Tampilkan postingan dengan label Garam Terhidrolisi Bertingkat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Garam Terhidrolisi Bertingkat. Tampilkan semua postingan
pH Garam Terhidrolisis Bertingkat (Hidrolisis Kation) pada Titik-titik Ekuivalen Titrasi

pH Garam Terhidrolisis Bertingkat (Hidrolisis Kation) pada Titik-titik Ekuivalen Titrasi

Senin, 23 Februari 2026

Studi Kasus: Titrasi ZnCl2 dan AlCl3 dengan NaOH – Analogi dengan Asam Poliprotik

1. Mengapa Kation Logam Bisa Bersifat Asam?

Ketika garam seperti ZnCl2 atau AlCl3 dilarutkan dalam air, ion logamnya tidak berdiri sendiri sebagai Zn2+ atau Al3+ telanjang. Ion logam ini memiliki orbital kosong berenergi rendah yang dapat menerima pasangan elektron dari molekul air, sehingga terbentuk ion aqua kompleks:

Bagikan di
pH Garam Terhidrolisis Bertingkat (Hidrolisis Anion) pada Titik-titik Ekuivalen Titrasi

pH Garam Terhidrolisis Bertingkat (Hidrolisis Anion) pada Titik-titik Ekuivalen Titrasi

Studi Kasus: Titrasi H3PO4 dengan NaOH – Penurunan Rumus pH di TE-1, TE-2, dan TE-3

Hidrolisis garam terjadi ketika ion penyusun garam bereaksi dengan H2O menghasilkan larutan yang bersifat asam atau basa. Pada garam yang berasal dari asam lemah poliprotik atau basa lemah polihidroksi, proses hidrolisis dapat terjadi secara bertingkat.

Pada artikel ini dijelaskan penurunan rumus pH pada setiap titik ekuivalen (TE) pada proses titrasi yang menghasilkan garam terhidrolisis secara bertingkat (garam dengan anion dari asam poliprotik) seperti Na3PO4.

Bagikan di
 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info