Reaksi-reaksi pada Siklus Krebs (Oksidasi Asam Sitrat)

Jumat, 29 Maret 2019 edit

Berikut ini adalah identifikasi jenis-jenis reaksi kimia pada oksidasi asam sitrat (Siklus Krebs). Identifikasi dilakukan dengan cara hanya mengamati spesi yang dimunculkan pada skema siklus Krebs.



urip.info
Konsep reaksi redoks yang digunakan pada siklus Krebs adalah proses pelepasan hidrogen (oksidasi) dan proses penangkapan/pengikatan hidrogen (reduksi).
urip.info
Reaksi-rekasi yang terjadi pada tahap:
  1. Asetil koenzim A bereaksi dengan oksaloasetat, melepaskan gugus koenzim A dan membentuk molekul sitrat. Enzim yang bertanggung jawab pada reaksi hidrolisis ini adalah enzim sitrat sintase. urip.info
    urip.info
  2. Sitrat diubah menjadi isomernya yaitu isositrat. Ini sebenarnya adalah proses dua langkah, pertama melibatkan pelepasan molekul (dehidrasi) kemudian penambahan molekul air (hidrasi). Kadang pada penggambaran siklus Kreb dibuat 9 tahap. enzim yang perperan pada tahap ini adalah asotinase. urip.info
    urip.info
  3. Isositrat dioksidasi dan melepaskan molekul karbon dioksida, menghasilkan molekul α-ketoglutarat. Pada tahap ini terjadi reduksi (pengikatan atom H), NAD+ menjadi NADH, Enzim yang membatu reaksi ini adalah isositrat dehidrogenase yang berfungsi untuk mengatur kecepatan siklus asam sitrat.
    urip.info
    Oksidasi: isositrat → α-ketoglutarat + CO2
    Reduksi: NAD+ → NADH.
    urip.info
  4. α-ketoglutarat yang teroksidasi lagi dan bereaksi kembali dengan koenzim A membentuk senyawa suksinil koenzim A yang tidak stabil, sementara itu terjadi reduksi NAD+ menjadi NADH, serta melepaskan molekul karbon dioksida. Enzim yang berperan mengkatalisasi tahap ini adalah α-ketoglutarat dehidrogenase yang juga berfungsi untuk mengatur kecepatan siklus asam sitrat.
    urip.info
    Oksidasi: α-ketoglutarat + koenzim A → suksinil koenzim A + CO2
    Reduksi: NAD+ → NADH.
    urip.info
  5. Koenzim A pada suksinil koenzim A disubstitusi oleh gugus fosfat, yang kemudian ditransfer menjadi ADP untuk membentuk ATP. Reaksi pada tahap ini disebut reaksi fosforilasi. Dalam beberapa sel, GDP (guanosin difosfat) digunakan sebagai ganti ADP pembentuk GTP yang akan menghasilkan suksinat. Enzim yang membantu pada tahap ini adalah suksinil-Koenzim A sintetase.
    urip.info
  6. Suksinat teroksidasi, membentuk molekul fumarat. Dalam reaksi ini, dua atom hidrogen dengan elektronnya ditransfer ke FAD menghasilkan FADH2. Enzim yang digunakan di sini adalah enzim suksinat dehidrogenase.
    urip.info
    Oksidasi: suksinat → fumarat
    Reduksi: FAD → FADH2.
    urip.info
  7. Fumarat terhidrasi berubah menjadi malat dengan bantuan ezim fumarase.
    urip.info
  8. Pada langkah terakhir ini terjadi oksidasi malat menjadi oksaloasetat sebagai regerasi tahap awal. Molekul lain dari NAD+ direduksi menjadi NADH. Enzim yang berperan adalah malat dehidrogenase
    urip.info
    Oksidasi: malat → oksaloasetat
    Reduksi: NAD+ → NADH.

Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2019 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info