Cara Mudah Menentukan Rumus Kimia jika Diketahui Nomor Atom Penyusunnya

Kamis, 12 Maret 2026

Dari Mana Kita Mulai?

Tulisan ini ditujukan bagi siswa yang sulit memahami pola dalam penentuan rumus kimia jika diberikan dua unsur dengan nomor atomnya. Misal diberi soal seperti ini: "Atom X dengan nomor atom 11 berikatan dengan atom Y dengan nomor atom 17. Tentukan rumus kimianya!" tidak perlu bingung. Kuncinya hanya satu: cari dulu elektron valensinya. Berikut contoh penyelesaian dan soal tantangan yang dapat digunakan untuk melatih refleks.

💡 Analogi
Bayangkan atom seperti orang yang punya "tangan" untuk berpegangan. Jumlah tangan itulah yang disebut elektron valensi. Dua atom hanya bisa berikatan kalau jumlah tangan mereka cocok satu sama lain.

Langkah 1. Konfigurasi Elektron

Dari nomor atom, susun konfigurasi elektron dengan aturan pengisian kulit: kulit K maks 2, kulit L maks 8, kulit M maks 18 (untuk unsur golongan utama, cukup sampai 8).

Cara cepat: Isi kulit pertama dengan 2, kulit berikutnya dengan 8, sisanya ke kulit terakhir. Angka terakhir itulah elektron valensi.
CONTOH KONFIGURASI
Na (Z = 11) 2 8 1 Elektron valensi = 1
Cl (Z = 17) 2 8 7 Elektron valensi = 7
Mg (Z = 12) 2 8 2 Elektron valensi = 2

Langkah 2. Tentukan Muatan (Valensi Ikatan)

Setiap elektron valensi menunjukkan kecenderungan atom untuk melepas atau menerima elektron demi mencapai konfigurasi stabil (seperti gas mulia, yaitu 8 elektron valensi).

Elektron Valensi Kecenderungan Muatan Ion / Valensi Contoh Unsur
1Lepas 1 elektron+1Na, Li, K
2Lepas 2 elektron+2Mg, Ca, Ba
3Lepas 3 elektron+3Al
4Berbagi 4 elektron4 (kovalen)C, Si
5Terima 3 elektron-3N, P
6Terima 2 elektron-2O, S
7Terima 1 elektron-1Cl, Br, I
8Sudah stabil0He, Ne, Ar
Tips Hafal:
Elektron valensi 1–3 → biasanya bermuatan positif (melepas).
Elektron valensi 5–7 → biasanya bermuatan negatif (menerima).
Angka muatannya = "berapa elektron yang dilepas/diterima".

Langkah 3. Silangkan Angka Muatan

Setelah tahu muatan masing-masing atom, gunakan metode silang: angka muatan atom A menjadi indeks atom B, dan sebaliknya.

Aturan: Rumus kimia harus netral. Jumlah muatan positif harus sama dengan jumlah muatan negatif. Metode silang langsung menghasilkan itu secara otomatis.
💡 Analogi Metode Silang
Bayangkan dua orang mau gotong royong. Si A punya 2 tangan, si B punya 3 tangan. Agar semua tangan saling berpegangan sempurna, dibutuhkan 3 orang A dan 2 orang B, itulah rumus A2B3... eh maksudnya 3A + 2B. Angka milik A pindah ke B, angka milik B pindah ke A.
CONTOH: Na (Z=11) + Cl (Z=17)
Na
EV = 1
+1
Cl
EV = 7
-1
Angka muatan 1 disilang ke kedua sisi → indeks keduanya 1 (tidak ditulis)
NaCl

Ikatan ion: Na+ dan Cl- saling tarik-menarik

CONTOH: Mg (Z=12) + Cl (Z=17)
Mg
EV = 2
+2
Cl
EV = 7
-1
Angka muatan 2 pindah ke Cl, angka muatan 1 pindah ke Mg
MgCl2

1 ion Mg2+ butuh 2 ion Cl- agar muatan total = 0

Contoh Soal Lengkap: Atom A (Z=16) + Atom B (Z=15)

1
Konfigurasi elektron
A (Z=16): 2 – 8 – 6  →  elektron valensi = 6
B (Z=15): 2 – 8 – 5  →  elektron valensi = 5
2
Tentukan muatan/valensi
A: EV=6 → terima 2 elektron → muatan -2
B: EV=5 → terima 3 elektron → muatan -3
3
Silangkan
Angka muatan A (2) → jadi indeks B
Angka muatan B (3) → jadi indeks A
Hasil silang muatan 2 dan 3:
B2A3
Cek: 2 × (+muatan B) = 3 × (muatan A) → muatan total netral ✔
Catatan penting: Kedua atom ini EV > 4 (keduanya non-logam), jadi ikatannya adalah ikatan kovalen, bukan ion. Metode silang tetap berlaku untuk menentukan perbandingan jumlah atom!

Elektron Valensi > 4: Bisa Lebih dari Satu Rumus!

Ini bagian yang sering membuat bingung. Atom dengan elektron valensi 5, 6, atau 7 punya fleksibilitas: mereka bisa bertindak seolah punya jumlah ikatan yang berbeda-beda, tergantung pasangan ikatannya.

💡 Kenapa Bisa Lebih dari Satu?
Bayangkan kamu punya 6 jari (EV=6). Kamu bisa berjabatan tangan dengan 2 orang sekaligus (tiap orang pegang 1 tangan). Tapi kamu juga bisa berjabatan tangan erat dengan 1 orang (pegang 2 tangan sekaligus, ikatan rangkap). Keduanya tetap "sah" secara kimia!

Contoh: N (Z=7, EV=5) + H (Z=1, EV=1)

N bisa berperan seolah bermuatan -3 (terima 3 elektron) ATAU seolah bermuatan +5 (melepas semua)... tapi untuk kombinasi dengan H yang selalu +1:

NH3
N membentuk 3 ikatan kovalen dengan 3 atom H
Kovalen
NH4+
N membentuk 4 ikatan (kovalen koordinasi) dengan 4 atom H, membentuk ion
Ion Poliatomik

Contoh: S (Z=16, EV=6) + O (Z=8, EV=6)

S memiliki orbital kosong yang bisa digunakan untuk membentuk lebih banyak ikatan (ekspansi oktet). Ini memungkinkan beberapa rumus berbeda:

SO2
S berikatan dengan 2 atom O (S seolah bervalensi 2)
Kovalen
SO3
S berikatan dengan 3 atom O (S seolah bervalensi 3)
Kovalen
Kesimpulan: Untuk soal di tingkat SMA, saat dua atom non-logam bergabung, gunakan metode silang dengan valensi "utama" (EV 5 → 3, EV 6 → 2, EV 7 → 1). Kemungkinan rumus lain bisa muncul jika satu atom memiliki kemampuan ekspansi oktet.

Ikatan Ion vs Kovalen: Bedanya Apa?

Aspek Ikatan Ion Ikatan Kovalen
Terjadi antara Logam + Non-logam Non-logam + Non-logam
Proses Transfer elektron Pemakaian bersama elektron
Yang terbentuk Ion + dan Ion - Pasangan elektron bersama
Contoh NaCl, MgO, CaCl2 H2O, NH3, CO2
Cara cepat bedakan: Cek EV kedua atom. Jika salah satu EV-nya 1, 2, atau 3 (logam), kemungkinan besar ikatan ion. Jika keduanya EV > 3 (non-logam), hampir pasti kovalen.

Ringkasan Alur Penyelesaian Soal

1
Tulis konfigurasi elektron dari nomor atom yang diberikan.
2
Tentukan elektron valensi (angka di kulit terluar).
3
Tentukan muatan/valensi ikatan menggunakan tabel (EV 1–3 → positif, EV 5–7 → negatif).
4
Silangkan angka muatan: angka muatan A jadi indeks B, angka muatan B jadi indeks A.
5
Sederhanakan jika perlu (mis. Mg2O2 disederhanakan menjadi MgO).
6
Tentukan jenis ikatan: ion (logam+non-logam) atau kovalen (non-logam+non-logam).

🔥 10 Soal Tantangan

Kerjakan dulu sebelum membuka jawaban. Klik "Lihat Jawaban" untuk memeriksa.

1
Atom X mempunyai nomor atom 19 dan atom Y mempunyai nomor atom 8. Tentukan rumus kimia senyawa yang terbentuk dan jenis ikatannya!
Lihat Jawaban

X (Z=19):
Konfigurasi 2-8-8-1 → EV = 1 → muatan +1

Y (Z=8):
Konfigurasi 2-6 → EV = 6 → muatan -2

Silang:
indeks X = 2, indeks Y = 1

Rumus kimia:
X2Y
 |  X = logam (EV=1), Y = non-logam → Ikatan Ion

2
Atom P bernomor atom 13 berikatan dengan atom Q bernomor atom 17. Tentukan rumus kimia dan jenis ikatannya!
Lihat Jawaban

P (Z=13):
Konfigurasi 2-8-3 → EV = 3 → muatan +3

Q (Z=17):
Konfigurasi 2-8-7 → EV = 7 → muatan -1

Silang:
indeks P = 1, indeks Q = 3

Rumus kimia:
PQ3
 |  P = logam (Al), Q = non-logam (Cl) → Ikatan Ion

3
Atom R (Z=6) berikatan dengan atom S (Z=8). Tentukan rumus kimia yang paling umum dan jenis ikatannya!
Lihat Jawaban

R (Z=6):
Konfigurasi 2-4 → EV = 4 → valensi 4 (kovalen)

S (Z=8):
Konfigurasi 2-6 → EV = 6 → muatan -2 (valensi 2)

Silang:
indeks R = 2, indeks S = 4 → sederhanakan menjadi R1S2

Rumus kimia:
RS2
(mis. CO2)  |  keduanya non-logam → Ikatan Kovalen

4
Diketahui atom A (Z=20) dan atom B (Z=35). Tentukan rumus kimia senyawanya!
Lihat Jawaban

A (Z=20):
Konfigurasi 2-8-8-2 → EV = 2 → muatan +2

B (Z=35):
Konfigurasi 2-8-18-7 → EV = 7 → muatan -1

Silang:
indeks A = 1, indeks B = 2

Rumus kimia:
AB2
(mis. CaBr2)  |  Ikatan Ion

5
Atom M (Z=7) berikatan dengan atom N (Z=1). Tentukan rumus kimia yang terbentuk dan jenis ikatannya!
Lihat Jawaban

M (Z=7):
Konfigurasi 2-5 → EV = 5 → muatan -3 (valensi 3)

N (Z=1):
Konfigurasi 1 → EV = 1 → muatan +1

Silang:
indeks M = 1, indeks N = 3

Rumus kimia:
MN3
(mis. NH3)  |  keduanya non-logam → Ikatan Kovalen

6
Atom X (Z=26) berikatan dengan atom Y (Z=8). Berapa kemungkinan rumus kimia yang bisa terbentuk? (Petunjuk: Fe bisa bervalensi 2 atau 3)
Lihat Jawaban

Y (Z=8): EV = 6 → muatan -2

X (Z=26, Fe): Bisa bermuatan +2 atau +3 (transisi)

Jika X bermuatan +2:
Silang 2 dan 2 → XY (sederhanakan dari X2Y2) → XY (FeO)

Jika X bermuatan +3:
Silang 3 dan 2 → X2Y3 (Fe2O3)

Ada 2 kemungkinan rumus kimia:
XY dan X2Y3

7
Atom P (Z=15) berikatan dengan atom Q (Z=8). Tentukan kemungkinan rumus kimia yang terbentuk!
Lihat Jawaban

P (Z=15):
Konfigurasi 2-8-5 → EV = 5

Q (Z=8):
Konfigurasi 2-6 → EV = 6 → muatan -2

P bisa bervalensi 3 atau 5 (ekspansi oktet)

Jika P bervalensi 3:
Silang 3 dan 2 → P2Q3 (P2O3)

Jika P bervalensi 5:
Silang 5 dan 2 → P2Q5 (P2O5)

Ada 2 kemungkinan:
P2Q3 dan P2Q5

8
Senyawa X2Y terbentuk dari atom X (EV=1) dan Y (EV=6). Apakah rumus ini benar? Jelaskan!
Lihat Jawaban

X:
EV = 1 → muatan +1

Y:
EV = 6 → muatan -2

Silang:
angka 1 (milik X) jadi indeks Y = Y1; angka 2 (milik Y) jadi indeks X = X2

Hasil:
X2Y → BENAR ✔

Cek muatan: 2(+1) + 1(-2) = 0 → netral ✔

9
Atom A (Z=12), atom B (Z=7), dan atom C (Z=8) membentuk senyawa. Jika A berikatan dengan gugus (B-C3) yang bermuatan -1, tentukan rumus kimianya!
Lihat Jawaban

A (Z=12):
EV = 2 → muatan +2

Gugus BC3:
bermuatan -1 (diberikan di soal, yaitu NO3-)

Silang:
muatan A = 2, muatan gugus = 1

Rumus kimia: A(BC3)2
contoh nyata: Mg(NO3)2

Cek muatan: 1(+2) + 2(-1) = 0 ✔

10
Manakah pasangan atom yang TIDAK mungkin membentuk ikatan ion? (a) Z=11 dengan Z=17   (b) Z=20 dengan Z=8   (c) Z=6 dengan Z=8   (d) Z=13 dengan Z=9
Lihat Jawaban

(a) Z=11 (Na, EV=1) + Z=17 (Cl, EV=7):
logam + non-logam → BISA ion ✔

(b) Z=20 (Ca, EV=2) + Z=8 (O, EV=6):
logam + non-logam → BISA ion ✔

(c) Z=6 (C, EV=4) + Z=8 (O, EV=6):
non-logam + non-logam → TIDAK bisa ion, hanya kovalen ✘

(d) Z=13 (Al, EV=3) + Z=9 (F, EV=7):
logam + non-logam → BISA ion ✔

Jawaban: (c),
C dan O keduanya non-logam, membentuk ikatan kovalen (CO2), bukan ion.

📚 RANGKUMAN KUNCI

  • Nomor atom → konfigurasi elektron → elektron valensi → muatan/valensi
  • Metode silang: muatan A jadi indeks B, muatan B jadi indeks A
  • Sederhanakan rumus jika indeks keduanya bisa dibagi bilangan yang sama
  • EV 1–3 = logam (melepas elektron, muatan positif)
  • EV 5–7 = non-logam (menerima elektron, muatan negatif)
  • Logam + non-logam = ikatan ion; non-logam + non-logam = ikatan kovalen
  • EV > 4 bisa membentuk lebih dari satu rumus kimia (ekspansi oktet)
Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info