Cs lebih galak daripada Li, tetapi mengapa? Cemplungkan logamnya satu per satu atau balapkan semuanya, lalu perhatikan atom di panel samping: makin besar atomnya, makin longgar elektron terluarnya, dan makin cepat logam itu bereaksi. Tebak dulu sebelum menekan tombol, karena belajar paling terasa saat tebakanmu meleset. :-)
Catatan keselamatan: Rb dan Cs tidak dipakai di laboratorium sekolah. Efek ledakan sengaja dibuat bertingkat dan stilistik: dari nyala (Na), letupan kecil (K), ledakan sedang dengan gelas retak (Rb), sampai ledakan besar yang memecahkan gelas (Cs). Panas reaksi yang makin besar ke bawah golongan membuat H₂ ikut terbakar dan air menguap cepat. Jangan ditiru. Percobaan nyata di kelas hanya memakai Li, Na, K (potongan sangat kecil, dengan pengawasan), Mg, dan Ca.
Dasar teori
Logam alkali (Li, Na, K, Rb, Cs) dan alkali tanah (Be, Mg, Ca, Sr, Ba) melepas elektron valensi saat bereaksi dengan air: 2M + 2H₂O → 2MOH + H₂ untuk alkali, dan M + 2H₂O → M(OH)₂ + H₂ untuk alkali tanah. Hasilnya larutan basa, sehingga fenolftalein berubah dari bening menjadi merah muda.
Dalam satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom bertambah, elektron valensi makin jauh dari inti, energi ionisasi pertama turun, dan elektron makin mudah lepas. Itulah sebabnya kereaktifan naik dari Li ke Cs dan dari Be ke Ba. Titik leleh yang rendah (Cs ±28 °C) membuat logam cepat meleleh oleh panas reaksinya sendiri, sedangkan massa jenis menentukan apakah logam mengapung (Li, Na, K) atau tenggelam (Rb, Cs).
Cara menggunakan
Eksplorasi: geser slider untuk memilih logam, tekan Cemplungkan!, lalu amati gelas, panel atom, dan dua grafik. Centang kotak di bawah grafik untuk menumpuk kecepatan reaksi. Prediksi dulu: pilih logam, isi tiga tebakan, lalu bandingkan dengan hasilnya. Balapan: susun urutan tercepat ke terlambat dengan menyeret kartu (atau ketuk dua kartu untuk menukar), lalu cemplungkan kelimanya bersamaan. Alkali tanah: sama seperti Eksplorasi; untuk Mg pilih air dingin atau uap panas.
Semua logam memakai jumlah mol yang sama (0,010 mol), jadi volume H₂ akhirnya sama dalam satu golongan; yang berbeda adalah seberapa cepat gas itu terbentuk. Waktu pada layar adalah waktu simulasi, bukan waktu nyata.
Interpretasi hasil
Cari pola, bukan sekadar pemenang. Bandingkan urutan selesai dengan urutan energi ionisasi pada grafik: keduanya hampir selalu berkebalikan. Perhatikan juga bahwa kecepatan tidak mengubah jumlah akhir H₂ (mol sama), tetapi mengubah seberapa cepat larutan memerah muda. Pada alkali tanah, Be tidak bereaksi, Mg baru bereaksi nyata dengan uap panas, dan Ca, Sr, Ba makin cepat ke bawah golongan.
Simulasi Reaktivitas Logam Alkali & Alkali Tanah
Dirancang oleh urip.info
Lima soal latihan
- Jelaskan tren energi ionisasi pertama Li (520), Na (496), K (419), Rb (403), dan Cs (376 kJ/mol) dan hubungkan dengan kereaktifannya.
Kunci
IE₁ turun dari Li ke Cs karena jari-jari atom bertambah sehingga elektron valensi makin jauh dari inti dan makin terlindung oleh kulit dalam. Elektron lebih mudah lepas, sehingga kereaktifan naik.
- Prediksikan perilaku Rb dalam air: mengapung atau tenggelam, kecepatan, warna indikator, dan persamaan reaksinya.
Kunci
Rb (massa jenis 1,53 g/cm³) tenggelam, bereaksi hampir seketika dengan letupan dan nyala ungu-merah, lebih cepat daripada K. Persamaan: 2Rb + 2H₂O → 2RbOH + H₂. Fenolftalein menjadi merah muda pekat karena RbOH basa kuat.
- Mengapa Mg hampir tidak bereaksi dengan air dingin tetapi bereaksi hebat dengan uap panas?
Kunci
Energi ionisasi Mg (dua elektron) cukup tinggi dan Mg(OH)₂ yang sedikit larut melapisi permukaan logam, sehingga laju reaksi di air dingin sangat kecil. Uap panas memberi energi aktivasi yang cukup: Mg + H₂O(g) → MgO + H₂, disertai nyala putih menyilaukan.
- Li punya E° paling negatif (±−3,04 V) tetapi reaksinya di air paling kalem. Mengapa?
Kunci
E° mencerminkan kecenderungan termodinamika, termasuk energi hidrasi ion Li⁺ yang sangat besar karena ukurannya kecil. Laju reaksi ditentukan faktor kinetik: titik leleh Li tinggi (181 °C), sehingga tidak meleleh dan permukaannya tidak terus terbarui, sedangkan Cs meleleh dan bereaksi sangat cepat. Jadi kalem tidak berarti kurang cenderung bereaksi.
- Tulis persamaan reaksi Ba dengan air dan tentukan warna fenolftalein pada larutan hasilnya.
Kunci
Ba + 2H₂O → Ba(OH)₂ + H₂. Ba(OH)₂ basa kuat dan cukup larut, sehingga fenolftalein berwarna merah muda pekat (pH jauh di atas 10).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar