Efek Zeeman adalah peristiwa terpecahnya tingkat energi atom dan garis spektrumnya ketika atom berada dalam medan magnet. Simulasi ini memperlihatkan prosesnya secara langsung: geser slider kuat medan magnet B, lalu amati satu tingkat energi terbelah menjadi tiga cabang, satu garis spektrum bercabang menjadi tiga komponen (π dan σ), dan momen magnetik elektron berpraeses mengelilingi arah medan.
Pilih garis natrium, kadmium, atau hidrogen, klik panah transisi untuk melihat foton terpancar, dan gunakan tombol layar penuh saat dipakai di papan interaktif. Di bagian akhir tersedia enam soal setara olimpiade kimia beserta pembahasannya.
Dasar Teori
Elektron yang mengorbit inti adalah arus listrik kecil yang berputar, sehingga atom memiliki momen magnetik \(\vec{\mu}\). Selama tidak ada medan luar, semua arah \(\vec{\mu}\) setara, jadi tingkat energinya hanya satu.
Jika atom ditempatkan dalam medan magnet homogen \(B\) (searah sumbu z), energi interaksi Zeeman adalah:
- \(m_l\) adalah bilangan kuantum magnetik, bernilai \(-l,\,-l+1,\,\dots,\,+l\), sehingga ada \((2l+1)\) kemungkinan nilai.
- \(\mu_B=\dfrac{e\hbar}{2m_e}=9{,}274\times10^{-24}\ \mathrm{J\,T^{-1}}\) adalah magneton Bohr, satuan alami momen magnetik atom.
Karena \(m_l\) punya beberapa nilai, satu tingkat energi \(E_0\) terbelah menjadi \((2l+1)\) tingkat, masing-masing bergeser sebesar \(m_l\mu_B B\). Inilah efek Zeeman normal (Peter Zeeman, 1896; dijelaskan secara teoretis oleh H. A. Lorentz).
Ketika elektron turun ke tingkat yang lebih rendah, atom memancarkan foton. Hanya transisi dengan \(\Delta m = 0\) atau \(\pm1\) yang terjadi. Komponen yang muncul:
| Komponen | \(\Delta m\) | Pergeseran energi foton | Pergeseran frekuensi | Polarisasi |
|---|---|---|---|---|
| π | 0 | \(0\) | \(0\) | Linier, sejajar B |
| σ− | −1 | \(-\mu_B B\) | \(-\nu_L\) | Melingkar (satu arah putar) |
| σ+ | +1 | \(+\mu_B B\) | \(+\nu_L\) | Melingkar (arah berlawanan) |
Dari \(E=h\nu\), pergeseran frekuensinya sama dengan frekuensi Larmor:
Dalam panjang gelombang (untuk \(\Delta\lambda\ll\lambda_0\)):
Perhatikan arahnya: \(\Delta m=+1\) berarti foton lebih berenergi, sehingga \(\lambda\) lebih pendek (bergeser ke biru). \(\Delta m=-1\) memberi \(\lambda\) lebih panjang (bergeser ke merah).
Momen \(\vec{\mu}\) yang miring terhadap \(\vec{B}\) mengalami torsi \(\vec{\tau}=\vec{\mu}\times\vec{B}\). Torsi ini tidak mengubah sudut antara \(\vec{\mu}\) dan \(\vec{B}\), tetapi membuat sumbu \(\vec{\mu}\) berputar (berpraeses) mengelilingi \(\vec{B}\), seperti gasing yang berputar miring. Frekuensi putarnya adalah frekuensi Larmor \(\nu_L\). Makin besar \(B\), makin cepat praesesnya.
Jika spin elektron ikut diperhitungkan, energinya menjadi \(E=E_0+g_J\,m_J\,\mu_B B\) dengan faktor Landé:
Pola garis menjadi lebih rumit (4, 6, dan seterusnya) dan tidak lagi berupa triplet sederhana.
| B | \(\Delta E=\mu_B B\) | \(\nu_L\) | \(\Delta\lambda\) (\(\pi\leftrightarrow\sigma\)) |
|---|---|---|---|
| 0,1 T | \(9{,}27\times10^{-25}\ \mathrm{J}\) | \(1{,}40\times10^{9}\ \mathrm{Hz}\) | 0,0016 nm |
| 0,5 T | \(4{,}64\times10^{-24}\ \mathrm{J}\) | \(7{,}00\times10^{9}\ \mathrm{Hz}\) | 0,0081 nm |
| 1,0 T | \(9{,}27\times10^{-24}\ \mathrm{J}\) | \(1{,}40\times10^{10}\ \mathrm{Hz}\) | 0,0162 nm |
- Mengukur medan magnet di permukaan Matahari dan bintang (spektroskopi Zeeman).
- Dasar EPR/ESR untuk mempelajari radikal bebas dan ion logam transisi, serta dasar magnetometer, jam atom, dan MRI.
- Bukti eksperimental bahwa bilangan kuantum magnetik \(m_l\) benar-benar ada.
Cara Menggunakan Simulator
- Mulai dari B = 0. Pastikan slider medan magnet di paling kiri. Tiap tingkat energi tunggal (tidak terpecah) dan spektrum hanya menampilkan satu garis di \(\lambda_0\).
- Geser B perlahan ke kanan. Tiap tingkat energi atas berubah menjadi tiga cabang (untuk \(l=1\): \(m=-1,0,+1\)). Cabang atas \(=+\mu_B B\), tengah tidak bergeser, bawah \(=-\mu_B B\).
- Amati spektrum. Garis tunggal menjadi tiga garis: satu di tengah (π, tidak bergeser) dan dua garis σ yang menjauh dari tengah seiring \(B\) dinaikkan.
- Klik panah transisi pada diagram energi untuk melihat foton terpancar dengan warna \(\lambda\) hasil transisi tersebut. Garis yang bersesuaian di spektrum ikut menebal.
- Perhatikan panel animasi ke-3: elektron bergerak melingkar dan momen magnetiknya berpraeses mengelilingi panah B. Makin besar B, makin cepat praesesnya.
- Ubah percobaan: pilih Na, Cd, H-α, H-β, atau kustom. Pada medan yang sama, makin besar \(\lambda_0\), makin besar pula \(\Delta\lambda\) (\(\Delta\lambda\propto\lambda_0^{2}\)).
- Cocokkan dengan teori: nilai \(\nu_L\), \(\Delta E\), dan \(\Delta\lambda\) di panel kontrol dihitung ulang secara real-time dan bisa dibandingkan dengan tabel di Dasar Teori.
- Layar penuh: tekan tombol Layar Penuh di bagian atas untuk tampilan besar di papan interaktif. Tekan tombol yang sama atau tombol Esc untuk keluar.
Klik "Lihat penyelesaian" setelah mencoba sendiri. Konstanta yang dipakai: \(\mu_B=9{,}274\times10^{-24}\ \mathrm{J\,T^{-1}}\), \(h=6{,}626\times10^{-34}\ \mathrm{J\,s}\), \(c=2{,}998\times10^{8}\ \mathrm{m\,s^{-1}}\), \(N_A=6{,}022\times10^{23}\ \mathrm{mol^{-1}}\), \(R=8{,}314\ \mathrm{J\,mol^{-1}\,K^{-1}}\), \(\dfrac{\mu_B}{hc}=46{,}69\ \mathrm{m^{-1}\,T^{-1}}\).
Garis merah kadmium pada 643,8 nm berasal dari transisi singlet \({}^1D_2\to{}^1P_1\), sehingga menunjukkan efek Zeeman normal (triplet) dengan \(g=1\). Sebuah elektromagnet menghasilkan \(B=2{,}50\ \mathrm{T}\).
- Hitung selisih energi dua sub-tingkat yang bertetangga, \(\Delta E\).
- Hitung frekuensi Larmor \(\nu_L\).
- Hitung pergeseran bilangan gelombang \(\Delta\tilde\nu\) dalam \(\mathrm{cm^{-1}}\).
- Hitung jarak panjang gelombang \(\Delta\lambda\) antara komponen π dan σ.
- Berapa resolving power minimum \(R=\lambda/\Delta\lambda\) agar komponen-komponennya dapat dibedakan?
Lihat penyelesaian
a) Untuk \(g=1\), selisih sub-tingkat bertetangga adalah \(\mu_B B\):
b)
c) Gunakan \(c=2{,}998\times10^{10}\ \mathrm{cm\,s^{-1}}\):
d) Dari \(\tilde\nu=1/\lambda\) diperoleh \(|\Delta\lambda|=\lambda^{2}\,\Delta\tilde\nu\):
e)
Spektrometer sederhana (R sekitar 103) tidak cukup. Dibutuhkan interferometer Fabry-Pérot (R sekitar 105 atau lebih).
Kunci: 2,32 × 10−23 J; 35,0 GHz; 1,17 cm−1; 0,0484 nm; R ≈ 1,3 × 104Garis H-α (656,3 nm) berasal dari transisi \(n=3\to n=2\) pada atom hidrogen. Abaikan spin (efek Zeeman normal). Aturan seleksi: \(\Delta l=\pm1\) dan \(\Delta m_l=0,\pm1\).
- Tuliskan transisi antar-subkulit yang diizinkan.
- Hitung jumlah total transisi \((l,m_l)\to(l',m_l')\) yang diizinkan dalam medan magnet.
- Berapa garis berbeda yang teramati, dan di mana posisinya?
- Hitung \(\Delta\lambda\) komponen σ terhadap π pada \(B=1{,}00\ \mathrm{T}\).
Lihat penyelesaian
a) Subkulit \(n=3\): 3s, 3p, 3d. Subkulit \(n=2\): 2s, 2p. Yang memenuhi \(\Delta l=\pm1\): 3s\(\to\)2p, 3p\(\to\)2s, 3d\(\to\)2p. Transisi 3s\(\to\)2s dan 3p\(\to\)2p (\(\Delta l=0\)) serta 3d\(\to\)2s (\(\Delta l=2\)) terlarang.
b) Hitung pasangan \(m_l\) yang memenuhi \(|\Delta m|\le1\):
| Transisi | Nilai \(m_l\) atas | Nilai \(m_l\) bawah | Pasangan diizinkan |
|---|---|---|---|
| 3s\(\to\)2p | 0 | \(-1,0,+1\) | 3 |
| 3p\(\to\)2s | \(-1,0,+1\) | 0 | 3 |
| 3d\(\to\)2p | \(-2,\dots,+2\) | \(-1,0,+1\) | 9 (tiap \(m'\) punya 3 pasangan: \(m'-1,\,m',\,m'+1\)) |
c) Karena \(g=1\) untuk semua tingkat, pergeseran energi foton hanya bergantung pada \(\Delta m\):
Kelima belas transisi menumpuk pada 3 garis saja: \(\nu_0-\nu_L\), \(\nu_0\), dan \(\nu_0+\nu_L\) (triplet Lorentz). Dengan \(\Delta m=0\): 5 transisi (π); \(\Delta m=+1\): 5 transisi; \(\Delta m=-1\): 5 transisi.
d)
Garis D1 natrium (589,6 nm) berasal dari transisi \({}^2P_{1/2}\to{}^2S_{1/2}\). Dengan spin, energi sub-tingkat dalam medan \(B\) adalah \(E=E_0+g_J\,m_J\,\mu_B B\) dengan \(g_J=1+\dfrac{J(J+1)+S(S+1)-L(L+1)}{2J(J+1)}\).
- Hitung \(g_J\) untuk \({}^2P_{1/2}\) dan \({}^2S_{1/2}\).
- Tentukan pergeseran energi tiap sub-tingkat dalam satuan \(\mu_B B\).
- Tentukan semua komponen garis (aturan seleksi \(\Delta m_J=0,\pm1\)), pergeserannya dalam satuan \(\mu_B B\), dan jenisnya (π atau σ).
- Hitung \(\Delta\lambda\) komponen terluar pada \(B=1{,}00\ \mathrm{T}\), lalu bandingkan dengan triplet normal.
Lihat penyelesaian
a)
b) Kedua tingkat punya \(m_J=\pm\tfrac12\):
c) Pergeseran foton \(=\Delta E_{\text{atas}}-\Delta E_{\text{bawah}}\):
| \(m_J\) atas \(\to\) bawah | \(\Delta m_J\) | Pergeseran (\(\mu_B B\)) | Jenis |
|---|---|---|---|
| \(+\tfrac12\to+\tfrac12\) | 0 | \(\tfrac13-1=-\tfrac23\) | π |
| \(-\tfrac12\to-\tfrac12\) | 0 | \(-\tfrac13+1=+\tfrac23\) | π |
| \(+\tfrac12\to-\tfrac12\) | +1 | \(\tfrac13+1=+\tfrac43\) | σ |
| \(-\tfrac12\to+\tfrac12\) | −1 | \(-\tfrac13-1=-\tfrac43\) | σ |
Terdapat 4 komponen pada \(\pm\tfrac23\) (dua π) dan \(\pm\tfrac43\) (dua σ), bukan triplet \(0,\pm1\).
d) Per satuan \(\mu_B B\): \(\lambda_0^{2}\,\dfrac{\mu_B B}{hc}=(589{,}6\times10^{-9})^{2}(46{,}69)=1{,}62\times10^{-11}\ \mathrm{m}\). Maka:
Triplet normal akan memberi \(\Delta\lambda=0{,}0162\ \mathrm{nm}\) (nilai pada simulator), sehingga pola anomali berbeda baik dalam jumlah maupun posisi garis.
Kunci: g = 2/3 dan 2; 4 komponen (±2/3 π, ±4/3 σ); 0,0108 nm dan 0,0216 nmSebuah elektron tak berpasangan (\(S=\tfrac12\), \(g=2{,}0023\)) berada dalam medan \(B=0{,}350\ \mathrm{T}\). Tingkat spinnya terbelah menjadi \(m_s=\pm\tfrac12\).
- Hitung selisih energi kedua sub-tingkat dalam J dan dalam \(\mathrm{kJ\,mol^{-1}}\).
- Bandingkan dengan \(RT\) pada 298 K dan dengan energi ikatan C–H (sekitar \(410\ \mathrm{kJ\,mol^{-1}}\)).
- Hitung rasio populasi \(N_{\text{atas}}/N_{\text{bawah}}\) dan polarisasi \(P=\dfrac{N_{\text{bawah}}-N_{\text{atas}}}{N_{\text{bawah}}+N_{\text{atas}}}\) pada 298 K.
- Ulangi (c) pada 77 K. Bagaimana pengaruhnya terhadap kekuatan sinyal EPR?
Lihat penyelesaian
a)
b) \(RT=(8{,}314)(298)=2478\ \mathrm{J\,mol^{-1}}=2{,}48\ \mathrm{kJ\,mol^{-1}}\), sehingga:
Medan 0,35 T tidak mengubah ikatan kimia sama sekali. Energi Zeeman hanya berfungsi sebagai "label" untuk spektroskopi.
c) Dengan distribusi Boltzmann, \(x=\Delta E/RT=1{,}58\times10^{-3}\):
d) Pada 77 K: \(RT=640\ \mathrm{J\,mol^{-1}}\), sehingga \(x=3{,}91/640=6{,}11\times10^{-3}\).
Sinyal EPR sebanding dengan selisih populasi, jadi \(\propto 1/T\). Pendinginan dari 298 K ke 77 K meningkatkan sinyal sekitar \(298/77\approx3{,}9\) kali.
Kunci: 6,50 × 10−24 J (3,91 J/mol); P = 7,90 × 10−4 (298 K) dan 3,06 × 10−3 (77 K)Garis Fe I pada 525,02 nm memiliki faktor Landé efektif \(g_{\text{eff}}=3{,}00\). Pada spektrum bintik Matahari, jarak antara komponen σ+ dan σ− terukur \(0{,}0232\ \mathrm{nm}\).
- Turunkan rumus pergeseran tiap komponen σ terhadap pusat garis, \(\Delta\lambda_B\).
- Hitung \(B\) di bintik tersebut dalam tesla dan gauss (\(1\ \mathrm{T}=10^{4}\ \mathrm{G}\)).
- Berapa kali lipat medan bumi (\(5{,}0\times10^{-5}\ \mathrm{T}\))? Berapa \(B\) yang keliru diperoleh bila dipakai \(g=1\)?
Lihat penyelesaian
a) Komponen σ bergeser \(\pm g_{\text{eff}}\,\mu_B B\) dalam energi, sehingga:
b) Jarak σ+ ke σ− adalah \(2\Delta\lambda_B\), jadi \(\Delta\lambda_B=0{,}0116\ \mathrm{nm}=1{,}16\times10^{-11}\ \mathrm{m}\).
c) Perbandingan dengan medan bumi:
Bila keliru memakai \(g=1\): \(B=\dfrac{1{,}16\times10^{-11}}{1{,}29\times10^{-11}}=0{,}90\ \mathrm{T}\), yaitu tiga kali terlalu besar. Jadi faktor Landé harus diketahui dengan benar.
Kunci: B = 0,300 T (3,00 kG), sekitar 6000 kali medan bumi; g = 1 memberi 0,90 T (keliru)Spektrometer EPR beroperasi pada frekuensi tetap \(\nu=9{,}500\ \mathrm{GHz}\). Pusat spektrum suatu kompleks Cu(II) (konfigurasi d9, \(S=\tfrac12\)) muncul pada \(B=0{,}3250\ \mathrm{T}\). Syarat resonansi: \(h\nu=g\,\mu_B B\).
- Hitung faktor \(g\) kompleks tersebut.
- Pada medan berapa radikal bebas organik (\(g=2{,}0023\)) beresonansi di frekuensi yang sama?
- Inti Cu memiliki \(I=\tfrac32\). Berapa jumlah garis struktur hiperhalus dan rasio intensitasnya?
- Mengapa \(g\) kompleks lebih besar daripada \(g\) elektron bebas?
Lihat penyelesaian
a)
b)
c) Jumlah garis \(=2I+1=2(\tfrac32)+1=4\) garis dengan rasio intensitas \(1:1:1:1\) (keempat orientasi spin inti \(m_I=-\tfrac32,-\tfrac12,+\tfrac12,+\tfrac32\) sama-sama mungkin).
d) Selisih \(\Delta g=2{,}088-2{,}0023=0{,}086\) berasal dari kopling spin-orbit: elektron tak berpasangan berada di orbital d, sehingga sedikit momentum sudut orbital ikut tercampur ke keadaan dasar. Akibatnya elektron tidak lagi berperilaku sebagai spin murni, dan faktor \(g\) bergeser dari nilai elektron bebas. Besarnya pergeseran bergantung pada lingkungan ligan.
Kunci: g = 2,088; B = 0,3390 T; 4 garis (1:1:1:1)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar