifat sangat reaktif karena cenderung menarik elektron dari molekul lain. Elektron tunggal dilambangkan dengan satu titik (•) pada struktur Lewis.

Contoh-Contoh Molekul

NO Nitrogen monoksida Radikal
Struktur Lewis NO
Elektron valensi N: 5 + O: 6 = 11 (ganjil)
Ikatan Ikatan rangkap tiga (satu ikatan terdiri dari 1 elektron tunggal)
Elektron N 7 elektron → oktet tidak terpenuhi
Elektron O 8 elektron → oktet terpenuhi
Sifat Paramagnetik; polutan udara; prekursor NO2
Fakta NO memiliki orde ikatan 2,5 berdasarkan teori MO
NO2 Nitrogen dioksida Radikal
Struktur Lewis NO2
Elektron valensi N: 5 + 2×O: 12 = 17 (ganjil)
Atom pusat N 7 elektron: 1 elektron tunggal + dua pasang ikatan + resonansi
Geometri Bengkok (bent), sudut ikatan ~134° (lebih lebar dari SO2 karena elektron tunggal lebih kecil dari pasangan)
Sifat Gas coklat kemerahan; polutan udara; bereaksi cepat dengan NO atau NO2 lain
Dimerisasi 2 NO2 → N2O4 (diamagnetik, oktet terpenuhi)
ClO2 Klor dioksida Radikal
Struktur Lewis ClO2
Elektron valensi Cl: 7 + 2×O: 12 = 19 (ganjil)
Elektron Cl 11 elektron: 1 elektron tunggal + oktet diperluas sekaligus radikal
Geometri Bengkok; sudut ikatan ~118°
Sifat Oksidator kuat; digunakan sebagai pemutih kertas dan desinfektan air
Catatan ClO2 sekaligus contoh oktet diperluas + radikal
•CH3 Radikal metil Radikal
Struktur Lewis •CH3
Elektron valensi C: 4 + 3×H: 3 = 7 (ganjil)
Atom pusat C 7 elektron: 3 ikatan C-H + 1 elektron tunggal
Geometri Planar (sp2), nyaris datar
Sifat Sangat reaktif; intermediet penting dalam reaksi radikal bebas dan mekanisme pembakaran
Contoh reaksi CH4 + Cl• → •CH3 + HCl (substitusi radikal)
⚠ Poin Kunci
Jumlah elektron valensi ganjil selalu menghasilkan radikal bebas. Tidak ada cara menggambar struktur Lewis yang memuaskan aturan oktet untuk semua atom. Reaksi dimerisasi atau adisi sering terjadi untuk "menstabilkan" radikal ini.

2. Oktet Tidak Lengkap (Defisien Elektron)

Incomplete / Deficient Octet
Penjelasan
Beberapa atom pusat hanya memiliki kurang dari 8 elektron valensi dalam senyawanya yang stabil. Ini terutama terjadi pada unsur-unsur periode 2 golongan IIA dan IIIA (Be, B, Al). Atom-atom ini memiliki orbital kosong yang siap menerima pasangan elektron, sehingga senyawanya bersifat sebagai asam Lewis (akseptor pasangan elektron).

Contoh-Contoh Molekul

BeCl2 Berilium klorida 4 elektron
Struktur Lewis BeCl2
Elektron valensi Be: 2 + 2×Cl: 14 = 16 total
Elektron Be 4 elektron (2 ikatan tunggal Be–Cl)
Elektron tiap Cl 8 elektron → oktet terpenuhi
Geometri Linear; sudut ikatan 180°
Hibridisasi sp (Be)
Sifat asam Lewis Menerima pasangan elektron dari ligan; membentuk kompleks seperti [BeCl4]2−
BF3 Boron trifluorida 6 elektron
Struktur Lewis BF3
Elektron valensi B: 3 + 3×F: 21 = 24 total
Elektron B 6 elektron (3 ikatan tunggal B–F)
Elektron tiap F 8 elektron → oktet terpenuhi
Geometri Segitiga planar; sudut ikatan 120°
Hibridisasi sp2 (B); orbital p kosong tegak lurus bidang
Sifat Asam Lewis sangat kuat; bereaksi dengan NH3 membentuk BF3·NH3
Catatan Meski bisa ditulis dengan ikatan rangkap B=F (resonansi), ini melemahkan sifat asam Lewis-nya
BCl3 Boron triklorida 6 elektron
Struktur Lewis BCl3
Elektron valensi B: 3 + 3×Cl: 21 = 24 total
Elektron B 6 elektron (3 ikatan tunggal B–Cl)
Geometri Segitiga planar; sudut 120°
Sifat Asam Lewis; lebih kuat dari BF3 karena Cl kurang efektif berdonasi elektron-π ke B
Reaksi BCl3 + :NH3 → Cl3B←NH3 (ikatan kovalen koordinasi)
AlCl3 Aluminium klorida 6 elektron
Struktur Lewis AlCl3 / Al2Cl6
Elektron valensi Al: 3 + 3×Cl: 21 = 24 total
Elektron Al 6 elektron (3 ikatan tunggal Al–Cl)
Dimerisasi AlCl3 cenderung membentuk dimer Al2Cl6 agar Al memiliki 8 elektron via ikatan koordinasi dari Cl
Geometri monomer Segitiga planar
Geometri dimer Dua tetrahedral bersambung di Cl jembatan
Sifat Katalis Friedel-Crafts; asam Lewis penting dalam industri
BeH2 Berilium hidrida 4 elektron
Struktur Lewis BeH2
Elektron valensi Be: 2 + 2×H: 2 = 4 total
Elektron Be 4 elektron (2 ikatan Be–H); H hanya 2 (duet)
Geometri Linear; sudut ikatan 180°
Hibridisasi sp (Be)
Catatan H memang hanya perlu 2 elektron (aturan duet). Be tetap defisien oktet
⚠ Poin Kunci
Atom-atom defisien oktet memiliki orbital kosong yang menjadikannya asam Lewis kuat. Meski secara termodinamik stabil, senyawa ini "lapar elektron" dan akan berikatan dengan basa Lewis (donor pasangan elektron) bila tersedia. Beberapa di antaranya mengalami dimerisasi spontan untuk memenuhi oktet (contoh: Al2Cl6).

3. Oktet Diperluas (Lebih dari 8 Elektron)

Expanded Octet / Hypervalent Molecules
Penjelasan
Atom-atom dari periode 3 ke atas dapat memiliki lebih dari 8 elektron valensi di sekitar atom pusatnya. Hal ini dimungkinkan karena tersedianya orbital d kosong yang dapat menampung elektron tambahan (meski perdebatan teori ini masih berlangsung; beberapa ahli menjelaskannya melalui ikatan hiperovalen tanpa orbital d). Senyawa jenis ini disebut hiperovalen (hypervalent).
Syarat: atom pusat harus unsur periode ≥ 3 (Si, P, S, Cl, Br, I, Xe, dll.).

Contoh-Contoh Molekul

PCl5 Fosfor pentaklorida 10 elektron
Struktur Lewis PCl5
Elektron valensi P: 5 + 5×Cl: 35 = 40 total
Elektron P 10 elektron (5 ikatan tunggal P–Cl)
Elektron tiap Cl 8 elektron
Geometri Bipiramidal trigonal; 3 ekuatorial (120°) + 2 aksial (90°)
Hibridisasi sp3d (P)
Sifat Agen klorinasi dalam sintesis organik; terhidrolisis kuat
SF6 Sulfur heksafluorida 12 elektron
Struktur Lewis SF6
Elektron valensi S: 6 + 6×F: 42 = 48 total
Elektron S 12 elektron (6 ikatan tunggal S–F)
Geometri Oktahedral; semua sudut ikatan 90°
Hibridisasi sp3d2 (S)
Sifat Gas inert, tidak beracun, tidak mudah terbakar; isolator listrik terbaik; digunakan dalam transformator tegangan tinggi
ClF3 Klor trifluorida 10 elektron
Struktur Lewis ClF3
Elektron valensi Cl: 7 + 3×F: 21 = 28 total
Elektron Cl 10 elektron: 3 ikatan + 2 PEB pada Cl
Geometri Bentuk T (T-shaped); 2 PEB menempati posisi ekuatorial bipiramidal trigonal
Hibridisasi sp3d (Cl)
Sifat Oksidator sangat kuat dan berbahaya; bereaksi hebat dengan air; digunakan dalam sintesis UF6
XeF4 Xenon tetrafluorida 12 elektron
Struktur Lewis XeF4
Elektron valensi Xe: 8 + 4×F: 28 = 36 total
Elektron Xe 12 elektron: 4 ikatan + 2 PEB pada Xe
Geometri Persegi planar (square planar); 2 PEB pada posisi aksial oktahedral
Hibridisasi sp3d2 (Xe)
Sifat Senyawa gas mulia pertama yang disintesis (1962); oksidator sedang; sublimasi pada ~115°C
XeF2 Xenon difluorida 10 elektron
Struktur Lewis XeF2
Elektron valensi Xe: 8 + 2×F: 14 = 22 total
Elektron Xe 10 elektron: 2 ikatan + 3 PEB pada Xe
Geometri Linear; 3 PEB menempati posisi ekuatorial bipiramidal trigonal
Hibridisasi sp3d (Xe)
Sifat Agen fluorinasi selektif dalam kimia organik; lebih aman daripada F2 gas
SF4 Sulfur tetrafluorida 10 elektron
Struktur Lewis SF4
Elektron valensi S: 6 + 4×F: 28 = 34 total
Elektron S 10 elektron: 4 ikatan + 1 PEB pada S
Geometri Jungkat-jungkit (see-saw / seesaw); 1 PEB ekuatorial bipiramidal trigonal
Hibridisasi sp3d (S)
Sifat Agen fluorinasi; bereaksi keras dengan air menghasilkan HF + SO2
IF5 Iodin pentafluorida 12 elektron
Struktur Lewis IF5
Elektron valensi I: 7 + 5×F: 35 = 42 total
Elektron I 12 elektron: 5 ikatan + 1 PEB pada I
Geometri Piramida segi empat (square pyramidal); 1 PEB aksial oktahedral
Hibridisasi sp3d2 (I)
Sifat Cairan korosif; agen fluorinasi; senyawa interhalogen penting
SO3 Sulfur trioksida 12 elektron
Struktur Lewis SO3 (resonansi)
Elektron valensi S: 6 + 3×O: 18 = 24 total
Elektron S 12 elektron: 3 ikatan rangkap S=O (dengan resonansi)
Resonansi 3 struktur resonansi ekuivalen; orde ikatan S-O = 2
Geometri Segitiga planar; sudut 120°
Sifat Prekürsör H2SO4; SO3 + H2O → H2SO4; sangat higroskopis
H2SO4 Asam sulfat 12 elektron
Struktur Lewis H2SO4
Elektron valensi S: 6 + 4×O: 24 + 2×H: 2 = 32 total
Elektron S 12 elektron: 2 ikatan S–OH + 2 ikatan S=O
Biloks S +6 (tertinggi untuk S)
Geometri Tetrahedral di sekitar S; sudut ~109°
Sifat Asam kuat diprotik; oksidator kuat; bahan kimia industri terpenting dunia
H3PO4 Asam fosfat 10 elektron
Struktur Lewis H3PO4
Elektron valensi P: 5 + 4×O: 24 + 3×H: 3 = 32 total
Elektron P 10 elektron: 1 ikatan P=O + 3 ikatan P–OH
Biloks P +5
Geometri Tetrahedral di sekitar P
Sifat Asam lemah triprotik; bahan pupuk fosfat; dipakai dalam industri makanan (softdrink)
XeO4 Xenon tetraoksida 16 elektron
Struktur Lewis XeO4
Elektron valensi Xe: 8 + 4×O: 24 = 32 total
Elektron Xe 16 elektron: 4 ikatan rangkap Xe=O
Biloks Xe +8 (maksimum; seluruh valensi Xe dipakai)
Geometri Tetrahedral; sudut ~109,5°
Sifat Oksidator sangat kuat; tidak stabil pada suhu kamar; meledak jika terkontaminasi
ClF5 Klor pentafluorida 12 elektron
Struktur Lewis ClF5
Elektron valensi Cl: 7 + 5×F: 35 = 42 total
Elektron Cl 12 elektron: 5 ikatan + 1 PEB pada Cl
Geometri Piramida segi empat (square pyramidal)
Hibridisasi sp3d2 (Cl)
Sifat Oksidator kuat; senyawa interhalogen; digunakan dalam roket propelan
⛔ Batasan Penting
Oktet diperluas hanya berlaku untuk atom periode 3 ke atas. Atom periode 2 (C, N, O, F) tidak pernah memiliki oktet diperluas karena tidak memiliki orbital d yang dapat digunakan. Oleh sebab itu, senyawa seperti NF5 atau OF6 tidak ada (tidak bisa dibuat).

4. Kapan Orbital d Terlibat dalam Ikatan?

d-Orbital Participation, Syarat, Batas, dan Contoh Kasus

4.1. Mengapa Orbital d Menjadi Kunci?

Dasar Pemikiran
Setiap elektron dalam atom menempati orbital tertentu: s, p, d, atau f. Dalam aturan oktet normal, atom hanya memakai orbital s dan p pada kulit terluarnya, maksimal 8 elektron (2 dari s + 6 dari p).

Namun, beberapa atom memiliki orbital d yang kosong dan cukup dekat secara energi dengan orbital s dan p-nya. Orbital d kosong inilah yang dapat "dibuka" untuk menampung pasangan elektron ikatan tambahan, sehingga atom tersebut bisa memiliki lebih dari 8 elektron valensi.

Simulasi pengisian elektron ke dalam orbital secara interaktif dapat dicoba di sini.

4.2. Syarat agar Orbital d Dapat Digunakan

✗ Tidak Tersedia, Periode 1 dan 2
Unsur H, He, Li, Be, B, C, N, O, F, Ne berada di periode 1 dan 2. Kulit valensinya hanya punya orbital 1s / 2s dan 2p. Orbital 2d tidak ada dalam tabel periodik, tidak pernah terisi oleh elektron manapun.

Orbital d pertama yang ada adalah 3d (milik periode 3 ke atas). Untuk periode 2, orbital 3d memang ada secara matematis, tetapi energinya terlalu tinggi, jaraknya terlalu jauh dari energi orbital 2s dan 2p sehingga tidak bisa ikut berikatan secara praktis.

Konsekuensi: C, N, O, F tidak pernah bisa memiliki lebih dari 8 elektron di sekitarnya. Oktet adalah batas mutlak.
✔ Tersedia, Periode 3 ke Atas
Unsur seperti Si, P, S, Cl (periode 3), Br, Se, I (periode 4), Te, Xe, I (periode 5) memiliki orbital d kosong pada kulit valensinya (3d, 4d, 5d).

Energi orbital d ini cukup dekat dengan orbital s dan p sehingga bisa diakses saat berikatan terutama bila atom pusat tersebut diikat oleh atom-atom sangat elektronegatif seperti F, O, atau Cl yang menarik kerapatan elektron keluar dari atom pusat, membuat orbital d makin mudah diisi.

Konsekuensi: Oktet dapat diperluas menjadi 10, 12, bahkan 16 elektron di sekitar atom pusat.
💡 Analogi Sederhana
Bayangkan atom pusat sebagai sebuah ruangan. Atom periode 2 hanya punya 4 kursi (dari orbital s dan p), tidak bisa ditambah. Atom periode 3 ke atas punya ruangan yang lebih besar dengan kursi cadangan dari orbital d yang bisa dibuka jika tamu (pasangan elektron ikatan) cukup banyak.

4.3. Peran Elektronegatifitas Ligan

Mengapa F dan O "Membantu" Membuka Orbital d?
Orbital d kosong pada atom pusat memiliki energi yang sedikit lebih tinggi dari orbital s dan p. Agar orbital d dapat berpartisipasi dalam ikatan, energinya perlu diturunkan agar lebih sesuai. Hal ini terjadi bila ligan yang terikat sangat elektronegatif (F, O, Cl):

Ligan elektronegatif menarik kerapatan elektron menjauhi atom pusat. Akibatnya, muatan efektif atom pusat meningkat (lebih positif), dan orbital d-nya menyusut dan turun energinya, makin mudah diisi elektron ikatan.

Itulah mengapa PCl5 dan PF5 eksis, tetapi PH5 tidak pernah berhasil disintesis: H tidak elektronegatif, sehingga orbital d P tidak cukup terstabilkan untuk menampung ikatan kelima.
Senyawa Atom Pusat Ligan Elektronegatifitas Ligan Eksis? Keterangan
PF5 P (periode 3) F 3,98 (sangat tinggi) ✔ Ya F menstabilkan orbital 3d P;
10 elektron pada P
PCl5 P (periode 3) Cl 3,16 (tinggi) ✔ Ya Cl cukup elektronegatif;
10 elektron pada P
PH5 P (periode 3) H 2,20 (rendah) ✗ Tidak H tidak cukup elektronegatif
untuk menstabilkan orbital 3d P
SF6 S (periode 3) F 3,98 (sangat tinggi) ✔ Ya 12 elektron pada S; salah
satu molekul paling stabil
SH6 S (periode 3) H 2,20 (rendah) ✗ Tidak Analog SH6 tidak eksis
karena alasan yang sama dengan PH5
NF5 N (periode 2) F 3,98 (sangat tinggi) ✗ Tidak N periode 2, tidak ada orbital d yang
tersedia, berapapun EN ligan

4.4. Kasus Pembanding: Mengapa N Tidak Bisa, tapi P Bisa

NF5 - TIDAK EKSIS -
Senyawa ini tidak dapat dibuat
Atom pusat N (periode 2)
Mengapa tidak ada? N tidak punya orbital 2d. Orbital 3d N terlalu tinggi energinya (gap ~20 eV dari 2p). Tidak ada cara menampung 10 elektron di sekitar N.
Pembanding N maksimal membentuk 4 ikatan jika bermuatan (NH4+), tetapi hanya dengan meminjam pasangan elektron
Pelajaran Periode 2 → oktet MUTLAK (kecuali radikal & defisien)
PF5 - EKSIS -
Struktur Lewis PF5
Atom pusat P (periode 3)
Mengapa bisa ada? P punya orbital 3d yang gap energinya ke 3p hanya ~3–4 eV. Cukup dekat untuk berhybridisasi (atau membentuk 3c-4e). 10 elektron bisa diakses.
Ligan F Keelektronegatifan F yang tinggi menarik kerapatan elektron dari P, mengkontraksikan orbital 3d P sehingga energinya turun dan lebih mudah terlibat
Pelajaran Periode 3 + ligan EN tinggi → oktet diperluas dimungkinkan

4.5. Kasus Pembanding: H2SO4 vs H2CO3

H2SO4 Atom pusat S, periode 3 12 e⁻ pada S
Konfigurasi S [Ne] 3s2 3p4, ada orbital 3d kosong
Ikatan S=O 2 ikatan rangkap (oktet S dilanggar); atau dijelaskan dengan resonansi + ikatan parsial
Implikasi Biloks S = +6; S memanfaatkan semua elektron valensinya
Kesimpulan Oktet diperluas (12 e⁻) diizinkan karena S periode 3
H2CO3 Atom pusat C, periode 2 8 e⁻ pada C
Konfigurasi C [He] 2s2 2p2, tidak ada orbital 2d
Ikatan C=O Hanya 1 ikatan rangkap; dua C–OH. Total 8 elektron pada C, tepat oktet
Implikasi Biloks C = +4; C tidak bisa membentuk 3 ikatan rangkap seperti S dalam H2SO4
Kesimpulan Oktet C tidak bisa diperluas; C tetap maksimal 4 ikatan

4.6. Kasus Khusus: Logam Transisi

Orbital d sebagai Orbital Valensi Utama
Pada logam transisi (Fe, Cu, Cr, Ni, dll.), orbital d bukan sekadar "tambahan", melainkan orbital valensi utama yang aktif berikatan. Logam transisi terletak di blok d tabel periodik, artinya elektron terakhirnya memang mengisi orbital d, bukan s atau p.

Dalam senyawa kompleks (ion kompleks), orbital d logam berinteraksi langsung dengan pasangan elektron ligan membentuk ikatan koordinasi. Ini berbeda secara fundamental dengan kasus hiperovalen seperti PCl5, pada logam transisi, orbital d memang orbital valensi sejati, bukan orbital "cadangan" yang dibuka secara darurat.
Ion/Molekul Logam Orbital d
yang Terlibat
Jumlah
Ligan
Geometri
[Fe(CN)6]3− Fe (periode 4) 3d, 4s, 4p,
hibridisasi d2sp3
6 Oktahedral
[Ni(CO)4] Ni (periode 4) 3d, 4s, 4p,
hibridisasi sp3
4 Tetrahedral
[Cu(NH3)4]2+ Cu (periode 4) 3d, 4s, 4p,
hibridisasi dsp2
4 Persegi planar
[Cr(H2O)6]3+ Cr (periode 4) 3d, 4s, 4p,
hibridisasi d2sp3
6 Oktahedral

4.7. Kriteria Ringkas: Boleh vs Tidak Boleh Libatkan Orbital d

Kondisi Keterlibatan d Alasan Contoh
Atom pusat
periode 1–2
(H, He, C, N, O, F, Ne)
✗ TIDAK Tidak punya orbital d pada
kulit valensi. Orbital 3d terlalu tinggi
energinya untuk diakses
NF5, OF6, CF6,
senyawa ini
tidak ada
Atom pusat
periode 3
(Si, P, S, Cl)
△ KECIL Orbital 3d tersedia tapi
energinya masih cukup jauh.
Kontribusi d nyata tapi kecil (~1–6%).
Model 3c-4e lebih akurat.
PCl5, SF6,
ClF3, SO42−
Atom pusat
periode 4–5
(Br, I, Xe, Te, Se)
△ SEDANG Orbital 4d/5d lebih difus dan lebih
dekat energetik ke orbital s/p.
Kontribusi d sedikit lebih
signifikan dari periode 3.
XeF4, IF5,
TeF6, BrF5
Logam transisi
sebagai atom pusat
✔ NYATA Orbital d setengah penuh adalah
orbital valensi utama.
Ikatan σ dan π melibatkan d
secara langsung dan dominan.
[Fe(CN)6]3−,
[Ni(CO)4],
[Cr(H2O)6]3+
Ikatan π balik dalam
kompleks CO, NO, CN
✔ NYATA Orbital dπ logam
yang penuh memberikan
elektron ke orbital π* ligan
(back-donation)
[Cr(CO)6],
[Fe(CO)5],
[Ni(CO)4]
Atom periode 3 dengan
ligan elektropositif
≈ MIN Tanpa ligan elektronegatif,
orbital d tidak terstabilkan;
energinya terlalu tinggi.
Oktet hampir selalu dipatuhi.
SiH4, PH3, H2S,
geometri normal,
oktet OK
📌 Tiga Kalimat Kunci untuk Diingat
(1) Orbital d kosong hanya tersedia mulai periode 3, atom periode 2 tidak punya dan tidak bisa meminjamnya.
(2) Tersedianya orbital d belum cukup, ligan yang elektronegatif (F, O, Cl) diperlukan untuk menstabilkan orbital d agar dapat berpartisipasi dalam ikatan.
(3) Pada logam transisi, orbital d bukan pengecualian melainkan orbital valensi inti, keterlibatannya dalam ikatan adalah hal yang normal, bukan pengecualian.
📐 Rekomendasi Penggunaan di Kelas
Untuk soal SMA dan ujian masuk PT: Gunakan model hibridisasi klasik (sp3d, sp3d2), sudah cukup dan diterima. Ingat aturan sederhananya: atom pusat periode ≥ 3 boleh punya lebih dari 4 pasang elektron.

Untuk diskusi lebih dalam / kuliah: Sampaikan bahwa orbital d untuk atom nonlogam hanya memberikan kontribusi kecil (~1–6%); ikatan sebenarnya lebih tepat dijelaskan oleh model 3c-4e atau MO. Model hibridisasi dengan d adalah penyederhanaan yang berguna, bukan gambaran kuantum yang presisi.

Garis pemisah yang tegas: Tidak ada kompromi, C, N, O, F, dan unsur periode 2 lainnya tidak pernah melanggar oktet ke atas (hanya ke bawah untuk radikal dan defisien). Senyawa yang tampaknya memerlukan >8 elektron pada C/N/O selalu dapat ditulis ulang dengan muatan formal tanpa melanggar oktet.

4.8. Bonus, Muatan Formal vs Oktet Diperluas pada Atom Periode 3

Untuk atom periode 3 ke atas, sering ada dua cara menulis struktur Lewis yang sama-sama valid: dengan muatan formal (tanpa melanggar oktet) atau dengan oktet diperluas (muatan formal lebih kecil/nol). Struktur dengan muatan formal mendekati nol umumnya lebih representatif energetiknya.
Spesi Versi Oktet Ketat Versi Oktet Diperluas Mana yang lebih baik?
SO42− S–O tunggal semua;
muatan formal S = +2,
tiap O = −1
Dua S=O rangkap;
muatan formal S = 0,
dua O = 0, dua O = −1
Oktet diperluas lebih baik
(muatan formal lebih kecil)
H2SO4 S–O tunggal semua;
muatan formal S = +2
Dua S=O + dua S–OH;
muatan formal S = 0
Oktet diperluas lebih baik
H2CO3 Satu C=O + dua C–OH;
muatan formal C = 0 ✔
Tidak mungkin, C periode 2,
tidak bisa melebihi 8 e⁻
Oktet ketat
satu-satunya pilihan
NO3 Resonansi tiga struktur;
N tetap 8 e⁻
Tidak mungkin, N periode 2,
tidak bisa >8 e⁻
Oktet ketat
satu-satunya pilihan
PO43− P–O tunggal semua;
muatan formal P = +1
Satu P=O + tiga P–O;
muatan formal P = 0
Oktet diperluas lebih baik
(meski kontribusi d kecil)

Tabel Ringkasan Semua Perkecualian

Molekul Rumus Kategori e⁻ pada
atom pusat
Geometri
Nitrogen monoksida NO Radikal 7 (N) Linear
Nitrogen dioksida NO2 Radikal 7 (N) Bengkok
Klor dioksida ClO2 Radikal 11 (Cl) Bengkok
Radikal metil •CH3 Radikal 7 (C) Planar
Berilium hidrida BeH2 Defisien 4 (Be) Linear
Berilium klorida BeCl2 Defisien 4 (Be) Linear
Boron trifluorida BF3 Defisien 6 (B) Segitiga planar
Boron triklorida BCl3 Defisien 6 (B) Segitiga planar
Aluminium klorida AlCl3 Defisien 6 (Al) Segitiga planar
Fosfor pentaklorida PCl5 Diperluas 10 (P) Bipiramidal trigonal
Sulfur heksafluorida SF6 Diperluas 12 (S) Oktahedral
Sulfur tetrafluorida SF4 Diperluas 10 (S) Jungkat-jungkit
Sulfur trioksida SO3 Diperluas 12 (S) Segitiga planar
Asam sulfat H2SO4 Diperluas 12 (S) Tetrahedral
Asam fosfat H3PO4 Diperluas 10 (P) Tetrahedral
Klor trifluorida ClF3 Diperluas 10 (Cl) Bentuk T
Klor pentafluorida ClF5 Diperluas 12 (Cl) Piramida segi empat
Xenon difluorida XeF2 Diperluas 10 (Xe) Linear
Xenon tetrafluorida XeF4 Diperluas 12 (Xe) Persegi planar
Xenon tetraoksida XeO4 Diperluas 16 (Xe) Tetrahedral
Iodin pentafluorida IF5 Diperluas 12 (I) Piramida segi empat
📌 Catatan Ingat Cepat
Radikal: jumlah elektron valensi total ganjil → selalu ada elektron tunggal.
Defisien: hanya Be dan B (Al) yang umum; kurang dari 8 e⁻ → asam Lewis.
Diperluas: atom pusat periode ≥ 3, lebih dari 8 e⁻; periksa dari jumlah domain elektron > 4.
Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info