Pecahan (Simulasi Matematika Interaktif Kelas 3 SD)

Simulasi pembelajaran interaktif ini membantu siswa kelas 3 SD memahami pecahan secara bertahap, mulai dari pengertian pecahan, pembilang dan penyebut, setengah, sepertiga, seperempat, seperenam, seperdelapan, membaca dan menulis lambang, membandingkan, pecahan senilai, hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, lengkap dengan delapan soal latihan beserta pembahasannya.

Belajar Pecahan Seru

Matematika Kelas 3 SD · Kurikulum Merdeka

Cara belajar:
  • Baca penjelasan di setiap bagian, lalu coba kotak simulasi berwarna biru.
  • Geser slider, tekan tombol, atau ketuk gambar untuk melihat hasilnya langsung.
  • Kerjakan 8 soal latihan di bagian akhir. Buka “Pembahasan” setelah menjawab.

1Mengenal Pengertian Pecahan

Pecahan adalah bagian dari sesuatu yang utuh. Sebuah benda utuh dibagi menjadi beberapa bagian. Agar disebut pecahan, semua bagiannya harus sama besar.

Ingat: pecahan berarti dibagi sama besar. Kalau ukuran bagiannya berbeda-beda, itu bukan pecahan.
Simulasi: Bagi Benda Menjadi Beberapa Bagian
Benda:
Cara membagi:

2Mengenal Pembilang dan Penyebut

Pecahan ditulis dengan dua bilangan yang dipisahkan garis.

Pembilang ada di atas garis. Pembilang menyatakan banyak bagian yang diarsir atau diambil.
Penyebut ada di bawah garis. Penyebut menyatakan banyak bagian sama besar seluruhnya.

Contoh: Sebuah roti dibagi 4 sama besar. Ayu memakan 3 bagian. Roti yang dimakan Ayu ditulis 3/4. Pembilangnya 3 dan penyebutnya 4.
Simulasi: Atur Pembilang dan Penyebut
Gambar:
Permainan: Tunjuk yang Benar

3Pecahan sebagai Bagian dari Keseluruhan

“Keseluruhan” bisa berupa satu benda utuh, misalnya sebuah pizza. “Keseluruhan” juga bisa berupa sekumpulan benda, misalnya 6 bunga di vas.

Contoh: Di vas ada 6 bunga. Ada 2 bunga merah. Bunga merah adalah 2/6 dari seluruh bunga. Pembilang 2 adalah bunga merah. Penyebut 6 adalah seluruh bunga.
Simulasi: Pilih Bagian dari Keseluruhan
Keseluruhan:

Ketuk gambar untuk memilih bagian atau benda.

4Pecahan Setengah

Setengah ditulis 1/2. Setengah artinya satu benda utuh dibagi 2 bagian sama besar, lalu diambil 1 bagian. Dua buah setengah jika digabung menjadi 1 benda utuh.

Contoh: sebuah apel dibelah dua sama besar, kertas dilipat tepat di tengah, atau pita digunting di tengah-tengahnya.

Simulasi A: Potong Menjadi Dua
Bangun:
Garis potong:
Simulasi B: Setengah dari Sekumpulan Benda

5Pecahan Sepertiga

Sepertiga ditulis 1/3. Satu benda utuh dibagi 3 bagian sama besar, lalu diambil 1 bagian. Tiga buah sepertiga jika digabung menjadi 1 benda utuh.

Contoh: kue lapis dipotong menjadi 3 bagian sama besar, atau tali sepanjang 3 meter dibagi untuk 3 anak.

Simulasi A: Arsir Sepertiga
Simulasi B: Bagi Tiga Sama Banyak

6Pecahan Seperempat

Seperempat ditulis 1/4. Satu benda utuh dibagi 4 bagian sama besar, lalu diambil 1 bagian. Seperempat adalah setengah dari setengah.

Simulasi A: Lipat Kertas
Lipat:

Setelah dilipat, ketuk bagian kertas untuk mengarsirnya.

Simulasi B: Bagi Empat Sama Banyak

7Pecahan Seperenam dan Seperdelapan

Seperenam ditulis 1/6: benda utuh dibagi 6 bagian sama besar, diambil 1 bagian. Seperdelapan ditulis 1/8: benda utuh dibagi 8 bagian sama besar, diambil 1 bagian.

Perhatikan: makin banyak bagiannya, makin kecil setiap bagiannya.
Simulasi A: Ambil Beberapa Bagian
Dibagi menjadi:
Bandingkan Satu Bagian
Simulasi B: Seperenam dari Kumpulan Stroberi
Simulasi C: Seperdelapan dari Kumpulan Bintang

8Membaca dan Menulis Lambang Pecahan

Cara menulis lambang pecahan dari gambar: (1) hitung semua bagian yang sama besar, itu penyebut; (2) hitung bagian yang diarsir, itu pembilang. Cara membaca: sebut pembilang, kata “per”, lalu penyebut.

LambangDibaca
1/2satu per dua (setengah)
1/3satu per tiga (sepertiga)
3/4tiga per empat
5/6lima per enam
3/8tiga per delapan
Simulasi A: Tulis Lambangnya

Lihat gambar, lalu atur pembilang dan penyebut.

Simulasi B: Bacalah Lambangnya

9Membandingkan Pecahan Sederhana

Untuk membandingkan pecahan, gunakan gambar yang sama panjang. Ada dua aturan mudah:

Penyebut sama: lihat pembilangnya. Pembilang lebih besar berarti pecahan lebih besar.
Pembilang sama: lihat penyebutnya. Penyebut lebih kecil berarti pecahan lebih besar, karena bagiannya lebih besar.
Simulasi A: Bandingkan Dua Pecahan
Pecahan A

Pecahan B

Permainan: Mana yang Lebih Besar?

10Mengenal Pecahan Senilai melalui Gambar

Pecahan senilai adalah pecahan yang tampak berbeda, tetapi nilainya sama. Pada gambar, panjang bagian yang diarsir sama. Contoh: 1/2 = 2/4 = 3/6 = 4/8.

Simulasi A: Pecah Lagi Setiap Bagian
Pecahan awal:
Permainan: Cari Pecahan yang Senilai

11Pecahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pecahan ada di sekitar kita: membagi makanan, menuang minuman, melihat jam, dan mengukur panjang. Pilih salah satu situasi di bawah ini.

Simulasi: Pecahan di Sekitar Kita

★Latihan: 8 Soal Pecahan

Pilih atau tulis jawabanmu. Kamu akan langsung tahu benar atau salah. Buka “Pembahasan” untuk melihat cara mengerjakannya.

Skor: 0 dari 8 · terjawab 0/8
1Perhatikan gambar. Pecahan yang menunjukkan bagian yang diarsir adalah ...
Pembahasan

Lingkaran terbagi menjadi 6 bagian sama besar, jadi penyebutnya 6. Bagian yang diarsir ada 4, jadi pembilangnya 4. Pecahannya 4/6, dibaca “empat per enam”.

Pilihan 6/4 salah karena pembilang dan penyebutnya tertukar. Pilihan 4/10 salah karena seluruh bagian ada 6, bukan 10. Pilihan 2/6 adalah bagian yang tidak diarsir.

2Gambar manakah yang bagian arsirannya menunjukkan seperempat?
Pembahasan

Seperempat berarti utuh dibagi 4 bagian yang sama besar, lalu diambil 1 bagian.

Gambar A dibagi 4, tetapi bagiannya tidak sama besar, jadi bukan pecahan. Gambar B dibagi 4 sama besar dan 1 bagian diarsir, jadi benar 1/4. Gambar C dibagi 3 sama besar, jadi yang diarsir 1/3.

3Ibu memotong roti menjadi 8 bagian sama besar. Dito memakan 3 potong (bagian yang diarsir). Pecahan roti yang tersisa adalah ...
Pembahasan

Seluruh potongan ada 8, sehingga penyebutnya 8. Dito memakan 3 potong, jadi sisa roti 8 − 3 = 5 potong.

Roti yang tersisa adalah 5/8. Pecahan 3/8 adalah roti yang dimakan Dito. Jumlah keduanya 3/8+5/8=1 roti utuh.

4Dua pita sama panjang. Rina mendapat 1/4 bagian dari pita pertama. Tono mendapat 1/8 bagian dari pita kedua. Siapa yang mendapat pita lebih panjang?
Pembahasan

Kedua pecahan memiliki pembilang yang sama, yaitu 1. Jika pembilang sama, lihat penyebutnya. Penyebut yang lebih kecil membuat setiap bagian lebih besar.

Pita pertama dibagi 4, pita kedua dibagi 8. Bagian pita yang dibagi 4 lebih panjang daripada yang dibagi 8. Jadi 1/4 > 1/8, dan Rina mendapat pita lebih panjang.

5Gambar menunjukkan 2/4. Pecahan yang senilai dengan 2/4 adalah ...
Pembahasan

Batang dibagi 4 dan 2 bagian diarsir, yaitu separuh dari panjang batang. Jika batang yang sama dibagi 2 dan 1 bagian diarsir, panjang arsirannya sama persis. Jadi 2/4=1/2.

Pecahan 1/3, 2/3, dan 3/4 panjang arsirannya berbeda.

6Ada 12 kelereng. Sepertiga dari kelereng itu berwarna merah. Berapa banyak kelereng merah?
Pembahasan

Sepertiga berarti kumpulan kelereng dibagi menjadi 3 kelompok sama banyak. 12 : 3 = 4, jadi setiap kelompok berisi 4 kelereng.

Satu kelompok adalah 1/3, yaitu 4 kelereng merah. Jawaban: 4 kelereng.

7Urutkan pecahan berikut dari yang terkecil ke yang terbesar. Ketuk pecahan satu per satu sesuai urutan.
Pembahasan

Semua pecahan memiliki pembilang 1. Makin besar penyebut, makin kecil bagiannya.

Penyebut dari terbesar ke terkecil: 8, 4, 3, 2. Urutan dari terkecil: 1/8 < 1/4 < 1/3 < 1/2.

8Sari belajar selama seperempat jam (bagian yang diarsir pada jam). Satu jam sama dengan 60 menit. Berapa menit Sari belajar?
Pembahasan

Seperempat jam berarti 1 jam dibagi 4 bagian sama besar. 60 menit : 4 = 15 menit.

Jadi 1/4 jam = 15 menit. Jam di gambar juga menunjukkan sepertiga... eh, tepatnya satu dari empat bagian lingkaran jam, yaitu dari angka 12 sampai angka 3 (15 menit).

Belajar sambil bermain tentang pecahan secara visual sebanyak 30 soal sila klik di sini.

Bagikan di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info