Titik didih senyawa hidrida unsur golongan 14, 15, 16, dan 17 tidak selalu naik beraturan dari atas ke bawah dalam satu golongan. Tiga anggota terberat dalam tiap golongan biasanya mengikuti pola kenaikan karena gaya dispersi London membesar seiring massa molekul relatif, tetapi NH3, H2O, dan HF menyimpang jauh dari pola itu.
Penyimpangan tersebut menjadi bukti paling jelas bahwa kekuatan gaya antarmolekul, bukan kekuatan ikatan kovalen di dalam molekul, yang menentukan seberapa mudah suatu zat mendidih.
Simulasi berikut membantu menelusuri data titik didih, membandingkannya dengan tren yang diharapkan, dan menghubungkannya dengan jenis gaya antarmolekul pada tiap zat.
Dasar Teori
Titik didih adalah suhu saat gaya antarmolekul dalam cairan berhasil diatasi sehingga molekul-molekul lepas menjadi gas. Semakin kuat gaya antarmolekul, semakin banyak energi (suhu) yang dibutuhkan.
- Gaya dispersi London ada pada semua molekul. Kekuatannya naik seiring bertambahnya jumlah elektron dan ukuran awan elektron, yang sejalan dengan kenaikan Mr.
- Gaya dipol-dipol muncul pada molekul polar akibat tarikan antara kutub positif dan kutub negatif molekul tetangga.
- Ikatan hidrogen adalah dipol-dipol khusus yang sangat kuat. Syaratnya: atom H terikat langsung pada atom N, O, atau F, dan atom N, O, atau F pada molekul tetangga memiliki pasangan elektron bebas.
- Ikatan kovalen di dalam molekul (misalnya O–H) tidak putus saat zat mendidih. Yang putus adalah gaya antarmolekulnya.
Pada hidrida golongan 14 (nonpolar), hanya dispersi yang bekerja sehingga titik didih naik teratur. Pada golongan 15, 16, dan 17, anggota periode 2 (NH3, H2O, HF) memiliki ikatan hidrogen sehingga titik didihnya jauh di atas perkiraan tren dispersi.
Cara Menggunakan Simulasi
- Centang atau hapus centang golongan untuk menampilkan atau menyembunyikan kurva tiap golongan. Jika hanya satu golongan yang dipilih, label rumus semua senyawanya langsung ditampilkan.
- Pilih sumbu x: periode (posisi unsur pusat) atau Mr (massa molekul relatif).
- Aktifkan Tampilkan tren tanpa ikatan hidrogen untuk melihat garis putus-putus hasil ekstrapolasi tiga anggota terberat dan besar anomali pada periode 2.
- Geser suhu untuk melihat zat mana yang masih berupa gas (titik penuh) dan mana yang sudah tidak berupa gas (titik kosong).
- Tekan tombol Layar Penuh untuk memperbesar simulasi di proyektor atau papan interaktif. Tekan tombol yang sama atau tombol Esc untuk keluar.
- Klik dahulu titik senyawa yang ingin diamati. Panel rincian dan batang kontribusi gaya hanya menampilkan senyawa yang sedang dipilih (ditandai lingkar kuning, awalnya H2O). Batang kontribusi akan berubah mengikuti senyawa yang diklik.
Interpretasi Hasil
- Jika garis suatu golongan naik dari kanan ke kiri hingga periode 2 turun lagi, tidak ada anomali. Contohnya CH4, yang titik didihnya justru paling rendah di golongan 14.
- Jika titik periode 2 berada jauh di atas garis putus-putus, selisih itu menunjukkan tambahan kekuatan gaya antarmolekul dari ikatan hidrogen. Selisih terbesar terjadi pada H2O.
- Pada golongan 16, 17, dan 15, titik didih turun dari periode 2 ke periode 3, lalu naik lagi ke periode 4 dan 5. Penurunan itu menandai hilangnya ikatan hidrogen, dan kenaikan berikutnya mencerminkan dispersi yang membesar.
- Panel batang bersifat kualitatif: tinggi batang hanya menggambarkan perbandingan kontribusi relatif, bukan nilai energi.
- Grafik terhadap Mr menunjukkan bahwa Mr saja tidak cukup menjelaskan titik didih: H2O (Mr 18) mendidih lebih tinggi daripada H2Te (Mr 130).
Simulasi Titik Didih Hidrida dan Gaya Antarmolekul
Kontribusi gaya (kualitatif)
Soal Latihan
Titik didih NH3 (−33 °C) jauh lebih tinggi daripada PH3 (−88 °C). Penyebab utamanya adalah …
- ikatan N–H lebih kuat daripada ikatan P–H
- NH3 membentuk ikatan hidrogen antarmolekul
- Mr NH3 lebih besar daripada PH3
- NH3 nonpolar sedangkan PH3 polar
Pembahasan
Jawaban: b. N sangat elektronegatif dan berukuran kecil serta punya PEB, sehingga antarmolekul NH3 terbentuk ikatan hidrogen. PH3 hanya memiliki dispersi dan dipol-dipol lemah. Opsi c salah karena Mr NH3 (17) lebih kecil daripada PH3 (34), dan opsi d salah karena NH3 polar.Titik didih CH4, SiH4, GeH4, dan SnH4 naik teratur dan CH4 tidak menunjukkan anomali. Alasan yang tepat adalah …
- hidrida golongan 14 nonpolar sehingga hanya memiliki gaya dispersi
- karbon lebih elektronegatif daripada nitrogen
- CH4 membentuk ikatan hidrogen yang lemah
- ikatan C–H lebih panjang daripada ikatan Si–H
Pembahasan
Jawaban: a. Bentuk tetrahedral simetris membuat resultan momen dipol nol, jadi hanya dispersi yang bekerja dan tren mengikuti Mr. C tidak lebih elektronegatif daripada N, dan CH4 tidak membentuk ikatan hidrogen karena H terikat pada C.Urutan titik didih yang benar, dari terendah ke tertinggi, adalah …
- HF < HCl < HBr < HI
- HCl < HBr < HI < HF
- HI < HBr < HCl < HF
- HCl < HF < HBr < HI
Pembahasan
Jawaban: b. Dari HCl ke HI titik didih naik (−85, −67, −35 °C) karena dispersi membesar. HF (+19,5 °C) tertinggi karena membentuk ikatan hidrogen.Seorang siswa menyatakan, “Air mendidih pada 100 °C karena ikatan kovalen O–H dalam molekul air putus.” Pernyataan yang benar adalah …
- benar, karena uap air terdiri atas atom H dan O terpisah
- benar, karena ikatan hidrogen sama dengan ikatan O–H
- salah, karena yang putus adalah ikatan hidrogen antarmolekul, sedangkan ikatan O–H tetap utuh
- salah, karena air mendidih tidak membutuhkan energi
Pembahasan
Jawaban: c. Perubahan wujud adalah perubahan fisik: gaya antarmolekul diatasi, sedangkan molekul H2O tetap utuh dalam uap. Ikatan O–H baru putus pada suhu ribuan derajat atau melalui reaksi kimia.Fluor lebih elektronegatif daripada oksigen, tetapi titik didih H2O (100 °C) lebih tinggi daripada HF (19,5 °C). Penjelasan yang paling tepat adalah …
- H2O memiliki Mr lebih besar daripada HF
- ikatan O–H lebih kuat daripada ikatan H–F
- HF tidak dapat membentuk ikatan hidrogen
- tiap molekul H2O memiliki dua atom H dan dua PEB sehingga dapat membentuk rata-rata dua ikatan hidrogen, membentuk jaringan tiga dimensi, sedangkan HF hanya satu H per molekul
Pembahasan
Jawaban: d. Jumlah ikatan hidrogen per molekul turut menentukan. HF membentuk rantai zig-zag dengan rata-rata sekitar satu ikatan hidrogen per molekul, sedangkan H2O membentuk jaringan. Opsi a lemah (hanya selisih 2) dan opsi c salah karena HF membentuk ikatan hidrogen kuat.Dengan sumbu x berupa periode, simulasi menunjukkan perkiraan titik didih H2O tanpa ikatan hidrogen sekitar −93 °C, padahal nilai sebenarnya 100 °C. Kesimpulan yang tepat adalah …
- selisih sekitar 190 °C menggambarkan tambahan kekuatan gaya antarmolekul akibat ikatan hidrogen
- selisih itu menunjukkan ikatan O–H lebih kuat daripada ikatan S–H
- selisih itu menunjukkan H2O memiliki dispersi paling kuat di golongannya
- selisih itu membuktikan H2O nonpolar
Pembahasan
Jawaban: a. Garis tren dibuat dari H2S, H2Se, dan H2Te yang hanya dipengaruhi dispersi dan dipol-dipol. Selisih 100 − (−93) ≈ 193 °C adalah “bonus” titik didih dari ikatan hidrogen. Dispersi H2O justru kecil karena Mr-nya paling rendah, dan H2O adalah molekul polar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar