Skema Identifikasi Jenis Larutan atau Campuran Larutan Asam-Basa-Garam

Minggu, 03 Maret 2019 edit

Menyelesaikan soal terkait larutan asam/basa memerlukan analisis sebelum memutuskan menggunakan aturan tertentu. Karena relatif banyak macamnya maka perlu dibuat skenario atau ada roadmap (peta jalan) untuk menentukan/menyimpulkan apakah larutan atau campuran dua larutan itu dapat menghasilkan jenis larutan tertentu.



Prosedur identifikasi jenis larutan: pertama, mengenali jenis larutan atau campuran larutan apakah larutan yang diberikan merupakan larutan tunggal (satu macam zat) atau larutan campuran (dua macam zat atau lebih); kedua menentukan jumlah setiap komponen dalam larutan.

A. Larutan Tunggal  urip.info

Bila komponen dalam larutan tunggal, maka terdapat 5 kemungkinan:
  1. Asam kuat, gunakan hitungan pH asam kuat (pH < 7)
  2. Asam lemah, gunakan hitungan pH asam lemah (pH < 7)
  3. Basa kuat, gunakan hitungan pH basa kuat (pH > 7)
  4. Basa lemah, gunakan hitungan pH basa lemah (pH > 7)
  5. Garam.  urip.info

 urip.info
Bila komponen dalam larutan tunggal berupa garam, identifikasi lebih dahulu jenis garamnya:
  • Garam yang berasal dari kation basa kuat dengan anion asam kuat pH = 7
  • Garam yang berasal dari kation basa kuat dengan anion asam lemah pH > 7
  • Garam yang berasal dari kation basa lemah dengan anion asam kuat pH < 7
  • Garam yang berasal dari kation basa lemah dengan anion asam lemah, periksa nilai Kb dan Ka.
    • Bila Ka = Kb → larutan garam bersifat netral → pH = 7
    • Bila Ka > Kb → larutan garam bersifat asam
    • Bila Ka < Kb → larutan garam bersifat basa



B. Campuran dari Larutan Asam dan Larutan Basa

B-1. Campuran Proporsional (Sebanding)
Bila komponen dalam larutan campuran dengan jumlah asam dan basa sebanding, maka sudah pasti akan menghasilkan garam, selanjutnya mengidentifikasi apakah garam yang dihasilkan dapat mengalami hidrolisis atau tidak.  urip.info


Bagaimana mengetahui sebanding atau tidak sebanding campuran asam dengan basa yang ada?
Secara lazim adalah dengan membuat persamaan reaksi dengan jumlah zat setara.
HA + BOH → BA + H2O
Ini berarti perbandingan HA : BOH = 1 : 1
Bila terdapat 10 mmol HA maka akan sebanding dengan 10 mmol BOH.

H2A + 2BOH → B2A + 2H2O
Ini berarti perbandingan HA : BOH = 1 : 2
Bila terdapat 10 mmol HA maka akan sebanding dengan 20 mmol BOH.

3H2A + 2B(OH)3 → B2A3 + 3H2O
Ini berarti perbandingan HA : BOH = 3 : 2
Bila terdapat 15 mmol HA maka akan sebanding dengan 10 mmol BOH.

Dan seterusnya.  urip.info

Bila salah satu tidak sesuai perbandingan jumlah zat yang tersedia maka dikatakan tidak proporsional atau tidak sebanding. Bila tidak sebanding maka sudah pasti ada yang berlebih.  urip.info
Misal: Reaksi yang terjadi H2A + 2BOH → B2A + 2H2O
Dari hasil hitung ternyata H2A = 10 mmol dan BOH = 8 mmol ini jelas tidak sebanding namanya. Mestinya bila H2A = 10, BOH = 5 mmol atau bila BOH = 8 mmol, H2A = 16 mmol.  urip.info

B-2. Campuran Asam Basa Tidak Proporsional (Tidak Sebanding)
Bila komponen dalam larutan campuran dengan jumlah asam dan basa sebanding, maka sudah pasti akan menghasilkan garam, selanjutnya mengidentifikasi apakah garam yang dihasilkan dapat mengalami hidrolisis atau tidak.  urip.info


Simulasi perhitungan campuran proporsional dan tidak proporsional dapat menggunakan alat hitung berikut.  urip.info

 urip.info

C. Larutan dari Campuran Asam/Basa Lemah dengan Garam-nya
C-1. Campuran Asam Lemah dengan Garamnya
Bila komponen merupakan campuran asam lemah dengan garamnya sudah pasti ini merupakan larutan penyangga asam.  urip.info

C-2. Campuran Basa Lemah dengan Garamnya
Bila komponen merupakan campuran basa lemah dengan garamnya sudah pasti ini merupakan larutan penyangga basa.  urip.info


 urip.info

D. Campuran Garam dan Garam dengan Kation/Anion dari Asam/Basa Lemah 


Tentang komponen yang mungkin akan membentuk larutan peyangga silakan simak lebih detil di sini.

Kesimpulan:  urip.info
  • Kenali baik-baik jenis larutan yang diberikan, apakah berupa asam lemah, basa lemah, asam kuat, basa kuat, atau garam. urip.info
  • Bila ditemui larutan dari campuran dua jenis pastikan tahu jenis campuran sehingga dapat dengan mudah menentukan apa yang harus dilakukan
  • Menentukan proporsi jumlah zat yang dicampurkan bila itu bukan larutan dengan komponen tunggal.
CMIIW
Urip Rukim
Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2019 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info