Model Atom Dalton (1803)
Latar Belakang
John Dalton mengembangkan teori atom berdasarkan hukum-hukum dasar kimia yang telah ditemukan sebelumnya, terutama Hukum Kekekalan Massa oleh Lavoisier dan Hukum Perbandingan Tetap oleh Proust.
Gambaran Model
Dalton menggambarkan atom sebagai bola pejal yang sangat kecil, tidak dapat dibagi, tidak dapat diciptakan, dan tidak dapat dimusnahkan melalui reaksi kimia.
Postulat Dalton
- Semua materi tersusun atas atom.
- Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi.
- Atom suatu unsur identik dalam massa dan sifatnya.
- Atom unsur berbeda memiliki massa dan sifat yang berbeda.
- Senyawa terbentuk dari gabungan atom-atom dengan perbandingan bilangan bulat sederhana.
- Reaksi kimia hanya melibatkan penataan ulang atom.
Kelebihan
- Mampu menjelaskan hukum-hukum dasar kimia.
- Menjadi dasar teori atom modern.
Kelemahan
- Tidak dapat menjelaskan adanya partikel subatomik.
- Tidak dapat menjelaskan isotop.
- Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi.
Model Puding Plum Thomson (1904)
Latar Belakang
J. J. Thomson melakukan eksperimen tabung sinar katode dan menemukan partikel bermuatan negatif yang kemudian disebut elektron. Penemuan ini membuktikan bahwa atom dapat dibagi menjadi partikel yang lebih kecil.
Gambaran Model
Atom dianggap sebagai bola bermuatan positif yang di dalamnya tersebar elektron bermuatan negatif. Model ini sering dianalogikan sebagai "roti kismis" atau "plum pudding".
Ciri-Ciri Utama
- Atom bersifat netral.
- Muatan positif tersebar merata.
- Elektron tertanam di dalam bola bermuatan positif.
Kelebihan
- Berhasil menjelaskan keberadaan elektron.
- Menjelaskan kenetralan atom.
Kelemahan
- Tidak dapat menjelaskan hasil hamburan partikel alfa.
- Tidak dapat menjelaskan keberadaan inti atom.
Model Atom Rutherford (1911)
Latar Belakang
Ernest Rutherford bersama Geiger dan Marsden melakukan eksperimen hamburan partikel alfa menggunakan lempeng emas tipis. Sebagian besar partikel alfa menembus lempeng tanpa dibelokkan, tetapi sebagian kecil mengalami pembelokan besar bahkan terpental kembali.
Kesimpulan Eksperimen
- Sebagian besar volume atom adalah ruang kosong.
- Muatan positif dan hampir seluruh massa atom terpusat pada inti atom.
- Elektron bergerak mengelilingi inti.
Gambaran Model
Atom menyerupai tata surya mini, dengan inti bermuatan positif di pusat dan elektron bergerak mengelilinginya.
Kelebihan
- Menjelaskan adanya inti atom.
- Menjelaskan hasil eksperimen hamburan partikel alfa.
Kelemahan
- Menurut teori elektromagnetik klasik, elektron yang bergerak seharusnya memancarkan energi dan jatuh ke inti.
- Tidak dapat menjelaskan kestabilan atom.
- Tidak dapat menjelaskan spektrum garis atom.
Model Atom Bohr (1913)
Latar Belakang
Niels Bohr mencoba memperbaiki kelemahan model Rutherford dengan menggabungkan konsep kuantum yang diperkenalkan Max Planck.
Gambaran Model
Elektron bergerak pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit atau tingkat energi. Pada lintasan tersebut elektron tidak memancarkan energi.
Postulat Bohr
- Elektron bergerak pada orbit tertentu yang stabil.
- Setiap orbit memiliki energi tertentu.
- Elektron dapat berpindah orbit dengan menyerap atau memancarkan energi.
- Energi yang diserap atau dipancarkan berbentuk kuantum energi.
Penjelasan Spektrum Atom
Ketika elektron berpindah dari tingkat energi tinggi ke tingkat energi rendah, atom memancarkan energi dalam bentuk cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Sebaliknya, elektron menyerap energi ketika berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi.
Kelebihan
- Menjelaskan kestabilan atom hidrogen.
- Menjelaskan spektrum garis atom hidrogen.
Kelemahan
- Kurang tepat untuk atom berelektron banyak.
- Tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Stark secara memadai.
- Masih menganggap lintasan elektron pasti.
Model Mekanika Kuantum (1926-sekarang)
Latar Belakang
Perkembangan mekanika kuantum pada awal abad ke-20 oleh Louis de Broglie, Werner Heisenberg, Erwin Schrödinger, Max Born, dan ilmuwan lainnya menghasilkan model atom yang digunakan hingga saat ini.
Konsep Dasar
- Elektron memiliki sifat partikel sekaligus gelombang.
- Posisi elektron tidak dapat ditentukan secara pasti.
- Yang dapat ditentukan adalah peluang keberadaan elektron.
- Elektron berada dalam daerah kebolehjadian yang disebut orbital.
Prinsip Ketidakpastian Heisenberg
Posisi dan momentum elektron tidak dapat diketahui secara bersamaan dengan ketelitian tak terbatas.
Persamaan Gelombang Schrödinger
Persamaan ini digunakan untuk menentukan fungsi gelombang elektron yang menghasilkan informasi mengenai orbital dan energi elektron.
Orbital Atom
- Orbital s berbentuk bola.
- Orbital p berbentuk seperti balon ganda.
- Orbital d memiliki bentuk yang lebih kompleks.
- Orbital f memiliki bentuk yang sangat kompleks.
Bilangan Kuantum
Keadaan suatu elektron dinyatakan dengan empat bilangan kuantum:
- Bilangan kuantum utama (n).
- Bilangan kuantum azimut (l).
- Bilangan kuantum magnetik (m).
- Bilangan kuantum spin (s).
Kelebihan
- Mampu menjelaskan seluruh atom secara lebih akurat.
- Menjelaskan konfigurasi elektron.
- Menjelaskan ikatan kimia dan sifat periodik unsur.
- Sesuai dengan hasil eksperimen modern.
Kelemahan
- Model bersifat matematis dan lebih sulit dipahami secara visual.
Catatan: Visual yang terlihat ini adalah model orbital s (n = 1; l = 0, m = 0.